Pengantar Dasariah Kesehatan Jiwa: untuk Masyarakat Awam

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sejak tanggal 29 Desember 2020 pukul 09.35 WIB secara keseluruhan telah diterapkan pemutakhiran terhadap halaman ini untuk mempertahankan kesederhanaannya, yaitu:

  1. Membuang bagian-bagian selain topik skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, serta kecemasan dan serangan panik pada bagian panduan kesehatan jiwa.
  2. Lampiran mengenai sejarah kesehatan jiwa telah berhasil diselesaikan pada tanggal 24 September 2020 pukul 02.16 WIB..
  3. Kamus kesehatan jiwa telah membuang etimologi dan pemerian tokoh, dan hanya menyisakan eponim (kata yang berasal dari nama biografis dan geografis). Etimologi sedang diupayakan dihadirkan untuk semua kosakata yang sejarah katanya dapat kami telusuri.

KATA PENGANTAR DARI PENYUSUN[sunting]

Riwayat pembuatan Pengantar Dasariah Kesehatan Jiwa ini bermula pada tahun 2006, ketika sebuah tulisan yang sistematis mengenai skizofrenia dalam Bahasa Indonesia coba dibuat oleh penyusun. Secara umum panduan tersebut merupakan perluasan dari tulisan mengenai skizofrenia yang dibuat pada tahun 2005 dan diperbaiki pada tahun 2008, yang kemudian diposting di Blog Skizofrenia, yang merupakan salah satu halaman web milik penyusun yang paling awal, yang memuat tulisan mengenai kesehatan jiwa. Tulisan tersebut masih tersedia di sini.

Namun setelah mempertimbangkan berbagai aspek yang terlihat dari hasil tulisannya, nampaknya panduan tersebut kurang berhasil dalam hal peristilahan. Peristilahan yang sangat ilmiah masih dipergunakan secara kaku dalam panduan tersebut, yang malah menyulitkan tujuannya -- yaitu menghadirkan panduan mengenai skizofrenia dalam Bahasa Indonesia sederhana -- untuk masyarakat awam. Karena panduan tersebut masih merupakan salinan istilah dari terminologi skizofrenia yang beredar dalam berbagai buku ilmiah. Meskipun penjelasannya telah mulai menggunakan kalimat-kalimat yang disederhanakan, namun hal itu tidak mampu menyirnakan kerumitan buku kecil itu yang sasaran utamanya adalah orang yang sama sekali belum mengetahui mengenai skizofrenia.

Selama tahun 2007 hingga 2008, penulis mencoba membujuk beberapa psikiater agar menulis panduan untuk masyarakat awam tersebut. Namun baru pada tahun 2009, Dr. dr. Irmansyah, SpKJ(K), sebagai salah satu pakar kesehatan jiwa terkemuka di Indonesia, mengeluarkan Panduan Skizofrenia untuk Keluarga; yang selama beberapa tahun kemudian coba di-layout secara menarik oleh penyusun agar para konsumen kesehatan jiwa dan keluarganya tertarik untuk mengunduh dan mencetaknya. Namun selama beberapa tahun kemudian tidak ada produk baru dalam panduan kesehatan jiwa yang dapat dianggap setara dengan panduan yang tersebut, dipandang dari segi lisensinya yang bebas-bagi dan kualitasnya, meskipun jika kita memperluasnya menjadi bukan membicarakan mengenai skizofrenia saja.

Buku Roberta Temes Hidup Optimal dengan Skizofrenia (2002; terjemahan Bahasa Indonesia) serta buku tulisan dr. Lilik Djuari, SpKJ dan dr. Azimatul Karimah, SpKJ(K) Lebih Dekat dengan Skizofrenia (2015) adalah pengecualian yang memberikan sekelumit titik cerah, akan bagaimana seharusnya buku panduan mengenai skizofrenia untuk publik secara luas semestinya dibuat. Meskipun ada kekurangan dalam dua buku yang disebut belakangan ini, karena bukanlah sebuah karya yang bebas-bagi dan harus didapatkan secara berbayar; dengan demikian akan menyulitkan bagi orang dengan gangguan jiwa dan keluarganya (atau mungkin komunitas kesehatan jiwa di daerah terpencil yang kesulitan untuk mengakses buku secara fisik) untuk membagikannya secara bebas kepada orang yang membutuhkannya.

Buku-buku lainnya nampaknya masih bergulat dengan terminologi, jelas bukan ditujukan untuk masyarakat awam. Ambil contoh misalnya, Imam Setiadi Arif Skizofrenia: Memahami Dinamika Keluarga Pasien (2006) serta Benhard Rudyanto Sinaga Skizofrenia & Diagnosis Banding (2007).

Proyek-proyek terjemahan yang menjadi sebagian besar landasan dari buku ini dimulai pada tahun 2016, ketika penyusun menemukan bahwa situs web NIMH (National Institute of Mental Health; yaitu semacam lembaga penelitian kesehatan jiwa di Amerika Serikat) di https://www.nimh.nih.gov/; tidak hanya menyediakan berbagai panduan kesehatan jiwa yang ramah-baca, namun juga dapat diterjemahkan, direproduksi, dan dibagikan secara bebas (termasuk dicetak) bahkan jika hal tersebut dilakukan tanpa meminta izin dari pihak NIMH terlebih dahulu. Hanya dua di antara terjemahan-terjemahan tersebut yang merupakan tulisan berhak cipta ketat, yaitu Informasi Obat-obatan Kesehatan Jiwa karya Prof. David J Castle & Nga Tran (2016) serta Mengenal Kecemasan & Serangan Panik yang diterbitkan oleh Mind, Inggris; yang kemudian penyusun sebarluaskan setelah mendapatkan izin untuk dibagikan secara daring dalam bentuk berkas (file). Sebagai sebuah hasil yang belum cukup padu, maka berbagai topik penting dari terjemahan-terjemahan tersebut kemudian penyusun satukan menjadi Mengenal Kesehatan Jiwa – Versi PDF Tunggal dan mulai disebarluaskan sejak pertengahan tahun 2020.

Buku-buku panduan NIMH, Mind Inggris, serta karya David Castle & Nga Tran tersebut benar-benar merupakan benderang, sehingga bukan saja panduan kesehatan jiwa untuk masyarakat awam menemukan bentuknya dalam bentuk yang riil, namun membuat penyusun mampu membuat sebuah daftar glosarium untuk masyarakat awam, yang dapat dilihat di sini; yang merupakan sebuah daftar dasariah untuk penyusunan Kosa Jiwa: Kamus Kesehatan Jiwa untuk Masyarakat Awam yang dicantumkan sebagai lampiran dari buku ini.

Sebagai sebuah pengantar dasariah, tentunya yang disajikan di sini hanyalah hal-hal utama yang sering muncul dalam keseharian menangani kesehatan jiwa di masyarakat awam saja, yaitu skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, serta kecemasan dan serangan panik. Info obat-obatan kesehatan jiwa merupakan ranah yang lebih rumit namun wajib disajikan, oleh karena itu sajiannya tidak dapat dilepaskan dari tulisan Prof. David Castle & Nga Tran di atas. Juga, sebagai gambaran global, bahwa kesehatan jiwa senantiasa ada seiring dengan adanya manusia, maka disajikan secara ringkas sejarah kesehatan jiwa secara global. Karena hal yang terakhir ini dinilai bukan merupakan hal yang praktis, maka kami letakkan sebagai lampiran pula.

Demikian, semoga riwayat yang cukup panjang dalam pengadaan buku bebas-bagi ini bukan menjadi suatu akhir; dan semoga akan ada banyak pihak lainnya yang mengupayakan hal yang serupa untuk masa depan panduan kesehatan jiwa yang lebih baik untuk masyarakat awam. Semoga apa yang disajikan di sini tidak memuaskan hasrat membaca dan menulis Anda, sehingga Anda akan berniat membuat yang jauh lebih baik dan jauh lebih gamblang dari apa yang disajikan di sini.

Selamat membaca dan menulis!

Jakarta, 12 September 2020,

Penyusun,

Anta Samsara

TAUTAN KE WIKIBUKU PADA HALAMAN LAIN[sunting]

Halaman ini berupaya menghimpun hal dasariah terbaik yang ada dalam proyek Memahami Kesehatan Jiwa agar dapat disatukan sebagai PDF tunggal yang bebas-bagi secara daring, yang merupakan edisi revisi dari Mengenal Kesehatan Jiwa – Versi PDF Tunggal yang dipublikasikan dalam hal ini dengan judul Pengantar Dasariah Kesehatan Jiwa: untuk Masyarakat Awam.

Himpunan Wikibuku ini dibuat berdasarkan beberapa halaman Wikibuku yang membicarakan hal-hal yang lebih spesifik. Hasil final secara padu tidak akan dimutakhirkan pada halaman masing-masing namun akan disajikan di bawah bagian ini. Kata kunci "mengenal" yang ada pada masing-masing awal judul bahasan akan digantikan dengan kosakata "memahami", karena perkembangan selama 4 tahun terakhir kata "mengenal" telah menjadi terlampau umum dalam kaitannya dengan perkenalan dasariah kepada gangguan kejiwaan. Dengan demikian, misalnya, judul Mengenal Skizofrenia akan diubah menjadi Memahami Skizofrenia, Mengenal Gangguan Bipolar akan diubah menjadi Memahami Gangguan Bipolar, dan seterusnya.

Adapun halaman-halaman Wikibuku yang menjadi landasan dari himpunan Wikibuku ini, dengan merujuk pada judul yang lama, (namun tautan akan diarahkan ke yang baru jika telah tersedia) adalah:

  1. Mengenal Skizofrenia
  2. Mengenal Depresi
  3. Mengenal Gangguan Bipolar
  4. Mengenal Kecemasan dan Serangan Panik. Naskahnya tidak dapat kami letakkan di Wikibuku ataupun Wikisource karena hak ciptanya dimiliki oleh Mind, Inggris dan bukan berada dalam ranah kreatif umum (creative common), namun PDF-nya dapat diunduh atau dibaca secara daring di sini. Untuk izin reproduksi, silakan hubungi bagian publikasi Mind, Inggris dengan mengirimkan surel ke publications@mind.org.uk.
  5. Informasi Obat-obatan Kesehatan Jiwa. Edisi ke-4 (Agustus 2016). Ditulis oleh Prof. David J Castle dan Ms. Nga Tran (Rumah Sakit St. Vincent dan Universitas Melbourne). Naskahnya tidak dapat kami letakkan di Wikibuku atau Wikisource karena hak cipta untuk reproduksinya bukan berada dalam ranah kreatif umum (creative common), namun, sebagai PDF terjemahan dalam Bahasa Indonesia dapat Anda unduh atau baca secara daring di sini. Untuk izin reproduksi, silakan hubungi Professor David J. Castle sebagai pemilik hak ciptanya dengan mengirimkan surel ke david.castle@svhm.org.au

LAMPIRAN:

  1. Sejarah Kesehatan Jiwa. Sejarah ringkas kesehatan jiwa secara global mulai dari zaman pra-sejarah hingga masa pasca-modern.
  2. Kosa Jiwa: Kamus Kesehatan Jiwa untuk Masyarakat Awam. Dikembangkan berdasarkan Khazanah Jiwa: Glosarium Kesehatan Jiwa untuk Masyarakat Awam.

MEMAHAMI SKIZOFRENIA[sunting]

Versi final tekstual pertama dari Wikibuku ini telah selesai dituliskan pada tanggal 10 September 2020 pukul 10.23 WIB.

Untuk berkas PDF dengan warna penuh (full color) silakan unduh di sini.

Apakah Skizofrenia Itu?[sunting]

Sampul depan PDF Mengenal Skizofrenia.
Sampul depan PDF Mengenal Skizofrenia.

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang dialami dalam jangka panjang (kronis[1]) yang mempengaruhi orang yang mengalaminya dalam hal berpikir, merasa, dan berperilaku. Walaupun orang yang mengalaminya tidak sebanyak penderita gangguan jiwa lain, gangguan ini bisa sangat melumpuhkan. Diperkirakan 7 hingga 8 individu di antara 1.000 orang akan mengalami skizofrenia pada suatu waktu dalam hidupnya.

Orang dengan skizofrenia dapat mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Mereka mungkin percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka, atau bersekongkol untuk mencelakai mereka. Hal ini bisa sangat menakutkan dan memicu kemarahan orang yang mengalaminya dan membuat mereka menarik diri dari pergaulan sosial atau mudah tersulut emosinya. Hal inilah yang kemudian membuat orang di sekitarnya menjadi ketakutan dan menjadi marah pula.

Orang dengan skizofrenia kadang-kadang bicara soal ide yang aneh atau tidak biasa, yang sukar untuk dibicarakan. Mereka mungkin duduk selama berjam-jam tanpa bergerak atau berbicara. Kadang-kadang orang dengan skizofrenia kelihatan baik-baik saja hingga mereka membicarakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan.

Keluarga dan masyarakat terkena dampak dari skizofrenia juga. Banyak orang dengan skizofrenia yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan pekerjaan atau merawat diri mereka sendiri, maka mereka bergantung kepada orang lain untuk membantu mereka. Sikap dan kepercayaan berstigma [stigma berarti “cap buruk" atau "label negatif” – penerjemah] terhadap skizofrenia merupakan hal yang umum dan kadang-kadang bertumpang tindih dengan kehendak masyarakat ketika membicarakan masalah ini serta ketika mencoba mendapatkan pengobatan untuk gangguan dimaksud.

Orang dengan skizofrenia dapat menangani gejala-gejala yang ia alami di sepanjang hidupnya, namun pengobatan membantu banyak agar ia dapat pulih dan mengejar tujuan hidupnya. Para peneliti mengembangkan pengobatan yang lebih efektif dan menggunakan peranti penelitian yang baru untuk memahami penyebab skizofrenia. Pada tahun-tahun yang akan datang, upaya ini mungkin akan membantu mencegah dan mengobati secara lebih baik penyakit ini.

Apa Sajakah Gejala-Gejala Skizofrenia Itu?[sunting]

Gejala-gejala skizofrenia dibagi ke dalam tiga golongan besar: yaitu gejala positif, gejala negatif,[2] dan gejala daya pikir.

Gejala positif[sunting]

Gejala positif adalah perilaku psikotik[3] yang tidak terlihat pada orang yang sehat. Orang dengan gejala positif dapat “kehilangan kontak” dengan beberapa aspek dari realitas. Bagi sejumlah orang, gejala ini datang dan pergi. Bagi yang lainnya, gejala ini tetap ada dari waktu ke waktu. Kadang-kadang berat, dan di waktu lain tidak kentara. Kadar keparahan dari gejala positif tergantung pada apakah orang yang mengalaminya mendapatkan pengobatan. Gejala positif termasuk di bawah ini:

Halusinasi yaitu pengalaman inderawiah tanpa adanya sumber di luar diri. Hal ini dapat terjadi pada satu atau lebih dari kelima indera manusia (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau sentuhan). “Suara” (halusinasi dengar) merupakan tipe halusinasi yang paling umum pada skizofrenia. Banyak orang dengan gangguan jiwa ini mendengar suara-suara yang tidak ada.

Suara tersebut bisa berbicara kepada orang yang mengalaminya, memerintah orang tersebut untuk melakukan sesuatu, atau memperingatkan orang tersebut akan bahaya yang sedang datang. Kadang-kadang suara tersebut berbicara satu sama lain, dan kadang-kadang juga orang dengan skizofrenia yang bersangkutan berbicara kepada suara-suara yang mereka dengar. Orang dengan skizofrenia dapat mendengar suara-suara dalam jangka waktu yang lama sebelum keluarga dan kawannya mengetahui hal tersebut.

Tipe lain dari halusinasi termasuk melihat orang atau objek yang sebenarnya tidak ada, mencium aroma yang orang lain tidak bisa mendeteksi keberadaannya, dan merasakan sesuatu seperti jemari tak kelihatan yang menyentuh tubuh ketika tak ada siapa-siapa.

Waham atau Delusi adalah keyakinan yang tetap dipegang kuat yang tidak konsisten dengan budaya orang yang mengalaminya. Waham tetap bertahan bahkan ketika ada bukti bahwa keyakinan tersebut tidak benar atau tidak logis. Orang dengan skizofrenia dapat memiliki waham yang kelihatannya aneh, seperti yakin bahwa para tetangga dapat mengendalikan perilaku mereka lewat gelombang magnetik. Mereka juga mungkin yakin bahwa orang di televisi mengirimkan pesan khusus kepada mereka, atau stasiun radio memancarkan pikiran mereka dengan lantang kepada orang lain. Gejala ini disebut dengan istilah “waham referensi.”

Kadang-kadang mereka yakin bahwa mereka adalah tokoh terkenal dalam sejarah. Mereka mungkin punya waham paranoid dan yakin bahwa orang lain mencoba membahayakan mereka, seperti dengan cara menipu, melecehkan, meracuni, memata-matai, atau berkomplot melawan mereka atau orang yang dekat dengan mereka. Keyakinan ini disebut sebagai “waham kejar” (persecutory delusions).

Gangguan pikir adalah cara berpikir yang tidak biasa atau tidak berfungsi. Salah satu bentuknya disebut sebagai “pikiran yang sengkarut (tidak beraturan).” Ini terjadi ketika seseorang memiliki masalah dalam mengelola atau menghubungkan secara logis pikirannya. Ia mungkin berbicara dengan bahasa yang membingungkan sehingga sukar untuk dimengerti. Fenomena ini disebut sebagai “selada kata” (word salad). Bentuk lainnya adalah yang disebut dengan “hambatan pikiran” (thoughts blocking), yaitu ketika orang tersebut berbicara tiba-tiba berhenti di tengah-tengah sebuah pikiran. Ketika ditanya mengapa ia berhenti bicara, orang yang bersangkutan mungkin berkata bahwa ia merasa idenya telah diambil dari pikirannya. Akhirnya, orang dengan gangguan pikir mungkin mengarang berbagai kata yang tak punya makna yang disebut juga dengan istilah “neologisme.”

Gangguan gerak terlihat sebagai gerakan-gerakan tubuh yang tergugah. Seseorang dengan gangguan gerak dapat mengulang-ngulang gerakan-gerakan tertentu. Pada kutub yang lain, seseorang mungkin menjadi katatonik. Katatonia[4] merupakan gejala yang langka sekarang ini, namun hal ini menjadi lebih umum ketika pengobatan bagi skizofrenia tidak tersedia.

Gejala negatif[sunting]

Gejala negatif berkaitan dengan kurangnya kadar emosi dan perilaku jika dibandingkan dengan orang yang sehat. Gejala ini lebih sukar untuk dikenali sebagai bagian dari gangguan jiwa skizofrenia dan dapat salah-dikenali sebagai gejala-gejala depresi atau kondisi lainnya. Gejala-gejalanya meliputi:

  • “Perasaan yang datar” (ekspresi emosi dengan kadar yang kurang yang dapat diamati dari mimik wajah atau intonasi wicara)
  • Berkurangnya merasakan kesenangan pada kehidupan sehari-hari
  • Kesulitan dalam memulai dan mempertahankan aktivitas
  • Wicara yang kurang

Orang dengan gejala negatif mungkin membutuhkan bantuan untuk mengerjakan tugas sehari-hari. Mereka mungkin mengabaikan kebersihan diri yang dasariah. Ini dapat membuat mereka terlihat sebagai malas atau tak punya kehendak untuk membantu diri mereka sendiri, namun masalah sebenarnya adalah hal itu merupakan gejala-gejala yang disebabkan oleh skizofrenia.

Gejala daya pikir[sunting]

Pada sejumlah orang dengan skizofrenia, gejala daya pikirnya sangatlah sukar untuk dikenali, namun bagi yang lain, gejalanya lebih berat dan sang pasien dapat merasakan adanya perubahan dalam memori atau aspek pikir lainnya. Mirip dengan gejala negatif, gejala daya pikir mungkin sukar untuk dikenali sebagai bagian dari skizofrenia. Seringkali, mereka terdeteksi hanya ketika uji spesifik berkenaan dengan hal tersebut dilakukan. Gejala daya pikir tersebut termasuk hal-hal berikut ini:

  • “Fungsi eksekutif” yang kurang (yaitu kurangnya kemampuan untuk memahami informasi dan menggunakannya untuk membuat keputusan)
  • Masalah dalam konsentrasi atau memperhatikan sesuatu
  • Masalah dengan “memori kerja” (yaitu kemampuan dalam menggunakan informasi segera setelah dipelajari)

Daya pikir yang kurang dapat menimbulkan buruknya pekerjaan dan buruknya pergaulan sosial. Hal ini dapat menimbulkan tekanan terhadap orang dengan skizofrenia tersebut.

Kapankah Seseorang Mulai Mengalami Skizofrenia dan Siapa Saja yang Bisa Terkena?[sunting]

Skizofrenia sedikit lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita. Ia dapat menyerang siapa saja di semua etnis di mana saja di dunia ini. Gejala-gejalanya seperti halusinasi dan waham biasanya dimulai pada usia 16 hingga 30 tahun. Pria cenderung untuk mengalami gejalanya sedikit lebih dini ketimbang wanita. Pada umumnya, skizofrenia terjadi pada masa remaja akhir dan dewasa awal. Merupakan hal yang tidak umum untuk didiagnosa skizofrenia setelah usia 45 tahun. Skizofrenia jarang terjadi pada anak-anak, namun kewaspadaan akan adanya skizofrenia yang berawal pada masa kanak-kanak sedang meningkat.

Adalah hal yang sulit untuk menetapkan diagnosa skizofrenia untuk usia remaja. Hal ini disebabkan oleh pertanda pertama dari gangguan ini dapat mencakup perubahan pada lingkaran perkawanan, turunnya nilai-nilai dalam pelajaran, masalah tidur, dan rasa mudah tersinggung – perilaku yang umum pada masa-masa remaja. Sebuah kombinasi dari berbagai faktor dapat memperkirakan hingga 80 persen orang di usia muda punya resiko yang tinggi untuk mengembangkan penyakit ini. Faktor-faktor ini termasuk mengisolasi diri sendiri dan menarik diri dari pergaulan sosial, peningkatan dalam hal pikiran yang tidak biasa, dan riwayat keluarga dalam hal psikosis. Tahapan pra-psikosis dari gangguan ini disebut dengan istilah masa “prodromal.”

Apakah orang dengan skizofrenia suka melakukan kekerasan?[sunting]

Sebagian besar orang dengan skizofrenia tidaklah suka melakukan kekerasan. Faktanya, sebagian besar kejahatan dengan kekerasan tidak dilakukan oleh orang dengan skizofrenia. Orang dengan skizofrenia cenderung lebih banyak menyakiti diri sendiri daripada menyakiti orang lain. Penyalahgunaan zat mungkin meningkatkan kemungkinan orang tersebut untuk melakukan kekerasan. Resiko untuk melakukan tindak kekerasan itu meningkat hingga maksimal ketika gejala psikosisnya tidak diobati dan menurun secara berarti ketika pengobatan telah dilakukan.

Skizofrenia dan Bunuh Diri[sunting]

Ide dan perilaku untuk bunuh diri merupakan hal yang umum di antara orang dengan skizofrenia. Orang dengan skizofrenia meninggal lebih dini dibandingkan orang yang tanpa gangguan jiwa karena resiko untuk bunuh diri yang meningkat.

Merupakan hal yang sulit untuk memperkirakan yang mana saja di antara yang mengalami skizofrenia yang akan meninggal karena bunuh diri, namun pengobatan yang aktif untuk menangani gejala depresi dan penyalahgunaan zat dapat mengurangi resiko untuk bunuh diri. Orang yang meminum antipsikotik mereka sesuai dengan yang diresepkan cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk berusaha bunuh diri daripada mereka yang tidak meminumnya. Jika seseorang yang Anda tahu berbicara tentang atau pernah melakukan upaya bunuh diri, bantulah ia untuk menemukan profesional kesehatan atau hubungilah nomor telepon darurat yang menangani hal tersebut.

Skizofrenia dan Penyalahgunaan Zat[sunting]

Gangguan penyalahgunaan zat terjadi ketika seringnya penggunaan alkohol dan/atau narkoba bercampur bertumpang-tindih dengan kondisi kesehatan, pekerjaan, sekolah, dan kehidupan sosial. Penggunaan zat merupakan hal yang umum terjadi pada orang dengan skizofrenia, dan kaitan yang kompleks antara gangguan penyalahgunaan zat dengan skizofrenia telah dipelajari secara luas. Penggunaan zat semacam itu dapat membuat pengobatan terhadap skizofrenia menjadi kurang efektif, dan individu yang bersangkutan menjadi kurang terlibat dalam pengobatan untuk penyakit kejiwaan mereka jika mereka menyalahgunakan zat tersebut. Merupakan kepercayaan yang umum bahwa orang dengan skizofrenia yang juga menyalahgunakan zat semacam itu mencoba untuk “mengobati diri sendiri” gejala-gejala yang mereka alami, namun ada sedikit bukti bahwa orang yang menyalahgunakan menjadi berespon terhadap pengobatan atau penyalahgunaan zat menjadikan gejala-gejala skizofrenia berkurang.

Nikotin adalah zat yang paling banyak disalahgunakan oleh orang dengan skizofrenia. Orang dengan skizofrenia cenderung untuk merokok lebih banyak daripada orang yang tidak mengalami gangguan jiwa, dan para peneliti menelusuri apakah ada basis biologis untuk menjelaskan fenomena ini. Ada sejumlah bukti bahwa nikotin secara sementara dapat menangani rangkaian kurangnya aktivitas daya pikir yang umum ditemui pada skizofrenia, namun keuntungan ini terkalahkan oleh efek berbahaya dari aktivitas merokok serta pada aspek daya pikir lainnya dipandang dari sudut kesehatan secara umum.

Ganja (marijuana) juga sering disalahgunakan oleh orang dengan skizofrenia, justru dapat memperburuk perjalanan penyakit ini. Penggunaan ganja yang banyak seringkali berkaitan dengan awal kemunculan skizofrenia yang lebih dini dan lebih berat, walaupun para peneliti belum secara gamblang menentukan apakah ganja secara langsung dapat menyebabkan skizofrenia.

Penyalahgunaan obat dapat meningkatkan angka kemungkinan mengalami penyakit medis lain (misalnya hepatitis, penyakit jantung, dan penyakit menular) sebagaimana meningkatkan bunuh diri, trauma, dan ketunawismaan pada orang dengan skizofrenia.

Sangat umum diyakini bahwa skizofrenia dan penyalahgunaan zat punya faktor resiko genetis yang kuat. Sementara penyalahgunaan zat dan riwayat keluarga dalam hal psikosis secara perorangan telah dikenali sebagai faktor yang bisa meningkatkan resiko untuk terkena skizofrenia. Namun merupakan hal yang kurang dipahami mengapa hal ini saling berkaitan.

Ketika seseorang mengalami baik skizofrenia maupun gangguan penyalahgunaan zat, kemungkinan terbaik untuk pemulihannya adalah dengan menjalani program pengobatan yang mengintegrasikan antara pengobatan skizofrenia dengan pengobatan terhadap penyalahgunaan zat.

Apa yang Menyebabkan Skizofrenia?[sunting]

Penelitian telah mengenali beberapa faktor yang menyumbang peranan terhadap resiko berkembangnya skizofrenia dalam diri seseorang.

Gen dan Lingkungan[sunting]

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa skizofrenia dapat diwariskan secara turun-temurun. Penyakit ini terjadi dengan angka kurang dari 1 persen di antara populasi umum,namun terjadi dengan angka 10 persen di antara orang yang memiliki kekerabatan tingkat pertama (first-degree relative) dengan orang yang mengalami gangguan ini, seperti orang tua atau saudara kandung. Orang yang punya tingkat kekerabatan tingkat kedua (second-degree relative) (seperti bibi, paman, kakek dan nenek, atau kemenakan) dengan penyakit ini juga mengembangkan penyakit ini lebih banyak daripada populasi umum. Resiko tertinggi terjadi di antara orang yang kembar identik dari orang yang mengalami skizofrenia, yaitu sebesar 40 hingga 65 persen. Walaupun kaitan genetis ini kuat, ada banyak orang yang mengalami skizofrenia padahal tidak ada kerabatnya yang mengalami gangguan ini, dan, sebaliknya, banyak orang yang salah satu atau lebih keluarganya mengalami gangguan ini justru tidak mengalami skizofrenia.

Para ilmuwan percaya bahwa banyak gen menyumbang peran terhadap meningkatnya resiko untuk mengalami skizofrenia, namun yang menyebabkannya bukanlah gen yang tunggal. Faktanya, hasil penelitian terkini telah menemukan bahwa orang dengan skizofrenia cenderung untuk memiliki angka yang lebih tinggi untuk adanya mutasi genetis yang jarang. Perbedaan genetis ini melibatkan ratusan gen yang berbeda dan mungkin telah mengganggu perkembangan otak secara lebih luas dan tidak kentara.

Penelitian terhadap gen yang berbeda-beda yang berkaitan dengan skizofrenia terus berlangsung, maka merupakan hal yang belum mungkin untuk menggunakan informasi genetis untuk memperkirakan siapa saja yang akan mengalami penyakit ini. Di samping itu, uji yang memindai (scan) gen-gen dari orang ini dapat dilakukan tanpa peresepan atau nasehat dari seorang profesional kesehatan. Iklan untuk uji semacam itu hanya menyarankan pengambilan contoh air liur, sebuah perusahaan dapat menentukan apakah seorang klien punya resiko untuk mengembangkan penyakit tertentu, termasuk skizofrenia. Walaupun demikian, para ilmuwan belum mengetahui semua variasi gen yang menyumbang peran terhadap munculnya skizofrenia dan mereka yang telah diketahui angkanya hanya sedikit. “Pindaian genetis” ini tidaklah menyediakan gambaran yang lengkap terhadap resiko seseorang untuk mengembangkan gangguan jiwa seperti skizofrenia.

Sebagai tambahan, tentunya diperlukan lebih dari sekedar gen untuk menyebabkan gangguan ini. Para ilmuwan berpikir bahwa interaksi antara gen dan berbagai aspek dari lingkungan si individunya merupakan hal yang penting yang kemudian dapat menyebabkannya mengembangkan penyakit ini.

Ada banyak faktor lingkungan yang dapat terlibat, seperti terpapar virus atau kurang gizi sebelum kelahiran, masalah ketika melahirkan, dan yang lainnya — yang belum diketahui — faktor-faktor psikososial.

Struktur dan kimiawi otak yang berbeda[sunting]

Para ilmuwan berpendapat bahwa ketidakseimbangan reaksi kimiawi otak yang kompleks, yang melibatkan neurotransmiter dopamin dan glutamat, dan mungkin juga yang lainnya, memainkan peran dalam terjadinya skizofrenia. Neurotransmiter adalah zat pada sel saraf yang berguna untuk menyampaikan pesan kepada sel saraf yang lain. Para ilmuwan yang lain sedang mempelajari bagaimana kimiawi otak berkaitan dengan skizofrenia.

Juga struktur otak dari sejumlah orang dengan skizofrenia agak berbeda dibandingkan mereka yang sehat. Contohnya, rongga berisi cairan pada otak, yang disebut dengan ventrikel, ukurannya lebih besar pada orang dengan skizofrenia. Otak orang dengan skizofrenia juga cenderung memiliki lebih-sedikit materi abu-abu (gray matter), dan pada beberapa wilayah otak juga punya aktivitas yang lebih atau kurang daripada semestinya. Perbedaan-perbedaan ini diamati dari pindaian otak dari sekelompok orang dengan skizofrenia jika dibandingkan dengan sekelompok orang yang tanpa skizofrenia. Namun perbedaan ini tidak cukup besar untuk mengidentifikasi individu dengan gangguan ini dan pada masa sekarang ini tidak digunakan untuk menetapkan diagnosa skizofrenia.

Penelitian tentang jaringan otak setelah kematian juga mengungkapkan perbedaan-perbedaan dalam otak orang dengan skizofrenia. Para ilmuwan telah menemukan perubahan kecil pada lokasi atau struktur sel otak yang terbentuk sebelum kelahiran. Beberapa ahli berpendapat bahwa masalah dalam perkembangan otak sebelum kelahiran dapat mengarah pada koneksi otak yang salah. Masalah ini mungkin tidak akan timbul hingga orang tersebut mencapai masa akil baligh. Otak akan mengalami perubahan selama masa akil baligh, dan perubahan ini dapat memicu gejala-gejala psikotik pada orang yang rentan karena perbedaan genetis dan punya perbedaan pada otaknya. Para ilmuwan telah meneliti banyak tentang skizofrenia, namun penelitian yang lebih banyak lagi diperlukan untuk membantu menjelaskan bagaimana hal ini kemudian berkembang.

Bagaimanakah Caranya Skizofrenia Diobati?[sunting]

Karena penyebab skizofrenia masih belum diketahui secara pasti, maka fokus dari pengobatan adalah menghilangkan gejala-gejala dari penyakit ini. Pengobatan tersebut termasuk pengobatan dengan antipsikotik dan pengobatan psikososial yang bermacam-macam. Penelitian tentang “Pengobatan khusus yang terkoordinasi" (coordinated specialty care), di mana seorang manajer kasus, sang pasien, dan sebuah tim pengobatan yang menangani obat medis dan tim psikososial yang bekerja bersama-sama, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pemulihan dari gangguan ini.

Obat antipsikotik[sunting]

Obat antipsikotik telah tersedia sejak pertengahan tahun 1950-an. Antipsikotik generasi lama disebut sebagai antipsikotik konvensional atau antipsikotik tipikal. Pada tahun 1990-an, antipsikotik baru dikembangkan. Obat baru ini disebut dengan antipsikotik generasi kedua atau antipsikotik atipikal[5].

Apa sajakah efek sampingnya?[sunting]

Sejumlah orang mengalami efek samping begitu mulai meminum obat medis. Sebagian besar efek samping menghilang setelah waktu beberapa hari. Efek yang lainnya berlangsung lebih lama namun seringkali dapat dikelola dengan baik. Orang yang meminum antipsikotik janganlah mengendarai hingga mereka menyesuaikan diri dengan obat yang baru mereka minum. Efek samping dari antipsikotik termasuk:

  • Rasa kantuk
  • Pusing ketika berubah posisi
  • Pandangan yang kabur
  • Jantung berdebar-debar
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Ruam (rash) pada kulit
  • Masalah menstruasi pada wanita

Antipsikotik atipikal dapat menyebabkan pertambahan berat badan dan perubahan pada metabolisme orang tersebut. Ini dapat meningkatkan resiko orang tersebut untuk mengalami diabetes dan kolesterol yang tinggi. Seorang dokter sudah seharusnya mengamati berat badan, kadar gula darah, dan kadar lipid secara teratur selama individu tersebut memperoleh obat antipsikotik atipikal.

Obat antipsikotik tipikal dapat menyebabkan efek samping yang berkaitan dengan gerakan fisik, seperti:

  • Kekakuan gerak
  • Kontraksi otot yang terus-menerus
  • Gemetar (tremor)
  • Rasa gelisah [yaitu tak dapat duduk tenang – penerjemah]

Dokter dan orang yang mengalami skizofrenia sudah semestinya bersama-sama memilih obat medis yang cocok, dosisnya, dan sebuah rencana pengobatan, yang dibuat berdasarkan kebutuhan individu tersebut untuk situasi-situasi medis yang cocok. Informasi tentang obat medis sering dimutakhirkan. Silakan kunjungi situs web U.S. Food and Drug Administration (FDA) (http://www.fda.gov) untuk informasi terkini tentang peringatan, panduan obat-obatan bagi pasien, atau obat medis yang baru saja disetujui.

Penggunaan jangka panjang dari obat antipsikotik tipikal dapat mengarah pada kondisi yang disebut diskinesia tardif (tardive dyskinesia — TD). TD dapat menyebabkan gerakan-gerakan otot yang tidak dapat dikendalikan oleh orang yang mengalaminya. Gerakan-gerakan itu pada umumnya terjadi di area sekitar mulut. TD dapat bervariasi dari yang kadarnya menengah hingga berat, dan pada orang-orang tertentu tidak dapat tersembuhkan. Kadang-kadang orang dengan TD dapat pulih secara sebagian atau keseluruhan setelah mereka berhenti minum obat antipsikotik tipikal tersebut.

TD terjadi dalam jumlah yang sedikit dari mereka yang meminum antipsikotik atipikal. Orang yang berpikir bahwa mereka mungkin mengalami TD seharusnya memerikasakan diri ke dokter mereka sebelum menghentikan obat medis mereka.

Bagaimanakah caranya antipsikotik digunakan dan bagaimanakah respon terhadap pengobatan semacam itu?[sunting]

Obat antipsikotik biasanya diminum setiap hari dalam bentuk pil atau cairan. Sejumlah antipsikotik berbentuk suntikan yang diberikan sekali atau dua kali dalam sebulan.

Gejala-gejala skizofrenia, seperti merasa jengkel, kesal, atau gelisah (agitated) dan mengalami halusinasi, biasanya menjadi lebih baik dalam jangka waktu beberapa hari setelah memulai pengobatan dengan obat medis. Gejala-gejala seperti waham biasanya menjadi lebih baik dalam hitungan beberapa pekan. Setelah sekitar 6 minggu, banyak orang akan merasakan perbaikan dalam hal gejala-gejala yang mereka alami. Sejumlah orang akan tetap mengalami gejala, namun biasanya obat medis tetap digunakan untuk mencegah pemburukan gejala.

