Pelayaran Sungai dan Danau/Kapal Pelayaran Pedalaman

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kapal-kapal yang digunakan pada perairan pedalaman dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu kapal kapal yang hanya beroperasi di perairan pedalaman saja yang ciri utamanya frebord yang rendah karena tidak akan menghadapi perairan yang berombak dan kapal yang beroperasi di perairan pedalaman dan di laut yang freeboardnya lebih tinggi. Selain itu berat jenis air tawar sebesar 1 lebih rendah dari air laut yang besar 1,03.

Jenis-jenis kapal perairan pedalaman[sunting]

Kapal-kapal yang melalui perairan pedalaman dan dikelompokkan kepada kapal yang berlayar hanya diperairan pedalaman saja dan kapal-kapal yang berlayar dilaut dan masuk keperairan pedalaman, biasanya berupa kapal petikemas, kapal barang umum, kapal penyeberangan.

Kapal perairan pedalaman meliputi:

Kapal penumpang[sunting]

Bus air[sunting]

Bus air di Bristol

Bis air adalah angkutan penumpang dan barang melalui air yang banyak ditemukan disungai-sungai besar di Kalimantan seperti di Sungai Kapuas, Barito, Kahayan, di sungai dan danau di Sumatera seperti didanau Toba, Sungai Siak, Musi dan Papua seperti disungai Membrano.

Di kota-kota besar seperti Palembang, Banjarmasin bus air tidak saja berfungsi untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas dan angkutan, tetapi juga merupakan alat transportasi yang menyuguhkan warna-warni pemandangan kota, ataupun sebagai bagian dari wisata air di perkotaan. Pernah dicoba untuk dikembangkan di Jakarta pada tahun 2007 tetapi akhirnya ditutup pada tahun 2008 karena beberapa alasan diantaranya alur pelayaran dipenuhi dengan sampah sehingga dalam waktu yang singkat propeller sudah tertutup oleh sampah, disamping iru dalam perencanaan terminal/shelter kurang terintegrasi dengan moda jalan ataupun kereta api.

Kapal klotok yang digunakan sebagai angkutan penumpang di pelabuhan sungai kota Banjarmasin

Taxi air[sunting]

Taksi air di Auckland New Zeeland

Seperti halnya di jalan ada taxi, diperairan juga ada taxi air yang bisa digunakan sesuai dengan permintaan pelanggan. Taxi air tradisonal berkembang dengan pesat dikota-kota yang dialiri oleh sungai-sungai besar seperti Palembang, Palangkaraya, Samarinda dan kota-kota lainnya. Taxi air ini dikenal juga sebagai getek.

Taxi air berkembang dengan sangat baik dikota-kota besar dunia yang dikelilingi oleh air seperti yang sangat popular itu dikota Venesia[1] dengan Gondolanya, yaitu perahu yang bisa disewa untuk ke suatu tujuan atau berwisata disamping itu masih ada taxi air bermesin, New York khususnya di Hudson River, kota Sydney[2], Auckland dan berbagai kota-kota lainnya.

Getek/klotok[sunting]

Getek atau klotok adalah perahu/kapal rakyat ukuran kecil yang bisa memuat kira-kira 10 orang yang digunakan sebagai alat angkut sehari-hari untuk berbagai kebutuhan baik mengangkut penumpang untuk menyeberang atau menuju suatu tujuan seperti belanja maupun untuk mengangkut barang. Getek atau klotok digunakan baik di danau maupun sungai besar di Kalimantan, Sumatera maupun Papua, sama halnya seperti taxi air diluar negeri.

Kapal barang[sunting]

Sungai merupakan salah satu prasarana yang sangat bermanfaat untuk mengangkut barang dalam jumlah yang besar seperti barang hasil tambang dan pertanian ataupun untuk mengangkut bahan bakar cair ataupun minyak kelapa sawit/CPO. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelayaran angkutan barang adalah kedalaman alur pelayaran yang dijaga terus dengan melakukan pengerukan secara berkala serta mempertahankan daerah aliran sungai tetap terjaga dan dikendalikan agar erosi bisa dipertahankan.

Kegiatan angkutan bara di sungai Barito Kalimantan Selatan

Tongkang[sunting]

Tongkang seperti halnya dijalan adalah trailer atau gandengan sedangkan penariknya adalah Kapal Tunda. Tongkang biasanya digunakan untuk mengangkut barang curah kering ataupun curah cair ataupun belakangan ini juga digunakan untuk mengangkut petikemas dalam kaitannya dengan short sea shipping. Barang curah kering berupa batubara merupakan komoditi yang paling banyak diangkut pada sungai-sungai besar di Kalimantan dan sungai Musi di Sumatera Selatan.

Tongkang bermesin yang digunakan untuk angkutan petikemas

Tongkang bermesin[sunting]

Untuk barang yang diangkut melalui sungai yang waktu bongkar muatnya cepat dan berlayar pada kecepatan rendah maka akan lebih menguntungkan untuk menggunakan tongkang bermesin. Pertimbangan untuk menggunakan mesin pada tongkang adalah keekonomian, pada tongkang yang bongkar muatnya cepat akan lebih menguntungkan menggunakan tongkang bermesin sedang bila bongkar muatnya membutuhkan waktu yang lama maka akan lebih menguntungkan menggunakan tongkang biasanya.

