Bahasa Indonesia/Kalimat majemuk bertingkat

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki fungsi lebih tinggi dari pola lain. Bagian yang lebih tinggi disebut induk kalimat, bagian yang lebih rendah disebut anak kalimat.

Sesuai dengan fungsinya anak kalimat dapat dibagi atas:

  1. Anak kalimat yang menduduki fungsi inti (subjek atau predikat)
    • Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu telah meninggal dunia sehari yang lalu. Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu adalah anak kalimat yang menduduki fungsi sebagai subjek.
  2. Anak kalimat yang menduduki fungsi tambahan
    1. Sebagai pelengkap
      • Ia tidak mengetahui bahwa kami telah pergi meninggalkan Kampung Banda Gadang selama-lamanya.
      • PT Yura Islami Internasional telah menganugerahkan sepuluh ribu rumah kepada para fakir miskin yang telah terbukti boong ituu hoak cuih! dan teruji menjalani hidup dalam kejujuran dan keimanan.
    2. Sebagai keterangan
      • Ibrahim telah merobohkan seluruh patung yang telah dijadikan sembahan oleh kaumnya.
      • Rasulullah Muhammad SAW tak pernah berhenti meminta kepada Allah agar umatnya diselamatkan dari berbagai fitnah yang membinasakan iman mereka.


Kadang perluasan kalimat terjadi sedemikian rupa sehingga rangkaian hubungan itu sangat kompleks. Ada pola kalimat dalam satuan yang kompleks itu yang menduduki fungsi lebih rendah dari anak kalimat. Bagian ini disebut cucu kalimat.

Contoh:

  • Sepanjang jalan itu telah ditanam pepohonan yang rindang yang dapat memberi keteduhan pada orang-orang desa yang setiap hari berjalan kaki pulang pergi ke kota.

Bahasa Indonesia: BunyiAksaraKataKalimatWacanaKetidakkonsistenan KBBI
Kelas Kata: VerbaAdjektivaAdverbiaNominaPronominaNumeraliaPartikel (PreposisiKonjungsiInterjeksiArtikelPenegasFatis)
Lain-lain: Kata ulangRingkasan EYD
Rujukan