Masing-masing individu berespon secara berbeda-beda terhadap pengobatan antipsikotik, dan tidak ada yang dapat meramalkan secara lebih dulu bagaimana seseorang akan berespon. Kadang-kadang orang tersebut perlu mencoba beberapa obat yang berlainan sebelum menemukan obat yang cocok. Dokter dan pasien dapat bekerja bersama-sama untuk menemukan obat atau kombinasi obat yang terbaik, sebagaimana dosis yang tepat dari obat tersebut.

Sebagian besar orang punya masa kekambuhan – gejala-gejala mereka dapat kembali atau bertambah buruk. Biasanya, kekambuhan terjadi ketika orang tersebut menghentikan obatnya atau ketika ia meminum obatnya kurang dari yang diresepkan.

Sebagian orang yang lainnya menghentikan obat mereka karena mereka merasa lebih baik atau mereka merasa tidak membutuhkannya lagi. Namun hendaknya tak seorang pun menghentikan obat antipsikotik mereka tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokternya. Obat medis sudah seharusnya diturunkan sedikit demi sedikit, dan jangan pernah menghentikannya secara mendadak.

Bagaimana antipsikotik berinteraksi dengan obat jenis lainnya?[sunting]

Obat antipsikotik dapat menghasilkan efek samping yang tidak nyaman atau berbahaya jika digunakan bersama-sama dengan obat-obatan tertentu. Karena alasan ini, semua dokter yang menangani pasien harus waspada tentang semua obat-obatan yang diminum oleh pasiennya. Sang dokter perlu tahu tentang semua resep dan obat-yang-dijual-bebas yang diminum oleh pasiennya, seperti vitamin, mineral, dan jamu-jamuan. Orang tersebut juga perlu mendiskusikan alkohol dan narkoba yang digunakan bersama-sama, dengan dokternya tersebut.

Pengobatan psikososial[sunting]

Pengobatan psikososial dapat membantu orang dengan skizofrenia yang gejala-gejalanya sudah stabil. Pengobatan psikososial membantu individu berurusan dengan tantangan sehari-hari dari penyakit yang mereka alami, seperti kesulitan komunikasi, dalam pekerjaan, dan membentuk serta mempertahankan pergaulan sosial. Cara menangani masalah yang dipelajari dan digunakan tersebut dapat digunakan untuk membantu orang dengan skizofrenia untuk mengejar tujuan hidup mereka, seperti menghadiri sekolah atau bekerja. Individu yang berpartisipasi pada pengobatan psikososial yang dilakukan secara teratur punya kemungkinan kambuh atau dirawat di rumah sakit yang kurang daripada yang tidak mengikutinya.

Keterampilan untuk mengelola penyakit[sunting]

Orang dengan skizofrenia dapat mengambil peranan yang aktif dalam pengelolaan penyakit mereka sendiri. Sekali mereka belajar tentang fakta-fakta mengenai skizofrenia dan pengobatannya, mereka dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang baik tentang pemulihan mereka. Jika mereka tahu bagaimana caranya memantau peringatan dini dari kekambuhan dan dapat membuat rencana bagaimana caranya merespon hal tersebut, maka pasien dapat belajar bagaimana caranya mencegah kekambuhan. Pasien juga dapat menggunakan kemampuan menangani masalah mereka untuk berurusan dengan gejala-gejala yang lebih permanen.

Rehabilitasi[sunting]

Rehabilitasi menekankan pelatihan sosial dan pekerjaan untuk membantu orang dengan skizofrenia berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat mereka. Karena skizofrenia biasanya berkembang di sepanjang usia yang kritis untuk mengembangkan karir (usia 18 hingga 35 tahun), pekerjaan dan jalur hidup untuk individu dengan skizofrenia biasanya terhenti dan mereka butuh mempelajari keterampilan baru agar pekerjaan dan hidup mereka kembali ke jalurnya. Program rehabilitasi dapat mencakup layanan pekerjaan, konseling, pengelolaan keuangan, dan pelatihan keterampilan untuk mempertahankan relasi sosial yang baik.

Edukasi dan dukungan keluarga[sunting]

Edukasi dan dukungan keluarga mengajarkan para kerabat atau individu-individu yang tertarik tentang skizofrenia dan pengobatannya serta memperkuat kemampuan mereka untuk membantu orang yang dekat dengan mereka dalam menempuh pemulihannya.

Terapi pengubahan sudut pandang dan Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy – CBT)[sunting]

Cognitive behavioral therapy (CBT) adalah sejenis psikoterapi [terapi kejiwaan yang berbasiskan pada terapi wicara – penerjemah] yang berfokus pada pengubahan pola pikiran dan perilaku yang tidak tertolong. Terapis CBT mengajarkan orang dengan skizofrenia untuk menguji realitas dari pikiran dan persepsinya, bagaimana caranya “tidak mendengarkan” suara-suara mereka, dan bagaimana caranya mengelola gejala mereka secara keseluruhan. CBT dapat membantu untuk mengurangi keparahan gejala dan mengurangi resiko kekambuhan. CBT dapat diberikan baik kepada individu maupun kelompok.

Kelompok swa-bantu (Self-help group)[sunting]

Dalam kelompok swa-bantu bagi orang dengan skizofrenia, semua anggotanya berbagi dukungan, rasa nyaman, dan informasi yang dapat membantu untuk strategi layanan dan penanganan terhadap gangguan mereka. Terapis profesional biasanya tidak terlibat. Orang yang berada dalam sebuah kelompok swa-bantu tahu bahwa orang lain yang berada dalam kelompok tersebut menghadapi masalah yang sama, yang dapat membantu orang tersebut untuk lebih keluar dari isolasinya dan merasa lebih terkoneksi secara sosial dengan orang lain.

Bagaimana caranya Anda menolong seorang dengan skizofrenia?[sunting]

Keluarga dan kawan dapat membantu orang yang dekat dengan mereka dengan cara mendukung keterlibatan mereka dalam pengobatan dan mengejar tujuan pemulihan mereka. Pendekatan komunikasi yang baik akan sangat membantu. Adalah hal yang sulit untuk mengetahui bagaimana Anda berespon kepada seseorang dengan skizofrenia yang membuat pernyataan aneh dan jelas-jelas salah. Ingatlah bahwa keyakinan atau halusinasi ini kelihatan sangat nyata bagi orang tersebut. Tidaklah membantu jika kita mengatakan bahwa semua itu salah atau hanya khayalannya belaka. Namun menjadi sejalan dengan waham tidaklah juga membantu. Bersikap tenanglah dan katakan bahwa ia melihat hal secara berbeda. Katakan kepada mereka bahwa Anda menghargai perbedaan pandangan terhadap sesuatu. Sebagai tambahan, merupakan hal yang penting untuk memahami skizofrenia merupakan sebuah penyakit biologis. Bersikap menghormati, mendukung, dan baik hati tanpa menoleransi perilaku yang berbahaya dan tidak pantas merupakan cara terbaik untuk mendekati orang dengan gangguan ini.

Apa Sajakah Harapan Pemulihan Skizofrenia di Masa Depan?[sunting]

Harapan akan pengobatan bagi orang dengan skizofrenia terus-menerus membaik. Pengobatan yang bekerja dengan baik telah tersedia, dan pengobatan yang baru sedang dikembangkan. Banyak orang dengan skizofrenia mengalami pemulihan dan mengarah pada kehidupan yang mandiri dan memuaskan.

Penelitian dan pemahaman yang terus berlanjut dalam hal genetika, pengetahuan tentang neurologi, dan ilmu perilaku akan membantu para ilmuwan dan profesional kesehatan untuk memahami penyebab gangguan ini dan untuk menyusun metode bagaimana caranya penyakit ini agar bisa diperkirakan dan dicegah kemunculannya.

Karya dalam bidang-bidang ini akan membantu mengembangkan pengobatan yang lebih baik untuk membantu orang dengan skizofrenia mencapai potensi penuhnya. Pada tahun 2009, NIMH meluncurkan proyek penelitian Pemulihan Setelah Episode Awal Skizofrenia (Recovery After an Initial Schizophrenia Episode — RAISE) (http://www.nimh.nih.gov/raise). RAISE mencari perubahan secara mendasar pada jalur dan kemungkinan sembuh skizofrenia melalui pengobatan yang terkoordinasikan pada tahap awal gangguan ini. RAISE dirancang untuk mengurangi kecenderungan disabilitas jangka panjang yang seringkali dialami oleh orang dengan skizofrenia, serta mengarahkan mereka untuk menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif.

Keluarga dan individu yang hidup dengan skizofrenia disarankan untuk ikut dalam penelitian klinis tentang gangguan ini. Untuk informasi mutakhir tentang penelitian yang didanai oleh NIMH, silakan kunjungi situs web NIMH di http://www.nimh.nih.gov.

Kepustakaan[sunting]

Diterjemahkan dan kemudian diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dengan naskah-sumber berbahasa Ingris dari berkas Institut Nasional Kesehatan Jiwa (National Institute of Mental Health - NIMH), berdasarkan Publikasi NIH No. 15-3517.

Catatan kaki[sunting]

  1. Kata dalam Bahasa Indonesia kronis berasal dari Bahasa Yunani chronos yang berarti “waktu.” Karena skizofrenia hampir selalu dialami bertahun-tahun oleh pengalamnya, maka gangguan ini digolongkan ke dalam gangguan jiwa yang kronis. – penerjemah.
  2. Kata positif dan negatif di sini bukanlah seperti kata positif dan negatif seperti pada Bahasa Indonesia umum. Gejala positif dapat diartikan sebagai “gejala yang berlebihan dari semestinya,” serta gejala negatif dapat diartikan sebagai “gejala yang kurang dari semestinya.” – penerjemah.
  3. Kata psikotik berarti punya gangguan dalam hal menilai dan membedakan apakah sesuatu itu benar-benar nyata (riil) atau tidak – penerjemah.
  4. Katatonia adalah gejala (atau salah satu tipe skizofrenia pada masa sebelumnya) yang mempertahankan satu postur dalam jangka waktu lama, misalnya mengangkat sebelah tangan tinggi-tinggi; dan seringkali akan menentang perubahan jika ada aksi eksternal, misalnya jika tangannya coba dipaksa untuk dikebawahkan oleh orang lain. – penerjemah.
  5. Kata tipikal artinya bekerja di otak dengan mekanisme yang biasa, sementara atipikal berarti obat tersebut bekerja di otak dengan mekanisme yang tidak biasa. --penerjemah

MEMAHAMI DEPRESI[sunting]

Versi final pertama dari Wikibuku ini telah selesai dituliskan pada tanggal 10 September 2020 pukul 10.28 WIB.

Untuk berkas PDF dengan warna penuh (full color) dalam Bahasa Indonesia, silakan unduh di sini.

Tentang Wikibuku Ini[sunting]

Sampul depan PDF "Mengenal Depresi."
Sampul depan PDF Mengenal Depresi.

Wikibuku ini akan membantu Anda untuk mempelajari empat hal di bawah ini yang perlu diketahui oleh setiap orang tentang depresi:

  • Depresi adalah sebuah penyakit yang nyata.
  • Depresi memiliki dampak yang berbeda-beda dari orang ke orang.
  • Depresi adalah sebuah penyakit yang dapat tersembuhkan.
  • Jika Anda mengalami depresi, Anda tidak sendirian.

Buku kecil ini mengandung informasi tanda dan gejala dari depresi, pengobatan dan pilihan dukungan yang bisa diambil, dan daftar sumber-daya tambahan lainnya. Mohon tinjau informasi yang ada dalam buku kecil ini dan diskusikanlah dengan dokter atau dengan layanan kesehatan Anda.

Bagaimanakah Rasanya Mengalami Depresi?[sunting]

Saya adalah seorang pemadam kebakaran dan mantan anggota Marinir. Saya seharusnya bisa berhadapan dengan apa saja. Tapi saya tidur dengan kualitas yang buruk dan selalu mengalami suasana hati yang buruk. Pekerjaan saya terbengkalai karena saya tak dapat berkonsentrasi. Saya mempertanyakan segala segi dalam kehidupan saya. Saya tak pernah mempertimbangkan bahwa saya mungkin punya kondisi yang menyebabkan semua itu. Saya hanya merasa bahwa kehidupan memang adanya seperti itu.

Depresi adalah Penyakit yang Nyata[sunting]

Kita seringkali mengalami kesedihan. Hal itu merupakan reaksi yang normal terhadap waktu-waktu yang sulit dalam hidup dan biasanya berlalu sesaat setelah itu.

Ketika seseorang mengalami depresi, hal itu mengganggu kehidupan sehari-hari dan fungsi kehidupan yang normal. Hal itu dapat menyebabkan rasa sakit baik pada orang yang mengalaminya maupun pada orang yang memperhatikan mereka. Para dokter menyebut kondisi ini sebagai “gangguan depresif” atau “depresi klinis.” Kondisi ini merupakan penyakit yang nyata, serta bukanlah pertanda kelemahan atau kecacatan karakter seseorang. Anda tak dapat membebaskan diri dari depresi klinis dengan cara yang “mendadak.” Kebanyakan orang yang mengalami depresi memerlukan pengobatan agar dapat lebih baik.

Tanda dan Gejala[sunting]

Kesedihan hanyalah merupakan bagian kecil dari depresi. Sejumlah orang dengan depresi tidak merasa sedih sama sekali. Depresi memiliki banyak gejala, termasuk gejala fisik. Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut ini sekurang-kurangnya selama 2 minggu, Anda mungkin mengalami depresi:

  • Merasa sedih, cemas, atau “kosong”
  • Merasa tidak punya harapan, pesimis
  • Merasa bersalah, tidak berharga, tidak akan tertolong
  • Kehilangan selera atau kesenangan akan hal-hal yang biasanya menjadi kegemaran
  • Energi yang melemah, merasa lelah, merasa “menjadi lamban”
  • Sukar untuk berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan.
  • Sulit tidur, terjaga pada waktu dini hari, atau terlalu banyak tidur
  • Ada perubahan dalam hal selera makan dan/atau perubahan pada berat badan
  • Memikirkan kematian atau bunuh diri, percobaan bunuh diri
  • Gelisah, mudah tersinggung
  • Gejala-gejala fisik yang dialami terus-menerus

Faktor-Faktor yang Berperan pada Depresi[sunting]

Ada banyak faktor yang berpengaruh pada kondisi depresi, termasuk genetis, kondisi biologis dan kimiawi otak serta kejadian dalam hidup seperti trauma, kehilangan orang yang dicintai, relasi yang sulit, pengalaman di usia dini, atau situasi penyebab stres lainnya.

Depresi dapat terjadi pada usia berapa saja, tapi seringkali mulai pada masa remaja, awal 20-an atau awal 30-an. Sebagian besar gangguan alam perasaan dan kecemasan yang dialami dalam jangka panjang pada orang dewasa mulai terasa sebagai gangguan cemas yang tinggi pada masa kanak-kanak. Faktanya, kecemasan yang tinggi semasa anak-anak bisa berarti resiko yang tinggi untuk depresi di masa dewasa.

Depresi dapat dialami secara bersamaan dengan penyakit medis serius lainnya seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, dan Parkinson. Depresi dapat membuat kondisi medis tersebut bertambah parah dan begitu juga sebaliknya. Kadang-kadang obat-obatan medis yang diminum untuk penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan efek samping yang berperan pada dialaminya depresi. Seorang dokter yang berpengalaman dalam menangani penyakit-penyakit ini dapat membuat strategi pengobatan yang terbaik.

Penelitian tentang depresi masih terus berlangsung, dan pada suatu hari penemuan dalam hal ini dapat mengarah pada diagnosis dan pengobatan yang lebih baik.

Jenis-Jenis Depresi[sunting]

Ada beberapa jenis gangguan depresi:

Depresi berat: Gejala-gejalanya berat yang mengganggu kemampuan untuk bekerja, tidur, belajar, makan, dan menikmati kehidupan. Suatu episode [dari depresi ini] dapat terjadi hanya sekali seumur hidup, tapi lebih sering, seseorang mengalaminya selama beberapa kali.

Gangguan depresi jangka panjang: Gangguan depresi yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 tahun. Seseorang yang didiagnosa dengan gangguan depresi jangka panjang dapat mengalami episode depresi berat diselingi dengan gangguan yang kurang kuat kadarnya, tapi gejala-gejalanya harus berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 tahun.

Beberapa bentuk depresi agak berbeda, atau gangguan-gangguan ini berkembang di bawah kondisi yang unik, termasuk:

Depresi psikotik, yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami depresi berat ditambah dengan beberapa bentuk psikosis seperti keyakinan salah yang mengganggu atau keterputusan dengan realitas (waham), atau mendengar atau melihat sesuatu yang menjengkelkan yang orang lain tak dapat dengar atau lihat (halusinasi).

Depresi pasca-melahirkan, yang merupakan gangguan yang lebih serius daripada baby blues yang banyak dialami wanita setelah melahirkan, ketika terjadi perubahan hormonal dan fisik serta hadirnya beban tanggung jawab baru untuk mengasuh bayi yang baru dilahirkan. Sekitar 10 sampai 15 persen wanita mengalami depresi semacam ini setelah mereka melahirkan.

Gangguan alam perasaan karena musim (seasonal affective disorder – SAD), yang ditandai oleh mulai munculnya depresi pada bulan-bulan musim dingin, ketika cahaya matahari kurang dari biasanya. Depresi semacam ini biasanya berlalu selama musim semi dan musim panas. SAD dapat diatasi dengan terapi cahaya, tapi hampir setengah dari yang mengalaminya tidak membaik hanya dengan terapi cahaya saja. Obat antidepresan dan psikoterapi [yaitu, terapi wicara – penerjemah] dapat mengurangi gejala-gejala, baik secara mandiri maupun dengan diiringi terapi cahaya.

Gangguan bipolar adalah gangguan yang berbeda dibandingkan dengan depresi. Alasan gangguan ini termasuk dalam daftar adalah karena seseorang dengan gangguan bipolar mengalami episode alam perasaan di bawah yang ekstrem (depresi). Tapi seseorang dengan gangguan bipolar juga mengalami alam perasaan yang sangat tinggi (yang disebut sebagai “mania”).

Depresi Berpengaruh secara Berbeda-Beda pada Masing-Masing Orang[sunting]

Tidak setiap orang yang depresi mengalami setiap gejala. Sejumlah orang hanya mengalami beberapa gejala saja. Sejumlah orang lainnya justru mengalami banyak gejala. Kadar keparahan dan kekerapan gejala-gejalanya, dan berapa lama gejala-gejala itu berlangsung, akan bervariasi tergantung kepada individunya dan jenis penyakit yang dialaminya. Gejala-gejala depresinya dapat bervariasi tergantung kepada stadium dari penyakitnya itu.

Kawan-kawan saya selalu bertanya ada apa dengan diri saya. Saya punya pekerjaan yang bagus dan keluarga yang luar biasa. Tapi semuanya terasa jadi tidak menyenangkan. Saya merasa letih setiap waktu. Saya mencoba memaksakan diri untuk tertarik pada aktivitas anak-anak saya, tapi tidak berhasil. Saya merasa sendirian, sedih, dan tak punya energi untuk menyelesaikan sesuatu. Saya merasa bahwa saya adalah ibu yang buruk.

Wanita[sunting]

Tidak semua wanita mengalami gejala-gejala yang sama. Namun, wanita dengan depresi biasanya punya gejala kesedihan, merasa tidak berguna, dan rasa bersalah.

Depresi lebih umum pada wanita dibandingkan pada pria. Faktor biologis, reproduksi, hormonal, dan faktor psikososial yang unik hanya pada wanita dapat berkaitan dengan angka depresi yang lebih besar pada wanita. Sebagai contoh, wanita rentan untuk mengalami depresi setelah melahirkan bayi, ketika perubahan fisik dan hormonal serta hadirnya tanggung jawab untuk mengasuh anak yang baru dilahirkan menjadi besar bebannya.

Pria[sunting]

Saya minum dan minum hanya untuk merasa kebas. Saya ingin menjadi kebas untuk mengebaskan kepala saya. Anda akan minum banyak sekali bir untuk mencapai kondisi itu sehingga Anda bisa memadamkan pikiran Anda. Namun setelah itu Anda bangun di hari berikutnya, dan ternyata masalahnya masih di sana. Anda tetap harus menanganinya. Masalah itu [ternyata] tidak pergi.

Pria seringkali mengalami depresi secara berbeda jika dibendingkan dengan wanita. Wanita lebih cenderung untuk mengalami kesedihan, perasaan tidak berharga dan rasa bersalah yang ekstrem, sementara pria lebih cenderung merasa sangat lelah, mudah tersinggung, kehilangan minat dalam hal aktivitas yang menyenangkan, dan punya kesulitan untuk tidur. Pria mungkin beralih kepada alkohol dan narkoba ketika mereka mengalami depresi. Mereka juga merasa frustasi, punya semangat yang rendah, mudah tersinggung, marah, dan seringkali melecehkan [orang di sekitarnya]. Sejumlah pria menyibukkan diri pada pekerjaan mereka dan menolak untuk bicara mengenai depresi bersama dengan keluarga dan kawan-kawannya, atau mungkin mereka menjadi bersikap ceroboh. Dan walaupun wanita yang mencoba bunuh diri jumlahnya lebih banyak, ada lebih banyak pria yang mati karena bunuh diri di Amerika Serikat

Anak saya, Timothy, dulunya adalah seorang ekstrovert yang menyukai sekolah. Kini ia seringkali mengeluh bahwa perutnya nyeri dan menolak untuk pergi sekolah. Dia sering berteriak kepada adik perempuannya. Dia berhenti dari tim sepakbolanya dan kini lebih banyak diam di kamarnya bermain dengan konsol permainannya.

Anak-anak[sunting]

Sebelum akil balig, anak lelaki dan perempuan dalam jumlah yang sama berpotensi untuk mengembangkan depresi. Seorang anak yang depresi mungkin berpura-pura sakit, menolak untuk pergi sekolah, tidak mau berpisah dengan orang tua, atau khawatir jika orang tuanya akan meninggal. Karena perilaku normal berbeda-beda dari satu tahap tumbuh-kembang ke tahap tumbuh-kembang yang lain, merupakan hal yang sulit untuk mengatakan apakah seorang anak menuju “fase” yang sementara atau mengalami depresi [klinis]. Kadang-kadang orang tuanya menjadi khawatir tentang bagaimana perilaku anak telah berubah atau gurunya menyebutkan bahwa “kelihatannya seperti bukan diri anak Anda.” Pada kasus yang demikian, jika konsultasi bersama seorang ahli anak-anak menghasilkan kesimpulan gejala-gejala fisik, dokter tersebut mungkin akan menyarankan anak tersebut untuk dievaluasi, terutama oleh profesional kesehatan jiwa yang khusus menangani gangguan pada anak-anak. Kebanyakan gangguan alam perasaan jangka panjang, seperti depresi, mulai sebagai gangguan kecemasan dalam kadar yang tinggi pada usia anak-anak.

Saya terus-menerus dicemooh, hati saya hancur karenanya, dan nilai-nilai saya jatuh. Rasa sakit yang saya alami dari hari ke hari, dari malam ke malam tidak dapat terungkapkan. Saya merasa bahwa saya sedang tenggelam. Saya benci diri saya sendiri. Ibu saya khawatir dan membawa saya ke dokter. Dokter saya mendiagnosa apa yang saya alami sebagai depresi di awal masa SLTA saya. Saya membutuhkan bantuan.

Remaja[sunting]

Usia remaja dapat merupakan usia yang sulit. Remaja membentuk identitas terpisah dari orang tuanya, bergulat dengan masalah gender dan memunculkan identitas seksual, serta merupakan usia ketika seseorang sedang mencoba membuat keputusan yang mandiri untuk pertama kali dalam hidup mereka. Kadang-kadang alam perasaan yang buruk timbul, namun depresi pada usia mereka berbeda.

Anak-anak yang usianya lebih tua serta para remaja yang mengalami depresi mungkin punya perasaan yang buruk (bad mood), bermasalah di sekolah, menjadi berpandangan negatif dan mudah tersinggung, dan merasa bahwa orang lain selalu salah-paham mengenai dirinya. Jika Anda tidak yakin apakah remaja yang Anda perhatikan punya depresi atau sekadar “menjadi remaja,” perhatikan berapa lama gejala-gejalanya telah berlangsung, seberapa parah gejala-gejala itu, dan seberapa beda remaja tersebut berperilaku mengingkari diri mereka sendiri. Remaja dengan depresi mungkin juga mengalami kecemasan, gangguan makan, dan penyalahgunaan zat. Mereka juga ada dalam kelompok yang punya resiko yang lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri.

Anak-anak dan remaja biasanya bergantung pada orang tua, guru, atau pendamping lainnya untuk mengenali penderitaan mereka dan membawa mereka untuk mendapatkan pengobatan yang mereka alami. Banyak remaja tidak tahu ke mana mereka harus pergi untuk mendapatkan pengobatan kejiwaan; atau mereka percaya bahwa pengobatan takkan bisa menolong. Yang lainnya tidak tertolong karena mereka pikir gejala-gejala depresi mungkin hanya merupakan bagian dari stres biasa karena sekolah atau karena menjadi seorang remaja. Sejumlah remaja khawatir apa yang akan orang lain pikirkan jika mereka mencari bantuan kesehatan jiwa.

Depresi seringkali tetap bertahan, berulang, dan berlanjut hingga masa dewasa, terutama jika dibiarkan tidak diobati. Jika Anda menduga anak atau remaja yang Anda perhatikan mengalami depresi, bicaralah dengan pihak yang berkaitan sesegera mungkin.

Tips Praktis untuk Berbicara kepada Anak-Anak atau Remaja yang Mengalami Depresi[sunting]

• Tawarkan dukungan emosional, pemahaman, kesabaran, dan pemberian semangat.

• Bicaralah kepada anak Anda, tidak berarti bicara soal depresi, serta dengarkanlah secara seksama.

• Jangan pernah mereduksi kadar perasaan yang diuangkapkan oleh anak Anda, tapi tunjukkan realitas dan tawarkan harapan.

• Jangan pernah mengabaikan komentar tentang bunuh diri.

• Ingatkan anak Anda bahwa bersama dengan waktu dan pengobatan, depresi akan terangkat.

Ibu saya berusia 68 tahun, dan saya perhatikan ada beberapa perubahan …. Ia tidak lagi tertarik terhadap makanan kesukaannya lagi. Dia punya masalah dengan tidur di malam hari dan lebih sering berbenturan dengan cucu-cucunya lebih dari biasanya. Dia biasanya senang pergi ke luar, tapi kini dia lebih banyak diam di dalam rumah.

Orang yang Usianya Lebih Tua[sunting]

Mengalami depresi dalam jangka waktu yang panjang bukanlah bagian yang wajar dari orang dewasa yang usianya menua. Sebagian besar orang dewasa yang lebih tua merasa puas dengan hidupnya, di samping mengalami lebih banyak penyakit atau kesukaran yang sifatnya fisik. Namun depresi pada orang dewasa yang usianya lebih tua mungkin sulit untuk dikenali karena gejala-gejalanya mungkin kelihatan berbeda, kurang kentara [jika dibandingkan dengan yang usianya lebih muda].

Kadang-kadang orang lanjut usia yang merasa depresi kelihatan lelah, punya masalah tidur, atau kelihatan mudah tersulut dan mudah tersinggung. Kebingungan atau gangguan pemusatan perhatian yang disebabkan oleh depresi kadang-kadang kelihatan sebagai Alzheimer atau gangguan [biologis] pada otak. Orang dewasa yang usianya telah lanjut mungkin juga punya kondisi medis yang lebih kompleks seperti sakit jantung, stroke, atau kanker, yang dapat menimbulkan gejala-gejala depresi. Atau mereka mungkin meminum obat-obatan medis dengan efek samping yang menyumbang peran pada depresi.

Sebagian orang dewasa yang usianya lebih lanjut mungkin mengalami apa yang diistilahkan oleh dokter sebagai depresi vaskuler, yang juga disebut depresi arteriosklerotis atau depresi iskemik subkortikal. Depresi vaskuler dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang menjadi kurang fleksibel dan mengeras sepanjang waktu, sehingga menjadi berkontraksi. Pengerasan pembuluh darah mencegah aliran darah yang normal ke organ-organ tubuh, termasuk ke otak. Mereka yang mengalami depresi vaskuler dapat mengalami atau berada dalam resiko untuk menderita penyakit jantung atau stroke.

Kadang-kadang sangat sulit untuk membedakan duka cita dari depresi berat. Rasa duka setelah kehilangan orang yang dicintai merupakan reaksi yang normal dan secara umum tidak memerlukan pengobatan dari profesional kesehatan jiwa. Namun, duka cita yang rumit dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama setelah kehilangan orang dekat, memerlukan pengobatan.

Orang dewasa dengan usia yang lebih lanjut yang mengalami depresi ketika mereka berusia lebih muda, punya resiko yang lebih besar untuk mengembangkan depresi pada masa tuanya, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya pada usia sebelumnya.

Depresi Itu Dapat Tersembuhkan[sunting]

Hari-hariku runtuh. Aku tak punya tenaga untuk melakukan apapun. Saya bangkit dari tempat tidur karena anjingku perlu diajak berjalan dan istriku akan bekerja. Hari-hari akan berlalu, dan aku sama sekali tak tahu semuanya menuju ke mana. Aku ingin kembali normal. Aku ingin menjadi diriku lagi. Seorang kawanku memperhatikan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Aku bicara padanya tentang saat ketika ia demikian depresif dan bagaimana kemudian ia mendapatkan pertolongan dari dokternya.

Depresi, bahkan dalam kasus yang parah, merupakan penyakit yang dapat tersembuhkan. Semakin dini pengobatannya dimulai, maka akan semakin efektif ia. Kebanyakan orang dewasa melihat perbaikan dalam hal gejala-gejala mereka dengan obat antidepresan, terapi wicara (psikoterapi), atau kombinasi keduanya.

Jika Anda berfikir bahwa Anda mungkin mengalami depresi, mulailah membuat perjanjian untuk berkonsultasi dengan dokter atau layanan kesehatan lainnya. Mereka bisa jadi merupakan dokter atau penyedia layanan kesehatan yang mengkhususkan diri untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi kesehatan jiwa (psikolog atau psikiater). Obat-obatan dan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pada tiroid atau karena virus, dapat menyebabkan gejala-gejala yang sama seperti depresi. Seorang dokter dapat menyimpulkan kemungkinan-kemungkinan ini dengan melakukan pemeriksaan fisik, wawancara, dan tes laboratorium. Jika dokter tersebut menemukan bahwa tidak ada kondisi medis yang mungkin menyebabkan depresi, langkah berikutnya adalah melakukan telaah psikologis.

Jika Anda perlu membuat perjanjian, ini adalah kata-kata yang dapat Anda ucapkan selagi menelepon: “Saya sepertinya bukan diri saya lagi, dan saya ingin bicara dengan layanan kesehatan untuk itu,” atau “Saya pikir saya mengalami depresi, dan saya membutuhkan pertolongan.”

Tips Praktis: Membuat Perjanjian untuk Bertemu[sunting]

Bicara dengan Dokter Anda[sunting]

Seberapa baik Anda dan dokter Anda bicara satu sama lain adalah salah satu bagian penting untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang baik. Namun bicara dengan dokter Anda tidaklah selalu mudah. Butuh waktu dan usaha baik dari pihak Anda maupun dokter Anda.

Sebagai persiapan dari perjanjian untuk bertemu dokter Anda, buatlah daftar tentang:

  • Gejala apapun yang Anda alami, termasuk apapun yang kelihatannya tidak berkaitan dengan alasan Anda untuk berkonsultasi
    • Kapan gejala-gejala Anda bermula?
    • Seberapa parahkah gejala-gejala yang Anda alami?
    • Apakah Anda punya gejala-gejala yang terjadi sebelumnya?
    • Jika gejala-gejalanya telah terjadi sebelumnya, bagaimanakah caranya gejala-gejala itu diobati?
  • Informasi kunci diri Anda, termasuk stres berat atau perubahan hidup pada masa sekarang
  • Semua obat, vitamin, atau suplemen lainnya yang Anda minum, termasuk berapa banyak dan berapa sering dikonsumsinya

Pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan kepada layanan kesehatan Anda[sunting]

Jika Anda tak punya dokter utama atau merasa tak nyaman dengan dokter yang Anda temui, kini mungkin saatnya untuk menemukan dokter yang baru. Apakah Anda pindah ke tempat tinggal yang baru, berganti penyedia layanan asuransi, atau punya pengalaman buruk dengan dokter atau staf medis lainnya, merupakan hal yang berharga untuk menemukan dokter yang dapat Anda percayai.

Tes dan Diagnosis[sunting]

Dokter Anda atau layanan kesehatan Anda akan memeriksa Anda dan bicara kepada Anda pada sebuah konsultasi. Dokter Anda mungkin melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya tentang kesehatan dan gejala Anda. Tidak ada tes laboratorium yang secara khusus dapat mendiagnosa depresi, namun dokter Anda mungkin memerintahkan tes laboratorium untuk memastikan kondisi [medis] lainnya.

Ajukanlah pertanyaan jika penjelasan atau instruksi sang dokter kurang jelas, kemukakanlah masalah Anda bahkan jika dokternya tidak bertanya, dan biarkan dokter tersebut tahu jika Anda punya perhatian kepada segi tertentu dalam pengobatan Anda atau jika Anda mengalami perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dokter Anda mungkin merujuk Anda ke profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial, atau konselor kesehatan jiwa, yang sudah semestinya berdiskusi dengan Anda tentang riwayat depresi dalam keluarga Anda yang mana saja atau gangguan jiwa lainnya, demi mendapatkan riwayat yang lengkap tentang gejala-gejala Anda. Profesional kesehatan jiwa juga mungkin bertanya apakah Anda menggunakan alkohol dan narkoba, dan apakah Anda berpikir tentang kematian dan bunuh diri. Jika dokter Anda tidak merujuk Anda ke profesional kesehatan jiwa atau jika kepedulian Anda tidak ditanggapi secara memadai, silakan telepon atau kunjungi situs web penyedia asuransi kesehatan Anda atau salah satu dari sumber yang terdaftar pada akhir buku kecil ini untuk menemukan salah satunya.

Pengobatan[sunting]

Saya telepon dokter saya dan bicara tentang apa yang saya rasakan. Dia menyambut saya untuk pemeriksaan dan memberikan nama spesialis yang merupakan seorang ahli dalam mengobati depresi.

Depresi tersembuhkan dengan obat-obatan medis, terapi wicara (di mana seseorang berbicara dengan profesional terlatih tentang pikiran dan perasaannya; kadang-kadang disebut “psikoterapi”), atau kombinasi antara keduanya. Ingat: Tidak ada dua orang yang terimbas dengan cara yang sama oleh depresi. Tidak ada “satu ukuran untuk semua” untuk pengobatan. Mungkin membutuhkan sejumlah tindakan coba-dan-salah untuk menemukan pengobatan yang terbaik bagi Anda.

Obat Medis[sunting]

Tip Praktis[sunting]

Karena informasi tentang obat medis selalu berubah, bagian berikut mungkin tidak mendaftarkan semua jenis obat medis yang tersedia untuk mengobati depresi. Silakan periksa situs web Badan POM Amerika Serikat (the Food and Drug Administration — FDA, www.fda.gov) untuk berita dan informasi terbaru tentang peringatan, panduan obat-obatan bagi pasien, atau obat yang baru disetujui/diizinkan untuk beredar.

Antidepresan adalah obat yang menyembuhkan depresi. Jenis obat ini membantu meningkatkan cara otak Anda menggunakan kimiawi tertentu yang mengendalikan stres dan alam perasaan.

Ada beberapa jenis antidepresan:

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI)

Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI)

Tricyclic antidepressants (TCA)

Monoamine oxidase inhibitors (MAOI)

Ada golongan lain dari antidepresan yang tidak termasuk ke dalam golongan-golongan yang ada di atas dan merupakan obat medis yang unik, seperti Mirtazapine dan Bupropion.

Meskipun semua antidepresan dapat menyebabkan efek samping, beberapa di antaranya lebih cenderung untuk menyebabkan efek samping tertentu dibandingkan dengan yang lainnya. Anda perlu mencoba beberapa antidepresan sebelum menemukan yang cocok untuk mengatasi gejala-gejala yang Anda alami serta yang punya efek samping yang dapat Anda kelola.

Sebagian besar antidepresan secara umum merupakan obat yang aman, akan tetapi Badan POM Amerika Serikat (FDA) mempersyaratkan semua antidepresan untuk mencantumkan peringatan kotak hitam, peringatan terbatas untuk peresepannya. Pada sejumlah kasus, anak-anak, remaja, dan para dewasa muda di bawah 25 tahun mungkin mengalami peningkatan akan pikiran atau perilaku untuk bunuh diri ketika meminum antidepresan, terutama di beberapa minggu pertama setelah mulai meminumnya atau ketika dosisnya diubah. Peringatan tersebut juga menyatakan bahwa pasien pada semua umur yang meminum antidepresan sudah seharusnya diawasi secara ketat, terutama selama beberapa minggu pertama pengobatan.

Efek samping yang umum yang ada dalam daftar yang dikeluarkan Badan POM Amerika Serikat adalah:

• Mual dan muntah

• Bertambahnya berat badan

• Diare

• Masalah tidur

• Masalah seksual

Efek samping lain yang lebih serius namun kurang umum yang ada dalam daftar Badan POM Amerika Serikat untuk antidepresan mencakup kejang, masalah pada jantung, dan ketidakseimbangan garam dalam darah Anda, kerusakan hati, pikiran untuk bunuh diri, atau sindrom serotonin (reaksi yang mengancam nyawa di mana tubuh Anda membuat terlalu banyak serotonin [yaitu sejenis zat penyampai pesan antar-sel-saraf yang berperan dalam gangguan depresi – penerjemah]). Sindrom serotonin dapat menyebabkan menggigil, diare, demam, kejang, dan otot yang kejur (stiff) atau kaku (rigid).