Kapal barang tradisonal[sunting]

Kapal barang yang digunakan di perairan pedalaman

Merupakan kapal yang digunakan untuk mengangkut barang ke pedalaman ataupun sebaliknya, ciri utamanya kapal terbuat dari kayu yang tahan terhadap air dan untuk memperpanjang umur lambung, belakangan ini banyak kapal yang dilapisi dengan fiberglass, selain berfungsi untuk memperpanjang umur tetapi juga untuk mengurangi peluang bocor; lambung bebas minimum (freeboard) sangat rendah

Log pon[sunting]

Adalah cara angkutan kayu gelondongan dengan murah dengan hanya dihanyutkan mengikuti arus sungai atau ditarik dengan kapal tunda melalui sungai. Logpon banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatera dan Papua tetapi sejak banyaknya hutan yang sudah gundul dan adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap penebangan hutan jumlah logpon berkurang drastis.

Permasalahan yang ditemukan dengan angkutan kayu gelondongan adalah bahwa kayu gelondongan dengan berat jenis sedikit lebih rendah dari berat jenis air sehingga sering tidak terlihat oleh speed boat yang berjalan dengan kecepatan lebih tinggi, terutama pada malam hari. hal ini mengakibatkan banyak kecelakaan yang terjadi karena biasanya kapal yang terbuat dari fiberglass ataupun dari kayu bisa pecah dan menimbulkan korban yang tidak sedikit.

Kapal penyeberangan[sunting]

Kapal Feri[sunting]

Kapal feri di danau Toba

Kapal feri ada yang dirancang memiliki dua pintu yaitu pintu depan dan pintu belakang untuk memudahkan bongkar muat kendaraan roda empat yang diangkut. Ini juga bertujuan memudahkan kapal tersebut agar tidak perlu bermanuver. Dari satu pelabuhan ia sandar menggunakan pintu belakang untuk mengangkut kendaraan dan ketika sampai di pelabuhan tujuan kapal ini menggunakan pintu depan untuk sandar, ini memudahkan keluar masuk kendaraan dan kapal tidak perlu bermanuver untuk sandar. Feri jenis ini disebut Ro -Ro yang merupakan singkatan dari roll-on/roll-off. Kapal feri digunakan untuk menyeberangkan kendaraan di Sungai, atau Danau seperti di danau Toba, ataupun dari perairan pedalaman ke laut seperti dari Palembang ke Muntok di Pulau Bangka Khusus untuk kapal ferri jarak pendek pada penyeberangan di danau ataupun sungai lebih memudahkan kalau digunakan kapal ferry dua muka yang haluan dan buritan bentuknya sama, dilengkapi dengan propeler pada kedua sisi depan/belakang serta sepasang ruang kemudi pada kedua sisi anjungan. Hal ini akan mempermudah bermanuver dan membutuhkan kapal dibalik pada saat kapal merapat di dermaga.

Ponton penyeberangan[sunting]

Mobil yang diangkut diatas ponton/rakit

Ponton banyak digunakan di Indonesia terutama pada jalan-jalan yang terputus oleh adanya sungai, waduk ataupun danau. Ponton/rakit dibangun diatas dua atau lebih perahu atau drum-drum yang disusun yang biasanya digunakan untuk mengangkut/menyeberangkan mobil.

Ferry ponton di Washington DC, USA

Di negara maju sekalipun, masih banyak digunakan ponton untuk menyeberangkan orang, ataupun kendaraan pada lintas-lintas yang permintaannya masih kecil tetapi belum tersedia jembatan. Pada gambar ditunjukkan salah satu ferry ponton yang digunakan dipinggiran kota Washington DC di Amarika Serikat.

Kapal laut yang masuk perairan pedalaman[sunting]

Kapal Laut[sunting]

Kapal laut bisa masuk kesungai-sungai besar di Indonesia, yang beroperasi dengan ketentuan angkutan laut, perbedaannya terletak pada garis muat karena air sungai tawar mempunyai berat jenis yang lebih rendah dari air laut. Pelabuhan-pelabuhan besar yang berada di sungai antara lain Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin, Pelabuhan Boom Baru di Palembang. semua jenis kapal bisa masuk keperairan pedalaman, yang menjadi hambatan adalah kedalaman alur pelayaran serta geometrik sungai yang berkelok-kelok sehingga menyulitkan kapal yang panjang atau besar untuk bisa masuk jauh kepedalaman; hambatan lain yang ditemukan adalah ketinggian ruang bebas diatas muka air bila ada jembatan yang memotong sungai.

Kapal tunda[sunting]

Tongkang yang ditarik kapal tunda di Saigon River

Kapal tunda adalah kapal kecil yang beroperasi di pelabuhan guna membantu maneuver kapalkapal besar yang akan bersandar maupun berlabuh di pelabuhan, meskipun kecil kapal tunda memiliki daya dorong yang besar agar mampu mengarahkan kapal-kapal yang akan bersandar. Tetapi khusus untuk angkutan barang dalam bentuk curah yang diangkut dengan tongkang digunakan kapal tunda untuk menarik dengan kabel baja(sling) ataupun dengan mendorong tongkang atau beberapa tongkang sekaligus.

Referensi[sunting]

  1. The World's Most Elegant Taxi, [1]
  2. Sydney Yellow Water Taxis, [2]