Jika Anda punya pikiran untuk bunuh diri atau efek samping serius lainnya seperti kejang atau masalah jantung selama meminum antidepresan, silakan hubungi dokter Anda segera.

Dokter Anda mungkin mengharuskan Anda untuk menemui terapis wicara sebagai tambahan terhadap minum obat. Tanyakanlah kepada dokter Anda tentang manfaat dan resiko dari menambahkan terapi wicara terhadap pengobatan Anda. Kadang-kadang terapi wicara saja [maksudnya tanpa diiringi terapi obat – penerjemah] merupakan terapi yang terbaik bagi Anda.

Bagaimanakah Seharusnya Antidepresan Diminum?[sunting]

Orang meminum antidepresan perlu mengikuti arahan dari dokter mereka. Obat medis itu sudah selayaknya diminum sesuai dosis dan dalam waktu yang benar. Butuh waktu 3 atau 4 minggu hingga obat tersebut menimbulkan manfaat. Sejumlah orang meminum obat medis dalam jangka waktu yang pendek, dan sejumlah orang lainnya meminumnya untuk jangka waktu yang lebih lama. Orang dengan depresi yang parah atau yang mengalaminya dalam jangka yang panjang perlu meminumnya dalam rentang waktu yang lama.

Setelah seseorang [mulai] meminum antidepresan, merupakan hal yang penting untuk tidak menghentikannya tanpa bantuan dari dokter mereka. Kadang-kadang orang yang meminum antidepresan merasa lebih baik dan menghentikan obat medis mereka dalam waktu yang terlalu dini, dan gangguan depresinya dapat kembali dialami. Ketika waktunya untuk menghentikan obat medis semacam itu, dokter akan membantu orang tersebut secara perlahan-lahan dan secara aman mengurangi dosisnya. Merupakan hal yang penting untuk memberikan tubuh waktu untuk menyesuaikan terhadap perubahan ini.

Seseorang yang meminumnya tidak [akan] kecanduan atau “tergantung” pada obat-obatan semacam ini, namun menghentikan mereka secara tiba-tiba dapat menimbulkan gejala-gejala akibat penghentian obat (withdrawal symptoms). Jika satu jenis obat tidak bekerja sebagaimana mestinya, merupakan hal bermanfaat dengan bersikap terbuka untuk mencoba yang lainnya.

Peringatan FDA mengenai Antidepresan[sunting]

Antidepresan secara umum dianggap sebagai obat medis yang aman, namun sejumlah penelitian telah menyarankan bahwa obat semacam ini punya efek yang bukan merupakan tujuannya, terutama pada orang muda. Label peringatan “kotak hitam” yang diadopsi oleh FDA – jenis peringatan yang paling serius – pada semua jenis antidepresan. Peringatan tersebut menyatakan bahwa ada peningkatan resiko terhadap pikiran atau percobaan untuk bunuh diri pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda hingga usia 24 tahun.

Peringatan tersebut juga menyatakan bahwa pasien pada semua umur yang meminum antidepresan sudah seharusnya diawasi secara ketat, terutama selama beberapa minggu pertama pengobatan. Kemungkinan efek samping yang timbul adalah memburuknya depresi, pikiran atau perilaku untuk bunuh diri, atau perubahan yang tidak biasa dalam hal perilaku seperti masalah tidur, merasa jengkel, kesal, atau gelisah (agitation), atau penarikan diri dari situasi sosial yang normal. Keluarga dan para pelaku rawat (caregivers) sudah seharusnya melaporkan perubahan apapun kepada dokter mereka.

Akhirnya, FDA telah memperingatkan bahwa mengombinasikan antidepresan SSRI atau SNRI dengan obat medis “triptan” yang dahulu banyak digunakan untuk mengobati sakit kepala, dapat mengakibatkan penyakit yang mengancam-nyawa yang disebut dengan “sindrom serotonin.” Seseorang dengan sindrom serotonin dapat menjadi mudah tergugah/terhasut, mengalami halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata), punya suhu tubuh yang tinggi, atau mengalami perubahan tekanan darah yang tidak biasa.

Sindrom Serotonin biasanya dikaitkan dengan antidepresan golongan lama yang disebut dengan MAOI, namun hal tersebut bisa juga terjadi dengan antidepresan yang lebih baru, jika antidepresan tersebut dicampurkan dengan obat yang salah.

Manfaat dari sebuah antidepresan melampaui resiko mereka terhadap anak-anak dan remaja dengan depresi. Untuk menemukan informasi terbaru, bicaralah dengan dokter Anda.

Adakah Obat-Obatan Herbal yang Berguna Mengatasi Depresi?[sunting]

Anda mungkin pernah mendengar obat herbal yang disebut St. John’s wort. St. John’s wort adalah sejenis tanaman. Bunganya dan daunnya digunakan untuk membuat jamu. Tanaman ini merupakan produk tumbuhan yang sangat laris di Amerika Serikat. Namun St. John’s wort tidak terbukti dapat menyembuhkan depresi. FDA tidak menyetujui penggunaannya sebagai obat yang diresepkan maupun sebagai obat yang bisa dijual bebas, dan ada hal-hal serius yang perlu diperhatikan tentang keamanan serta keefektifannya.

Meminum St. John’s wort dapat melemahkan manfaat banyak obat medis resmi, seperti:

• Antidepresan

• Pil KB

• Cyclosporine, yang bermanfaat mengadaptasikan tubuh dengan organ yang ditransplantasikan

• Digoxin, sebuah obat jantung

• Sejumlah obat HIV

• Sejumlah obat kanker

• Obat yang digunakan untuk mengurangi jumlah [produksi] darah.

Jangan gunakan St. John’s wort untuk menggantikan pengobatan konvensional atau untuk menunda berkonsultasi dengan layanan kesehatan. Jika tidak diobati secara memadai, depresi dapat menjadi parah.

Ingatlah bahwa suplemen diet dapat menyebabkan masalah medis jika tidak digunakan secara benar atau jika digunakan dalam dosis yang besar, dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang Anda minum. Layanan kesehatan yang Anda datangi dapat memberikan nasehat mengenai hal itu.

Banyak suplemen untuk diet tidak ada uji klinisnya untuk wanita hamil, ibu yang sedang menyusui, atau pada anak-anak. Merupakan hal yang penting untuk berbicara dengan ahli kesehatan jika Anda sedang mengandung, sedang menyusui, atau sedang mempertimbangkan untuk memberikan suplemen diet kepada seorang anak.

Laporkan kepada layanan kesehatan yang Anda datangi tentang pendekatan kesehatan pengganti yang Anda gunakan. Berikan mereka gambaran lengkap tentang apa yang Anda lakukan untuk mengelola kesehatan Anda.

Tips Praktis: Jika Anda Mempertimbangkan St. John's Wort untuk Depresi[sunting]

Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi situs web FDA di www.fda.gov. Anda juga dapat menemukan info mengenai obat, suplemen, dan obat-obatan herbal di situs web Perpustakaan Nasional Kedokteran Medline Plus (www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginformation.html).

Terapi Wicara ("Psikoterapi")[sunting]

Beberapa jenis psikoterapi – atau “terapi wicara” – dapat membantu orang dengan depresi.

Ada beberapa jenis psikoterapi yang mungkin efektif dalam mengobati depresi. Contohnya mencakup terapi pengubahan sudut pandang dan perilaku (cognitive-behavioral therapy), terapi relasi sosial (interpersonal therapy), dan terapi pemecahan masalah.

Terapi Pengubahan Sudut Pandang dan Perilaku (Cognitive-Behavioral Therapy - CBT)[sunting]

Kini saya menemui spesialis secara berkala untuk melakukan “terapi wicara,” yang membantu saya untuk belajar mengatasi penyakit ini dalam kehidupan sehari-hari saya, dan saya meminum obat untuk depresi saya. Saya mulai merasa menjadi diri saya lagi. Tanpa pengobatan, saya merasa segalanya gelap – seperti melihat hidup melalui gelas yang buram. Pengobatan membantunya menjadi cerah.

CBT dapat membantu individu dengan depresi mengubah pemikiran negatif. Terapi ini dapat membantu menafsirkan lingkungan Anda dan berinteraksi dalam cara yang positif dan realistis. Terapi ini juga dapat membantu Anda untuk mengenali hal-hal yang berperan terhadap depresi dan membantu Anda mengubah perilaku yang mungkin membuat depresi bertambah buruk.

Terapi Relasi Sosial (Interpersonal Therapy - IPT)[sunting]

IPT dirancang untuk membantu individu memahami dan mengelola relasi bermasalah yang mungkin dapat menyebabkan depresi atau membuat depresi itu bertambah buruk. Ketika satu perilaku menyebabkan masalah, IPT dapat membantu Anda mengubah perilaku. Dalam IPT, Anda menelusuri masalah-masalah besar yang mungkin memperburuk depresi Anda, seperti rasa duka cita, perubahan mendadak, atau transisi dalam kehidupan.

Terapi Pemecahan Masalah (Problem Solving Therapy - PST)[sunting]

PST dapat meningkatkan kemampuan individu untuk menangani pengalaman hidup yang penuh stres. Terapi ini merupakan pilihan yang efektif, khususnya untuk orang dewasa yang lebih lanjut usianya yang mengalami depresi. Dengan menggunakan proses langkah demi langkah, Anda mengidentifikasi masalah-masalah dan menghasilkan solusi yang realistis. Terapi ini merupakan terapi jangka pendek dan dapat dilakukan secara sendirian ataupun dalam format kelompok.

Untuk depresi dengan kadar ringan hingga menengah, psikoterapi mungkin merupakan pilihan yang terbaik. Namun, untuk depresi yang lebih parah atau bagi orang-orang tertentu, psikoterapi mungkin tidak cukup. Untuk remaja, kombinasi dari obat medis dan psikoterapi jadi pendekatan yang paling efektif untuk mengobati depresi berat serta untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan. Penelitian lainnya mencermati bahwa depresi pada orang-orang yang berespon pada pengobatan awal, berupa obat medis yang dipadukan dengan IPT, hasilnya terbukti dapat mengurangi kekambuhan jika keduanya dilanjutkan sebagai kombinasi pengobatan sekurang-kurangnya selama 2 tahun.

Terapi Berbasis Komputer dan/atau Internet[sunting]

Meredith membuat secangkir kopi dan duduk di sofa di ruang keluarga, lalu dia mengklik sebuah ikon pada laptopnya. Dalam jarak ratusan kilometer, wajahnya muncul pada monitor komputer terapisnya; ia tersenyum balik di layar komputer Meredith.

Terapis Anda mungkin hanya berjarak satu klik tetikus (mouse) atau satu klik dalam surel (email). Ada demikian banyak program terapi yang tersedia secara daring (online) atau melalui komputer (misalnya dalam CD, DVD), dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi berbasis-internet dapat sama membantunya dengan bertatap-muka. Namun hasilnya dapat beragam dari program ke program dan setiap program berbeda-beda [media dan penyajiannya].

Banyak dari terapi-terapi ini berbasiskan dua jenis psikoterapi – CBT dan IPT. Namun mereka ada dalam format yang berbeda [daripada yang konvensional].

Sebagai contoh, Anda mungkin belajar dari materi daring (online) dan mendapatkan bantuan dari terapis Anda melalui surel. Dapat pula berbentuk sesi konferensi video yang perkembangannya banyak kemiripannya dengan sesi tatap-muka. Atau Anda mungkin menggunakan program dengan video, kuis, dan fitur lainnya tanpa banyak kontak dengan terapisnya. Kadang-kadang terapi-terapi tersebut juga dilengkapi dengan sesi tatap-muka, namun bisa juga tidak.

Ada yang mendukung serta menerima terapi melalui internet ataupun komputer semacam itu. Pilihan ini dapat menyediakan akses yang lebih banyak terhadap pengobatan di daerah pedesaan di mana penyedia layanan tidak tersedia atau jika Anda punya masalah untuk memenuhi jadwal sesi [tatap muka] Anda. Juga, remaja yang terampil menggunakan komputer yang merasa tidak nyaman dengan kunjungan ke kantor [terapis] mungkin menjadi lebih terbuka untuk bicara dengan seorang terapis melalui layar komputer.

Ada juga yang menentangnya. Sebagai contoh, asuransi kesehatan Anda mungkin hanya menanggung terapi secara tatap-muka. Dan walaupun format yang berbeda-beda ini mungkin bekerja untuk sekelompok pasien, namun ada orang-orang tertentu yang tidak ditanggung asuransinya jika menggunakan media semacam itu karena berbagai alasan.

Jika Anda tertarik untuk menelusuri internet atau terapi berbasis komputer, bicaralah kepada dokter atau layanan kesehatan Anda. Anda mungkin dapat menemukan layanan kesehatan jiwa daring dengan cara Anda sendiri. Tapi ingatlah bahwa ada begitu banyak “terapis” daring yang tidak terlatih secara baik atau yang coba memanfaatkan Anda. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda terlebih dahulu untuk menemukan apakah ia dapat menyediakan referensi yang ia sarankan atau sumber yang terpercaya untuk info lebih jauh. Anda mungkin juga perlu bicara dengan lebih dari satu penyedia layanan untuk menemukan yang cocok dengan Anda. Jika masalah pembayaran yang menjadi masalahnya, pastikan untuk selalu menghubungi asuransi kesehatan Anda untuk mengetahui apa yang ditanggung dan apa yang tidak.

Depresi: Apakah Ada Aplikasi untuk Itu?[sunting]

Jika Anda punya ponsel pintar, tablet, atau phablet (ponsel berukuran layar besar), Anda mungkin memperhatikan bahwa ada demikian banyak program untuk perangkat-bergerak, atau yang lebih terkenal dengan sebutan aplikasi, yang dipasarkan sebagai dukungan terhadap orang dengan depresi. Beberapa aplikasi bertujuan untuk menyediakan pengobatan dan edukasi. Aplikasi lainnya menawarkan perangkat untuk membantu memeriksa diri Anda, mengelola gejala-gejala Anda, dan menelusuri sumber daya.

Dengan hanya beberapa ketukan pada layar, Anda dapat memperoleh informasi dan alat untuk membantu depresi Anda; semuanya ada dalam genggaman Anda. Namun, seperti halnya info kesehatan daring, merupakan hal yang penting untuk menemukan aplikasi yang dapat Anda percaya.

Berikut adalah beberapa hal penting untuk diingat mengenai aplikasi untuk depresi:

• Sejumlah aplikasi menyediakan informasi dan alat kesehatan yang terpercaya dan berbasis-ilmiah. Yang lainnya tidak.

• Sejumlah pengembang aplikasi berkonsultasi dengan dokter, peneliti, dan ahli lainnya untuk membuat aplikasi mereka. Yang lainnya tidak.

• Sebuah aplikasi hendaknya tidak menggantikan kunjungan Anda ke dokter atau layanan kesehatan lainnya.

• Bicaralah dengan dokter Anda sebelum melakukan perubahan yang disarankan oleh layanan daring atau aplikasi yang manapun.

Tips Praktis: Pertanyaan yang Perlu Diajukan Sebelum Menggunakan Aplikasi pada Perangkat Bergerak (Mobile-Devices Apps)[sunting]

• Siapa yang mengembangkan aplikasi ini? Apakah informasi mengenai hal ini mudah ditemukan?

• Siapa yang menulis dan/atau meninjau informasinya?

• Apakah rahasia pribadi Anda dilindungi? Apakah aplikasinya menyatakan secara jelas tentang kebijakan mengenai hak personal ini?

• Apakah situs web dari aplikasi ini menawarkan solusi yang cepat dan mudah terhadap permasalahan kesehatan Anda?

• Apakah mereka berjanji tentang sebuah keajaiban penyembuhan?

Apakah FDA Mengatur Peredaran Aplikasi pada Perangkat Bergerak?[sunting]

Banyak dari aplikasi perangkat-bergerak menyediakan informasi atau alat edukasi umum bagi pasien. Karena semua ini bukan merupakan perangkat medis, maka FDA tidak mengatur peredaran mereka.

Sejumlah aplikasi membawa resiko yang minimal terhadap konsumen atau pasien, namun yang lainnya membawa resiko yang cukup berarti jika mereka tidak dioperasikan secara benar. FDA memfokuskan pengawasannya pada aplikasi medis untuk perangkat-bergerak yang:

• Ditujukan sebagai pelengkap/tambahan terhadap perangkat medis yang diatur peredarannya – sebagai contoh, sebuah aplikasi yang mengizinkan profesional kesehatan untuk membuat diagnosis yang spesifik dengan memantau sebuah gambar medis dari sistem komunikasi dan pengarsipan gambar pada ponsel pintar atau perangkat tablet.

• Mengubah sebuah platform perangkat-bergerak menjadi sebuah perangkat yang diatur peredarannya – sebagai contoh, sebuah aplikasi yang mengubah sebuah ponsel pintar menjadi sebuah mesin elektrokardiografi (ECG) untuk mendeteksi irama denyut jantung atau menentukan apakah seorang pasien mengalami serangan jantung.

Apakah NIMH Punya Sebuah Aplikasi untuk Depresi?[sunting]

NIMH pada saat ini tidak menawarkan aplikasi untuk perangkat-bergerak, namun situs web NIMH, www.nimh.nih.gov, merupakan situs yang dapat dibuka secara baik melalui perangkat-bergerak. Ini artinya Anda dapat mengakses situs web NIMH di manapun, kapanpun, pada perangkat apapun – mulai dari komputer desktop, tablet, hingga ponsel.

Jika Anda melihat aplikasi yang mengklaim dibuat atau ditinjau oleh NIMH, mohon telepon Pusat Sumber Informasi NIMH untuk membuktikan apakah aplikasi itu dikembangkan dan ditinjau oleh kami.

• 1-866-615-6464 (bebas pulsa)

• 1-301-443-8431 (untuk tuna-rungu dan tuna-wicara)

• 1-866-415-8051 (bebas pulsa, untuk tuna-rungu dan tuna-wicara)

Tersedia dalam Bahasa Inggris dan Spanyol 08:30 hingga 17:00 Waktu Amerika Serikat bagian Timur (East Standard Time).

Terapi Kejut Listrik dan Terapi Stimulasi Otak Lainnya[sunting]

Jika obat medis tidak mengurangi gejala-gejala depresi, terapi kejut listrik atau electroconvulsive therapy (ECT) dapat menjadi pilihan untuk ditelusuri. Ada banyak kepercayaan usang tentang ECT, tapi berikut adalah fakta-faktanya:

• ECT dapat menyediakan pemulihan untuk orang dengan depresi yang tidak menjadi lebih baik dengan metode pengobatan yang lain.

• ECT dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk depresi.

• ECT dapat menimbulkan sejumlah efek samping, termasuk kebingungan, disorientasi, dan hilangnya memori. Biasanya efek samping-efek samping ini hanya dialami dalam jangka pendek, namun kadang-kadang mereka dapat bertahan lebih lama. Bicaralah pada dokter Anda dan pastikan bahwa Anda mengerti manfaat dan resiko yang mungkin didapat dari metode pengobatan ini.

Sejumlah orang percaya bahwa ECT itu menyakitkan atau Anda dapat merasakan impuls listriknya. Ini tidak benar. Sebelum ECT dimulai, pasien ditempatkan di bawah pengaruh anestesi [dibius] dan diberikan perileks otot. Sang pasien tersebut tertidur di sepanjang pelaksanaan metode ini dan tidak merasakan impuls listrik dalam keadaan sadar.

Dalam waktu sejam setelah sesi pelaksanaan ECT, yang sesi ECT-nya sendiri hanya memakan waktu beberapa menit, pasiennya akan bangun dan menyadari keadaan.

Jenis terapi stimulasi otak yang lainnya yang digunakan pada masa sekarang untuk mengobati depresi berat termasuk repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS) dan vagus nerve stimulation (VNS). Pada tahun 2008, FDA menyetujui rTMS sebagai sebuah pengobatan untuk depresi berat untuk pasien yang tidak berespon terhadap setidaknya satu jenis obat medis. Pada tahun 2005, FDA menyetujui VNS untuk digunakan dalam mengobati depresi karena beberapa kondisi tertentu – jika penyakitnya telah dialami selama 2 tahun atau lebih, jika penyakitnya itu parah atau kambuhan, serta jika depresi tidak membaik setelah dicoba sekurang-kurangnya dengan melalui empat pengobatan yang lain. VNS lebih jarang digunakan, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji keefektifannya.

Setelah Pengobatan: Hal-Hal yang Bisa Anda Lakukan[sunting]

Jika Anda mengalami depresi, Anda mungkin merasa terkuras tenaganya, tidak tertolong, dan merasa tak punya harapan. Mungkin sangat sulit untuk mengambil tindakan apapun untuk membantu diri Anda sendiri. Tapi seiring dengan pengenalan Anda terhadap depresi dan memulai pengobatan, Anda akan merasa lebih baik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda atau orang yang Anda sayangi selama pengobatan:

• Cobalah lebih aktif bergerak dan berlatihlah secara fisik. Pergilah ke bioskop, permainan bola, atau ke aktivitas lainnya yang sebelumnya pernah Anda rasakan sebagai aktivitas yang menyenangkan.

• Tentukan tujuan yang realistis untuk diri Anda sendiri.

• Pecahlah tugas-tugas yang lebih besar menjadi tugas yang kecil-kecil, tentukanlah sejumlah prioritas, dan lakukanlah sebisa Anda.

• Cobalah untuk melewatkan waktu bersama orang lain dan percayalah kepada kawan atau kerabat. Cobalah untuk tidak mengisolasi diri Anda sendiri dan biarkan diri Anda dibantu oleh orang lain.

• Harapkanlah alam perasaan Anda untuk meningkat secara bertahap alih-alih dalam waktu segera. Jangan mengharapkan untuk secara mendadak “keluar” dari depresi Anda. Seringkali selama pengobatan depresi, tidur dan selera makan akan mulai untuk meningkat sebelum alam perasaan Anda yang sedang depresif terangkat.

• Tunda keputusan penting, seperti menikah, bercerai, atau berganti pekerjaan, hingga Anda merasa lebih baik. Diskusikan keputusan tersebut bersama orang lain yang mengenal Anda secara baik dan punya pandangan yang lebih objektif tentang situasi Anda.

• Ingatlah bahwa pikiran yang baik akan menggantikan pikiran yang buruk sejalan dengan depresi berespon terhadap pengobatan.

• Lanjutkan untuk mengedukasi diri Anda mengenai masalah depresi.

Anda Tidak Sendiri[sunting]

Gangguan depresi berat adalah salah satu gangguan jiwa paling umum di Amerika Serikat. Anda tidak sendiri.

Kadang-kadang hidup dengan depresi dapat terlihat penuh beban, maka bangunlah sebuah sistem dukungan untuk diri Anda. Keluarga dan kawan Anda merupakan tempat yang baik untuk memulai. Bicaralah dengan anggota keluarga atau kawan yang bisa dipercaya untuk membantu mereka memahami bagaimana perasaan Anda, dan bahwa Anda telah mengikuti saran dokter untuk mengobati depresi Anda.

Sebagai tambahan terhadap pengobatan Anda, Anda dapat juga bergabung dengan sebuah kelompok dukungan. Ini bukan merupakan kelompok psikoterapi, namun sebagian orang menemukan bahwa dukungan tambahan merupakan hal yang membantu. Pada pertemuan-pertemuan kelompok semacam itu, anggotanya biasanya membagikan pengalaman, perasaan, informasi, dan strategi penanganan untuk hidup bersama depresi.

Ingatlah: Selalu tanyakan kepada dokter Anda sebelum menjalankan nasehat medis yang Anda dengar dari kelompok dukungan Anda.

Anda dapat menemukan kelompok dukungan melalui banyak organisasi profesional, organisasi konsumen, organisasi advokasi, dan organisasi sejenis lainnya. Beberapa dari rekanan ini mensponsori kelompok dukungan untuk gangguan-gangguan jiwa yang berbeda-beda, termasuk depresi. Anda dapat juga menemukan kelompok dukungan daring, namun Anda perlu berhati-hati tentang kelompok yang Anda coba gabung. Periksa dan pastikan kelompok tersebut berafiliasi dengan sebuah organisasi yang bereputasi baik, dibimbing secara profesional, yang juga tetap mempertahankan rahasia pribadi tentang penyakit Anda.

Jika tidak yakin di mana harus memulai, bicaralah kepada seseorang yang Anda percaya yang punya pengalaman dalam kesehatan jiwa – sebagai contoh, dokter, perawat, pekerja sosial, atau konselor rohani. Beberapa penyedia asuransi kesehatan juga dapat punya daftar rumah sakit yang menawarkan kelompok dukungan untuk depresi.

Ingatlah: Bergabung bersama sebuah kelompok dukungan tidak berarti menggantikan dokter Anda atau menggantikan pengobatan yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika seseorang dari kelompok dukungan menyarankan sesuatu yang Anda pikir layak Anda coba, bicarakanlah bersama dokter Anda terlebih dahulu. Jangan berasumsi bahwa apa yang berhasil bagi orang lain pasti berhasil bagi diri Anda.

Jika Seseorang yang Anda Ketahui Mungkin Mengalami Depresi[sunting]

Jika Anda tahu seseorang yang mengalami depresi, maka hal itu pasti akan mempengaruhi Anda juga. Hal terpenting yang bisa Anda lakukan adalah membantu kawan atau kerabat tersebut untuk mendapatkan sebuah diagnosis dan pengobatan. Anda mungkin perlu membuat sebuah perjanjian dan pergi bersamanya untuk menemui dokter Anda. Semangatilah orang yang Anda sayangi itu untuk tetap berada dalam jalur pengobatan, atau untuk mencari pilihan pengobatan yang lain, jika tidak ada perbaikan setelah 6 hingga 8 minggu.

Untuk membantu kawan atau kerabat Anda:

• Tawarkan dukungan emosional, pengertian, kesabaran, dan semangat.

• Bicaralah kepadanya, dan dengarkanlah secara seksama.

• Jangan pernah mengabaikan perasaan, namun juga tunjukkan kenyataan dan tawarkanlah harapan.

• Jangan pernah mengabaikan komentar tentang bunuh diri dan laporkanlah semuanya kepada terapis ataupun dokternya.

• Undang orang yang Anda sayangi itu untuk berjalan-jalan, wisata ke luar, dan aktivitas lainnya.

• Tetaplah mencoba jika dia menolak, namun jangan memaksanya untuk

menanggung beban terlalu banyak dalam waktu segera.

• Sediakan bantuan dalam hal menentukan perjanjian bertemu untuk konsultasi dengan dokter.

• Ingatkan orang yang Anda cintai bahwa bersama waktu dan pengobatan, depresi akan terangkat.

Merawat seseorang dengan depresi tidaklah mudah. Seseorang dengan depresi mungkin membutuhkan dukungan yang konsisten dalam jangka waktu yang lama. Pastikan Anda menyediakan waktu dan kebutuhan untuk diri Anda sendiri. Jika Anda merasa membutuhkan dukungan tambahan, ada kelompok dukungan untuk para pelaku rawat (caregivers) juga.

Sumber Daya yang Berguna[sunting]

NIMH punya bermacam-ragam publikasi yang berguna tentang depresi yang tersedia di www.nimh.nih.gov/health/publications/depression-listing.shtml. Jika Anda membutuhkan informasi dan dukungan tambahan, Anda mungkin menemukan sumber daya berikut sebagai sumber daya yang berguna.

[Catatan Penerjemah: Sebagian besar informasi sumber daya di bawah ini – jika menyangkut kelembagaan — hanya relevan untuk yang tinggal di Amerika Serikat, sementara informasi mengenai pengetahuan medis di bawah ini dapat berlaku universal. Meski demikian, deskripsi dari masing-masing lembaga kami terjemahkan juga sehingga dapat menjadi punya ide untuk mewujudkan hal yang sama di Indonesia].

PUSAT LAYANAN UNTUK MEDICARE DAN MEDICAID (CENTERS FOR MEDICARE AND MEDICAID SERVICES — CMS)

CMS adalah kantor Federal yang bertanggung jawab untuk pemberian Medicare, Medicaid, Asuransi Kesehatan untuk Anak-Anak di Bawah Perlindungan Negara (State Children’s Health Insurance — SCHIP), serta beberapa program lainnya yang membantu rakyat dalam pembayaran perawatan kesehatan mereka. Kunjungi www.cms.gov untuk info lebih lanjut.

ANDA DAN UJI KLINIS

Uji klinis merupakan bagian dari penelitian klinis dan berada pada jantung semua kemajuan dunia kedokteran. Uji klinis melihat dengan cara baru untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati penyakit. Pengobatan mungkin merupakan obat baru atau kombinasi obat baru, perangkat atau prosedur pembedahan yang baru, atau cara baru untuk menggunakan pengobatan yang sudah ada. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara berpartisipasi dalam sebuah uji klinis, silakan kunjungi www.nih.gov/health/clinicaltrials/index.htm.

DEPRESI (PDQ®)

PDQ® (Physician Data Query – Kata Kunci Data untuk Dokter) adalah sebuah basis data (database) yang menyeluruh dari Institut Kanker Nasional. Rangkuman dari informasi kanker PDQ merupakan tinjauan mitra-sebaya (peerreview), ringkasan berdasarkan-bukti pada topik-topik termasuk pengobatan kanker pada orang dewasa dan anak-anak, perawatan pendukung dan perawatan penenang (palliative-care), penyeleksian (screening), pencegahan, genetika, dan pengobatan pelengkap serta alternatif. Silakan kunjungi www.cancer.gov (Cari dengan kata kunci: Depression).

CARI ALAMAT PERAWATAN KESEHATAN YANG TERJANGKAU DI WILAYAH ANDA

Dalam Pemerintahan Federal, Kantor Sumber Daya dan Layanan Kesehatan menyediakan daftar alamat klinik Basis Data Kesehatan Pusat (Health Center Database) secara nasional untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang rendah atau gratis sama sekali. Mulai pencarian Anda di http://findahealthcenter.hrsa.gov/Search_HCC.aspx.

PENCARI LOKASI PROGRAM PENGOBATAN KESEHATAN JIWA

Kantor Layanan Penyalahgunaan Zat dan Kesehatan Jiwa menyediakan sumber daya daring untuk menemukan lokasi program dan fasilitas pengobatan kesehatan jiwa. Bagian Pencari Lokasi Pengobatan Kesehatan Jiwa dari Layanan Pengobatan Kesehatan Perilaku mempunyai daftar fasilitas yang menyediakan layanan kesehatan jiwa terhadap orang dengan penyakit kejiwaan. Temukan sebuah fasilitas di negara bagian Anda di https://findtreatment.samhsa.gov/.

ALIANSI NASIONAL UNTUK PENYAKIT KEJIWAAN (NATIONAL ALLIANCE ON MENTAL ILLNESS — NAMI)

NAMI adalah organisasi kesehatan jiwa berbasis akar-rumput terbesar yang didedikasikan untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk jutaan rakyat Amerika yang terimbas oleh penyakit kejiwaan. Ada sekitar 1.000 organisasi bawahan NAMI yang tersebar di berbagai negara bagian di seluruh Amerika. Banyak yang merupakan organisasi bawahan dari NAMI menawarkan serangkaian dukungan dan program edukasi gratis. Temukan NAMI di negara bagian Anda di www.nami.org/Find-Your-Local-NAMI.

NIDA FOR TEENS: DEPRESSION

Situs web NIDA for Teens (Nida untuk remaja) adalah sebuah proyek dari Institut Nasional Penyalahgunaan Zat (National Institute on Drug Abuse — NIDA), Institut Nasional Kesehatan. Dibuat untuk pelajar di SLTP dan SLTA beserta para gurunya. Situs web ini menyediakan informasi yang akurat sesuai waktunya untuk digunakan di dalam dan di luar kelas. Temukan informasi dan diskusi tentang depresi di http://teens.drugabuse.gov/ (Kata Kunci Pencarian: Depression).

NIH SENIOR HEALTH: DEPRESSION

NIH Senior Health (www.NIHSeniorHealth.gov) telah menambahkan depresi kepada daftar topik kesehatan tentang tema ketertarikan pada dewasa berusia lanjut. Situs web untuk para usia-senior ini merupakan usaha gabungan antara Institut Nasional Lanjut Usia serta Perpustakaan Nasional Kedokteran yang merupakan bagian dari Institut Nasional Kesehatan. Infonya tersedia di http://nihseniorhealth.gov/depression/.

ST. JOHN’S WORT DAN DEPRESI

Lembar fakta ini berisikan informasi mengenai St. John’s wort, tumbuhan popular yang digunakan oleh publik masa kini untuk mengobati depresi ringan. Publikasi ini meliputi informasi tentang peranan FDA untuk memantau penggunaan obat herbal ini, bagaimana St. John’s wort bekerja, dan bagaimana penggunaannya dalam pengobatan depresi, serta nasehat-nasehat menyangkut interaksi dengan obat yang lain. Silakan baca di https://nccih.nih.gov/health/ stjohnswort/sjw-and-depression.htm.

PERTANYAAN UNTUK DIAJUKAN KEPADA DOKTER ANDA

Mengajukan pertanyaan dan menyediakan informasi kepada dokter Anda beserta penyedia layanan kesehatan Anda dapat meningkatkan kondisi Anda. Bicara dengan dokter Anda dapat membangun kepercayaan dan mengarah kepada hasil, kualitas, keamanan, dan kepuasan yang lebih baik. Kunjungi situs web Kantor untuk Penelitian Perawatan dan Kualitas Kesehatan di www.ahrq.gov/patients-consumers/index.html.

Rujukan[sunting]

Diterjemahkan dengan naskah-sumber berbahasa Ingris dari berkas Institut Nasional Kesehatan Jiwa (National Institute of Mental Health - NIMH), Publikasi NIH No. 15-3561.

MEMAHAMI GANGGUAN BIPOLAR[sunting]

Versi final pertama dari Wikibuku ini telah selesai dituliskan pada tanggal 12 September 2020 pukul 21.07 WIB.

Diterjemahkan oleh Dinarti, S.Kp, MAP & Anta Samsara.

Apakah Gangguan Bipolar Itu?[sunting]

Sampul depan PDF "Mengenal Gangguan Bipolar"
Sampul depan PDF Mengenal Gangguan Bipolar.

Gangguan bipolar atau gangguan manik-depresif adalah penyakit otak yang menyebabkan gangguan pada alam perasaan (mood), energi, derajat aktivitas, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Orang dengan bipolar dapat memiliki gejala yang akut. Gejala-gejala itu berbeda dari perasaan ‘naik’ dan ‘turun’ yang terjadi pada orang biasa dari waktu ke waktu. Gejala gangguan bipolar dapat berakibat pada rusaknya hubungan sosial, menurunnya kemampuan untuk melakukan pekerjaan dan bersekolah, dan bahkan mengakibatkan bunuh diri. Akan tetapi gangguan bipolar dapat diobati, dan orang dengan penyakit ini dapat menghasilkan hidup yang produktif dan menyenangkan.

Gangguan bipolar seringkali berkembang pada usia remaja lanjut dan masa awal dewasa. Setidaknya setengah dari seluruh kasus dimulai sebelum menginjak usia 25 tahun.[1] Beberapa orang mengalami gejala pertama mereka pada usia kanak-kanak, sementara yang lainnya mengembangkan gejala bipolar pada usia yang lebih lanjut.

Gangguan bipolar pada awal kemunculannya tidak mudah dikenali. Gejala-gejalanya terlihat seperti masalah-masalah yang terpisah-pisah, bukan dikenali sebagai bagian dari masalah yang lebih besar. Sejumlah orang menderita bertahun-tahun sebelum akhirnya mereka didiagnosa dan diobati secara tepat. Seperti diabetes atau penyakit jantung, gangguan bipolar adalah gangguan jangka panjang yang harus dikelola secara baik di sepanjang hidup penderitanya.

Apa Sajakah Gejala-Gejala Gangguan Bipolar?[sunting]

Orang dengan bipolar mengalami peningkatan kondisi emosional yang tidak biasa yang terjadi dalam kondisi berbeda yang disebut “episode gangguan alam perasaan” (mood episodes). Kondisi yang sangat gembira dan sangat bersemangat disebut sebagai episode manik, dan kondisi sangat sedih dan putus harapan disebut sebagai episode depresi. Terkadang episode gangguan alam perasaan mencakup gejala baik mania maupun depresi. Ini disebut kondisi campuran. Orang dengan bipolar dapat juga meledak-ledak dan mudah tersinggung selama episode gangguan alam perasaan.

Perubahan yang tajam dalam hal tenaga, aktivitas, tidur, dan perilaku terjadi bersamaan dengan perubahan alam perasaan ini. Adalah mungkin bagi orang dengan bipolar untuk mengalami periode panjang alam perasaan yang tidak stabil daripada episode depresi atau mania yang terpisah dan berlainan.

Seseorang mungkin memiliki episode gangguan bipolar jika ia mengalami depresi atau mania pada sebagian besar waktu, hampir setiap hari, setidaknya selama satu atau dua minggu. Kadang-kadang gejala-gejalanya sangat parah yang membuat orang tersebut tak dapat berfungsi secara normal di rumah, di sekolah, atau di tempat kerja.

Gejala gangguan bipolar dapat dirangkum sebagai berikut:

Gejala-gejala mania atau episode manik meliputi:

Perubahan alam perasaan

  • Masa yang lama berperasaan “tinggi”, atau gembira berlebihan.
  • Sangat mudah tersinggung, mudah marah, tidak dapat duduk tenang atau gelisah.

Perubahan perilaku

  • Berbicara sangat cepat, melompat dari satu ide ke ide yang lain, memiliki pikiran yang saling menyusul satu sama lain.
  • Sukar berkonsentrasi pada satu hal.
  • Meningkatnya kegiatan yang mengarah pada tujuan, seperti membuat proyek-proyek baru.
  • Merasa gelisah.
  • Waktu tidur berkurang.
  • Memiliki keyakinan yang tidak realistis dalam menilai kemampuan seseorang.
  • Berperilaku impulsif dan mengambil bagian dalam banyak perilaku yang menyenangkan namun beresiko tinggi, seperti pelesir dan berbelanja, seks impulsif, dan investasi bisnis impulsif.

Gejala depresi atau episode depresi meliputi:

Perubahan alam perasaan

  • Masa yang lama berperasaan khawatir atau kosong.
  • Kehilangan minat dalam kegiatan yang pernah dinikmati, termasuk seks.

Perubahan perilaku

  • Merasa lelah atau “melambat.”
  • Mengalami masalah dalam berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan.
  • Menjadi gelisah atau mudah tersinggung.
  • Perubahan dalam makan, tidur, atau kebiasaan lainnya.
  • Berpikir tentang kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.

Jika diurutkan secara sederhana, maka kadar gangguan mood dapat diurutkan (mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi sebagai) depresi, normal (setimbang), dan mania pada ujung yang teratas.

Jika lebih diperinci, maka gangguan bipolar dapat menyebabkan suatu rentang gangguan alam perasaan (diurutkan mulai dari yang mood-nya terendah hingga yang tertinggi), yaitu depresi akut dan depresi sedang, keadaan normal (setimbang) dan, pada ujung yang paling atas, hipomania dan mania [unsur kata hipo- artinya "di bawah dari", sehingga maksud dari kata hipomania adalah "berada di bawah mania" -- penerjemah] .

Depresi akut dapat mengakibatkan gejala terbawah yang paling ekstrem, yang kadarnya lebih berat jika dibandingkan dengan depresi sedang. Depresi sedang yang lebih rendah dinamai distimia saat gejalanya kronis dan menahun [maksudnya distimia adalah depresi yang tidak terlalu berat tapi dialami dalam jangka yang lama -- penerjemah]. Tepat di pertengahan adalah alam perasaan yang normal atau setimbang.

Pada ujung skala yang lain adalah hipomania dan mania akut. Beberapa orang dengan gangguan bipolar mengalami hipomania. Saat episode hipomanik, seseorang dapat mengalami peningkatan energi dan derajat aktivitas yang tidak separah mania, atau orang tersebut memiliki episode yang terjadi kurang dari seminggu dan tidak memerlukan perawatan kedaruratan. Orang yang mengalami episode hipomanik memiliki perasaan yang sangat baik, memiliki produktivitas dan fungsionalitas yang baik. Orang tersebut tidak merasakan bahwa segala sesuatu ada yang salah bahkan ketika keluarga dan kawan-kawannya mengenali ayunan alam perasaan sebagai kemungkinan gangguan bipolar. Tanpa pengobatan yang baik, orang dengan hipomania dapat mengembangkan mania atau depresi akut.

Selama mengalami kondisi campuran, gejala seringkali mencakup agitasi, memiliki permasalahan dengan tidur, perubahan besar dalam selera, dan berpikir untuk bunuh diri. Orang yang berada dalam kondisi campuran dapat merasakan sedih atau putus asa padahal energinya berlebihan.

Kadang-kadang, seseorang dengan episode mania akut atau depresi dapat memiliki gejala psikotik juga, seperti halusinasi atau waham. Gejala psikotik cenderung mencerminkan alam perasaan yang ekstrem. Sebagai contoh, gejala psikotik untuk seseorang yang mengalami episode mania dapat mencakup keyakinan bahwa ia sebagai orang yang terkenal, mempunyai banyak uang, atau memiliki kekuatan khusus. Mirip dengan hal itu, seseorang yang memiliki episode depresi mungkin percaya bahwa ia adalah orang yang rusak, melarat, atau telah melakukan kejahatan. Hasilnya, orang dengan bipolar yang memiliki gejala psikotik terkadang didiagnosa secara salah sebagai mengalami skizofrenia, yaitu gangguan jiwa yang lain yang bertautan dengan waham dan halusinasi.

Orang dengan bipolar dapat juga mengalami masalah perilaku. Mereka mungkin menyalahgunakan alkohol atau zat adiktif, memiliki masalah hubungan sosial, atau memiliki prestasi yang buruk di sekolah atau dalam pekerjaan. Pada mulanya, adalah tidak mudah untuk mengenali masalah-masalah ini sebagai pertanda gangguan kejiwaan yang penting.

Bagaimana Gangguan Bipolar Mempengaruhi Seseorang di Sepanjang Waktu?[sunting]

Gangguan bipolar biasanya berlangsung seumur hidup. Episode mania dan depresi biasanya kembali pada waktu-waktu yang lain. Di antara episode, banyak orang dengan gangguan bipolar bebas dari gejala, akan tetapi pada beberapa orang dapat menjadi gejala yang terus-menerus terjadi.

Dokter biasanya mendiagnosa gangguan jiwa dengan menggunakan Panduan Diagnosa dan Statistik Gangguan Jiwa (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, DSM). Menurut DSM, ada empat tipe gangguan bipolar.

Gangguan bipolar tipe I terutama ditentukan oleh episode manik atau campuran yang berlangsung setidaknya selama tujuh hari, atau oleh episode manik yang sedemikian parah yang membuat orang tersebut membutuhkan perawatan di rumah sakit. Biasanya, orang tersebut juga memiliki episode depresi, biasanya berlangsung selama dua minggu. Gejala mania atau depresi harus sangat berbeda dari perilaku normal orang tersebut.

Gangguan bipolar tipe II ditentukan oleh pola episode depresi yang berlangsung bolak-balik dengan gangguan hipomanik, akan tetapi bukan merupakan mania penuh atau episode campuran.

Gangguan bipolar tidak terbedakan (Bipolar Disorder Not Otherwise Specified, BP-NOS) disandangkan sebagai sebuah diagnosa saat seseorang memiliki gejala penyakit yang tidak memenuhi kriteria baik untuk bipolar tipe I atau II. Gejala-gejalanya mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang tersebut memiliki terlalu sedikit gejala untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Gejala-gejalanya nyata-nyata berbeda dengan rentang perilaku normal orang tersebut.

Siklotimia atau gangguan siklotimik adalah gangguan yang lebih ringan dari bipolar. Orang yang mengalami siklotimia memiliki episode hipomania yang bolak-balik dengan depresi ringan selama dua tahun. Gejala-gejalanya tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk tipe bipolar manapun.

Beberapa orang memiliki diagnosa dengan gangguan bipolar siklus cepat, yaitu gangguan dengan empat episode atau lebih yang mencakup depresi mayor, mania, hipomania, atau gejala campuran dalam kurun waktu setahun.[2] Beberapa orang mengalami lebih dari satu episode dalam seminggu, atau dalam satu hari. Gangguan bersiklus cepat lebih umum terjadi pada orang yang mengalami gangguan bipolar akut dan kemungkinannya lebih besar terjadi pada orang yang mengalami episode awal gangguan bipolar pada usia yang lebih muda. Suatu penelitian menemukan bahwa orang dengan orang yang mengalami gangguan siklus cepat mengalami episode pertama mereka empat tahun lebih awal, selama pertengahan ke usia remaja lanjut, daripada orang yang tanpa gangguan bersiklus cepat.[3] Gangguan siklus cepat lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria.[4]

Gangguan bipolar cenderung memburuk apabila tidak diobati. Di sepanjang hidupnya, seseorang dapat mengalami episode akut yang lebih sering dan lebih akut daripada kemunculan penyakit tersebut yang pertama kali.[5] Juga, penundaan dalam mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang benar membuat orang tersebut mengalami masalah-masalah dalam ranah personal, sosial, dan pekerjaan.[6]

Diagnosis dan pengobatan yang benar membantu orang dengan bipolar menuju kehidupan yang sehat dan produktif. Dalam banyak kasus, pengobatan dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan episode yang dialami.

Penyakit Apakah yang Sering Berkomplikasi dengan Gangguan Bipolar?[sunting]

Penyalahgunaan zat sangat umum di antara orang dengan bipolar, akan tetapi kaitan antara dua hal ini tidak jelas.[7] Sejumlah orang dengan bipolar mungkin mencoba menyembuhkan penyakitnya dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. Bagaimanapun, zat terlarang dapat memicu atau memperpanjang gejala bipolar, dan gangguan pengendalian diri yang berkaitan dengan mania dapat membuat seseorang untuk minum minuman beralkohol terlalu banyak.

Gangguan kecemasan, seperti gangguan stress pasca trauma (post traumatic stres disorder, PTSD) dan fobia sosial, juga seringkali sama-sama terjadi pada orang dengan bipolar.[8] Gangguan bipolar juga berkomplikasi dengan gangguan hiperaktivitas pemusatan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder, ADHD), yang memiliki beberapa gejala yang saling tumpang tindih dengan gangguan bipolar, seperti kegelisahan dan perhatian yang mudah teralihkan.

Orang dengan gangguan bipolar memiliki resiko yang tinggi mengalami penyakit tiroid, sakit kepala (migren), penyakit jantung, diabetes, kegemukan, dan penyakit fisik lainnya.[9],[10] Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan gejala mania atau depresi. Penyakit-penyakit tersebut dapat juga merupakan akibat dari pengobatan gangguan bipolar (lihat bagian “Litium dan Fungsi Tiroid”)

Penyakit-penyakit lainnya dapat mempersulit diagnosis dan pengobatan gangguan bipolar. Orang dengan bipolar seharusnya memonitor kesehatan jiwa dan raga mereka. Jika gejala-gejalanya tidak membaik, mereka seharusnya memberitahukan hal itu kepada dokternya.

Faktor-Faktor Apa Saja yang Menimbulkan Gejala Bipolar?[sunting]

Para ilmuwan mempelajari tentang kemungkinan penyebab gangguan bipolar. Sebagian besar ilmuwan setuju bahwa tidak ada faktor penyebab tunggal. Nampaknya, banyak faktor terjadi secara bersamaan menghasilkan atau memperbesar resiko terhadap gangguan ini.

Genetika[sunting]

Gangguan bipolar cenderung terjadi apabila ada faktor keturunan, maka para peneliti mencari gen yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami penyakit tersebut. Gen adalah “blok bangunan” dari pewarisan keturunan. Gen membantu mengontrol bagaimana tubuh dan otak untuk tumbuh serta bekerja. Gen terkandung di dalam sel yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

Anak dengan satu orang tua yang mengalami gangguan bipolar memiliki kecenderungan empat hingga enam kali lebih besar untuk mengembangkan penyakit tersebut, jika dibandingkan dengan anak yang keluarganya tidak memiliki riwayat gangguan bipolar.[11] Akan tetapi, kebanyakan anak dengan keluarga yang memiliki riwayat gangguan bipolar tidak akan mengalami gangguan tersebut.

Penelitian genetik tentang gangguan bipolar kini dapat terbantu dengan kemajuan teknologi. Jenis penlitian ini kini lebih cepat dan menjangkau lebih jauh daripada di masa yang lalu. Salah satu contoh adalah peluncuran Bipolar Disorder Phenome Database, yang didanai sebagian oleh NIMH (National Institute of Mental Health, Institut Nasional Kesehatan Jiwa). Menggunakan database ini, para ilmuwan akan lebih mampu untuk mengaitkan antara tanda-tanda yang kelihatan dari gangguan ini dengan gen yang mungkin mempengaruhinya. Sejauh ini, para periset menggunakan database ini telah menemukan bahwa sebagian besar orang dengan bipolar memiliki/mengalami:[12]

  • Pekerjaan yang terbengkalai karena penyakit mereka.
  • Penyakit lainnya pada waktu yang sama, terutama penyalahgunaan alkohol dan/atau zat dan gangguan panik.
  • Tengah menjalani pengobatan atau sedang dirawat inap di rumah sakit.
  • Para peneliti juga mengidentifikasi beberapa ciri yang kelihatannya merupakan hal-hal yang genetis, termasuk:
  • Riwayat perumahsakitan karena masalah kejiwaan
  • Komplikasi dengan gangguan obsesif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder, OCD)
  • Usia saat episode manik pertama
  • Jumlah dan kekerapan episode manik.

Para ilmuwan melanjutkan untuk meneliti ciri-ciri ini, yang dapat membantu mereka menemukan gen yang menyebabkan gangguan bipolar pada suatu hari.

Akan tetapi gen bukan merupakan penyebab satu-satunya bagi gangguan bipolar. Penelitian terhadap kembar identik telah menunjukkan bahwa kembaran dari orang yang mengalami gangguan bipolar tidak selalu mengembangkan penyakit tersebut. Hal ini merupakan sesuatu yang penting karena kembar identik berbagi gen yang sama. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa faktor lainnya selain gen juga berperan dalam menimbulkan gangguan bipolar. Nampaknya, banyak gen yang berbeda dan lingkungan terlibat dalam hal ini. Bagaimanapun, para ilmuwan belum memahami sepenuhnya bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan menyebabkan gangguan bipolar.

Struktur otak dan keberfungsiannya[sunting]

Studi pencitraan otak membantu para ilmuwan dalam mempelajari apa yang terjadi pada otak orang dengan bipolar.[13],[14] Perangkat pencitraan otak yang baru, seperti pencitraan resonansi magnetis fungsional (functional magnetic resonance imaging, fMRI) dan positron emission tomography (PET), memungkinkan para peneliti untuk mengambil gambar otak hidup yang sedang bekerja. Peranti ini membantu para ilmuwan mempelajari struktur dan aktivitas otak.

Beberapa studi pencitraan menunjukkan bagaimana otak orang dengan bipolar berbeda dari otak orang yang sehat atau dari otak orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang lain. Sebagai contoh, salah satu studi dengan menggunakan MRI menemukan bahwa pola perkembangan otak pada anak dengan bipolar ternyata mirip dengan gangguan pada anak dengan “gangguan dengan hendaya multi-dimensional,” sebuah gangguan yang menimbulkan gejala yang saling tumpang-tindih dalam satu dan lain hal dengan gangguan bipolar dan skizofrenia.[15] Ini menunjukkan bahwa pola umum dari perkembangan otak dapat berkaitan dengan resiko umum untuk ketidakstabilan alam perasaan.

Penggalian yang lebih dalam mengenai perbedaan-perbedaan ini, sejalan dengan informasi yang didapatkan dari studi genetis, membantu para ilmuwan memahami lebih baik tentang gangguan bipolar. Pada suatu hari mungkin para ilmuwan dapat memprakirakan jenis pengobatan yang mana yang bekerja paling efektif. Bahkan mungkin mereka akan menemukan cara untuk mencegah gangguan bipolar.

Bagaimanakah Cara Mendiagnosa Gangguan Bipolar?[sunting]

Langkah pertama untuk mendapatkan diagnosis yang benar adalah berbicara kepada dokter, yang mungkin melakukan pemeriksaan medis secara fisik, wawancara, dan tes laboratorium. Gangguan bipolar saat ini tak dapat diidentifikasi dengan tes darah atau pemindaian otak (brain scan), akan tetapi tes ini dapat mengetahui kemungkinan penyebab lainnya, seperti stroke dan tumor otak. Jika masalahnya tidak disebabkan oleh penyakit lain, dokter dapat melakukan evaluasi kesehatan jiwa. Sang dokter mungkin juga melakukan rujukan kepada profesional kesehatan jiwa yang terlatih, seperti misalnya psikiater, yang berpengalaman dalam mendiagnosa dan mengobati gangguan bipolar.

Dokter atau professional kesehatan jiwa seharusnya melaksanakan evaluasi diagnosa secara lengkap. Ia seharusnya berdiskusi tentang riwayat gangguan bipolar atau gangguan kejiwaan lainnya dan berusaha mendapatkan riwayat gejala-gejalanya. Sang dokter atau professional kesehatan jiwa seharusnya berbicara dengan kerabat atau pasangan sang konsumen dan memperhatikan bagaimana mereka menggambarkan riwayat gejala-gejala dan riwayat medis keluarga.

Orang dengan bipolar cenderung untuk mencari bantuan ketika mereka depresi daripada ketika mereka dalam keadaan mania atau hipomania.[16] Oleh karena itu, riwayat medis yang rinci dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa gangguan bipolar tidak salah didiagnosa sebagai gangguan depresi mayor atau gangguan depresi unipolar. Tidak seperti orang dengan bipolar, orang dengan depresi unipolar tidak mengalami mania. Saat memungkinkan, catatan terdahulu dan masukan dari pihak keluarga dan kawan-kawan sudah selayaknya dimasukkan dalam rekam medis.

Bagaimanakah Cara Mengobati Gangguan Bipolar?[sunting]

Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gangguan bipolar. Akan tetapi cara pengobatan yang benar membantu kebanyakan orang dengan bipolar mendapatkan kontrol atas ayunan alam perasaannya dan gejala-gejala lainnya yang berkaitan dengan hal itu.[17],[18],[19] Hal ini juga berlaku bagi orang-orang yang memiliki gangguan yang paling akut.

Karena gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup dan dapat kambuh berulangkali, orang dengan gangguan ini membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk menjaga kontrolnya atas gejala-gejala bipolar. Salah satu rencana pengobatan yang efektif mencakup obat-obatan dan psikoterapi untuk mencegah kekambuhan dan untuk mengurangi keparahan gejala.[20]

Obat-obatan[sunting]

Gangguan bipolar dapat didiagnosa dan obat-obatannya dapat diresepkan oleh dokter. Biasanya, obat untuk gangguan bipolar diresepkan oleh psikiater. Di beberapa negara, psikolog klinis, perawat jiwa, dan perawat jiwa tingkat mahir dapat juga meresepkan obat-obatan tersebut.

Setiap orang bereaksi berbeda-beda terhadap obat yang dikonsumsinya. Beberapa obat yang berbeda mungkin harus dicoba sebelum dapat ditemukan obat yang benar-benar cocok.

Menyimpan bagan harian gejala-gejala alam perasaan (chart of daily mood symptoms), pengobatan, pola tidur, dan hal-hal yang terjadi dalam hidup dapat membantu dokter menelusuri dan mengobati gangguan tersebut dengan cara yang paling efektif. Kadang-kadang ini disebut sebagai bagan kehidupan sehari-hari (daily life chart). Jika gejala-gejala seseorang berubah atau efek samping obat menjadi serius, sang dokter dapat mengganti atau menambahkan dengan obat lainnya.

Beberapa jenis obat-obatan yang pada umumnya digunakan untuk mengobati gangguan bipolar dicantumkan dalam daftar di halaman berikut. Informasi tentang obat-obatan dapat berubah. Untuk informasi yang paling mutakhir tentang penggunaan dan efek sampingnya silakan mengontak Badan Pengawasan Obat (Food and Drug Administration, FDA) di http://www.fda.gov.

Obat penstabil alam perasaan biasanya merupakan pilihan pertama untuk mengobati gangguan bipolar. Umumnya, orang dengan bipolar melanjutkan pengobatan dengan obat penstabil alam perasaan selama bertahun-tahun. Terkecuali litium, sebagian besar dari obat-obatan ini adalah obat anti-kejang. Obat-obatan anti-kejang biasanya dipergunakan untuk mengobati serangan epilepsi, akan tetapi juga dapat dipergunakan untuk membantu mengontrol alam perasaan. Obat-obatan berikut ini pada umumnya digunakan sebagai penstabil alam perasaan bagi gangguan bipolar:

  • Lithium (kadang-kadang dikenal sebagai Eskalith atau Lithobid) adalah obat penstabil alam perasaan yang pertama kali disetujui oleh Badan POM Amerika (FDA) pada tahun 1970-an untuk pengobatan mania. Obat ini seringkali sangat efektif dalam pengendalian gejala-gejala mania dan pencegahan kekambuhan episode manik dan depresif.
  • Asam valproat atau natrium divalproat (Depakote), disetujui oleh FDA pada tahun 1995 untuk pengobatan mania, adalah alternatif yang populer untuk litium. Pada umumnya sama efektif dengan litium untuk pengobatan gangguan bipolar.[21],[22] Lihatlah juga bagian dalam buku kecil ini, “Apakah wanita muda seharusnya meminum asam valproat?”
  • Yang lebih baru, obat anti kejang lamotrigin (Lamictal) menerima persetujuan FDA untuk menjaga stabilitas pengobatan bagi gangguan bipolar.
  • Obat anti-kejang lainnya, termasuk gabapentin (Neurontin), topiramate (Topamax), dan oxcarbazepine (Trileptal) kadang-kadang juga diresepkan. Tak ada penelitian besar-besaran yang telah menunjukkan bahwa obat-obatan ini lebih efektif dibandingkan obat penstabil alam perasaan di atas. Asam valproat, lamotrigin, dan obat anti-kejang lainnya memiliki peringatan dari FDA. Peringatan itu adalah bahwa obat-obat tersebut dapat meningkatkan resiko niatan dan perilaku bunuh diri. Seseorang yang mengonsumsi anti-kejang sudah semestinya dimonitor secara seksama akan gejala-gejala depresi, niat dan perilaku bunuh diri, yang semakin memburuk pada diri mereka atau perubahan yang tidak biasa pada alam perasaan dan perilaku mereka. Seseorang yang meminum obat ini janganlah melakukan perubahan apapun terhadap obat mereka tanpa berbicara dengan tenaga professional yang menangani mereka.

Obat antipsikotik atipikal kadang-kadang digunakan untuk mengobati gejala-gejala gangguan bipolar. Seringkali, obat-obatan ini digunakan bersama dengan obat-obatan lain. Antipsikotik atipikal disebut “atipikal” untuk membedakan mereka dari obat generasi terdahulu, yang disebut antipsikotik “konvensional” atau “generasi pertama.” (antipsikotik generasi kedua ke atas disebut “atipikal”, yang makna harfiahnya adalah “tidak biasa” karena punya cara kerja yang berbeda dari obat generasi sebelumnya – penerjemah).

  • Olanzapine (Zyprexa), saat diberikan bersama dengan obat antidepresan, dapat membantu meredakan gejala mania atau psikosis.[23] Olanzapine juga tersedia dalam bentuk suntikan, yang secara cepat dapat menangani agitasi yang berkaitan dengan episode manik atau campuran. Olanzapine juga dapat dipergunakan dalam pengobatan gangguan bipolar, bahkan saat orang yang bersangkutan tidak memiliki gejala psikotik. Bagaimanapun, beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi Olanzapine berat badannya dapat bertambah dan resiko akan penyakit diabetes dan penyakit jantung dapat bertambah. Efek samping ini cenderung lebih banyak terjadi pada orang yang mengonsumsi olanzapine dibadingkan orang yang mengonsumsi antispikotik atipikal lainnya.
  • Aripiprazole (Abilify), seperti olanzapine mendapat persetujuan untuk mengobati mania atau episode campuran. Aripiprazole juga dipergunakan untuk mempertahankan kondisi setelah episode yang akut atau mendadak. Seperti olanzapine, aripriprazole juga dapat disuntikkan untuk pengobatan darurat gejala-gejala mania atau campuran pada gangguan bipolar.
  • Quetiapine (Seroquel) meredakan gejala-gejala episode mania yang akut dan mendadak. Dalam hal ini, quetiapine seperti kebanyakan antispikotik. Pada tahun 2006, quetiapine menjadi antispikotik atipikal pertama yang menerima persetujuan FDA untuk mengobati gangguan bipolar episode depresif.
  • Risperidone (Risperdal) dan ziprasidone (Geodon) adalah obat antipsikotik pertama yang juga dapat diresepkan untuk mengontrol mania dan episode campuran.

Obat antidepresan kadang-kadang digunakan untuk mengobati gejala-gejala depresi pada gangguan bipolar. Orang dengan bipolar yang mengonsumsi antidepresan seringkali mengonsumsi obat penstabil alam perasaan juga. Dokter biasanya mempersyaratkan hal ini karena meminum antidepresan terlalu lama dapat meningkatkan resiko seseorang untuk berubah kepada mania atau hipomania, atau mengembangkan gejala bersiklus cepat.[24] Untuk mencegah perubahan ini, dokter biasanya meresepkan antidepresan bersama-sama dengan obat penstabil alam perasaan dalam waktu yang sama.

Akhir-akhir ini, penelitian besar-besaran yang didanai oleh NIMH telah menunjukkan bahwa bagi banyak orang, menambahkan antidepresan kepada obat penstabil alam perasaan tidak lebih efektif dalam mengobati depresi daripada hanya menggunakan obat penstabil alam perasaan saja.[25]

Fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), and bupropion (Wellbutrin) adalah contoh dari antidepresan yang dapat diresepkan untuk mengobati gejala-gejala gangguan bipolar.

Beberapa obat lebih baik untuk pengobatan satu tipe gangguan bipolar daripada obat yang lain. Sebagai contoh, lamotrigine (Lamictal) kelihatannya membantu dalam mengontrol gejala depresi pada gangguan bipolar.

Apakah Efek Samping dari Obat-Obatan Ini?[sunting]

Sebelum memulai minum obat baru, orang dengan bipolar semestinya berbicara dengan dokter mereka tentang resiko dan keuntungannya.

Psikiater yang meresepkan obat-obatan atau apoteker dapat juga menjawab pertanyaan tentang efek samping. Setelah melewati beberapa dasawarsa, pengobatan telah lebih maju dan beberapa obat kini lebih punya sedikit efek samping daripada pengobatan yang dahulu. Namun setiap orang merespon secara berlainan terhadap obat. Pada beberapa kasus, efek samping tidak muncul hingga seseorang mengonsumsi suatu obat selama beberapa lama.

Jika orang dengan bipolar mengembangkan efek samping yang akut terhadap suatu obat, dia seharusnya berbicara kepada dokter yang meresepkannya secepat mungkin. Sang dokter mungkin mengubah dosisnya atau meresepkan obat lain. Orang yang berada dalam pengobatan gangguan bipolar seharusnya tidak berhenti meminum obat tanpa berbicara kepada dokternya terlebih dahulu. Penghentian obat secara mendadak dapat mengarah kepada rebound (pemunculan kembali gejala yang lebih besar dari semula) atau memperparah gejala-gejala gangguan bipolar. Efek samping yang tidak nyaman atau potensi berbahaya lainnya juga mungkin.

Bagian berikut ini menggambarkan beberapa efek samping yang umum atas penggunaan beberapa jenis obat yang berbeda yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar.

Obat penstabil alam perasaan[sunting]

Pada beberapa kasus, litium dapat menimbulkan efek samping seperti:

  • Gelisah
  • Mulut kering
  • Kembung dan masalah pencernaan
  • Jerawat
  • Ketidaknyamanan yang tidak biasa terhadap suhu dingin
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kuku dan rambut yang rapuh.[26]

Litium juga menyebabkan efek samping yang tidak terdaftar di sini. Jika efek samping yang menyusahkan atau tidak biasa terjadi, ceritakanlah kepada dokter Anda selekas mungkin.

Jika orang dengan bipolar diobati dengan litium, merupakan hal yang penting untuk secara teratur mengunjungi dokter yang melakukan pengobatan. Dokter tersebut perlu memeriksa kadar litium dalam darah, sebagaimana fungsi ginjal dan kelenjar tiroidnya.

Efek samping yang umum dari obat penstabil alam perasaan termasuk:

  • Rasa kantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Sembelit
  • Rasa panas dalam perut dan dada bagian bawah (heartburn)
  • Ayunan alam perasaan
  • Hidung mampet atau berlendir, atau gejala mirip flu lainnya.[27],[28],[29],[30],[31],[32]

Antipsikotik Atipikal[sunting]

Beberapa orang mengalami efek samping saat mereka pertama kali mulai menggunakan antipsikotik atipikal. Sebagian besar efek samping menghilang setelah beberapa hari dan seringkali dapat dikelola dengan baik. Orang yang meminum antipsikotik seharusnya tidak mengemudi hingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan obat baru mereka. Efek samping dari antipsikotik termasuk:

  • Rasa kantuk
  • Pusing saat berubah posisi
  • Pandangan kabur
  • Jantung berdebar-debar
  • Peka terhadap sinar matahari
  • Ruam (rash) pada kulit
  • Gangguan haid pada wanita.

Obat antispikotik atipikal dapat menyebabkan bertambahnya berat badan dan berubahnya metabolisme di dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita diabetes dan kolesterol tinggi.[33] Berat badan, kadar glukosa, dan kadar lipid sudah semestinya dicermati secara teratur oleh dokter saat pasiennya meminum obat ini.

Pada kasus yang lebih jarang, penggunaan antispikotik atipikal dalam jangka panjang, dapat mengarah ke suatu kondisi yang disebut sebagai tardive dyskinesia (TD). Sebuah kondisi yang menyebabkan pergerakan otot yang pada umumnya terjadi di sekitar mulut. Seseorang dengan TD tidak dapat mengendalikan gerakan-gerakan ini. TD terentang dari mulai yang sedang-sedang saja hingga ke tingkat akut, dan tidak selalu dapat terpulihkan. Beberapa orang dengan TD pulih gerakan-gerakannya sebagian atau sepenuhnya setelah mereka menghentikan penggunaan obat.

Antidepresan[sunting]

Antidepresan yang sebagian besar diresepkan untuk menyembuhkan gejala-gejala gangguan bipolar dapat juga menyebabkan efek samping ringan yang biasanya tidak berlangsung lama, termasuk:

  • Sakit kepala, yang biasanya menghilang setelah beberapa hari penggunaan.
  • Mual, yang biasanya menghilang setelah beberapa hari.
  • Masalah tidur, seperti kurang tidur atau rasa mengantuk. Ini mungkin terjadi selama beberapa minggu pertama akan tetapi kemudian menghilang. Untuk membantu mengurangi efek ini, kadang-kadang dosis obat ini dapat dikurangi, atau waktu minumnya dapat diubah.
  • Agitasi (gaduh gelisah).
  • Masalah seksual, yang dapat mempengaruhi baik pria maupun wanita. Hal ini mencakup berkurangnya dorongan seksual atau bermasalah untuk menjalani dan menikmati seks.

Beberapa antidepresan cenderung untuk menimbulkan efek samping tertentu daripada jenis yang lain. Dokter atau apoteker Anda dapat menjawab pertanyaan tentang obat-obatan ini. Setiap reaksi atau efek samping yang tidak biasa seharusnya dilaporkan kepada dokter secepatnya.

Peringatan FDA terhadap Antidepresan[sunting]

Antidepresan itu aman dan populer, akan tetapi beberapa penelitian telah mengindikasikan beberapa akibat yang tidak diinginkan pada beberapa orang, terutama pada orang dalam usia dewasa muda. Peringatan FDA mengatakan bahwa pasien dalam semua usia yang mengonsumsi antidepresan seharusnya diawasi secara cermat, terutama dalam minggu pertama pengobatan. Efek samping yang mungkin yang harus diperhatikan adalah depresi yang mungkin bertambah buruk, pikiran atau perilaku bunuh diri, atau perubahan tidak biasa dalam perilaku seperti gangguan tidur, agitasi, atau penarikan diri dari situasi sosial yang normal. Keluarga dan pelaku rawat (caregiver) seharusnya melaporkan perubahan apapun kepada dokternya. Informasi terakhir dari FDA dapat ditemukan di http://www.fda.gov.

Litium dan Fungsi Tiroid[sunting]

Orang dengan bipolar seringkali memiliki masalah dengan kelenjar tiroid. Pengobatan litium juga dapat mengakibatkan kadar tiroid yang rendah pada beberapa orang. Fungsi tiroid yang menurun, yang disebut hipotiroidisme, bertautan dengan siklus cepat pada sejumlah orang dengan bipolar, terutama wanita.

Karena terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid dapat mengarah kepada perubahan energi, merupakan hal yang penting untuk memeriksa kadar tiroid secara rutin melalui dokter Anda secara berkala. Orang dengan bipolar mungkin dapat diberi obat tiroid, sebagai tambahan terhadap obat untuk gangguan bipolarnya, sehingga kadar tiroidnya terjaga.

Apakah Wanita Muda Seharusnya Meminum Asam Valproat?[sunting]

Asam valproat dapat meningkatkan kadar testosteron (hormon lelaki) pada remaja yang berjenis kelamin perempuan yang akan mengarahkan mereka kepada polycystic ovary syndrome (PCOS) bagi yang meminum obat tersebut sebelum usia [34].[35],[36] PCOS dapat menyebabkan sel telur wanita berubah menjadi kista atau kantung berisi cairan yang berkumpul dalam rahim dan tidak terlepas melalui haid bulanan. Kondisi ini dapat menyebabkan kegemukan, bulu tubuh yang menjadi lebat, putusnya siklus haid, dan gejala serius lainnya. Sebagian besar dari gejala-gejala ini akan membaik setelah penghentian asam valproat.[37] Wanita yang meminum asam valproat sudah seharusnya dimonitor secara cermat oleh dokternya.

Haruskah Wanita yang Mengandung atau yang Akan Mengandung Meminum Obat untuk Gangguan Bipolar?[sunting]

Haruskah wanita yang mengandung atau yang akan mengandung meminum obat untuk gangguan bipolar?

Wanita dengan bipolar yang mengandung atau yang mungkin akan mengandung menghadapi tantangan tersendiri. Obat penstabil alam perasaan yang digunakan sekarang dapat membahayakan perkembangan janin dan bayi yang diasuh.[38] Akan tetapi menghentikan pengobatan, baik secara bertahap atau tiba-tiba, akan meningkatkan secara tajam resiko kambuhnya gejala-gejala bipolar pada saat mengandung.[39]

Para ilmuwan belum yakin, tetapi litium nampaknya adalah obat yang dipilih untuk wanita yang mengandung yang mengalami gangguan bipolar.[40],[41] Namun, litium dapat mengarah ke masalah jantung pada janin. Seorang wanita perlu mengetahui bahwa sebagian besar obat bipolar disalurkan kepada bayi yang diasuh melalui air susu ibu.[42] Wanita yang mengandung dan ibu yang sedang mengasuh anaknya sudah semestinya berbicara kepada dokternya tentang manfaat dan resiko semua pengobatan yang tersedia.

Untuk informasi paling mutakhir tentang obat-obatan bagi gangguan bipolar dan efek sampingnya, silakan lihat buku kecil daring (online) obat-obatan NIMH di http://www.nimh.nih.gov/health/publications/medications/complete-publication.shtml.

Psikoterapi[sunting]

Sebagai tambahan terhadap obat, psikoterapi atau terapi “bicara”, dapat menjadi terapi yang efektif untuk gangguan bipolar. Terapi tersebut dapat memberikan dukungan, edukasi, dan panduan terhadap orang dengan bipolar dan keluarganya. Beberapa psikoterapi yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar meliputi:

  1. Terapi pikiran dan perilaku (Cognitive behavioral therapy – CBT) membantu orang dengan bipolar belajar untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang negatif atau berbahaya.
  2. Terapi yang berfokus-pada-keluarga termasuk anggota keluarga. Terapi ini membantu memperkuat strategi menangani permasalahan, seperti mengenali episode baru secara dini dan membantu orang-orang yang mereka cintai. Terapi ini juga meningkatkan komunikasi dan pemecahan masalah.
  3. Terapi interpersonal dan ritme sosial membantu orang dengan bipolar meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain dan mengelola rutinitas sehari-hari mereka. Aktivitas sehari-hari yang rutin dan jadwal tidur dapat membantu melindungi terhadap episode manik.
  4. Psikoedukasi mengajarkan kepada orang dengan bipolar tentang penyakit mereka dan pengobatannya. Pengobatan ini membantu seseorang untuk mengenali tanda-tanda kekambuhan sehingga mereka dapat mencari bantuan pengobatan lebih awal, sebelum episode penuh terjadi. Biasanya dilakukan dalam kelompok, psikoedukasi dapat juga berguna untuk anggota keluarga dan para pelaku rawat (caregivers).

Psikolog, pekerja sosial, atau konselor yang telah berlisensi menyediakan jasa jenis ini. Profesional kesehatan jiwa ini seringkali bekerjasama dengan psikiater untuk merunut perkembangan. Jumlah, frekuensi, dan jenis sesi seharusnya berdasarkan kebutuhan pengobatan masing-masing orang. Sebagaimana obat, mengikuti anjuran dokter untuk mengikuti psikoterapi akan menghasilkan manfaat yang terbesar.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat Situs Penyalahgunaan Zat dan Layanan Kesehatan Jiwa tentang memilih terapis kesehatan jiwa di http://mentalhealth.samhsa.gov/publications/allpubs/KEN98-0055/default.asp.

Sekarang ini, NIMH mendanai uji klinis yang disebut Penguatan Pengobatan Sistematis untuk gangguan Bipolar (Systematic Treatment Enhancement Program for Bipolar Disorder, STEP-BD). Ini adalah penelitian terbesar sepanjang sejarah untuk gangguan bipolar (untuk informasi, lihat http://www.nimh.nih.gov/health/trials/ practical/step-bd/index.shtml). Dalam penelitian tentang psikoterapi, peneliti STEP-BD membandingkan dua kelompok. Kelompok yang pertama diobati dengan perawatan kolaboratif (tiga sesi psikoedukasi selama enam minggu). Kelompok yang kedua diobati dengan obat dan psikoterapi yang intensif (30 sesi CBT selama sembilan bulan, terapi interpersonal dan sosial, atau terapi terfokus pada keluarga). Para peneliti menemukan bahwa kelompok kedua mengalami kekambuhan yang lebih sedikit, angka rawat inap yang lebih rendah, dan lebih patuh dalam hal menjalankan rencana pengobatan mereka.[43] Mereka juga cenderung pulih secara lebih cepat dan mampu bertahan dalam kondisi yang baik lebih lama.

NIMH mendukung lebih banyak penelitian yang terfokus pada kombinasi antara psikoterapi dan obat untuk menghasilkan yang terbaik. Tujuannya adalah untuk membantu orang dengan bipolar hidup bebas dari gejala selama mungkin dan untuk pulih dari episode secepat mungkin. Para peneliti juga berharap untuk menentukan apakah psikoterapi dapat membantu menunda mulainya gangguan bipolar pada anak-anak, sebagai kelompok yang punya resiko tinggi terhadap penyakit tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut tentang psikoterapi, kunjungi Situs NIMH di http://www.nimh.nih.gov/health/topics/treatment/index.shtml.

Pengobatan yang Lain[sunting]

Terapi kejut listrik (Electroconvulsive Therapy, ECT)[sunting]

Dalam kasus obat dan/atau psikoterapi tidak bekerja, terapi kejut listrik (ECT) mungkin dapat membantu. ECT, yang semula terkenal dengan sebutan “terapi sentak (shock therapy)”, pada waktu yang lalu memiliki reputasi yang buruk. Akan tetapi pada tahun-tahun belakangan ini, terapi tersebut telah diperbaiki dan dapat memberikan kepulihan bagi orang dengan bipolar yang tidak merasa lebih baik dengan pengobatan yang lain.

Sebelum ECT dilaksanakan, pasien diberikan pelemas otot (muscle relaxant) dan ditaruh dalam keadaan terbius singkat (brief anesthesia). Sang pasien tidak dapat merasakan arus listrik yang mengalir dalam ECT tersebut. Rata-rata, ECT berlangsung selama 30-90 detik. Orang yang mendapatkan ECT biasanya pulih setelah 5-15 menit dan mampu untuk pulang pada hari yang sama.[44]

Kadang-kadang ECT digunakan untuk gangguan bipolar saat kondisi medis lainnya, termasuk kehamilan, membuat penggunaan obat-obatan terlalu beresiko. ECT adalah cara pengobatan yang efektif untuk episode depresif, manik, atau episode campuran, walaupun bukan merupakan pilihan pengobatan yang pertama.

ECT dapat menyebabkan beberapa efek samping yang singkat, termasuk kebingungan, disorientasi, dan kehilangan ingatan. Tetapi efek samping ini biasanya hilang segera setelah pengobatan tersebut berakhir. Orang dengan bipolar seharusnya mendiskusikan kemungkinan keuntungan dan resiko dari ECT dengan dokter yang berpengalaman.[45]

Obat Tidur[sunting]

Orang dengan bipolar yang memiliki gangguan tidur biasanya tidur secara lebih baik setelah mendapatkan pengobatan bagi gangguan bipolarnya. Jika tidur tidak menjadi lebih baik, dokter mungkin dapat menyarankan penggantian obat. Jika masalah ini terus terjadi, dokter dapat meresepkan obat yang memiliki efek menidurkan (sedatif) atau obat-obatan lainnya yang menimbulkan kantuk. Orang dengan bipolar semestinya menginformasikan kepada dokter mereka mengenai semua obat yang diresepkan, obat yang bertentangan, atau suplemen yang mereka minum. Obat-obatan dan suplemen tertentu yang diminum secara bersama-sama dapat mengakibatkan efek yang tidak diinginkan dan bahkan berbahaya.

Suplemen Herbal[sunting]

Secara umum, tak banyak penelitian mengenai suplemen herbal atau natural. Sedikit sekali yang diketahui mengenai efek mereka terhadap gangguan bipolar. Suatu obat herbal yang bernama St. John’s wort (Hypericum perforatum), seringkali dipasarkan sebagai antidepresan alami, dapat menyebabkan alam perasaan berganti ke mania pada sejumlah orang dengan bipolar.[46] St. John’s wort juga dapat membuat obat-obatan yang lainnya berkurang keefektifannya, termasuk terhadap beberapa antidepresan dan anti-kejang.[47]

Para ilmuwan juga meneliti asam lemak omega-3 (yang pada umumnya ditemukan pada minyak ikan) untuk mengukur kegunaannya pada pengobatan jangka panjang gangguan bipolar.[48] Hasil penelitian keduanya telah digabungkan.[49] Merupakan hal penting untuk berbicara kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen herbal atau natural karena resiko interaksi dengan obat lainnya.

Apa yang Dapat Diharapkan oleh Orang dengan Bipolar dari Pengobatannya?[sunting]

Tidak ada yang dapat menyembuhkan gangguan bipolar, akan tetapi gangguan tersebut dapat diatasi untuk jangka waktu yang lama. Adalah lebih baik untuk kontrol secara berkelanjutan daripada terputus-putus. Dalam penelitian STEP BD, lebih dari setengah orang yang menjalani pengobatan gangguan bipolar pulih dalam jangka waktu setahun lebih. Dalam penelitian ini, pulih berarti memiliki dua atau lebih sedikit gejala gangguan tersebut dalam jangka waktu sedikitnya delapan minggu.

Bahkan dengan pengobatan yang tepat, perubahan alam perasaan tetap terjadi. Dalam penelitian STEP BD, hampir setengah dari mereka yang telah pulih masih memiliki gejala yang menetap. Orang-orang ini mengalami kekambuhan yaitu biasanya kembali mengalami kondisi depresi. Jika seseorang mempunyai gangguan jiwa lainnya yang berkomplikasi dengan gangguan bipolar, ia akan cenderung lebih sering untuk kambuh. Para ilmuwan sendiri tidak yakin, bagaimana gangguan jiwa lain atau gejala menetap ini meningkatkan kemungkinan untuk kambuh. Bagi beberapa orang, gabungan psikoterapi dengan obat dapat membantu untuk mencegah atau menunda kekambuhan.

Pengobatan dapat lebih efektif saat hubungan dengan dokter lebih erat dan berbicara secara terbuka tentang minat dan pilihan mereka. Merunut perubahan alam perasaan dan gejala melalui bagan kehidupan harian (daily life-chart) dapat membantu dokter memeriksa respon seseorang terhadap pengobatan. Terkadang sang dokter perlu untuk mengubah rencana pengobatan untuk meyakinkan gejala-gejalanya terkontrol dengan efektif. Seorang psikiater seharusnya memandu setiap perubahan dalam hal jenis dan dosis obat.

Bagaimana Saya Dapat Membantu Kawan atau Kerabat yang Mengalami Gangguan Bipolar?[sunting]

Jika Anda mengetahui seseorang yang mengalami gangguan bipolar, ia akan mempengaruhi Anda juga. Hal yang pertama dan terpenting yang dapat Anda lakukan adalah membantunya untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang benar. Anda mungkin dapat membuat perjanjian dengannya untuk bertemu dengan dokter. Semangati orang yang Anda sayangi itu untuk tetap berada dalam pengobatan.

Untuk membantu kawan atau kerabat, Anda dapat:

  • Menawarkan dukungan emosional, pengertian, kesabaran, dan memberikan semangat.
  • Mempelajari tentang gangguan bipolar sehingga Anda dapat mengerti apa yang kawan atau kerabat Anda alami.
  • Berbicara kepada kawan atau kerabat Anda itu serta mendengarkan secara seksama.
  • Dengarkan apa yang diungkapkan oleh kawan atau kerabat Anda—mengertilah tentang situasi yang mungkin dapat memicu gejala-gejala bipolar.
  • Undanglah kawan atau kerabat Anda itu terhadap hal lain yang dapat mengalihkan, seperti berjalan kaki, pelesir ke luar rumah, dan aktivitas lainnya.
  • Ingatkan kepada kawan atau kerabat Anda itu, bahwa seiring berjalannya waktu, pengobatan akan membuat dia lebih baik.

Jangan pernah mengabaikan komentar tentang kawan atau kerabat Anda itu tentang hal-hal yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. Selalu melaporkan komentar-komentar seperti itu kepada terapis atau dokternya.

Dukungan untuk Pelaku Rawat (Caregivers)[sunting]

Seperti penyakit serius lainnya, gangguan bipolar dapat menjadi hal sulit untuk pasangan, anggota keluarga, kawan, dan pelaku rawat lainnya. Kerabat dan kawan seringkali harus menangani masalah perilaku serius dari orang tersebut, seperti berbelanja secara berlebihan ketika mania, perbuatan menarik diri dari pergaulan pada saat depresi, serta buruknya prestasi kerja atau sekolah. Perilaku semacam ini bisa punya konsekuensi jangka panjang.

Para pelaku rawat biasanya menjaga kebutuhan medis orang yang mereka sayangi. Para pelaku rawat harus berhadapan dengan bagaimana itu semua berpengaruh terhadap kesehatan mereka. Stres yang dialami oleh pelaku rawat dapat membuat mereka kehilangan jam kerja dan juga kehilangan waktu luang, menegangnya hubungan dengan orang yang mungkin tidak mengerti akan situasi semacam itu, serta kelelahan fisik dan mental.

Stres dari perawatan dapat membuat keadaan penanganan terhadap gejala-gejala bipolar menjadi sukar. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa jika pelaku rawat berada di bawah tingkat stres yang tinggi, maka orang yang mereka sayangi memiliki lebih banyak kesulitan untuk mengikuti rencana pengobatan, yang akan berakibat meningkatnya kemungkinan untuk mengalami episode bipolar.50 Merupakan hal yang penting bagi mereka yang merawat orang dengan bipolar untuk meluangkan waktu untuk mengurus diri mereka sendiri.

Bagaimana Caranya Menolong Diri Saya Sendiri Jika Saya adalah Penderita Bipolar?[sunting]

Mungkin merupakan hal yang sulit untuk mengambil langkah pertama untuk menolong diri Anda sendiri. Hal itu membutuhkan waktu, akan tetapi Anda dapat menjadi lebih baik dengan pengobatan yang dijalani.

Untuk menolong diri Anda sendiri:

  • Berbicaralah kepada dokter Anda tentang pilihan pengobatan dan perkembangannya
  • Usahakan melakukan rutinitas tetap pada waktunya, seperti makan pada waktu yang sama setiap hari dan pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam
  • Cobalah untuk cukup tidur
  • Tetap minum obat Anda
  • Pelajari tentang tanda peringatan yang menandai peralihan menuju depresi atau mania
  • Berharaplah gejala-gejala yang Anda alami membaik secara bertahap, bukan dengan sesegera mungkin.

Ke Manakah Saya Harus Pergi untuk Mencari Bantuan?[sunting]

Jika Anda tidak yakin ke mana harus mencari bantuan, tanyakanlah kepada dokter keluarga Anda. Pihak lain yang dapat membantu disebutkan di bawah ini:

• Spesialis kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial, atau konselor kesehatan jiwa

• Organisasi yang bergerak dalam bidang kesehatan jiwa

• Pusat komunitas kesehatan jiwa

• Departemen psikiatri di sebuah rumah sakit dan klinik rawat jalan

• Jurusan psikiatri atau psikologi di universitas atau fakultas kedokteran

• Klinik rawat jalan di rumah sakit pemerintah

• Layanan keluarga, badan sosial, atau lembaga rohani

• Kelompok pendukung sesama

• Klinik dan fasilitas swasta

• Program bantuan pekerjaan

• Komunitas medis dan/atau psikiatrik.

Anda juga dapat memeriksa buku telepon di bawah judul “kesehatan jiwa,” “kesehatan,” “layanan sosial,” “layanan telepon (hotline),” atau “dokter” untuk mendapatkan nomor kontak dan alamat mereka. Dokter ruang gawat-darurat dapat juge menyediakan layanan sementara dan dapat memberitahu Anda ke mana Anda pergi untuk mencari bantuan lanjutan.

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Seseorang yang Saya Kenal Berada dalam Krisis?[sunting]

Jika Anda punya pikiran untuk membahayakan diri sendiri, atau mengetahui orang lain yang akan bertindak demikian, beritahu seseorang yang dapat memberi bantuan dengan segera.

  • Telepon dokter Anda.
  • Pergilah ke ruang gawat darurat rumah sakit untuk mendapatkan bantuan dengan segera atau tanyakanlah kepada kawan atau keluarga untuk membantu Anda dalam hal ini.
  • Untuk di Indonesia, telepon layanan kesehatan jiwa dengan pulsa lokal, 500-ASA (500-454) untuk berbicara dengan konselor yang telah terlatih (penerjemah).

Pastikan Anda atau orang yang punya pikiran untuk bunuh diri tidak sendirian.

Catatan Kaki[sunting]

  1. Kessler RC, Berglund P, Demler O, Jin R, Merikangas KR, Walters EE. “Lifetime prevalence and age-of-onset distributions of DSM-IV disorders in the National Comorbidity Survey Replication.” Arch Gen Psychiatry. 2005 Jun;62(6):593-602.
  2. Akiskal HS. “Mood Disorders: Clinical Features.” in Sadock BJ, Sadock VA (ed). (2005). Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. Lippincott Williams & Wilkins:Philadelphia.
  3. Schneck CD, Miklowitz DJ, Miyahara S, Araga M, Wisniewski S, Gyulai L, Allen MH, Thase ME, Sachs GS. “The prospective course of rapid-cycling bipolar disorder: findings from the STEP-BD.” Am J Psychiatry. 2008 Mar;165(3):370-7; quiz 410.
  4. Schneck CD, Miklowitz DJ, Calabrese JR, Allen MH, Thomas MR, Wisniewski SR, Miyahara S, Shelton MD, Ketter TA, Goldberg JF, Bowden CL, Sachs GS. “Phenomenology of rapid-cycling bipolar disorder: data from the first 500 participants in the Systematic Treatment Enhancement Program.” Am J Psychiatry. 2004 Oct;161(10):1902-1908.
  5. Goodwin FK, Jamison KR. (2007) Manic-Depressive Illness: Bipolar Disorders and Recurrent Depression, Second Edition. Oxford University Press:New York.
  6. Constituency Survey: Living With Bipolar Disorder: How Far Have We Really Come?National Depressive and Manic-Depressive Association. 2001.
  7. Bizzarri JV, Sbrana A, Rucci P, Ravani L, Massei GJ, Gonnelli C, Spagnolli S, Doria MR, Raimondi F, Endicott J, Dell’Osso L, Cassano GB. “The spectrum of substance abuse in bipolar disorder: reasons for use, sensation seeking and substance sensitivity.” Bipolar Disord. 2007 May;9(3):213-220.
  8. Mueser KT, Goodman LB, Trumbetta SL, Rosenberg SD, Osher C, Vidaver R, Auciello P, Foy DW. “Trauma and posttraumatic stress disorder in severe mental illness.” J Consult Clin Psychol. 1998 Jun;66(3):493-499. Strakowski SM, Sax KW, McElroy SL, Keck PE, Jr., Hawkins JM, West SA. “Course of psychiatric and substance abuse syndromes co-occurring with bipolar disorder after a first psychiatric hospitalization.” J Clin Psychiatry. 1998 Sep;59(9):465-471. Krishnan KR. “Psychiatric and medical comorbidities of bipolar disorder.” Psychosom Med. 2005 Jan-Feb;67(1):1-8.
  9. Krishnan KR. “Psychiatric and medical comorbidities of bipolar disorder.” Psychosom Med. 2005 Jan-Feb;67(1):1-8.
  10. Kupfer DJ. “The increasing medical burden in bipolar disorder.” JAMA. 2005 May 25;293(20): 2528-2530.
  11. Nurnberger JI, Jr., Foroud T. “Genetics of bipolar affective disorder.” Curr Psychiatry Rep. 2000 Apr;2(2):147-157.
  12. Potash JB, Toolan J, Steele J, Miller EB, Pearl J, Zandi PP, Schulze TG, Kassem L, Simpson SG, Lopez V, MacKinnon DF, McMahon FJ. “The bipolar disorder phenome database: a resource for genetic studies.” Am J Psychiatry. 2007 Aug;164(8):1229-1237.
  13. Soares JC, Mann JJ. “The functional neuroanatomy of mood disorders.” J Psychiatr Res. 1997 Jul-Aug;31(4):393-432.
  14. Soares JC, Mann JJ. “The anatomy of mood disorders–review of structural neuroimaging studies.” Biol Psychiatry. 1997 Jan 1;41(1):86-106.
  15. Gogtay N, Ordonez A, Herman DH, Hayashi KM, Greenstein D, Vaituzis C, Lenane M, Clasen L, Sharp W, Giedd JN, Jung D, Nugent Iii TF, Toga AW, Leibenluft E, Thompson PM, Rapoport JL. “Dynamic mapping of cortical development before and after the onset of pediatric bipolar illness.” J Child Psychol Psychiatry. 2007 Sep;48(9):852-862.
  16. Hirschfeld RM. Psychiatric Management, from “Guideline Watch: Practice Guideline for the Treatment of Patients With Bipolar Disorder, 2nd Edition”. http://www.psychiatryonline.com/ content.aspx?aID=148440. Accessed on February 11, 2008.
  17. Sachs GS, Printz DJ, Kahn DA, Carpenter D, Docherty JP. The Expert Consensus Guideline Series: Medication Treatment of Bipolar Disorder 2000. Postgrad Med. 2000 Apr;Spec No.:1-104.
  18. Sachs GS, Thase ME. “Bipolar disorder therapeutics: maintenance treatment.” Biol Psychiatry. 2000 Sep 15;48(6):573-581.
  19. Huxley NA, Parikh SV, Baldessarini RJ. “Effectiveness of psychosocial treatments in bipolar disorder: state of the evidence.” Harv Rev Psychiatry. 2000 Sep;8(3):126-140.
  20. Miklowitz DJ. “A review of evidence-based psychosocial interventions for bipolar disorder.” J Clin Psychiatry. 2006 67(Suppl 11):28-33.
  21. Bowden CL, Calabrese JR, McElroy SL, Gyulai L, Wassef A, Petty F, Pope HG, Jr., Chou JC, Keck PE, Jr., Rhodes LJ, Swann AC, Hirschfeld RM, Wozniak PJ, Group DMS. “A randomized, placebo-controlled 12-month trial of divalproex and lithium in treatment of outpatients with bipolar I disorder.” Arch Gen Psychiatry. 2000 May;57(5):481-489.
  22. Calabrese JR, Shelton MD, Rapport DJ, Youngstrom EA, Jackson K, Bilali S, Ganocy SJ, “Findling RL. A 20-month, double-blind, maintenance trial of lithium versus divalproex in rapid-cycling bipolar disorder.” Am J Psychiatry. 2005 Nov;162(11):2152-2161.
  23. Tohen M, Sanger TM, McElroy SL, Tollefson GD, Chengappa KN, Daniel DG, Petty F, Centorrino F, Wang R, Grundy SL, Greaney MG, Jacobs TG, David SR, Toma V. “Olanzapine versus placebo in the treatment of acute mania. Olanzapine HGEH Study Group.” Am J Psychiatry. 1999 May;156(5):702-709.
  24. Thase ME, Sachs GS. “Bipolar depression: pharmacotherapy and related therapeutic strategies.” Biol Psychiatry. 2000 Sep 15;48(6):558-572.
  25. Sachs GS, Nierenberg AA, Calabrese JR, Marangell LB, Wisniewski SR, Gyulai L, Friedman ES, Bowden CL, Fossey MD, Ostacher MJ, Ketter TA, Patel J, Hauser P, Rapport D, Martinez JM, Allen MH, Miklowitz DJ, Otto MW, Dennehy EB, Thase ME. “Effectiveness of adjunctive antidepressant treatment for bipolar depression.” N Engl J Med. 2007 Apr 26;356(17):1711-1722.
  26. MedlinePlus Drug Information: Lithium. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a681039.html . Accessed on Nov 19, 2007.
  27. MedlinePlus Drug Information: Carbamazepine. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a682237.html . Accessed on July 13, 2007.
  28. MedlinePlus Drug Information: Lamotrigine. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a695007.html . Accessed on February 12, 2008.
  29. MedlinePlus Drug Information: Valproic Acid. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a682412.html . Accessed on February 12, 2008.
  30. MedlinePlus Drug Information: Topiramate. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a697012.html . Accessed on Febrary 22, 2008.
  31. MedlinePlus Drug Information: Gabapentin. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a694007.html . Accessed on February 22, 2008.
  32. MedlinePlus Drug Information: Oxcarbazepine. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a601245.html . Accessed on February 22, 2008.
  33. Lieberman JA, Stroup TS, McEvoy JP, Swartz MS, Rosenheck RA, Perkins DO, Keefe RS, Davis SM, Davis CE, Lebowitz BD, Severe J, Hsiao JK. “Effectiveness of antipsychotic drugs in patients with chronic schizophrenia.” N Engl J Med. 2005 Sep 22;353(12):1209-1223.
  34. Huxley NA, Parikh SV, Baldessarini RJ. “Effectiveness of psychosocial treatments in bipolar disorder: state of the evidence.” Harv Rev Psychiatry. 2000 Sep;8(3):126-140.
  35. Vainionpaa LK, Rattya J, Knip M, Tapanainen JS, Pakarinen AJ, Lanning P, Tekay A, Myllyla VV, Isojarvi JI. “Valproate-induced hyperandrogenism during pubertal maturation in girls with epilepsy.” Ann Neurol. 1999 Apr;45(4):444-450.
  36. Joffe H, Cohen LS, Suppes T, McLaughlin WL, Lavori P, Adams JM, Hwang CH, Hall JE, Sachs GS. “Valproate is associated with new-onset oligoamenorrhea with hyperandrogenism in women with bipolar disorder.” Biol Psychiatry. 2006 Jun 1;59(11):1078-1086.
  37. Joffe H, Cohen LS, Suppes T, Hwang CH, Molay F, Adams JM, Sachs GS, Hall JE. “Longitudinal follow-up of reproductive and metabolic features of valproate-associated polycystic ovarian syndrome features: A preliminary report.” Biol Psychiatry. 2006 Dec 15;60(12):1378-1381.
  38. Llewellyn A, Stowe ZN, Strader JR, Jr. “The use of lithium and management of women with bipolar disorder during pregnancy and lactation.” J Clin Psychiatry. 1998 59(Suppl 6):57-64.
  39. Viguera AC, Whitfield T, Baldessarini RJ, Newport J, Stowe Z, Reminick A, Zurick A, Cohen LS. “Risk of recurrence in women with bipolar disorder during pregnancy: prospective study of mood stabilizer discontinuation.” Am J Psychiatry. 2007 Dec;164(12):1817-1824.
  40. Viguera AC, Whitfield T, Baldessarini RJ, Newport J, Stowe Z, Reminick A, Zurick A, Cohen LS. “Risk of recurrence in women with bipolar disorder during pregnancy: prospective study of mood stabilizer discontinuation.” Am J Psychiatry. 2007 Dec;164(12):1817-1824.
  41. Yonkers KA, Wisner KL, Stowe Z, Leibenluft E, Cohen L, Miller L, Manber R, Viguera A, Suppes T, Altshuler L. “Management of bipolar disorder during pregnancy and the postpartum period.” Am J Psychiatry. 2004 Apr;161(4):608-620.
  42. Yonkers KA, Wisner KL, Stowe Z, Leibenluft E, Cohen L, Miller L, Manber R, Viguera A, Suppes T, Altshuler L. “Management of bipolar disorder during pregnancy and the postpartum period.” Am J Psychiatry. 2004 Apr;161(4):608-620.
  43. Miklowitz DJ, Otto MW, Frank E, Reilly-Harrington NA, Wisniewski SR, Kogan JN, Nierenberg AA, Calabrese JR, Marangell LB, Gyulai L, Araga M, Gonzalez JM, Shirley ER, Thase ME, Sachs GS. “Psychosocial treatments for bipolar depression: a 1-year randomized trial from the Systematic Treatment Enhancement Program (STEP).” Arch Gen Psychiatry. 2007 Apr;64(4):419-426.
  44. Miklowitz DJ, Otto MW, Frank E, Reilly-Harrington NA, Wisniewski SR, Kogan JN, Nierenberg AA, Calabrese JR, Marangell LB, Gyulai L, Araga M, Gonzalez JM, Shirley ER, Thase ME, Sachs GS. “Psychosocial treatments for bipolar depression: a 1-year randomized trial from the Systematic Treatment Enhancement Program (STEP).” Arch Gen Psychiatry. 2007 Apr;64(4):419-426.
  45. Mental Health: A Report of the Surgeon General. U.S. Department of Health and Human Services, Substance Abuse and Mental Health Services Administration, Center for Mental Health Services, National Institutes of Health, National Institute of Mental Health. 1999.
  46. Nierenberg AA, Burt T, Matthews J, Weiss AP. “Mania associated with St. John’s wort.” Biol Psychiatry. 1999 Dec 15;46(12):1707-1708.
  47. Henney JE. “From the Food and Drug Administration: Risk of Drug Interactions With St John’s Wort.” JAMA. 2000 Apr 5;283(13):1679.
  48. Stoll AL, Severus WE, Freeman MP, Rueter S, Zboyan HA, Diamond E, Cress KK, Marangell LB. “Omega 3 fatty acids in bipolar disorder: a preliminary double-blind, placebo-controlled trial.” Arch Gen Psychiatry. 1999 May;56(5):407-412.
  49. Freeman MP, Hibbeln JR, Wisner KL, Davis JM, Mischoulon D, Peet M, Keck PE, Jr., Marangell LB, Richardson AJ, Lake J, Stoll AL. “Omega-3 fatty acids: evidence basis for treatment and future research in psychiatry.” J Clin Psychiatry. 2006 Dec;67(12):1954-1967.

MEMAHAMI GANGGUAN KECEMASAN DAN SERANGAN PANIK[sunting]

Panduan kesehatan jiwa Mengenal Kecemasan dan Panik yang diterbitkan oleh Mind, Inggris, ini dapat diunduh atau dibaca secara daring di sini. Disebarluaskan dalam edisi Bahasa Indonesia dengan izin.

INFORMASI OBAT-OBATAN KESEHATAN JIWA[sunting]

Panduan kesehatan jiwa Informasi Obat-obatan Kesehatan Jiwa Edisi ke-4 (Agustus 2016) yang ditulis oleh Prof. David J Castle dan Ms. Nga Tran (Rumah Sakit St. Vincent dan Universitas Melbourne) ini dapat diunduh atau dibaca secara daring di sini. Disebarluaskan dalam terjemahan Bahasa Indonesia dengan izin.

LAMPIRAN I - SEJARAH KESEHATAN JIWA[sunting]

Versi final pertama dari Wikibuku Sejarah Kesehatan Jiwa ini telah selesai dituliskan pada tanggal 24 September 2020 pukul 02.16 WIB. Bagian akhir tulisan ini dimutakhirkan pada tanggal 29 Desember 2020 pukul 10.13 WIB.

John F. Kennedy (1917-1963).

Saya mengajukan sebuah pendekatan baru terhadap penyakit mental dan retardasi mental. Pendekatan ini dirancang, pada skala besarnya, untuk menggunakan sumber daya Federal agar mendorong tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Negara Bagian, pemerintah lokal, dan sektor-sektor swasta. Ketika dilaksanakan, ketergantungan terhadap ampunan yang dingin dan isolasi yang bersifat pemenjaraan akan terhapuskan oleh [mulai] terbukanya sikap hangat yang memampukan kepedulian di masyarakat. Dengan penekanan pada pencegahan, [maka] pengobatan dan rehabilitasi yang dilakukan akan merontokkan minat pengekangan yang tidak keruan pada perawatan-perawatan kejiwaan.

-- John F. Kennedy, Pesan Khusus kepada Kongres berkenaan dengan Penyakit Mental dan Retardasi Mental [seiring dengan diajukannya The Community Mental Health Act], 5 Februari 1963.

Kata Pengantar: Merangkai di Ranah Publik[sunting]

Tulisan Sejarah Kesehatan Jiwa ini dibuat oleh penulis karena pengalaman sangat sulitnya menemukan tulisan dalam Bahasa Indonesia yang runtut, cukup sederhana sehingga mudah dibaca oleh masyarakat awam, dan berbentuk narasi-tekstual -- bukan berbentuk pernyataan ala PowerPoint yang hanya merupakan poin pentingnya saja -- yang berbicara khusus mengenai kesehatan jiwa dari sudut pandang sejarahnya.

Meskipun ada banyak versi dalam bahasa lain mengenai hal tersebut, salah satu yang terkenal adalah artikel "Madness, Psychosis, Schizophrenia: A Brief History" ("Gangguan Jiwa, Psikosis, Skizofrenia: Sebuah Sejarah Ringkas") dalam Richard Noll Encyclopedia of Schizophrenia and Other Psychotic Disorders ("Ensiklopedi Skizofrenia dan Gangguan Penilaian Realitas Lainnya", Edisi ke-3, Facts on File, 2006), namun penyebarluasannya akan terkendala bagi masyarakat awam, sebabnya ialah bahasa yang digunakan tidak hanya menggunakan bahasa asing, namun bahasa asing yang tidak menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana.

Meskipun di masa lalu penulis pernah menerjemahkan artikel-artikel semacam itu -- termasuk artikel dalam buku mahsyur Richard Noll di atas -- dengan penyederhanaan kosakata -- namun tulisan-tulisan tersebut adalah materi berhak-cipta ketat yang tidak memungkinkan untuk dibagikan secara bebas, baik daring (online) maupun luring (offline). Maka, upaya penyuntingan berbagai terjemahan yang demikian dengan menyederhanakan penyampaian bahasanya dalam naskah-sasaran adalah sia-sia, karena akan tetap terkendala dengan hak cipta. Untuk itu, perlu diadakan upaya yang baru yang menghilangkan halangan-halangan tadi agar tujuan edukasi kesehatan jiwa tetap dapat terlaksana secara baik tanpa melanggar hak kekayaan intelektual dari naskah-sumbernya.

Tulisan di bawah ini adalah bagian dari upaya itu, yang dibuat dengan lisensi jejaring Wikimedia, sehingga penyebarluasannya, tidak hanya akan terbatas pada materi yang berbentuk berkas, halaman ini dapat dicetak pula dan salinannya dapat dibagikan kepada siapa saja.

Meskipun tulisan di bawah ini merupakan tulisan yang cukup ringkas, namun mencakup sejarah yang panjang, mulai dari masa ketika tulisan belum ditemukan (pra-sejarah) hingga era modern, ketika berbagai gerakan penyintas dan konsumen telah berkembang. Tumbuhnya berbagai cabang ilmu Psikologi, tentu saja tidak dilewatkan untuk dibahas dalam tulisan ini, kadang-kadang disertai bahasan dampaknya terhadap kesehatan jiwa pada masa-masa selanjutnya.

Karena ditujukan untuk edukasi dalam rentang-waktu, maka tidak ada bagian atau sub-bagian dari tulisan ini yang dibuat untuk tujuan diskriminasi atau menstigma pendapat lain yang bertentangan. Sikap bebas-nilai diperlukan ketika membaca tulisan di bawah ini secara keseluruhan maupun ketika membaca bagian-bagiannya.

Demikian, selamat membaca! Semoga tulisan mengenai Sejarah Kesehatan Jiwa ini menyumbang sekelumit masa yang bermakna bagi kehidupan Anda!

Jakarta, 6 September 2020,

Anta Samsara

Pendahuluan: Merunut Sebab & Solusi untuk Gangguan Jiwa[sunting]

Detail lukisan dari The Extraction of the Stone of Madness, karya Hieronymus Bosch yang menggambarkan proses pembedahan dengan trefinasi (dibuat sekitar tahun 1488–1516).[1]

Jika keseluruhan sejarah manusia disaripatikan secara baik, maka ada tiga teori tentang sebab-musabab gangguan jiwa, yaitu supranatural, psikologis, dan biologis.[2]

  1. Teori supranatural menyatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh kerasukan atau gangguan oleh makhluk gaib, ketidaksenangan para dewa, gerhana, gravitasi planet, kutukan, serta dosa. Secara harfiah supranatural berarti "alam yang lebih tinggi daripada alam yang ditinggali manusia" (dari Bahasa Latin supra "di atas" & nātūrālis "berkaitan dengan alam"[3]).[2]
  2. Teori psikologis memfokuskan diri pada pengalaman yang menyebabkan stres (perasaan tertekan) atau trauma (guncangan emosional karena pengalaman buruk), perilaku dan pikiran yang tidak selaras dengan sekitarnya (malasuai/maladaptif), atau persepsi yang terbiaskan (misalnya penerimaan inderawiah yang sebenarnya tidak ada, seperti mendengar suara-suara yang tidak nyata).[2]
  3. Teori biologis menyatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh ketidakberfungsian ragawi, seperti akibat dari penyakit lain, pewarisan genetis secara turun-temurun, atau ketidakseimbangan dan kerusakan otak.[2]

Seperti yang kita lihat dalam uraian di bawah secara keseluruhan, teori mengenai penyebab-penyebab ini menjadi latar bagi tindak pemulihan/penyembuhan dan perlakuan terhadap orang dengan gangguan jiwa itu sendiri. Orang yang dianggap kerasukan makhluk gaib akan diperlakukan secara berbeda dengan orang yang mengalami gangguan karena adanya ketidaksetimbangan biologis dalam tubuhnya. Juga menjadi latar bagi perbedaan dari terapi yang diterima, misalnya pengusiran makhluk gaib dibandingkan pengeluaran darah pada zaman Hippokrates di Yunani kuna.[2]

Jika merunut riwayat perjalanan tiga penyebab gangguan jiwa di atas, maka sejarah kesehatan jiwa tidaklah bergerak dalam arah yang linear, namun lebih mirip sebuah lingkaran yang berulang.[2] Temuan-temuan paling modern, termasuk hasil-hasil penelitian mutakhir tentang otak dengan menggunakan teknologi terkini, cenderung menemukan jawaban dari sejumlah persoalan gangguan jiwa. Namun, tidak berarti bahwa solusi yang benar-benar sempurna telah ditemukan.[4] Meskipun sejumlah kalangan menganggapnya sebagai kendala dalam penerapan solusi (misalnya merupakan kendala dalam membangun sebuah sistem dukungan[5]) alih-alih kendala dalam penemuan gagasan yang mengarah pada solusi itu sendiri.

Sehingga dalam hal ini, dapat disimpulkan, bagi sejumlah pihak di berbagai belahan dunia, kesehatan jiwa adalah sebuah masa depan yang masih menunggu untuk diwujudkan ketimbang sebuah masa lalu dan masa kini yang telah selesai didefinisikan dan ditetapkan.

Sejarah Kata: Asal Mula Kata Jiwa[sunting]

Kata dalam Bahasa Indonesia jiwa berasal dari Bahasa Sansekerta jiva yang artinya “nyawa; zat hidup, kehidupan, makhluk hidup",[6], serta "ruh manusia, ruh individual"[7][8].

Dalam Bahasa Inggris jiwa disebut dengan istilah mental yang berasal dari akar kata Proto-Indo-Eropa *men- yang artinya "berpikir".[9] Akar kata tersebut juga menurunkan kata dalam Bahasa Inggris mind yang artinya "pikiran".[10] Selain itu, akar kata Proto-Indo-Eropa tersebut kemungkinan ada kaitannya dengan penurunan kata men (jamak dari man) yang artinya "manusia, makhluk yang berpikir".[11]

Maka, dalam hal ini, dipandang dari sudut sejarah kata, kata jiwa dan mental tidak cuma erat kaitannya dengan "hidup" dan "kehidupan manusia" tapi juga dengan "pikiran" dan esensi sebagai "manusia" itu sendiri. Dalam Bahasa Inggris, kata mental health atau kesehatan jiwa itu sendiri, dalam arti jiwa atau mental yang erat kaitannya dengan kesejahteraan batiniah manusia, mulai digunakan sejak tahun 1803.[9]

Kata mental health (kesehatan jiwa) secara historis berasal dari kata mental hygiene (sanitasi kejiwaan), yaitu semacam gerakan kesehatan jiwa yang mencoba memperbaiki kondisi-kondisi perawatan kejiwaan di Amerika Serikat[12], setelah gerakan yang disebut terapi moral, sukses membawa wacana pembebasan pasien jiwa dari perantaian dalam berbagai rumah sakit jiwa yang ada di Eropa Barat.[13]

Zaman pra-sejarah[sunting]

"Trefinasi": Melubangi kepala untuk memulihkan[sunting]

Zaman Batu Baru (Neolitikum) hingga pra-modern, 6.500 SM – 1500-an M

Pada sebuah tengkorak yang ditemukan pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) terdapat pertumbuhan jaringan tulang baru dari dalam liang trefinasi, yang menandakan bahwa orang yang mengalami operasi tetap hidup setelah menjalani operasi tersebut.[1]

Salah satu pengobatan dalam gangguan jiwa sejak zaman pra-sejarah hingga ke Abad Pertengahan adalah melubangi tengkorak untuk melepaskan roh jahat keluar tubuh. Fosil tertua dengan tengkorak yang dilubangi adalah fosil berusia 6.500 SM dari Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang ditemukan di Perancis[1]. Alat untuk mengebor (membuat liang) pada tempurung kepala ini bernama trefin (Bahasa Inggris: trephine), dan operasi pelubangan tengkorak ini disebut trefinasi (Bahasa Inggris: trephination).[14]

Tengkorak dengan lubang yang demikian disimpan dan dipelihara karena dianggap memiliki tuah untuk mengusir ruh jahat. Bukti-bukti juga ditemukan yang memperkuat dugaan bahwa trefinasi tersebut dilakukan untuk mengeluarkan pecahan tulang atau gumpalan darah karena kecelakaan pada kepala, misalnya akibat kecelakaan ketika berburu, terjatuh, luka akibat binatang buas/liar, dan akibat tusukan senjata (misalnya tongkat atau tombak). Pelubangan tulang kepala ini mencakup pula tujuan pengobatan spiritual, juga diduga dilakukan untuk mengobati epilepsi, nyeri kepala, luka pada kepala, termasuk juga gangguan jiwa.[1]

Trefinasi kemungkinan adalah metode pembedahan tertua di dunia yang didukung dengan adanya bukti-bukti arkeologis[1]. Lebih dari 1.500 tengkorak tempurung kepala dengan lubang semacam ini, yang mewakili 5 hingga 10 % dari keseluruhan fosil dari Zaman Batu Baru (Neolitikum), telah ditemukan di seluruh dunia termasuk di Eropa, Siberia, Tiongkok, dan benua Amerika.[15] Banyak pasien prasejarah dan pra-modern yang menjalani metode pembedahan semacam ini terbukti mampu bertahan dan melanjutkan hidup (lihat gambar).[1]

Zaman kuna[sunting]

Lukisan ini menggambarkan bahwa trefin (perangkat di sebelah kiri) juga dipergunakan pada zaman kedokteran Hippokrates di Yunani Kuna. Kumpulan perkakas dalam kotak di sebelah kanan adalah perangkat pembedahan yang disebut sebagai skalpel dalam kedokteran Yunani Kuna tersebut.[16]

di Mesopotamia: Mencatat "Tangan Para Dewa"[sunting]

4.000 SM

Mesopotamia adalah wilayah di Asia Barat yang berada di antara (dan di sekitar) Sungai Eufrat dan Tigris (kini merupakan bagian dari wilayah yang bernama Irak). Peradaban kuna di Mesopotamia sudah menggambarkan dan mengobati sejumlah gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan pada zaman Mesopotamia dipercaya sebagai disebabkan oleh para dewa. Karena tangan merupakan simbol dari kendali atas orang lain, maka gangguan jiwa dikenal sebagai "tangan" dari para dewa tersebut. Salah satu gangguan jiwa disebut dengan istilah Qāt Ištar, yang berarti "Tangan Sang Ishtar". Yang lainnya disebut dengan istilah "Tangan Sang Shamash", "Tangan Sang Hantu", "Tangan Para Dewa", dan sebagainya.[17] Deskripsi dari penyakit-penyakit ini demikian wagunya sehingga hampir-hampir tidak mungkin untuk menemukan kaitannya dengan peristilahan pada masa modern.[17]

Para dokter di Mesopotamia menyimpan catatan-catatan rinci mengenai halusinasi pasien-pasien mereka dalam bentuk tablet tembikar dengan menggunakan huruf-paku (cuneiform), dan menafsirkannya sebagai hal yang memiliki makna spiritual bagi mereka. Catatan-catatan penting mengungkapkan bahwa keluarga kerajaan Elam memiliki anggota keluarga yang seringkali mengalami masalah kejiwaan.[17]

di Tiongkok[sunting]

"Huangdi Nei Jing": Membahas penyakit nyata bersama kaisar mitologis[sunting]

2674 SM

Salinan digital dari Su Wen yang kini tersedia secara daring.

Huangdi Nei Jing merupakan kitab kedokteran kuna yang dianggap sebagai peletak landasan utama bagi kedokteran tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun. Karya ini terdiri atas dua kelompok naskah, masing-masing terdiri atas 81 bab/risalah yang berbentuk tanya-jawab antara Kaisar Kuning (Huangdi) dengan 6 menteri legendarisnya.[18]

Naskah yang pertama, yaitu Su Wen, yang dikenal sebagai bagian Pertanyaan Dasariah, mencakup landasan teoritis dari kedokteran tradisional Tiongkok beserta metode penegakkan diagnosanya. Bagian kedua, yaitu Ling Shu, mendikusikan mengenai terapi akupunktur dengan sangat rinci.[18]

Secara keseluruhan Nei Jing berdasarkan pada teori kesetimbangan internal tubuh, atau berdasarkan prinsip yin dan yang. Tubuh manusia mengandung kekuatan positif (yang) dan kekuatan negatif (yin). Keduanya merupakan elemen yang saling melengkapi dan bertentangan satu sama lain. Jika keduanya setimbang, maka individu tersebut akan sehat. Jika tidak, maka gangguan kesehatan, misalnya gangguan jiwa, akan timbul.[19]

"Vital air": Aliran "udara penting" sebagai arus kejiwaan[sunting]

Emosi manusia dikendalikan oleh organ internal. Saat “udara penting” (vital air) mengalir ke salah satu dari organ ini, individu akan mengalami emosi tertentu. Saat mengalir ke jantung, orang tsb akan merasakan bahagia. Saat mengalir ke paru-paru, sedih. Saat ke hati (liver), marah. Saat ke limpa, cemas. Saat ke ginjal, takut. Teori ini menyarankan orang untuk hidup dengan baik dan selaras utk menjaga pergerakan udara dalam tubuh.[19]

Taoisme & Buddhisme: Gangguan jiwa adalah angin jahat dan para hantu[sunting]

pada periode Dinasti Chin dan T’ang (420 – 618 SM)

Kitab Nei Jing adalah kitab biologis, akan tetapi naik daunnya Taoisme dan Buddhisme selama periode Dinasti Chin dan T’ang (420 – 618 SM) mengarah ke penafsiran religius terhadap perilaku abnormal. Angin jahat dan hantu-hantu dituduh menjadi makhluk pengganggu yang menyebabkan seseorang menjadi berperilaku tidak terkontrol dan membuatnya menjadi punya aspek emosi yang tidak sesuai dengan sekitarnya (malasuai/maladaptif). Teori religius tentang abnormalitas melemah di Tiongkok setelah periode ini.[19]

di Mesir dan Yunani[sunting]

"Hysteria": Menyembuhkan "rahim" dengan dupa[sunting]

Halaman 1 dan halaman 2 dari Papirus Kedokteran Kahun.

1.900 SM

Sebuah papirus Mesir yang disebut dengan nama Papirus Kedokteran Kahun (Kahun Medical Papyrus)[20][21] dari sekitar tahun 1.900 Sebelum Masehi menggambarkan bahwa perempuan dapat mengalami masalah kejiwaan karena berubahnya letak "rahim" ("kandungan", "peranakan"), yang pada peradaban Yunani kemudian disebut dengan istilah hysteria; sebuah istilah yang kemudian digunakan sebagai gangguan jiwa yang khusus terjadi pada perempuan. Rahim tersebut bisa copot dan menjadi melekat pada organ lain yang tidak seharusnya, misalnya menjadi menempel pada liver atau rongga dada, yang menjadikannya berubahnya fungsi dari yang seharusnya atau menjadikannya menghasilkan gejala-gejala yang bermacam-macam dan, kadang-kadang, menimbulkan nyeri.[22]

Untuk menyembuhkannya, penulis papirus Mesir tersebut, yang kemudian juga diadopsi oleh orang-orang Yunani, menggunakan semacam dupa (incense) agar sang "rahim" kembali kepada lokasi yang seharusnya. Orang Mesir menggunakan wangi-wangian yang menyenangkan untuk memancingnya agar mendekati sesuatu bagian tubuh dan aroma yang tidak menyenangkan untuk menjauhkannya.[22]

Para filsuf dan dokter Yunani[sunting]

Sebagai landasan bagi pembahasan gagasan para filsuf dan dokter Yunani, maka bagian ini dibuka dengan keterangan mengenai Empedokles dan gagasan pemikirannya.

Empedokles: "Empat unsur" yang membentuk alam[sunting]
The Death of Empedocles, sebuah lukisan oleh Salvator Rosa (1615 – 1673 M), menggambarkan kisah mitologis-legendaris yang merupakan catatan dari Diogenes Laërtius yang menuturkan bahwa Empedokles tewas karena menjatuhkan dirinya ke mulut Gunung Etna di Sisilia. Dengan demikian, menurut Diogenes, raga Empedokles sirna dan moksa menjadi dewa yang abadi.

Empedokles (495 SM -435 SM) adalah seorang filsuf Yunani yang lahir di Pulau Sisilia[23], berpendapat bahwa prinsip yang mengatur alam semesta tidaklah tunggal melainkan terdiri dari empat unsur atau zat.[24][25][26] Empat unsur tersebut adalah air, tanah, api, dan udara.[24][27][28][25][26][29] Keempat unsur tersebut dapat dijumpai di seluruh alam semesta dan memiiki sifat-sifat yang saling berlawanan.[27] Api dikaitkan dengan yang panas; udara dengan yang dingin. Sedangkan tanah dikaitkan dengan yang kering, sementara air dikaitkan dengan yang basah.[27]

Empedokles berpendapat bahwa semua unsur memiliki kuantitas yang persis sama.[27] Unsur-unsur itu sendiri tidak berubah, sehingga, misalnya, tanah tidak dapat menjadi air.[27] Akan tetapi, semua benda yang ada di alam semesta terdiri dari keempat unsur tersebut, walaupun berbeda komposisinya.[27] Contohnya, Empedokles menyatakan tulang tersusun dari dua bagian tanah, dua bagian air, dan empat bagian api.[29] Suatu benda dapat berubah karena komposisi empat unsur tersebut diubah.[29]

Hippokrates: "Empat cairan" yang membentuk "empat temperamen"[sunting]

Hippokrates (460 SM - 370 SM) adalah tokoh medis paling berpengaruh sepanjang masa sehingga ia dianggap layak mendapatkan gelar sebagai "Bapak Kedokteran". Tulisannya yang terkenal dengan judul Corpus Hippocraticum telah membuang semua takhayul Yunani kuna mengenai penyakit dan pengobatan.[30]

Lukisan dinding (mural) yang menggambarkan Galen and Hippokrates; dibuat pada abad ke-12 M; terdapat di Anagni, Italia.

Dalam kaitannya dengan kesehatan jiwa, Hippokrates, adalah penemu tipe-tipe kepribadian klasik. Teorinya tersebut berdasarkan pada gagasan pemikiran empat unsur Empedokles di atas. Menurutnya, tubuh terdiri dari empat dasar cairan (humour), yaitu darah, dahak, empedu kuning dan empedu hitam. Berbagai ragam dari kepribadian, muncul disebabkan oleh ketidaksetimbangan dalam tubuh yang berkaitan dengan cairan-cairan tersebut. Berdasarkan pengamatan yang cermat dari banyak pasien, termasuk mendengarkan impian mereka, Hippokrates menggolongkan kepribadian menjadi empat macam temperamen, yaitu riang-gembira (sanguine), pemurung (melancholic), bersemangat dan gesit (choleric), serta lamban (phlegmatic).

Pengobatan yang diresepkan oleh Hippokrates dimaksudkan untuk mengembalikan kesetimbangan keempat cairan tersebut,[31] yaitu dengan cara pengeluaran darah, relaksasi, pengubahan diet, atau pengubahan tempat dan iklim. Beberapa perawatan non-medis yang diresepkan oleh Hippokrates mirip seperti yang ditentukan oleh psikoterapis modern. Hippokrates, misalnya, percaya bahwa memisahkan pasien dari keluarga malah mempersukar pemulihan kesehatan jiwa.[32]

Sumbangsih pemikiran empat cairan yang membentuk empat temperamen tersebut, dilanjutkan oleh Galen, juga seorang dokter Yunani, yang banyak menggunakan ilmu kedokteran Hippokrates.

Galen: Melakukan "terapi wicara" dalam bentuk "nasehat jiwa"[sunting]
Aristoteles (385-323) adalah filsuf Yunani yang menjadi guru bagi Kaisar Iskandar Agung, seperti yang diperlihatkan dalam lukisan karya Jean Leon Gerome Ferris ini.

Galen (129– sekitar 200/sekitar 216), selain melanjutkan teori Hippokrates mengenai empat cairan pembentuk empat temperamen, juga adalah penulis karya besar On the Diagnosis and Cure of the Soul's Passion, yang membahas tentang bagaimana pendekatan dan penanganan masalah psikologis.[33] Hal ini merupakan awal mula upaya Galen yang kemudian disebut sebagai psikoterapi atau "terapi wicara".

Bukunya berisi petunjuk tentang bagaimana memberikan nasihat kepada mereka yang memiliki masalah psikologis supaya mereka dapat mengungkapkan hasrat (passion) dan rahasia terdalam mereka, dan akhirnya menyembuhkan mereka dari penyakit mental. Sang terapis, biasanya adalah seorang pria dengan usia lebih tua, lebih bijak, dan telah terbebas dari hasrat tersebut.[33] Hasrat ini, menurut Galen, adalah penyebab masalah psikologis yang dialami oleh seseorang.[34]

Plato: Pikiran Rasional untuk Mengatasi Gangguan Emosional[sunting]

Plato (428/427 atau 424/423 – 348/347 SM) berpendapat bahwa gangguan jiwa muncul ketika pikiran rasional terkalahkan oleh dorongan, gairah, atau nafsu makan. Kewarasan, menurutnya, bisa kembali melalui diskusi dengan individu yang dirancang untuk memulihkan pikiran rasional yang mengatasi emosi.[32]

Aristoteles: Tafsir Mimpi yang Mendahului Zamannya[sunting]

Aristoteles (385-323) adalah filsuf Yunani yang percaya bahwa pengetahuan hanya akan dapat diperoleh lewat penerimaan melalui panca-indera (seperti mendengar, melihat, dan mencium aroma). Aristoteles adalah filsuf Yunani yang di waktu sangat dini sudah mendahului tafsir mimpi (The Interpretation of Dreams), yang ditulis oleh Sigmund Freud mulai tahun 1900, dengan mengatakan bahwa mimpi bukanlah ilham yang diberikan oleh alam yang lebih tinggi daripada manusia namun hanyalah kejadian sehari-hari atau sesuatu yang banyak dipikirkan ketika dalam keadaan terjaga.

Abad Pertengahan[sunting]

di Eropa: Menguji dengan menenggelamkan[sunting]

400 – 1500 M

Lukisan Thomas Colley yang menggambarkan bagaimana proses uji tenggelam dilakukan terhadap mereka yang dituduh sebagai penyihir pada Abad Pertengahan.

Pemikiran mengenai hal-hal gaib menentukan perilaku abnormal belum mendominasi hingga abad ke-11 dan ke-15 M[35]. Perburuan terhadap para penyihir banyak dilakukan pada zaman ini karena hal tersebut merupakan sesuatu yang dianggap sesat menurut sudut pandang waktu itu dalam agama Kristen. Di Eropa Barat pada Abad Pertengahan ini air dianggap sebagai media pembaptisan. Maka untuk menguji apakah seseorang merupakan penyihir atau bukan caranya adalah melakukan tes tenggelam. Jika seseorang diceburkan ke sungai dan tenggelam seperti batu maka ia pun akan dibebaskan dari tuduhan. Sebaliknya jika air menolaknya maka ia akan didakwa sebagai penyihir. Selama Abad Pertengahan ada banyak orang yang didakwa sebagai penyihir, dan sebagai hukumannya adalah mereka dibakar hidup-hidup di tiang dengan disaksikan oleh masyarakat setempat.

Pembakaran di tiang terhadap para penyihir di Abad Pertengahan tidak hanya diterapkan kepada masyarakat biasa. Joan of Arc (atau nama Perancisnya, Jeanne d'Arc) (sekitar 1412 – 1431) yang merupakan pahlawan bagi bangsa Perancis karena memerangi dominasi Inggris, turut didakwa sebagai penyihir karena mengaku melihat ruh para sanctus (orang suci) yang memerintahkannya melawan kekuasaan bangsa Inggris. Ia dibakar di tiang setelah tertangkap dan diadili oleh seorang uskup yang pro-Inggris, Pierre Cauchon. Joan of Arc meninggal karena eksekusi hukumannya tersebut ketika masih berusia 19 tahun.[36]

Kajian ilmu psikologi modern, menganggap bahwa Joan of Arc mengalami halusinasi sebagai bagian dari skizofrenia ketimbang secara rill ia memang telah diilhami secara ilahiah atau sebagai orang yang mendapatkan ilham dari ruh jahat. Sehingga semestinya ia mendapatkan dukungan untuk pemulihan alih-alih dibakar sebagai seorang yang sesat.

di Asia Barat: Membangun rawat-inap di kota besar (Kesehatan jiwa Islam)[sunting]

705 – 1030 M

Halaman pertama dari salinan Kitab Besar Pengobatan (Qānūn fī ath-Thibb) karya Ibnu Sina atau Avicenna yang terbit pada tahun 1596/1597.

Telaah ilmiah adalah salah satu kekuatan dari literasi Islam mulai abad ke-8 M. Rumah sakit jiwa pertama di dunia berdiri di Baghdad pada tahun 705. Terdapat bukti pula bahwa rumah sakit jiwa beroperasi di Kairo pada tahun 805 dan di Fez (kota yang kini berada di timur Kasablanka, Maroko) selama abad ke-8.

Salah satu dokter terkemuka dari RS Baghdad adalah Ar-Razi (865 – 925) atau Rhazes. Ia adalah seorang dokter Persia, yang merupakan salah satu dokter pertama yang menulis tentang penyakit kejiwaan dan psikoterapi. Ia adalah kepala dokter dan juga direktur di rumah sakit jiwa Baghdad. Dua dari karyanya, El-Mansuri dan Al-Hawi, mendeskripsikan pengobatan untuk penyakit kejiwaan.

Ibn-Sina (980-1030 M) atau Avicenna dalam Kitab Besar Pengobatan-nya (Qānūn fī ath-Thibb) mendeskripsikan penyakit dan pengobatan untuk insomnia, mania, vertigo, kelumpuhan, stroke, epilepsi, dan depresi. Ia adalah pelopor dalam ilmu psikosomatis.

di Eropa: Menyembuhkan dalam Asilum[sunting]

Abad ke-12 M

Buruknya kondisi di dalam asilum Bedlam digambarkan oleh William Hogarth (1697-1764) dalam lukisannya In The MadhouseA Rake's Progress series.

Mulai abad ke-12 banyak kota di Eropa menyediakan tempat penampungan bagi orang dengan gangguan jiwa.[37] Rumah sakit - rumah sakit mulai mengadakan ruangan untuk mempertunjukkan perilaku abnormal. Perawatan seringkali dipaksakan dengan kekerasan. Salah satu bangunan yang sangat terkenal yang seperti demikian adalah Bedlam, yang telah menerima pasien gangguan jiwa sejak tahun 1377.[38] Kondisi perlakuan di dalamnya sangat buruk, pasien dipertontonkan untuk bayaran sejumlah uang.[38] Pasien seringkali dikekang dengan rantai dan juga mendapatkan "perlakuan" fisik secara kasar lainnya sebagai bagian dari "pengobatan". Hal ini dilakukan karena adanya dasar pemikiran bahwa orang dengan gangguan jiwa telah kehilangan akal sehatnya sama sekali sebagai manusia, sehingga dianggap tidak lagi mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan dengan demikian martabatnya disetarakan dengan binatang.[13] Perlakuan buruk seperti ini berlanjut hingga akhir abad ke-19.

Di Amerika Serikat, Benjamin Rush percaya (yang kemudian terbukti salah) bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh terhambatnya peredaran darah, atau oleh karena terlalu berlimpahnya penerimaan yang diterima oleh panca-indera, oleh karena itu ia mengobati orang dengan gangguan jiwa dengan beberapa alat yang dimaksudkan untuk melancarkan peredaran darah ke otak, antara lain kursi putar dan kursi penenang. Rush juga menyarankan terapi air, terapi uap, serta jaket kekang (straightjacket).[39] Meskipun teorinya tersebut salah, dan beberapa alat yang diciptakannya dianggap sangat stigmatif jika dipandang dari sudut pandang kesehatan jiwa mutakhir, namun Rush berhasil menyerukan pentingnya perbaikan dalam perawatan kejiwaan di negara bagian Pennsylvania pada waktu itu, yang juga mampu membuatnya membangun rawat inap dengan kondisi yang lebih baik pada tahun 1792.[39]

Menjelang dan awal era Modern[sunting]

Abad ke-18 hingga abad ke-20

Terapi moral: Melepaskan jiwa dari kekangan[sunting]

Sebuah lukisan oleh Robert-Fleury yang menggambarkan Philippe Pinel di Salpêtrière, 1795. Pinel memerintahkan agar perantaian sebagai metode penyembuhan gangguan jiwa dihapuskan di dua asilum di Paris, La Bicêtre, yang merupakan asilum khusus laki-laki, dan di La Salpetrière, yang merupakan asilum khusus perempuan.

Terapi moral atau dalam Bahasa Perancisnya traitement moral, adalah sebuah istilah yang secara umum dinisbatkan kepada Philippe Pinel (1745–1826) daripada tokoh-tokoh yang lainnya. Hal tersebut terjadi karena istilah ini dibuat oleh kepala Rumah Sakit Jiwa La Bicêtre di Paris, Perancis, tersebut.[13]

Pinel lebih banyak menganggap bahwa alasan dari dilakukannya terapi moral adalah karena kewajiban moral, yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Tuke di Inggris, yang berlandaskan pada alasan keagamaan, dan berbeda dengan pendapat William A.F. Browne (1805–1885) di Skotlandia, yang melandaskan dirinya pada latar biologis. Secara umum, istilah terapi moral yang dibuat oleh Pinel telah telah dipergunakan dalam makna yang bervariasi di Perancis dan secara internasional, baik oleh para tokoh yang sezaman dengan Pinel maupun pada masa setelahnya.[13]

Dorothea Dix sebuah lukisan yang dibuat sekitar tahun 1850-1855

Mantan-pasien Jean-Baptiste Pussin dan istrinya Margueritte Pussin, dan dokter Philippe Pinel dianggap sebagai pelopor kondisi yang lebih manusiawi dalam perawatan di asilum di Perancis. Sejak dasawarsa 1780-an Pussin dirawat-inap di Rumah Sakit Jiwa La Bicêtre, yang merupakan sebuah asilum di Paris, bagi pasien laki-laki. Pada tahun 1792 (yang tercatatkan secara resmi pada tahun 1793), Pinel menjadi pimpinan para dokter di Bicetre. Pussin menunjukkan kepada Pinel bahwa mengetahui kondisi pasien berarti mereka dapat dikelola dengan simpati dan sikap baik sebagaimana juga pemberian wewenang dan hak pengendalian diri yang lebih besar kepada para pasien tersebut.[13]

Pada tahun 1797, untuk pertama kalinya Pussin membebaskan para pasien dari perantaian mereka dan menangguhkan hukuman-hukuman fisik, meskipun jaket ketat (straitjacket) masih dapat dipergunakan. Para pasien diperbolehkan untuk bergerak secara bebas di pelataran rumah sakit, dan ruang bawah-tanah yang gelap digantikan dengan ruangan-ruangan yang diterangi oleh sinar matahari dan berventilasi baik.[13]

Pendekatan Pussin dan Pinel dilihat sebagai keberhasilan yang luar biasa, dan kelak mereka membawa reformasi yang sama pada Rumah Sakit di Paris untuk pasien perempuan yang bernama La Salpetrière. Salah satu murid Pinel, dan penggantinya sebagai pimpinan para dokter kemudian, Jean Esquirol (1772–1840), mendirikan 10 Rumah Sakit Jiwa yang baru yang beroperasi dengan prinsip utama yang sama.[13]

Terapi moral ini kelak menemukan momen yang sangat pentingnya ketika Dorothea Dix (1802–1887) di Amerika Serikat menyaksikan sangat banyaknya kondisi yang teramat buruk dalam rawat-inap kejiwaan, yang menyebabkannya tidak hanya mengkritik dengan sangat lantang mengenai hal itu, namun juga mendirikan 32 Rumah Sakit yang menerapkan konsepnya mengenai kesehatan jiwa yang lebih baik.[13]

Mental hygiene dan Kesehatan jiwa[sunting]

Clifford Beers (1876-1943).

Seiring dengan industrialisasi, asilum bertambah jumlahnya dan ukuran bangunan-bangunannya diperbesar. Terkait dengan hal ini adalah pengembangan sistem pengelolaannya, sehingga memungkinkan para pasien rawat-inap untuk dikumpulkan dalam jumlah banyak. Pada akhir abad ke-19 dan memasuki abad ke-20, asilum-asilum semacam ini, yang pada umumnya berada di luar kota, telah menjadi sangat menurun kualitas perawatannya. Ruangan-ruangannya yang penuh-sesak dengan para pasien menjadi permasalahan yang umum ditemui di banyak asilum. Sebagai contoh data, pada tahun 1827 rata-rata jumlah penghuni setiap asilum di Inggris Raya (Britania) adalah 166 orang, yang bertambah menjadi 1.221 orang pada tahun 1930.[13]

Prinsip-prinsip dari terapi moral yang menggaungkan perawatan yang baik dan bersifat kekeluargaan, menjadi terabaikan. Teknik-teknik pengobatan yang semula manusiawi menjadi jatuh kualitasnya menjadi hanya sebuah lembaga tanpa pertimbangan pikiran serta hanya menjalankan rutinitas belaka, dengan struktur di dalamnya yang otoriter alih-alih bersikap ramah terhadap para pasien.[13]

Pertimbangan mengenai pembiayaan secara cepat menggantikan idealisme. Asilum/rumah sakit jiwa tidak lagi merupakan sesuatu yang mencerminkan suasana keluarga dalam sebuah rumah seperti yang disarankan oleh gerakan terapi moral, namun menjadi sangat menurun kualitas suasananya menjadi serba-terabaikan dan minimalis. Menjadi ada penerapan yang sangat kuat dalam hal keamanan, penahanan, dinding-dinding yang tinggi, pintu-pintu yang selalu tertutup, pengasingan dari masyarakat, dan pengekangan secara fisik.[13] Tercatat dalam sejarah bahwa hanya ada kegiatan terapeutik yang sangat sedikit, obat lebih dianggap sebagai menjalankan kepentingan administratif saja, serta hanya untuk menangani gejala-gejala yang sifatnya fisik alih-alih merupakan sebuah terapi untuk gangguan kejiwaan.[13] Harapan akan munculnya kondisi-kondisi untuk perawatan kejiwaan yang lebih baik telah terhancurkan sama sekali karena kondisi-kondisi yang demikian.

Pada pergantian abad ke-20, banyak rumah sakit menjadi sangat mirip dengan gudang penyimpanan.[40] Setelah abad ke-20 berjalan barulah ada perbaikan dalam hal kualitas di berbagai rumah sakit - rumah sakit tersebut. Kondisi pada rumah sakit swasta dengan tarif yang lebih mahal pada umumnya lebih baik. Hingga waktu tersebut, para pasien yang kurang mampu tidak akan dimasukkan ke rumah sakit swasta tersebut, namun akan ditempatkan dalam bangunan yang besar, penuh-sesak, dan secara fisik terasing dari masyarakat, yang tidak menawarkan pengobatan apapun.[13]

Clifford Beers (1876-1943), salah satu orang dengan gangguan jiwa yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan kualitas yang buruk seperti itu, menulis A Mind that Found Itself (1908), yang menggugah banyak orang untuk mengubah kondisi-kondisi dalam perawatan kejiwaan yang semacam itu. Pada masa-masa inilah lahir sebuah istilah yang disebut sebagai mental hygiene (sanitasi jiwa) yang merupakan istilah yang kelak berkembang menjadi kesehatan jiwa.[41]

Lahirnya bermacam-macam aliran dalam Kedokteran Jiwa/Psikologi[sunting]

Biologis: Gangguan jiwa adalah hal yang materiil[sunting]

Mulai abad ke-19

Eugen Bleuler (1857–1939).

Pada tahun 1845, psikiater Jerman Wilhelm Griesinger (1817–1868) menerbitkan buku patologi dan terapi gangguan jiwa, yang menyajikan argumen sistematis bahwa semua gangguan jiwa bisa dijelaskan dalam cakupan penyakit otak.[42] Pada tahun 1883, salah satu pengikut Griesinger, Emil Kraepelin (1856–1926), juga menerbitkan buku ajar yang menekankan pentingnya kelainan pada otak tehadap gangguan jiwa. Kraepelin juga mengembangkan penggolongan gangguan jiwa yang menjadi dasar bagi panduan di era modern.[43]

Sebuah iklan Thorazine (chlorpromazine) dari awal dasawarsa 1960-an. Thorazine adalah obat kesehatan jiwa yang ditemukan pada tahun 1950 dan dirilis secara resmi sebagai obat medis pada tahun 1953.[44] Obat ini telah membuat banyak pasien kesehatan jiwa menjadi cukup pulih sehingga mereka dipulangkan dari berbagai rawat inap yang ada di Amerika Serikat.[45]

Pada tahun 1896 Kraepelin menemukan istilah dementia praecox (kemunduran pikiran di usia dini) yang menjadi dasar bagi konsep skizofrenia yang ditemukan (1908) oleh Eugene Bleuler (1857-1939). Dalam karyanya Dementia Praecox, or Group of Schizophrenias[46], Bleuler membantah Kraepelin bahwa perjalanan penyakit ini selalu memburuk seiring berjalannya waktu, meskipun ia juga berpendapat selaras dengan Kraepelin bahwa ada hal-hal dalam skizofrenia yang berlandaskan biologis. Risalah Bleuler yang diperluas dari waktu ke waktu alih-alih disimpulkan dan diringkasnya, telah menimbulkan kerancuan penafsiran di mata para pembacanya mengenai makna harfiah skizofrenia itu sendiri.[47] Tafsiran-tafsiran media massa pada masa-masa awal gangguan ini mulai ramai dibicarakan di Amerika Serikat telah menyebabkan pemahaman bahwa skizofrenia itu berarti kepribadian yang terbelah (dari Bahasa Yunani schizo- "terbelah" dan phren yang artinya "pikiran") alih-alih terpisah-pisahnya proses-proses pikiran, perasaan, dan perilaku seperti yang dimaksudkan oleh Bleuler kemudian.[48]

Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang paling banyak diperdebatkan di sepanjang masa. Meskipun pengetahuan secara umum mengerucut dan membuahkan kesimpulan akan gangguan dengan jenis yang tidak lebih dari 5 macam [yaitu subtipe paranoid, hebefrenik, katatonik, sengkarut (disorganized), dan tidak terbedakan]. Namun perdebatan ilmiah di balik semua itu selama seabad lebih hingga saat ini tidak menggambarkan kondisi yang demikian.[47] Skizofrenia, hingga saat ini, adalah salah satu misteri dalam kesehatan jiwa yang terus menjadi pertanyaan dengan jawaban yang tidak tertuntaskan, meski teknologi tinggi untuk pendeteksian masalah biologis otak telah jauh lebih maju dibandingkan ketika Kraepelin pertama kali menerbitkan risalah kedokterannya mengenai gangguan ini.[4]

Kelak pada penerbitan panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM 5) oleh Asosiasi Psikiater Amerika (APA) pada tahun 2013, macam-macam jenis skizofrenia tersebut dihapuskan, karena dianggap tidak menggambarkan pengelompokan alamiah dari penyakit skizofrenia tersebut. Katatonia yang semula merupakan subtipe dari skizofrenia dijadikan sebuah penggolong penyakit yang lebih luas, alih-alih sebuah jenis penyakit yang berada di bawah judul skizofrenia.[49]

Psikoanalisis: Sebab gangguan kejiwaan adalah sesuatu yang abstrak[sunting]

Mulai akhir abad ke-18

Jean-Martin Charcot (1825–1893) adalah seorang dokter yang sangat dihormati oleh Sigmund Freud (1856-1939). Gagasan penelitian Freud mengenai pengaruh bawah-sadar dalam perilaku manusia terinspirasi dari eksperimen Charcot seperti dalam lukisan di atas, di mana Charcot berhasil melakukan hipnosis di muka sebuah perkuliahannya yang dilangsungkan di Paris.

Jean-Martin Charcot (1825–1893), neurolog terkemuka yang menjadi kepala rumah sakit La Salpetrière di Paris pada masa ini, menentang pendapat bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh gangguan pada otak. Charcot terkesan dengan kasus hysteria[50] yang berakar pada gangguan psikis. Hal itu menjadikannya sebagai peneliti terkemuka dalam hal perilaku abnormal disebabkan oleh gangguan psikis.[51]

Salah satu murid Charcot, Sigmund Freud (1856–1939), percaya bahwa sebagian besar sisi kehidupan manusia tersembunyi dalam wilayah bawah sadar. Bersama Josef Breuer (1842–1925), ia kemudian menemukan bahwa pasien yang bicara secara bebas ketika dihipnotis akan mengalami pelepasan emosi yang akan mengurangi beban dari gangguan yang dialaminya. Breuer dan Freud kemudian menerbitkan sebuah publikasi yang menjadi dasar dari psikoanalisis (analisa jiwa) yang menekankan aspek bawah sadar pada kehidupan manusia.[52]

Behavioristik: Gangguan jiwa dapat diatasi dengan obat medis[sunting]

John Broadus Watson (1878–1958).

Mulai abad ke-19

Ilmuwan amerika, John B. Watson (1878–1958) menolak menyelidiki pikiran dan perasaan sebagai latar dari berbagai permasalahan psikologis, karena menurutnya pikiran dan perasaan bukanlah sesuatu yang bisa diamati. Watson hanya melakukan penelitian pada hal-hal yang konkret pada makhluk hidup misalnya perbuatan manusia yang kasat mata atau sekresi kelenjar dalam tubuh hewan sebagai respon dari sesuatu.[53]

Watson adalah orang yang percaya bahwa berbagai masalah kejiwaan hanya timbul dari proses penyesuaian dengan sesuatu yang diterima dari sekitarnya. John Watson kemudian mendirikan behaviorisme, sebuah mazhab psikologi yang tidak percaya pada adanya jiwa, dan yakin bahwa diri manusia hanyalah sebuah kotak yang bereaksi terhadap segala rangsang dari luar.[53]

John Watson terkenal dengan ucapannya:

Berikan padaku selusin bayi sehat yang tanpa cacat, dan dunia yang bisa aku bentuk, maka aku akan jamin mereka akan jadi ahli apapun yang diinginkan – dokter, pengacara, saudagar, bahkan pengemis dan pencuri, tanpa peduli pada apapun bakat, kecenderungan, kemampuan, dan ras dari leluhurnya.[53]

Meskipun para ilmuwan behaviorisme kadang-kadang tidak sepakat dengan para ilmuwan dari aliran ilmu jiwa lain yang juga berlandaskan pada aspek biologis, namun secara keseluruhan behaviorisme adalah salah satu penyumbang utama dalam ilmu kesehatan jiwa yang berlandaskan pada fisik.

"Thorazine": Obat yang mampu membuat pemulangan massal[sunting]

Mulai 1950

Pada tahun 1950 ditemukan Thorazine (chlorpromazine), obat yang terbukti dapat menyembuhkan halusinasi pada orang dengan gangguan jiwa. Memungkinkan banyak sekali pasien yang telah tinggal lama di rumah sakit menjadi dipulangkan. Temuan Thorazine telah menginspirasi banyak ilmuwan untuk menemukan banyak obat kesehatan jiwa yang lain. Dan telah meyakinkan banyak orang bahwa gangguan pada otak memang memiliki peranan dalam terbentuknya gangguan jiwa[54], serta juga telah memperkuat keteguhan banyak orang dengan gangguan jiwa dan keluarganya, bahwa gangguan jiwa ternyata dapat dipulihkan, sehingga mereka dapat kembali hidup di masyarakat.

Kognitif: Proses pikiran terletak antara rangsang dan respon[sunting]

Mulai 1950-an

Pada tahun 1950-an, sejumlah psikolog menentang behaviorisme dan lebih percaya bahwa ada proses dalam diri manusia antara rangsang dan respon. Sejak tahun 1970-an ilmu psikologi mulai menitikberatkan pada studi kognisi (daya pikir) manusia yang lebih dalam daripada apa yang dilakukan oleh John B Watson dan kawan-kawan.[55]

Cortana, asisten daring buatan Microsoft yang terdapat pada sistem operasi Windows 10. Asisten daring (online assistant) adalah sebuah kecerdasan buatan yang dikembangkan dengan berlandaskan Psikologi Kognitif.

Di kemudian hari, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan kognitif terhadap daya pikir manusia ini kelak menimbulkan kesimpulan-kesimpulan bahwa daya pikir manusia itu mirip komputer. Sebagai akibatnya maka kesimpulan-kesimpulan dari penelitian ini dijadikan sebagai landasan pembuatan peranti lunak (software) dan peranti keras (hardware) yang merupakan tiruan dari pikiran dan otak manusia tersebut. Teknologi ini kini dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang kini sudah merupakan sebuah wujud nyata.[56]

Kecerdasan buatan pada masa pasca-modern ini, banyak digunakan sebagai pengganti manusia, karena mereka dapat berpikir selayaknya manusia dengan kecepatan yang berlipat-lipat. Uji dengan permainan (game) yang dilakukan di berbagai negara terhadap kecerdasan buatan ini, telah menunjukkan bahwa hasil penelitian paduan antara psikologi dan teknologi-tinggi ini dapat bersaing dengan manusia yang merupakan para pemain game yang sangat berpengalaman.[57]

Mulai dasawarsa kedua abad ke-21, kecerdasan buatan mulai banyak diterapkan kepada berbagai aplikasi yang sifatnya publik, misalnya asisten daring (online assistant) dalam telepon genggam, serta menjadi memungkinkan dibuatnya mobil yang dapat menyetir sendiri (self-driving cars). Kecerdasan buatan juga telah digunakan untuk meraih lalu-lintas pengguna (traffic) yang lebih tinggi pada aplikasi web media sosial.[57]

Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM): Pendekatan Baru untuk Pemulihan[sunting]

Mulai 1960-an

Presiden John F. Kennedy menandatangani The Community Mental Health Act of 1963.

Sekitar tahun 1960, gerakan besar dan kuat yang bernama gerakan hak-hak pasien muncul yang berpendapat bahwa pasien jiwa dapat pulih secara penuh atau hidup lebih memuaskan jika mereka terintegrasi dengan masyarakat, dan hidup dengan dukungan dari masyarakat. Banyak dari pasien ini membutuhkan dukungan yang lebih, tapi itu dapat dilakukan oleh pusat terapi di sekitar mereka daripada dalam rumah sakit yang besar dan impersonal. Di Amerika Serikat, gerakan kesehatan jiwa komunitas secara resmi dideklarasikan oleh Presiden John F. Kennedy sebagai “pendekatan baru” dalam perawatan kesehatan jiwa dengan diundangkannya The Community Mental Health Act of 1963.[58]

Beberapa jenis fasilitas terapi yang berbasis komunitas dibuat pada waktu ini, yang kemudian dinamakan pusat kesehatan jiwa komunitas. seringkali mencakup pekerja sosial, terapis, dan dokter yang memimpin perawatan. Rumah antara menawarkan lingkungan yang mendukung bagi mereka yang keluar dari rumah sakit tapi belum siap untuk tinggal di masyarakat. Pusat kegiatan di siang hari memungkinkan orang dengan gangguan jiwa untuk menerima terapi di siang hari dengan terapi keterampilan dan rehabilitatif, tapi tetap pulang ke rumah pada malam hari.[58][59] Diberlakukannya The Community Mental Health Act of 1963 membawa perubahan yang sangat dramatik dalam perawatan kesehatan jiwa.[59]

Perspektif Para Pengalam Kejiwaan: Layanan dari dan untuk Rekan-Sebaya[sunting]

Dalam gerakan pembelaan terhadap orang dengan gangguan jiwa, para pengalam (orang-orang yang mengalami gangguan jiwa) menyebut diri mereka ke dalam dua istilah yang berbeda. Yang pertama menyebut diri mereka sebagai penyintas kesehatan jiwa (mental health survivors), karena mereka kecewa terhadap psikiatri dan kesehatan jiwa dalam beberapa hal. Mereka adalah individu-individu yang telah selamat (survived) dari pengobatan psikiatrik. Sementara yang menyebut dirinya sebagai konsumen kesehatan jiwa (mental health consumers) menganggap dirinya masih merupakan pengguna layanan sistem kesehatan jiwa.[5]

Elizabeth Packard (1816–1897).

Pasien kesehatan jiwa dari abad ke-19 mulai melakukan upaya-upaya untuk melakukan perubahan terhadap hukum dan kebijakan. Sebagai contoh, mulai tahun 1868, Elizabeth Packard, pendiri Anti-Insane Asylum Society, menerbitkan rangkaian buku dan pamflet yang menggambarkan pengalaman-pengalamannya di asilum Illinois di mana suaminya dirawat-inap di sana.

Seperti yang telah diungkapkan di atas, beberapa dasawarsa berikutnya, Clifford W. Beers, mendirikan National Committee on Mental Hygiene, yang kemudian menjadi National Mental Health Association. Beers mencoba mencari cara untuk meningkatkan kondisi-kondisi buruk dari orang-orang yang menerima layanan psikiatrik publik, terutama mereka yang dirawat-inap di rumah sakit jiwa. Bukunya, A Mind that Found Itself (1908), menggambarkan pengalamannya akan penanganan gangguan jiwa di rumah sakit jiwa. Karya Beers telah memicu kesadaran khalayak luas terhadap tanggung jawab yang lebih besar untuk perawatan dan pengobatan orang dengan gangguan jiwa.

Pada dasawarsa 1940-an, sekelompok mantan pasien jiwa mendirikan We Are Not Alone (WANA). Tujuan dari pendiriannya adalah untuk membantu mereka yang kesulitan kembali dari rawat-inap rumah sakit ke masyarakat. Upaya mereka mengarah kepada pendirian Fountain House, sebuah layanan rehabilitasi psikososial bagi orang-orang yang meninggalkan rumah sakit jiwa.

Pada dasawarsa tahun 1950-an terlihat adanya kemunculan dan menyebarluasnya penggunaan operasi otak (lobotomy) dan terapi kejut-listrik (electro-convulsive therapy). Ini telah dikaitkan dengan munculnya kepedulian yang sangat kuat dan perlawanan yang berlandaskan pada moralitas, efek samping yang membahayakan, atau penyalahgunaan.

Menuju dasawarsa 1960-an, obat-obatan psikiatrik menjadi menyebar-luas penggunaannya, yang menyebabkan kontroversi berkaitan dengan efek samping yang merugikan serta penyalahgunaannya. Juga terlihat adanya jalinan-jalinan kelompok pengalam gangguan jiwa yang menjauhi berbagai rumah sakit jiwa besar untuk beralih ke layanan yang berbasis masyarakat, yang kadang-kadang memperteguh para pengguna layanannya, meskipun layanan yang berbasis masyarakat seringkali kurang memadai.

Pada awal tahun 1960-an, gerakan pengalam kejiwaan secara vokal mulai mengubah klaim-klaim dan praktek-praktek fundamental yang dianggap salah dalam kesehatan jiwa. Awal dari gerakan konsumen kesehatan jiwa seringkali dinisbatkan kepada Howard Geld, or Howie the Harp, dan pendirian Insane Liberation Front di Portland, Oregon, pada tahun 1969. Banyak para penggagas lokal mengikuti untuk mendirikan, kebanyakan dari pendirian-pendirian lokal tersebut merupakan partisipasi langsung dari Howie sendiri. Sebagian besar berhutang kepada kefasihannya yang menyuarakan alternatif terhadap cara-cara pengobatan-pengobatan konvensional, dan menunjukkan keberhasilan dalam penggunaan pusat layanan yang dijalankan oleh rekan-sebaya (peer-operated service centers). Koalisi dari program-program semacam ini mengadakan pertemuan secara tahunan.

MindFreedom International dan World Network of Users and Survivors of Psychiatry juga telah memainkan peranan yang penting dalam gerakan penyintas kesehatan jiwa.

Pada dasawarsa 1970-an, gerakan perempuan dan gerakan hak-hak disabilitas telah mulai tumbuh. Dalam konteks ini para mantan pasien kesehatan jiwa mulai mengorganisasikan kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan utama memperjuangkan hak-hak pasien atas rawat-paksa, stigma dan diskriminasi, dan seringkali untuk mempromosikan layanan yang dijalankan oleh rekan-sebaya sebagai alternatif terhadap sistem kesehatan jiwa yang konvensional.

Tidak seperti layanan yang dijalankan oleh profesional kesehatan jiwa, yang biasanya berlandaskan pada model medis, layanan berbasiskan rekan-sebaya memegang prinsip bahwa individu-individu yang memiliki pengalaman yang mirip dapat membantu diri mereka sendiri dan juga membantu para penyintas lain melalui kegiatan swa-bantu dan dukungan yang saling menguntungkan (mutual support). Banyak dari individu yang mengelola kelompok-kelompok awal ini mengidentifikasikan diri mereka sendiri sebagai penyintas kesehatan jiwa. Kelompok-kelompok mereka mengambil nama seperti Insane Liberation Front and Network Against Psychiatric Assault. Mereka melihat sistem kesehatan jiwa sebagai bersifat melemahkan diri mereka.

Pada dasawarsa 1980-an, individu-individu yang menganggap dirinya sebagai konsumen dari layanan kesehatan jiwa telah memulai mengelola kelompok-kelompok advokasi/kelompok swa-bantu dan menjalankan layanan yang dikelola oleh rekan-sebaya. Ketika berbagi tentang tujuan-tujuan dari gerakan-gerakan awal ini, konsumen tidak melakukan upaya-upaya untuk menghapuskan sistem kesehatan jiwa konvensional, yang mereka percaya sebagai masih dibutuhkan, namun mereka mencari cara untuk melakukan reformasi terhadapnya. Kelompok-kelompok konsumen menyemangati anggota-anggota mereka untuk mempelajari sebanyak mungkin mengenai sistem kesehatan jiwa sehingga mereka mampu untuk meraih akses menuju layanan dan pengobatan terbaik yang tersedia. Penerima layanan kesehatan jiwa menuntut kendali atas pengobatan dan mulai memiliki pengaruh terhadap sistem kesehatan jiwa di masyarakat. Mereka seringkali mempromosikan model pemulihan (recovery model) yang lebih memiliki ruang untuk pilihan-pilihan personal, alih-alih model medis (medical model) yang menganggap bahwa kebutuhan dari satu pengalam ke pengalam yang lainnya dianggap sama.

Apakah mereka menyebut diri mereka sebagai penyintas ataupun konsumen, para pengalam kejiwaan telah memulai sebuah perubahan yang sama. Dan jika dilihat dalam rangkaian sejarah kesehatan jiwa secara keseluruhan, maka wacana yang mereka lakukan telah menciptakan dialog dalam kerangka waktu, antara para penyembuh dan orang yang disembuhkan yang sifatnya paternalistik yang telah dimulai sejak zaman pra-sejarah, menjadi sebuah dialog di mana suara-suara para pengalam merupakan pertimbangan yang tidak boleh dilupakan gaungnya.

Meskipun Sejarah Kesehatan Jiwa merupakan jalan yang berliku-liku dan tidak setara perkembangannya dari satu tempat ke tempat lain. Namun bagi orang-orang yang terdampak langsung oleh gangguan jiwa, setidaknya secara global diri dan riwayat mereka sebagai bagian paling utama dalam Sejarah Kesehatan Jiwa, akhirnya telah dipulihkan.

Pengalam gangguan jiwa adalah bagian penting dalam Sejarah Kesehatan Jiwa yang tidak boleh dilupakan hak dan peranannya, kapanpun dan di manapun ia berada.

Catatan Kaki[sunting]

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 "Trepanning". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Trepanning#cite_note-Weber-4 Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 15.20 WIB.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 Farreras, I. G. (2020). "History of mental illness". In R. Biswas-Diener & E. Diener (Eds), Noba textbook series: Psychology. Champaign, IL: DEF publishers. Retrieved from http://noba.to/65w3s7ex.
  3. "supranatural". Wiktionary Bahasa Inggris. https://en.wiktionary.org/wiki/supranatural. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 22.19 WIB.
  4. 4,0 4,1 Richard Noll. The Encyclopedia of Schizophrenia And Other Psychotic Disorders (Facts on File Library of Health and Living), 3rd Edition. Facts on File: 2006. ISBN-10: 0816064059. ISBN-13: 978-0816064052.
  5. 5,0 5,1 Bagian ini secara keseluruhan diambil dari "The History of the Mental Health Consumer Movement/The Rise of the Consumer Movement". Wikibuku Bahasa Inggris. https://en.wikibooks.org/wiki/The_History_of_the_Mental_Health_Consumer_Movement/The_Rise_of_the_Consumer_Movement. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 10.15 WIB.
  6. Monier-Williams dalam A Sanskrit-English Dictionary mengartikannya sebagai living, existing, a living being; causing to live, vivifying; the principle of life, the vital breath, the living or personal soul incorporated in the body and imparting to it life, motion, and sensation. (Monier Williams. A Sanskrit-English Dictionary: Etymologically and Philologically Arranged with Special Reference to Greek, Latin, Gothic, German, Anglo-Saxon, and Other Cognate Indo-European Languages. Oxford at The Clarendon Pers. London: 1872, halaman 348). Lihat juga "Jiva". Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/jiva. Diakses pada tanggal 14 September 2020 pukul 03.15 WIB. Lihat keterangan pada artikelnya yang mengatakan salah satu artinya, bahwa kata jiva "hidup" adalah lawan kata dari ajiva yang artinya "tidak hidup".
  7. Dalam pembacaan yang dilakukan oleh penulis, adalah umum kamus-kamus dan ensiklopedi yang menerangkan kata jiva tersebut mengartikannya sebagai "ruh/batin manusia" atau "ruh/batin personal/individual". Sebagai contoh lihat A Practical Sanskrit Dictionary untuk kata ini di https://dsal.uchicago.edu/cgi-bin/app/macdonell_query.py?qs=jiva&matchtype=default dan Michael Pye, Macmillan Dictionary of Religion, The Macmillan Press, Ltd. London and Basingstoke: 1994, halaman 130. Lihat juga https://www.wisdomlib.org/definition/jiva .
  8. Masih dalam halaman yang sama, Monier Williams mengungkapkan bahwa akar kata dari kata Sansekerta jiva itu adalah jiv yang berarti to live, be alive; to revive, return to life; to make a livelihood, to live by.
  9. 9,0 9,1 "mental". Etymonline.com. https://www.etymonline.com/search?q=mental Diakses pada tanggal 15 Agustus 2020 pukul 22.46 WIB.
  10. "*men-". Etymonline.com. https://www.etymonline.com/word/*men- Diakses pada tanggal 15 Agustus 2020 pukul 22.44 WIB.
  11. "man (n)". Etymonline.com. https://www.etymonline.com/word/man#etymonline_v_6766 Diakses pada tanggal 15 Agustus 2020 pukul 23.19 WIB.
  12. "Mental Hygiene". http://www.faqs.org/childhood/Me-Pa/Mental-Hygiene.html. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 21.58 WIB.
  13. 13,00 13,01 13,02 13,03 13,04 13,05 13,06 13,07 13,08 13,09 13,10 13,11 13,12 "Moral treatment". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Moral_treatment. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 22.01 WIB.
  14. Robert P. Feldman &  James T. Goodrich. "Psychosurgery: A Historical Overview." Neurosurgery. Volume 48, Edisi 3 Maret 2001, halaman 647–659, https://doi.org/10.1097/00006123-200103000-00041
  15. Faria, Miguel A. (2015-05-07). "Neolithic trepanation decoded- A unifying hypothesis: Has the mystery as to why primitive surgeons performed cranial surgery been solved?". Surgical Neurology International. 6: 72. doi:10.4103/2152-7806.156634. PMC 4427816. PMID 25984386.
  16. "Hippokrates: Professionalism". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Hippocrates#Professionalism. Diakses pada tanggal 6 September 2020 oukul 02.05 WIB.
  17. 17,0 17,1 17,2 Black J, Green A (1992). Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary. The British Museum Press. p. 102. ISBN 978-0-7141-1705-8.
  18. 18,0 18,1 "Huangdi Neijing". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Huangdi_Neijing#External_links Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 17.35 WIB.
  19. 19,0 19,1 19,2 Wen-Shing Tseng. "The Development of Psychiatric Concepts in Traditional Chinese Medicine". October 1973. Arch Gen Psychiatry. 1973;29(4):569-575. doi:10.1001/archpsyc.1973.04200040109018
  20. Penyebab ia dinamakan sekumpulan naskah Kahun Papiri (dengan Papirus Kedokteran Kahun di dalamnya) adalah karena ia ditemukan di sebuah desa bernama El-Lahun di wilayah Faiyum, Mesir, oleh Flinders Petrie (seorang pakar peradaban Mesir) pada tahun 1889. Kahun adalah kata baru (neologisme) yang dikarang oleh Petrie untuk merujuk pada desa El-Lahun tersebut.
  21. Karena melihat "rahim" sebagai penyebab utama berbagai masalah kesehatan maka papirus ini disebut juga sebagai Kahun Gynaecological Papyrus; lihat "Kahun Gynaecological Papyrus". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Kahun_Gynaecological_Papyrus Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 20.11 WIB.
  22. 22,0 22,1 Farreras, I. G. (2020). "History of mental illness". In R. Biswas-Diener & E. Diener (Eds), Noba textbook series: Psychology. Champaign, IL: DEF publishers. Retrieved from http://noba.to/65w3s7ex.
  23. "Empedokles". Wikipedia Bahasa Indonesia.https://id.wikipedia.org/wiki/Empedokles Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 23.53 WIB.
  24. 24,0 24,1 Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius.
  25. 25,0 25,1 (en) Ted Honderich (ed.). 1995. The Oxford Companion to Philosophy. Oxford, New York: Oxford University Press.
  26. 26,0 26,1 (en) Jonathan Barnes. 2001. Early Greek Philosophy. London: Penguin.
  27. 27,0 27,1 27,2 27,3 27,4 27,5 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.
  28. (en) Richard McKirahan. 2003. "Presocratic Philosophy". In The Blackwell Guide to Ancient Philosophy. Christopher Shields (Ed.). Malden: Blackwell Publishing.
  29. 29,0 29,1 29,2 (en) Daniel W. Graham. 1999. "Empedocles and Anaxagoras: Responses to Parmenides". In The Cambridge Companion to Early Philosophy. A.A. Long (Ed.). London: Cambridge University Press.
  30. "Hippokrates". Wikipedia Bahasa Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Hippokrates Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 22.46 WIB.
  31. "Four temperaments". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Four_temperaments#Four_fundamental_personality_types Diakses pada tanggal 5 September 2020 pukul 22.56 WIB.
  32. 32,0 32,1 W.B. Maher & B.A. Maher. "Psychopathology: I. From ancient times to the eighteenth century." In G. A. Kimble & K. Schlesinger (Eds.), Topics in the history of psychology (Vol. 2). Hillsdale, NJ: Erlbaum: 1985.
  33. 33,0 33,1 King, D. Brett (2009). The Roman Period and the Middle Ages. In King, D. B., Viney, W., Woody, W. D. (Eds.) A History of Psychology: Ideas and Context (4th ed., pp. 70–71) Boston, Massachusetts: Pearson Education, Inc.
  34. "Galenus: Psikoterapi". Wikipedia Bahasa Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Galenus#Psikoterapi. Diakses pada tanggal 6 September 2020 pukul 00.57 WIB.
  35. R Neugebauer. "Medieval and early modern theories of mental illness". Arch Gen Psychiatry. 1979 Apr;36(4):477-83. doi: 10.1001/archpsyc.1979.01780040119013.
  36. "Joan of Arc". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Joan_of_Arc Diakses pada tanggal 14 September 2020 pukul 15.24 WIB.
  37. Jerome Kroll. A Reappraisal of Psychiatry in the Middle Ages. August 1973. Arch Gen Psychiatry. 1973;29(2):276-283. doi:10.1001/archpsyc.1973.04200020098014
  38. 38,0 38,1 "Bethlem Royal Hospital". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Bethlem_Royal_Hospital#From_Bethlem_to_Bedlam. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 11.06 WIB.
  39. 39,0 39,1 "Benjamin Rush". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Rush. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 23.03 WIB.
  40. Brown, Julie V.; Grob, Gerald M.; Jr., James W. Trent (1995-09). "The Mad Among Us: A History of the Care of America's Mentally Ill". Contemporary Sociology. 24 (5): 700. doi:10.2307/2077415. ISSN 0094-3061.
  41. "Mental Hygiene". http://www.faqs.org/childhood/Me-Pa/Mental-Hygiene.html. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 23.14 WIB.
  42. "Wilhelm Griesinger". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Wilhelm_Griesinger. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 23.29 WIB.
  43. "Emil Kraepelin". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Emil_Kraepelin. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 23.30 WIB.
  44. "Chlorpromazine". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Chlorpromazine. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 02.12 WIB.
  45. (c. 1963). Thorazine advertisement. Smith Kline & French.
  46. Bleuler selalu memaksudkan skizofrenia sebagai kumpulan gangguan, karena itu terjemahan karyanya dalam Bahasa Inggris selalu menggunakan kata schizophrenias (jamak) alih-alih schizophrenia (tunggal).
  47. 47,0 47,1 Kieran McNally. A Critical History of Schizophrenia. Palgrave-Macmillan. London: 2016.
  48. Richard Noll. American Madness: The Rise and Fall of Dementia Praecox. Harvard University Press. 2011.
  49. "DSM-5 criteria for schizophrenia". https://www.cmbclinicaltrials.com/post/dsm-5-criteria-for-schizophrenia Diakses pada tanggal 13 September 2020 pukul 02.02 WIB.
  50. Istilah ini merupakan kelanjutan dari teks Mesir Kuna dalam Papirus Kedokteran Kahun dan pendapat orang-orang Yunani yang diungkapkan di atas.
  51. "Jean-Martin Charcot". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Jean-Martin_Charcot#Studies_on_hypnosis_and_hysteria. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 14.02 WIB.
  52. "Sigmund Freud - Development of Psychoanalysis". https://en.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud#Development_of_psychoanalysis. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 14.28 WIB.
  53. 53,0 53,1 53,2 "John B. Watson". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/John_B._Watson. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 14.32 WIB.
  54. Dirilis sebagai obat resmi pada tahun 1953. "Chlorpromazine". https://en.wikipedia.org/wiki/Chlorpromazine#History. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 14.40 WIB.
  55. "Cognitive psychology". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Cognitive_psychology. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 00.06 WIB.
  56. "Cognitive science". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Cognitive_science. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 00.08 WIB.
  57. 57,0 57,1 "Artificial intelligence". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Artificial_intelligence#Applications. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 00.18 WIB.
  58. 58,0 58,1 "Reflecting on JFK’s Legacy of Community-based Care". SAMHSA. https://www.samhsa.gov/homelessness-programs-resources/hpr-resources/jfk%E2%80%99s-legacy-community-based-care. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 00.35 WIB.
  59. 59,0 59,1 "Still Pursuing the Promise of Reform Fifty Years Later". https://www.ymadvocacy.org/the-community-mental-health-act-of-1963/. Diakses pada tanggal 24 September 2020 pukul 00.39 WIB.



LAMPIRAN II.a. : KOSA JIWA: KAMUS KESEHATAN JIWA - INFO TEKNIS[sunting]

Bagian ini sedang dalam pengembangan. Anda mungkin akan menemukan sejumlah bagian yang berubah dan belum merupakan sesuatu yang final.

Alasan Penamaan[sunting]

Kośa atau, ejaan alternatifnya, kosha[1], adalah sebuah kata dalam Bahasa Sansekerta yang berarti "khazanah, perbendaharaan".[1] Kata ini juga berarti "kamus" karena kata tersebut digunakan sebagai judul dari berbagai kitab perbendaharaan kata, antara lain, yang sangat mahsyur yaitu Amarakosha, sebuah kamus sinonim yang terbit pada abad ke-5, abad ke-8, atau abad ke-9 Masehi di India, yang ditulis oleh Amarasimha[2]. Dalam hal ini, judul Amarakosha itu sendiri secara harfiah berarti "perbendaharaan kata yang ditulis oleh Amarasimha"[3].

Kitab perbendaharaan kata tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa Kuna yang beredar mulai abad ke- 9 Masehi. Sejak saat itu, kata kosa dan kosakata identik dengan kata dan pemilihan kata dalam berbagai bahasa di Nusantara.

Dengan demikian kata kosa jiwa, yang menjadi judul dari kamus ini, secara harfiah berarti "perbendaharaan kata dalam bidang kesehatan jiwa".

Kosakata yang digunakan dalam definisi[sunting]

Ebers Papyrus (sekitar tahun 1550 SM), adalah kitab dari zaman Mesir Kuna yang memiliki bab khusus berjudul The Book of Hearts (Kitab Jantung) yang membahas mengenai masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan demensia. Bab tersebut secara jelas menyatakan fungsi jantung sebagai pengatur peredaran darah manusia. Adanya bab tersebut adalah bukti bahwa bangsa Mesir Kuna menganggap kesehatan fisik dan mental sebagai setara dan tidak terpisahkan.
  1. Kosakata yang digunakan untuk mendefinisikan istilah bergantung kepada peristilahan yang digunakan oleh naskah sumber (terutama NIMH dan jejaring Wikipedia) dan tidak bergantung kepada kosakata dalam naskah perundangan yang berlaku di Indonesia; dengan demikian maka frase mental disorder akan diterjemahkan menjadi gangguan jiwa atau gangguan kejiwaan, serta mental illness akan diterjemahkan menjadi penyakit jiwa dan penyakit kejiwaan, meskipun istilah penyakit jiwa dan penyakit kejiwaan tidak lagi didapati dalam peristilahan perundangan yang berlaku di Indonesia.
    • CATATAN: Dalam sebagian besar naskah-sumber yang berbahasa Inggris yang dipergunakan sebagai rujukan dalam penyusunan kamus ini, merupakan hal yang sangat tidak umum membedakan antara gangguan jiwa dengan masalah kejiwaan, meskipun kedua istilah ini dipergunakan dengan perbedaan yang cukup bermakna dalam perundangan yang berlaku di Indonesia.
  2. Kata mental dan jiwa serta kata-kata turunannya akan dipergunakan berganti-ganti sesuai dengan konteks definisi, karena terbukti dalam penyusunan kamus ini harus dipergunakan secara fleksibel untuk membentuk kalimat yang berterima secara tata bahasa. Dengan demikian dua kata yang terakhir ini (mental dan jiwa) dianggap punya makna yang sama dan dapat dipertukarkan. Meskipun di luar konteks pembuatan kamus ini, dapat dimaklumi bahwa sejumlah pihak yang sering mempergunakan istilah mental dan jiwa (dan kata-kata turunannya seperti kejiwaan dan penyakit mental) kerap menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok antara kata mental dan jiwa. Menurut mereka, kata jiwa dianggap punya latar yang spiritual dan dengan demikian tidak tepat jika dipergunakan dalam pembicaraan kesehatan jiwa, jika yang dimaksudkan adalah kesehatan jiwa yang punya kaitan dengan sisi biologis dan genetis.
    • CATATAN ETIMOLOGIS: Kata mental berasal dari akar Indo-Eropa mend- yang artinya "berpikir" (yang menurunkan kata men [tunggal: man] "lelaki"/"manusia"; dan mind "pikiran"). Sementara kata jiwa berasal dari Bahasa Sansekerta jiva, yang artinya "ruh manusia" (human soul).
  3. Sebagai kebiasaan kosakata dalam komunitas kesehatan jiwa di Indonesia, maka kata have, having (dan berbagai variasi tata bahasanya) a disorder/a symptom tidak diterjemahkan menjadi menderita (suatu gangguan/gejala), tapi diterjemahkan menjadi mengalami (suatu) gangguan/gejala, meskipun definisi tidak sedang membahas aspek pengalaman dalam gangguan jiwa.

Petunjuk Pemakaian Kamus[sunting]

Unsur yang Menjadi Judul Lema[sunting]

Unsur yang menjadi judul lema (butir masukan, entri) dalam kamus ini adalah kosakata yang ada kaitannya dengan kesehatan jiwa, yang bentuknya berupa kata. Yang dimaksud dengan kata adalah kata dasar seperti pulih dan gejala, kata berimbuhan seperti gangguan dan kecemasan, kata yang terbentuk dari dua kata tunggal atau lebih seperti gejala positif dan gangguan stres pasca-trauma, kata tunggal serapan dari bahasa-bahasa asing (termasuk kata dasar dan kata berimbuhannya) seperti psikosis dan psikotik, bentuk terikat (yaitu unsur yang selalu hadir bersama unsur kata lainnya) seperti swa- dan hiper-, berbagai singkatan seperti CBT, dan akronim (yaitu singkatan yang diucapkan selayaknya kata biasa) seperti difabilitas.

Unsur yang berupa kata ulang, baik yang berupa kata ulang utuh maupun kata ulang sebagian, akan dijadikan judul lema jika artinya bukan hanya jamak dari kata pembentuknya. Maka kata gejala-gejala dan kecemasan-kecemasan tidak akan dimuat sebagai judul lema, sementara kata pulau-pulau Langherhans dan tetirah akan merupakan sebuah entri dalam kamus ini.

Susunan Lema[sunting]

William Battie (1703-1776) dari Rumah Sakit St. Luke, London, dianggap termasuk golongan para pakar yang mengupayakan sebuah penggolongan diagnosis gangguan kejiwaan dalam waktu paling awal lewat risalahnya yang panjang, A Treatise on Madness (1758).
William Battie (1703-1776) dari Rumah Sakit St. Luke, London, dianggap termasuk konseptor paling awal penggolongan diagnosis gangguan kejiwaan lewat risalah panjangnya, A Treatise on Madness (1758).
  1. Judul lema (judul entri, butir masukan) yang merupakan kosakata dalam Bahasa Indonesia ditulis dengan huruf tebal tegak. Judul lema yang merupakan kosakata dalam bahasa asing atau bahasa daerah ditulis dengan huruf tebal kursif.
  2. Padanan asing dari judul lema dituliskan dengan huruf tebal kursif dan ditaruh dalam kurung (...); misalnya:
    • koping
    • (coping)
    • kemampuan untuk menangani masalah.
  3. Penggunaan kata atau contoh kata/kalimat akan diletakkan di antara kurung siku kursif [...] dengan contoh kata/kalimat secara keseluruhan dalam huruf tegak, sementara kata atau unsur kata yang menjadi judul lema dituliskan dengan huruf kursif; misalnya:
    • dual-
    • (dual)
    • (unsur kata yang punya makna yang sama dengan bi- dan dwi-) dua; ganda.
    • [dual diagnosis = diagnosis ganda].
  4. Etimologi atau pemerian sejarah kata akan diletakkan pada bagian akhir atau mendekati akhir dari suatu lema dengan penanda kurung siku tegak [...]; misalnya:
    • adaptif
      • (adaptive)
      • ks. sesuai (selaras) dengan lingkungan di sekitarnya.
      • [dari Bahasa Inggris adapt "menyesuaikan diri dengan lingkungan" +‎ -ive akhiran penanda kata sifat].
    • adaptasi
      • (adaptation)
      • kb. penyesuaian diri dengan lingkungan.
      • [dari Bahasa Latin adaptō “aku cocok, sesuai, termodifikasi, aku selaras terhadap"].

Kelas Kata[sunting]

Meskipun merupakan kamus istilah, namun karena dalam penyusunannya ditemukan bahwa penggolongan ke dalam kelas kata merupakan hal yang dapat menentukan pemahaman, maka hal tersebut disajikan dalam kamus ini. Adapun yang dimaksud dengan kelas kata adalah golongan kata yang menunjukkan fungsi kata tersebut secara tata bahasa dalam kalimat.

Karena kamus ini adalah untuk masyarakat awam maka kamus ini terpaksa menjauhkan peristilahan yang disarankan oleh Pusat Bahasa untuk digunakan dalam berbagai format kamus. Dengan demikian istilah-istilah seperti nomina, adjektiva, preposisi, dan sebagainya tidak akan digunakan, namun akan digunakan istilah sehari-hari. Dan agar hemat ruang maka akan digunakan singkatannya. Adapun penggolongan kelas kata dan singkatannya, beserta definisi dan contoh sederhananya masing-masing sebagai berikut:

  1. kata benda, disingkat sebagai kb, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai nomina; yaitu kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah adalah kata benda karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari kalimat.
  2. kata sifat, disingkat sebagai ks, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai adjektiva; yaitu kata yang menerangkan kata benda dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat, misalnya kata tinggi dan tebal.
  3. kata kerja, disingkat sebagai kk, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai verba; yaitu kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan, misalnya kata berlayar dan menjemur.
  4. kata keterangan, disingkat sebagai kket, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai adverbia; yaitu kata yang memberikan keterangan pada kata kerja, kata sifat, kata keterangan lainnya, atau kalimat secara keseluruhan, misalnya kata sangat, lebih, tidak.
  5. kata hubung, disingkat sebagai khub, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai konjungsi atau konjungtor, yaitu kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkata, antarfrasa, antarkalimat, atau antar-anak-kalimat, misalnya kata dan, karena, dan meskipun demikian.
  6. kata depan, disingkat sebagai kdep, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai preposisi, yaitu kata yang biasa terdapat di depan kata benda, misalnya di, ke, dari, dan dengan.
  7. kata sandang, disingkat sebagai ksand, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai artikula atau artikel, yaitu unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi kata benda, misalnya the dalam bahasa Inggris dan sang, si, dan para dalam Bahasa Indonesia.
  8. kata bilangan, disingkat sebagai kbil, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai numeralia, yaitu kata atau gabungan kata yang menunjukkan bilangan atau jumlah, misalnya puluh, abad, dan kelimabelas.
  9. kata seru, disingkat sebagai kser, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai interjeksi, yaitu kata yang mengungkapkan seruan perasaan atau pikiran, misalnya oh, lho, atau amboi.
  10. kata ganti, kata yang berfungsi menggantikan yang lain. Kata ini terdiri atas:
    • kata ganti orang, disingkat sebagai kgo, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai pronomina persona, yaitu kata yang menggantikan kedudukan orang, misalnya ia dan engkau.
    • kata ganti tanya, disingkat sebagai kgt, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai pronomina penanya atau pronomina interogativa, yaitu kata yang menggantikan jawaban yang diajukan dalam sebuah pertanyaan, misalnya apa dan mengapa.
    • kata ganti tunjuk, disingkat sebagai kgtj, dalam kamus-kamus lain sering disebut sebagai pronomina demonstrativa, yaitu kata yang digunakan untuk menggantikan sesuatu yang tengah ditunjuk, misalnya ini, itu, dan tersebut.
  11. bentuk terikat (bound morpheme), disingkat sebagai bter, yaitu bentuk bahasa yang dapat bergabung bersama unsur kata lain untuk membentuk sebuah kata yang baru, misalnya agora dan fobia yang membentuk kata agorafobia "takut terhadap kerumunan orang". Jika bentuk terikatnya bersifat menghubungkan dua kata maka akan disebut sebagai interfiks (tidak disingkat), misalnya -o- dalam Java(n)ologi.
  12. imbuhan atau afiks, yaitu bubuhan (yang berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk membentuk kata baru; yang terdiri atas:
    • awalan atau prefiks, disingkat sebagai awl, yaitu imbuhan yang dirangkaikan di depan kata, misalnya meN- dalam mendalam dan ter- dalam terdalam.
    • sisipan atau infiks, disingkat sebagai sis, yaitu imbuhan (-el-, -er-, -em-, dan sebagainya) yang disisipkan di dalam kata.
    • akhiran atau sufiks, didingkat sebagai akh, yaitu imbuhan yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, misalnya -an, -kan, dan -i.

Jika sebuah label kelas kata juga bermaksud menerangkan info tambahan dari kosakata tersebut, maka penyingkatan biasanya ditiadakan, contohnya:

  • adiktif
  • (addictive)
  • (kata sifat dari adiksi) bersifat menimbulkan kecanduan; berpotensi menimbulkan kecanduan.

Cara Pelafalan Bunyi Kata[sunting]

Pelafalan kata akan mengikuti sistem sebagai berikut:

  1. Panduan pelafalan kata akan dipisah-pisahkan sesuai suku kata yang diucapkan ketika melafalkan kata, misalnya ekstra /éks tra/, empati /ém pa ti/, Adlerian /ad lé ri yan/.
  2. Jika judul lema merupakan kosakata dalam Bahasa Indonesia yang memerlukan penjelasan dalam pelafalan bunyi katanya, maka simbol yang dipergunakan untuk bunyi kata tersebut adalah sebagai berikut:
    • Yang berupa bunyi vokal, yaitu:
      • /é/ (e teleng) seperti dalam kata ambivalensi /am bi va lén si/, amnesia /am né si ya/.
      • /ə/ (e pepet) seperti dalam kata cemas /cə mas/, lepas /lə pas/.
      • /ӧ/ (e bundar) seperti dalam kata Sunda baheula /ba hӧ la/, lieur /li yӧr/.
    • Yang berupa paduan bunyi konsonan, yaitu:
      • /ŋ/ (melambangkan bunyi paduan huruf ng dalam Bahasa Indonesia) seperti dalam kata barang, kenang
      • /ñ/ (melambangkan bunyi paduan huruf ny dalam Bahasa Indonesia) seperti dalam kata nyanyi /ña ñi/, sunyi /su ñi/.  
  3. Kosakata asing untuk sementara ini tidak dicantumkan cara pelafalan katanya, berhubung bunyi bahasa asing yang beragam-ragam memerlukan pemerian lambang bunyi yang sukar untuk dilambangkan dengan sistem yang sederhana.

Langgam bahasa[sunting]

Langgam bahasa akan diletakkan dalam tanda kurung, tidak dicetak tebal dan tidak disingkat sehingga akan dapat dengan mudah diketahui, misalnya (sastrawi) adalah kosakata yang biasa digunakan dalam karya sastra, lirik lagu, dan sebagainya. Sementara langgam (non-formal) adalah bentuk bahasa yang biasa dipergunakan dalam percakapan lisan. Karena sebagian besar kosakata yang dimuat dalam kamus ini adalah peristilahan ilmiah, maka label (formal) tidak akan dicantumkan sama sekali.

Rujuk silang[sunting]

Karena menggunakan sistem yang ada di Wikibuku, maka rujuk silang menggunakan cara yang sangat mudah, untuk mengakses hal yang dirujuk silang maka memerlukan klik atau ketukan pada tautan dimaksud saja, misalnya:

  • mood
  • [Bahasa Inggris]

atau:

  • pemulihan
  • (recovery)

Sistem Penunjukkan Kepustakaan yang Dikutip[sunting]

Karl Kahlbaum (1828-1899) -- bersama dengan Ewald Hecker (1843–1909) -- adalah psikiater yang banyak menyumbang peristilahan bagi kesehatan jiwa modern, seperti distimia, siklotimia, katatonia, dan hebefrenia.

Sebagai rujukan, karena referensi dari NIMH merupakan landasan-landasan yang sangat dasariah dalam proyek Memahami Kesehatan Jiwa: untuk Masyarakat Awam, maka rujukan-rujukan dari NIMH tersebut tidak akan ditunjukkan secara spesifik sebagai referensi yang dikutip.

Rujukan kepada sistem Wikimedia, termasuk Wikipedia, Wikibuku, dan Wiktionary dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan ditunjukkan dengan menggunakan sistem di bawah ini. Namun karena jejaring Wikimedia merupakan sebuah sistem yang seringkali saling-terkait, adalah tidak mungkin menunjukkannya secara terperinci. Maka dalam hal ini perujukan hanya akan menunjuk pada acuan yang paling berpengaruh saja dalam pembentukan redaksional definisi dimaksud; yaitu rujukan yang memiliki kedekatan paling mirip dari segi susunan kalimatnya dengan definisi dalam Kosa Jiwa.

Adapun sistem penunjukkan rujukan bagi definisi-definisi yang dikutip akan mengikuti aturan seperti sebagai berikut:

Untuk kepustakaan yang digunakan dalam sebuah definisi, maka akan diperlakukan seperti catatan akhir (endnotes) dalam jejaring Wikibuku, misalnya:

  • deteriorasi, kemunduran, kemerosotan, atau penurunan mutu atau fungsi. Gangguan jiwa tertentu dapat mengakibatkan deteriorasi seperti skizofrenia.1

Maka akan dapat terlihat pada Catatan Akhir:

  • 1"Glosarium" dalam Thong, Denny. 2011. Memanusiakan Manusia: Menata Jiwa, Membangun Bangsa. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Halaman 415-428.

Rujukan yang sifatnya daring juga akan diperlakukan secara sama namun dari tautannya akan menunjukkan secara langsung dari mana tepatnya definisi tersebut diambil, misalnya::

  • agitasi (agitation): perasaan seperti jengkel, kesal, atau gelisah yang disebabkan oleh suatu provokasi atau sedikit atau tidak adanya provokasi. Kondisi ini bisa menjadi suatu tanda dari kondisi medis atau kejiwaan.2

Maka akan terlihat pada Catatan Akhir:

Daftar Pustaka[sunting]

Secara umum rujukan yang dipergunakan dalam penyusunan definisi-definisi dalam kamus ini adalah:

LAMPIRAN II.b. : KOSA JIWA: KAMUS KESEHATAN JIWA - DEFINISI A - Z[sunting]

a-[sunting]

atau an-

bter. tidak, bukan, tanpa (digunakan sebagai bentuk-ingkar).

Bentuk terikat a- digunakan di muka kata berawal bunyi konsonan [asosial = tidak bergaul], sementara bentuk terikat an- digunakan di muka kata berawalan bunyi vokal [anorganik = bukan berasal dari makhluk hidup].

[Masuk ke dalam Bahasa Indonesia terutama dari bahasa-bahasa Indo-Eropa seperti Sansekerta, Belanda, Yunani-Latin, dan Inggris; berasal dari akar kata proto-Indo-Eropa ne "tidak, bukan, tanpa". Merupakan kata yang menurunkan juga awalan un- dalam Bahasa Inggris][4].

ab-[sunting]

(ab-)

bter. jauh dari, menyimpang dari.

[abnormal = menyimpang dari kewajaran].

[dari Bahasa Inggris ab-, abs- "jauh dari, menjauh dari"; dari Bahasa Latin ab- "dari, beranjak dari"].

abnormal[sunting]

ks. menjauh dari yang normal, menjauh dari kewajaran

[berasal dari Bahasa Belanda abnormaal, dari ab- & normal]

abulia[sunting]

(aboulia)

kb, ks. (hal) kurangnya kehendak, keinginan, atau kemauan.

[berasal dari kata aboulia sebuah istilah kedokteran jiwa pada abad ke-19 yang berarti "gangguan kehendak"].[5]

ad-[sunting]

(ad-)

bter. dekat dengan, dekat kepada.[6] [adrenal = dekat ginjal, kelenjar adrenal = kelanjar yang dekat ginjal].

[dari Bahasa Latin ad-][7]

adaptasi[sunting]

(adaptation)

kb. penyesuaian diri dengan lingkungan.

[dari Bahasa Latin adaptō “aku cocok, sesuai, termodifikasi, aku selaras terhadap"][8].

adaptif[sunting]

(adaptive)

ks. sesuai (selaras) dengan lingkungan di sekitarnya.

[dari Bahasa Inggris adapt "menyesuaikan diri dengan lingkungan" +‎ -ive akhiran penanda kata sifat][9].

ADHD[sunting]

[Bahasa Inggris Attention-Deficit Hyperactivity Disorder]

kb. gangguan kekurangan pemusatan perhatian; gangguan perkembangan yang dicirikan dengan perilaku yang agak impulsif serta adanya ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian dan mengingat apa yang dikatakan dan dilakukan di sekitar mereka, dengan atau tanpa aktivitas yang berlebihan (hiperaktivitas).

adi-[sunting]

bter. mula-mula, terbaik, teratas, superior.[6]

[berasal dari Bahasa Sansekerta а̄di][6].

adiksi[sunting]

atau kecanduan

(addiction)

kb. ketergantungan obat atau zat lainnya, yang terdiri atas ketergantungan secara badaniah dan kejiwaan.

[dari Bahasa Inggris addict "ketagihan" + -ion akhiran pembentuk kata benda. Dari Bahasa Latin addictus, partisip lampau dari addīcō “mengantarkan; mendedikasikan; menyerah”][10].

adiktif[sunting]

(addictive)

(kata sifat dari adiksi) bersifat menimbulkan kecanduan; berpotensi menimbulkan kecanduan.

[dari Bahasa Inggris addict "ketagihan" + -ive akhiran pembentuk kata sifat. Lihat adiksi][11].

Adlerian[sunting]

(Adlerian)

ks. tentang atau berkaitan dengan Alfred Adler (1870-1937), seorang psikoterapis berkebangsaan Austria, dan teorinya, terutama kepercayaan bahwa perilaku merupakan sebuah upaya bawah sadar sebagai kompensasi dari perasaan rendah diri.[12]

AFPMH[sunting]

[Bahasa Inggris ASEAN Federation for Psychiatry and Mental Health]

kb. federasi perhimpunan psikiatri di negara-negara ASEAN yang diprakarsai oleh Kusumanto Setyonegaro.[1]

afek[sunting]

(affect; affection; seringkali digunakan sebagai padan kata dari mood)

kb. perasaan; alam perasaan. [gangguan pada afek = gangguan pada alam perasaan].

[dari Bahasa Latin afficere “bertindak terhadap, pengaruh, mempengaruhi, menyerang dengan penyakit”; dari paduan kata ad- + facere “membuat, melakukan”].

afeksi[sunting]

(affection; love)

kb.

  1. = afek; perasaan; alam perasaan; suasana hati seperti girang atau sedih.
  2. rasa welas asih; cinta kasih. [bencana itu menimbulkan afeksi pada dirinya sebagai sesama manusia].

[dari Bahasa Inggris Tengahan affection, affeccion, affeccioun; dari Bahasa Perancis Kuna affection; dari Bahasa Latin affectiōnem, dari affectiō. Lihat afek].

afektif[sunting]

(affective)

ks. berkaitan dengan alam perasaan. [gangguan afektif = gangguan pada alam perasaan (seperti depresi atau gangguan bipolar)].

[dari Bahasa Latin Tengahan affectivus, dari Bahasa Latin affectus, partisip lampau dari afficere “mempengaruhi”][13].

after-care movement[sunting]

= gerakan pasca-rawat.

[Bahasa Inggris, paduan dari kata after-care "pasca-rawat" + movement "gerakan"].

agitasi[sunting]

(agitation)

kb, kondisi sangat terganggu secara emosional, dengan atau tanpa adanya provokasi dari pihak lain[14][15]; kondisi terhasut.

agora-[sunting]

(agora)

bter. tempat orang berkumpul (seperti pasar dan sebagainya).

[agorafobia = rasa takut terhadap orang yang berkerumun].

agorafobia[sunting]

Banyak sekali orang sangat senang dan sangat menggemari menonton konser musik dengan cara berkerumun, namun tidak demikian halnya bagi orang yang mengalami agorafobia.

(agoraphobia)

kb. rasa takut yang tidak wajar ketika berada di tempat terbuka atau ketika menghadapi/berada dalam kerumunan orang.[16]

agorafobik[sunting]

(agoraphobic)

ks.

  1. tentang atau berkaitan dengan agorafobia.
  2. mengalami agorafobia.

akatisia[sunting]

(akathisia)

ketidakmampuan untuk duduk tenang, karena efek samping antipsikotik generasi pertama.

[dari Bahasa Yunani akathisia "tidak mampu duduk tenang", istilah yang ditemukan oleh ahli saraf dari Praha, Ladislav Haskovec (1866–1944) pada tahun 1901].[5]

akro-[sunting]

(acro-)

bter. tinggi.[6] [akrofobia = ketakutan yang tidak rasional pada ketinggian].

[dari Bahasa Latin Baru acro- "runcing, pertama, tinggi", dari Bahasa Yunani ákros "tertinggi, pada tingkatan yang paling"][17].

akromania[sunting]

(acromania)

kb. (istilah pada abad ke-18 dan ke-19 untuk) gangguan jiwa yang tak tersembuhkan[5].

aksesori[sunting]

(accessory)

kb.

  1. yang merupakan tambahan; yang merupakan hal di luar yang utama. [otak bukanlah organ aksesori namun merupakan organ utama manusia].
  2. (terutama mengenai gejala) bisa jadi merupakan non-skizofrenik; hal yang dapat muncul pada gangguan jiwa di luar skizofrenia. [gejala aksesori = gejala yang dapat terjadi pada penyakit di luar skizofrenia].

aksesoris[sunting]

ks.

  1. merupakan tambahan di luar yang utama. [organ aksesoris].
  2. (tentang gejala) dapat muncul pada gangguan di luar skizofrenia; (tentang gejala) dapat terjadi pada non-skizofrenik. [gejala aksesoris].

aktif[sunting]

(active)

ks. (istilah untuk menyatakan bahwa sebuah gejala gangguan jiwa) sedang muncul dan dapat teramati. [gejala aktif skizofrenia].

aktualisasi diri[sunting]

(self-actualization)

kb. pemaksimalan potensi diri; pemenuhan potensi diri sehingga meraih yang terbaik.

akut[sunting]

(acute)

ks. (tentang kekambuhan atau kemunculan penyakit) gawat-mendadak namun cenderung dialami dalam jangka waktu yang lebih pendek. [penyakitnya sedang akut].

alel[sunting]

/a lé l/ atau alela /a lé la/

(allele)

pasangan gen pada kromosom pada posisi yang sama namun berseberangan.

[dari Bahasa Yunani allēl-, dari kata állos, “yang lain”].[18]

alkohol[sunting]

(alcohol)

kb.

  1. (Kimia) senyawa yang mengandung gugus (-OH) dan terikat dengan gugus karbon.[19]
  2. etanol; etil alkohol, sebuah senyawa kimiawi yang menjadi kandungan utama sebuah obat dan merupakan kandungan utama dalam banyak minuman keras.[19]
  3. minuman keras; minuman yang mengandung senyawa yang seperti itu, yang merupakan minuman yang banyak digunakan sebagai minuman rekreasional. Pada banyak budaya, alkohol dikenal sebagai minuman yang punya dampak sosial.[19]

alkoholik[sunting]

atau alkoholis

(alcoholic atau alcoholist)

ks. pecandu alkohol; orang yang kecanduan alkohol.

alkoholis[sunting]

(alcoholic atau alcoholist)

kb. pecandu alkohol; orang yang kecanduan alkohol; alkoholik.

alkoholisme[sunting]

(alcoholism)

kb. kecanduan alkohol; gangguan perilaku akibat penggunaan alkohol yang berlebihan atau yang dilakukan dalam jangka panjang, sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi sosial dan pekerjaan.

alo-[sunting]

(allo-)

bter. yang lain. [alofon = orang yang bahasa ibunya bukan bahasa utama dunia]

alogia[sunting]

(alogia)

kb. hal miskin wicara, sebagai salah satu gejala negatif dari gangguan jiwa skizofrenia.

[dari Bahasa Yunani Kuna alogía “absurditas, kebingungan, irasionalitas, hal tidak berbicara"][20].

Alzheimer[sunting]

(Alzheimer's disease)

kb. sebuah tipe demensia yang progresif akibat kematian jaringan otak dengan gejala utama berkurangnya daya ingat.[1]

[karena pertama kali dijelaskan oleh Alois Alzheimer (1864–1915), seorang neurolog dari Jerman, pada tahun 1906][21].

ambivalensi[sunting]

(ambivalence)

kb.

  1. perasaan yang bertentangan yang terjadi pada waktu bersamaan yang ditujukan pada seseorang, misalnya perasaan cinta dan benci.
  2. ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada satu hal, sehingga fokus perhatian menjadi terpecah.

[dari Bahasa Jerman Ambivalenz "perasaan terpecah yang muncul secara serentak", dari Bahasa Latin ambo "keduanya" dan valentia "kekuatan"; dari kata valere "menjadi kuat". Istilah dalam Bahasa Jermannya ditemukan oleh psikiater Swiss, Eugen Bleuler pada tahun 1910; sejak 1929 menjadi bermakna lebih luas dibandingkan makna aslinya][22].

amenomania[sunting]

(amenomania)

kb. semacam waham kebesaran yang menguasai (misalnya merasa sebagai Mesias/Juru Selamat) namun tidak sebagai gangguan penilaian realitas yang melumpuhkan, yang ditemukan pada mereka yang antusias dengan agama.[5]

[istilah yang dipergunakan oleh Benjamin Rush pada tahun 1812].[5]

amigdala[sunting]

(amygdala)

kb. bagian otak yang berbentuk buah almond yang berwarna kelabu, yang terletak di setiap sisi otak besar. Merupakan bagian pada otak yang terlibat dalam pengelolaan emosi; seringkali diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai badam atau badam otak.

[dari Bahasa Latin amygdala “almond, buah badam", dari Bahasa Yunani Kuna amugdálē “almond, buah badam"][23].

amnesia[sunting]

(amnesia)

kb. kondisi terganggunya daya ingat, misalnya hilangnya ingatan yang merupakan masa-masa sebelum suatu kejadian traumatis/kecelakaan; gangguan memori.

[dari Bahasa Yunani Kuna amnēsía “hal lupa”, sebuah kata benda dari mimnḗskō “mengingat, mengingatkan”][24].

amnesik[sunting]

(amnesic)

ks. mudah lupa; sangat gampang terlupa.

[peramban amnesik = sejenis browser (peramban/penelusur internet) yang tidak dapat mengingat apa yang telah ditelusuri begitu perangkat dimatikan].

[dari Bahasa Yunani Kuna amnēsía “hal lupa” + Bahasa Inggris -ic akhiran pembentuk kata sifat][25].

amok[sunting]

(amok)

kb. sindrom terkait-budaya yang terdapat pada ras Melayu, yang diawali dengan rasa malu dan marah yang tidak dapat diatasi, kemudian mendadak mengamuk secara membabi-buta dan dapat mencelakakan orang lain/membunuh.[1]

[dari Bahasa Melayu amuk].

an-[sunting]

(an-)

bter. Lihat a-

ana-[sunting]

(ana-)

bter. naik, ke atas.[6] [anabolisme = metabolisme yang membangun].

[dari Bahasa Yunani ana- "naik, di atas"][26].

1anankastik[sunting]

(anancastic)

kb. tipe kepribadian perfeksionis.

2anankastik[sunting]

atau -tis

(anancastic)

ks. perfeksionis.

anankastis[sunting]

ks. = 2anankastik

anoreksia[sunting]

(anorexia)

kb. = anoreksia nervosa.

[dari Bahasa Yunani Kuna anorexía; dari an- “tanpa" + órexis “selera”][27].

anoreksia nervosa[sunting]

(anorexia nervosa)

kb. gangguan pada perempuan berupa kehilangan berat badan secara cepat karena merasa rendah diri memiliki tubuh yang gemuk. Anoreksia nervosa seringkali diiringi dengan perilaku terlalu sering mengecek berat badan, memiliki kondisi tekanan darah rendah, menstruasi yang tidak lagi normal, dan depresi (kemurungan yang dalam).[28]

[dari Bahasa Yunani Kuna anorexía (dari an- “tanpa" + órexis “selera”) & Latin nervōsa “gugup”][29].

ansietas[sunting]

(anxiety)

kb. = gangguan kecemasan.

[dari Bahasa Latin anxietās, dari anxius “cemas, empatik, memikirkan orang lain, tertekan, merasa bermasalah"; dari angō “tertekan, merasa bermasalah”][30].

antar-[sunting]

(inter-)

bter. di dalam, di antara, selama, di dalam, saling.[31] [antarbangsa = internasional].

[dari Bahasa Sansekerta antar][6].

ante-[sunting]

(ante-)

bter. sebelum. [anteseden = lebih dulu dalam hal waktu atau urutan].

[dari Bahasa Latin antecēdō "mendahului, melampaui"][32].

anti-[sunting]

(anti-)

bter. berkebalikan dari; berlawanan dengan. [risperidon adalah sebuah antipsikotik (bersifat menyembuhkan gangguan penilaian realitas)] [antidepresan ( = obat antidepresi) generasi baru adalah juga sebuah anti-kecemasan ( = obat anti-cemas) yang efektif].

[dari Bahasa Yunani Kuna anti- “berkebalikan dari, berlawanan dengan”][33].

anti-cemas[sunting]

kb. = anti-kecemasan

[Bahasa Indonesia anti- + cemas].

anti-kecemasan[sunting]

atau anti-cemas

(anxiolytic)

kb. obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan gejala kecemasan.

[Bahasa Indonesia anti- + kecemasan].

antidepresan[sunting]

(antidepressant)

kb. obat yang digunakan untuk menyembuhkan depresi (kemurungan dalam yang tak dapat dihibur) dan gangguan alam perasaan lainnya.

[Bahasa Inggris antidepressant, dari anti- "berkebalikan dari, berlawanan dengan" + depressant "obat medis yang mengurangi aktivitas saraf dan fisiologis tubuh"][34].

antipsikotik[sunting]

atau neuroleptik

(antipsychotic, neuroleptic)

kb.

  1. (kata sifat) bersifat memulihkan psikosis; bersifat memulihkan gangguan penilaian realitas.
  2. (kata benda) obat medis yang digunakan untuk memulihkan psikosis (yaitu, gangguan di mana orang yang mengalaminya tidak bisa membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang tidak).
  3. (kata sifat) tentang atau berkaitan obat medis yang digunakan untuk memulihkan psikosis (gangguan penilaian realitas).

[Bahasa Inggris antipsychotic, dari anti- "berkebalikan dari, berlawanan dengan" & psychotic (dari Bahasa Inggris psychosis "gangguan penilaian realitas" +‎ -ic akhiran pembentuk kata sifat)][35].

antropologi[sunting]

(anthropology)

kb. ilmu yang mempelajari manusia terutama dari segi budaya, perilaku, dan keanekaragamannya.

[dari Bahasa Latin Baru anthropologia (dari Bahasa Yunani ánthrōpos “manusia, lelaki, kemanusiaan” & lógos “penjelasan, narasi, bidang ilmu")][36].

apatis[sunting]

(apathetic; indifferent)

ks. berkurangnya minat dan keterlibatan emosional terhadap sekitarnya[1]; bersikap masa bodoh; tak peduli; cuek.

apo-[sunting]

(apo-)

bter. menjauh dari, terpisah dari.[6]

[dari kata depan dalam Bahasa Yunani apó "dari, menjauh dari"][37].

-asi[sunting]

dan -isasi[6]

(-ation)

akh.

  1. proses atau perbuatan. [hibernasi = tidur panjang sewaktu musim dingin].[38]
  2. hasil dari suatu proses atau perbuatan. [akumulasi = puncak/tumpukan dari suatu hasil perbuatan].[38]
  3. kondisi/keadaan atau kualitas.[38]

[dari Bahasa Belanda -atie[6]; dari Bahasa Latin -ātiō[39]].

asosial[sunting]

(asocial)

ks. tidak bergaul.

astenia[sunting]

(asthenia)

kb. hal lemah tubuh, sebuah istilah lama yang dinisbatkan kepada kondisi badaniah orang dengan skizofrenia di masa lalu.

[dari Bahasa Yunani Kuna asthenḗs, “sakit, lemah”; paduan dari kata a- “tidak, bukan, tanpa” & sthénos “kekuatan”].

astenik[sunting]

(asthenic)

(kata sifat dari astenia) lemah tubuh, sebuah istilah di masa lalu yang dikaitkan kondisi badaniah orang dengan skizofrenia.

[dari Bahasa Yunani Kuna asthenḗs, “sakit, lemah” & -ikós akhiran penanda kata sifat].

-atif[sunting]

(-ative)

akh.

  1. cenderung untuk, cenderung kepada.[6]
  2. tentang atau berkaitan dengan.[40]

[dari Bahasa Belanda -atief[6]].

Lihat -if.

autisme[sunting]

(autism)

kb.

  1. karakter atau kondisi sendirian, fokus, dan terpisah dari lingkungannya.
  2. gangguan dengan ciri khas sendirian dan terpisah dari lingkungannya, yang di masa lalu dianggap sebagai sebutan untuk skizofrenia [autisme dewasa adalah skizofrenia].
  3. gangguan dengan ciri gangguan berbahasa (dengan kadar yang berbeda-beda), minim atau tiadanya kontak mata, yang biasanya mulai ditandai kehadirannya pada masa dini kanak-kanak dan cenderung menetap di sepanjang hidup.

[dari Bahasa Jerman Autismus; istilah yang ditemukan oleh psikiater dari Swiss, Eugen Bleuler, pada tahun 1912; paduan dari kata dalam Bahasa Yunani autós “diri” + -ismós “-isme, kondisi, kondisi yang telah selesai, agama, aliran, ideologi berdasarkan keyakinan akan adanya suatu superioritas”].

avoidant[sunting]

ks. gangguan kepribadian dengan ciri menghindari situasi sosial atau mengalami kecemasan pada situasi-situasi sosial.[41]

[Bahasa Inggris avoid "menghindar, menghindari" +‎ -ant akhiran pembentuk kata sifat].

AWOL[sunting]

[Bahasa Inggris Absence Without Leave]

kb. ketidakhadiran menjalankan tugas militer tanpa izin dari atasan, yang merupakan salah satu indikator moral yang buruk.[1]

badam[sunting]

kb.

  1. sebuah istilah dalam Bahasa Indonesia yang berarti amigdala. Disebut demikian karena merupakan sebutan dalam Bahasa Indonesia untuk buah almond (Prunus amygdalus), yang bentuknya seperti amigdala.
  2. Bahasa Indonesia untuk tonsil (amandel)[42]; alat tubuh menyerupai kelenjar yang terdapat di kiri kanan tekak (ada dua buah)[43].

[dari Bahasa Arab al-badam "(pohon dan buah) Amygdalus communis"].

behavioris[sunting]

(behaviorist)

kb. ilmuwan penganut behaviorisme; ilmuwan perilaku.

[dari Bahasa Inggris behaviorist "penganut behaviorisme". Lihat lebih lanjut di behaviorisme].

behaviorisme[sunting]

(behaviorism)

kb. aliran ilmu jiwa yang tidak mempercayai adanya jiwa; sebuah aliran ilmu jiwa yang berpendapat bahwa ilmu jiwa hendaknya melakukan penelitian pada perilaku dan hal-hal yang tampak dan dapat diamati saja (misalnya jantung yang berdebar-debar dan bicara gugup ketika mengalami kecemasan), dan menolak bahwa ilmu jiwa harus meneliti proses-proses mental/spiritual (hal-hal abstrak) yang melatari sebuah perilaku.

[dari Bahasa Inggris behavior "perilaku" +‎ Bahasa Yunani -ismós “-isme, kondisi, kondisi yang telah selesai, agama, aliran, ideologi berdasarkan keyakinan akan adanya suatu superioritas”].

berbasis-bukti[sunting]

(evidence-based)

kk, ks. (pengobatan dsb yang) didukung oleh penelitian klinis.

bi-[sunting]

(bi-)

bter. (unsur kata yang punya makna yang sama dengan dual- dan dwi-) dua; ganda.

[bipolar = dwikutub].

[dari Bahasa Latin bis "dua" atau dari binus "ganda"].

biblio-[sunting]

(biblio-)

bter. buku

[dari Byblos, nama tempat di mana papirus di masa lalu diimpor].

bibliomania[sunting]

(bibliomania)

kb. kegemaran untuk mengumpulkan banyak buku sehingga mencapai titik mengganggu relasi sosial dengan orang lain.[44]

[dari Byblos, nama tempat di mana papirus di masa lalu diimpor & mania (makna 3)].

bipo[sunting]

(non-formal)

  1. kb. = gangguan bipolar.
  2. ks, kk. mengalami gangguan bipolar.

[Bahasa Indonesia, kependekan dari kata bipo(lar)].

bipolar[sunting]

(bipolar)

dalam Bahasa Indonesia dieja juga sebagai bipoler /bipolér/

ks. dwikutub; dua kutub; (mengalami) dua kutub emosi, yaitu gembira yang berlebihan dan kemurungan yang tak dapat dihibur.

[dari Bahasa Inggris bi- "dua" +‎ polar kata sifat untuk "kutub"].

Lihat gangguan bipolar.

borderline personality disorder[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = gangguan kepribadian ambang

cacat[sunting]

(handicapped, disable, impaired)

atau kecacatan

kb. sebuah istilah usang untuk menyebut ketidakmampuan pada aspek tertentu, baik yang sifatnya fisik maupun mental. Kini istilah disabilitas dan difabilitas lebih umum digunakan.

candu[sunting]

atau madat

kb.

  1. (opium) getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang.
  2. (opioid) senyawa yang mirip opium dengan kandungan zat yang berpotensi menimbulkan kecanduan atau berpotensi menimbulkan efek/dampak kepada tubuh.

kecanduan[sunting]

(addiction)

kb. ketergantungan obat atau zat lainnya, yang terdiri atas ketergantungan secara badaniah dan kejiwaan.

pecandu[sunting]

(addicts; junkie)

kb. orang yang kecanduan; orang yang mengalami gangguan penyalahgunaan zat dan telah mengalami ketergantungan terhadap zat tersebut, misalnya terhadap narkoba.

cannabis[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = ganja.

CBT[sunting]

[Cognitive Behavioral Therapy]

kb. terapi pengubahan pikiran dan perilaku; terapi yang membantu seseorang untuk memusatkan perhatian terhadap sesuatu masalah sehingga mampu memecahkan permasalahan yang mereka alami tersebut. Dalam terapi ini sang pasien dibantu oleh sang terapis untuk mengenali pola-pola pemikiran yang menyimpang (distorted) yang menghambat pemulihan, juga mengenali dan mengubah kepercayaan yang tidak tepat, bergaul dengan orang lain dalam cara-cara yang lebih positif, dan mengubah perilaku sesuai dengan itu semua.

CBT-P[sunting]

[Cognitive Behavioral Therapy for Psychosis]

kb. jenis terapi pengubahan pikiran dan perilaku (CBT) yang ditujukan khusus untuk menangani/mengelola gejala positif dari psikosis (misalnya, menangani/mengelola halusinasi pendengaran).

cemas[sunting]

  1. kb. = gangguan kecemasan.
  2. kk, ks. mengalami gangguan kecemasan; khawatir berlebihan.

kecemasan[sunting]

kb. = gangguan kecemasan.

circular insanity[sunting]

kb. istilah lama untuk gangguan bipolar.

[Bahasa Inggris, istilah yang dipergunakan oleh Jean-Pierre Falret (1794-1870) pada tahun 1854][45][5].

Cognitive Behavioral Therapy[sunting]

kb. [CBT]

Cognitive Behavioral Therapy for Psychosis[sunting]

kb. [CBT-P]

common sense[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = akal sehat

crash programme[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. Program khusus mendidik para dokter senior dan direktur Rumah Sakit Jiwa menjadi psikiater karena kekurangan psikiater pada awal tahun 1960-an. Program ini bersifat satu kali saja (Bahasa Belanda: eenmalig).[1]

cultural-bound syndrome[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = sindrom terkait-budaya

custodial care[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. perawatan pasien gangguan jiwa dengan pengekangan seperti di dalam rumah tahanan (custody).

daya pikir[sunting]

atau kognisi atau kognitif

(cognition, cognitive)

kb. kegiatan mental secara sadar (seperti berpikir, berkomunikasi, memahami, memecahkan masalah, memproses informasi, serta mengingat), yang berkaitan dengan pemerolehan pengetahuan atau upaya untuk mengerti sesuatu hal; kemampuan pikir; kemampuan berpikir.

delinquency[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. hal gagal memenuhi persyaratan yang dipinta oleh hukum; hal melakukan tindakan pelanggaran hukum namun kondisi mentalnya tidak cukup untuk dihadapkan ke pengadilan, misalnya kenakalan remaja (juvenile delinquency) yang tidak dapat diajukan ke pengadilan karena usianya yang masih di bawah umur.[1]

delinquent[sunting]

kata sifat dari delinquency

[Bahasa Inggris]

ks. gagal memenuhi persyaratan yang dipinta oleh hukum; melakukan tindakan pelanggaran hukum namun kondisi mentalnya tidak cukup untuk dihadapkan ke pengadilan, sehingga perlu mendapatkan perawatan khusus.

delirium[sunting]

(delirium)

kb. gangguan jiwa akut disebabkan oleh gangguan fungsi atau kerusakan otak seperti infeksi, trauma, keracunan, dan gangguan metabolisme dengan gejala menurunnya kesadaran, gelisah, bicara kacau, waham, halusinasi, dan gangguan emosi.[1]

delusi[sunting]

(delusion)

kb. = waham

demensia[sunting]

(dementia)

kb.

  1. = pikun
  2. = demensia prekoks.

demensia prekoks[sunting]

(pengindonesiaan dari Bahasa Latin dementia praecox, dari Bahasa Perancis démence précoce)

kb. istilah lama untuk skizofrenia.

dementia praecox[sunting]

kb.demensia prekoks

depresi[sunting]

(depression)

kb. kondisi perasaan yang sangat sedih; kemurungan yang dalam (yang tak dapat dihibur); kurangnya kehendak atau kenikmatan untuk menjalani kegiatan sehari-hari; kesedihan dan perasaan tidak berguna atau rasa bersalah yang berlebihan, yang cukup parah sehingga mengganggu pekerjaan, tidur, belajar, makan, dan menikmati kehidupan.

deteriorasi[sunting]

(deterioration)

kb. kemunduran atau kemerosotan, terutama dalam hal fungsi/kualitas.

detoksifikasi[sunting]

kb. perawatan untuk menghilangkan ketergantungan terhadap zat, terutama ketergantungan terhadap madat (opioid substances).[1]

diagnosa, -nosis[sunting]

(diagnosis)

kb. penentuan jenis penyakit/gangguan dengan cara memeriksa dan meneliti gejala-gejalanya.

diagnosis ganda[sunting]

(dual diagnosis)

kb. memiliki gangguan kesehatan jiwa dan gangguan penyalahgunaan zat (alkohol atau narkoba) pada waktu yang sama.

difabilitas[sunting]

(diffability)

kb. kondisi tidak terpenuhinya suatu fungsi penting secara fisik, mental, atau sosial pada seseorang, yang merupakan akibat dari kemampuan yang berbeda yang dimiliki oleh orang tersebut. Lihat catatan pada lema disabilitas

[dari Bahasa Inggris diffability, singkatan dari different ability "kemampuan yang berbeda"; dari different "berbeda" + ability "kemampuan"].

disabilitas[sunting]

(disability)

kb. ketidakmampuan fisik, mental, atau sosial dalam melakukan fungsi penting sebagai manusia.

  • Catatan: sejumlah pihak menyarankan penggunaan kata difabilitas, karena berasal dari kata dalam Bahasa Inggris diffability yang merupakan kependekan dari different ability (kemampuan yang berbeda), sehingga menunjukkan bahwa yang terjadi bukanlah ketidakmampuan namun merupakan kemampuan yang berbeda.

disosiatif[sunting]

atau gangguan kepribadian ganda atau gangguan kepribadian majemuk

(dissociative identity disorder, split personality, multiple personalities)

ks, kb. (tentang atau berkaitan dengan) gangguan kejiwaan yang dicirikan dengan hadirnya dua atau lebih identitas kepribadian yang berulang kali secara berganti-ganti mengambil alih/menguasai perilaku seseorang.[46]

distimia[sunting]

(dysthymia)

kb. depresi kronis, depresi jangka-panjang, depresi yang dialami dalam jangka-panjang.

dokter[sunting]

(physician, medical doctor)

kb. penyembuh yang melakukan pengobatan dengan berlandaskan pengetahuan biologis modern dan hal-hal ilmiah yang berasal dari Barat alih-alih berlandaskan sistem pengobatan tradisional.

kedokteran jiwa[sunting]

kb. = psikiatri

dorman[sunting]

(dormant)

ks. tidak aktif, tertunda. [fase dorman skizofrenia].

drug[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. obat, seringkali berarti narkoba. Untuk istilah yang berarti obat medis Bahasa Inggris menggunakan istilah medication.

DSM[sunting]

[Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders]

kb. Pedoman penggolongan diagnosis gangguan jiwa yang diterbitkan oleh Perhimpunan Psikiater Amerika (American Psychiatric Association; APA).

dual-[sunting]

(dual)

bter. (unsur kata yang punya makna yang sama dengan bi- dan dwi-) dua; ganda.

[dual diagnosis = diagnosis ganda].

DUP[sunting]

[Duration of Untreated Psychosis]

kb. jangka waktu psikosis (gangguan penilaian realitas) yang tidak terobati; jangka waktu antara dimulainya gejala-gejala psikotik (gejala ketika seseorang tidak mampu membedakan antara yang nyata dan yang tidak) dan dimulainya pengobatan dengan antipsikotik (obat untuk menghilangkan gangguan psikotik tersebut).

dwi-[sunting]

(bi-)

bter. (unsur kata yang punya makna yang sama dengan dual-) dua; ganda.

[dwikutub = bipolar, gangguan dengan dua alam perasaan].

ECT[sunting]

(electro-convulsive therapy)

kb. = terapi kejut-listrik

edukasi keluarga[sunting]

disebut juga dukungan keluarga

(family education; family support)

kb. layanan khusus yang mengajarkan keluarga dan kawan-kawan tentang episode psikosis serta membantu mereka untuk mendukung pemulihan klien. Keluarga dan kawan-kawan tersebut dilibatkan dengan kadar/taraf/intensitas dan lama waktu sesuai dengan kehendak sang kliennya.

EEG[sunting]

(Electro Encephalography)

kb. pemeriksaan gambaran grafik mengenai potensial listrik otak melalui elektroda pada kepala untuk membantu diagnosis gangguan otak organik atau fisiologik, misalnya untuk penyakit epilepsi.[1]

eklektik[sunting]

(eclectic)

ks. (kata sifat) mengambil atau menyimpulkan suatu gagasan dari sumber-sumber yang luas dan bermacam-macam.[47]

ekstra-[sunting]

(extra-)

bter. (merupakan) tambahan, (berada) di luar.

[extramural = di luar suatu lingkungan yang tertutup]. Lawan kata dari intra-.

ekstramural[sunting]

(extramural)

ks. (berada) di luar tembok (dinding) rumah sakit, misalnya upaya kesehatan jiwa yang dilakukan di luar rumah sakit.[1]. Lawan kata dari intramural

electro-convulsive therapy[sunting]

kb. = terapi kejut-listrik

Electro Encephalography[sunting]

kb. [EEG]

emosi[sunting]

(emotion)

kb. perasaan berupa gembira, sedih, cemas, atau marah.

empati[sunting]

(empathy)

kb. kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain[48]; kemampuan untuk merasakan hal yang sama dengan orang lain; perasaan selaras; perasaan setala (seperti garpu tala yang dengungnya sama frekuensinya dengan yang didengar oleh telinga).

epidemiologi[sunting]

(epidemiology)

kb. ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

epidemiologis[sunting]

(epidemiologist)

kb. ahli analisa dalam peristiwa tersebarnya penyakit.

episode[sunting]

(episode)

kb. suatu kurun waktu ketika seseorang mengalami suatu penyakit tertentu; suatu kurun waktu ketika seseorang mengalami suatu gejala yang khas.

episode pertama psikosis[sunting]

(first episode psychosis)

kb. pertama kalinya seseorang mengalami sebuah episode psikosis (yaitu, gangguan yang pengalamnya tidak mampu membedakan mana yang riil dan mana yang tidak). Lihat psikosis.

episode pertama spektrum skizofrenia[sunting]

(first episode schizophrenia spectrum)

kb. lihat episode pertama psikosis

episodik[sunting]

ks.

  1. tentang atau berkaitan dengan episode.
  2. mengalami suatu gejala tertentu secara berulang kali.

erotomania[sunting]

(erotomania)

kb. waham cinta; gangguan penilaian realitas di mana orang yang mengalaminya merasa memiliki kisah percintaan dengan orang yang terkenal (seperti bintang film, penyanyi terkemuka, dsb).

erotomanik[sunting]

(erotomanic)

ks.

  1. tentang atau berkaitan dengan erotomania.
  2. mengalami erotomania.

farmakoterapi[sunting]

(pharmacotherapy)

kb. terapi obat, terapi (dengan) obat medis, terapi (dengan) obat kejiwaan.

flight of ideas[sunting]

kb. lompatan wicara; wicara yang cepat dengan topik yang berpindah-pindah sehingga sukar untuk diikuti oleh orang yang mendengarkannya. Lihat mania.

flow[sunting]

[Bahasa Inggris]

kk, ks. mengalir (peristilahan oleh Martin Selligman).

fobia[sunting]

(phobia)

kb. ketakutan yang tidak wajar terhadap objek atau suasana tertentu.

Freudian[sunting]

(Freudian)

ks. tentang, berkaitan dengan, atau berdasarkan teori-teori psikoanalisis (suatu mazhab dalam ilmu jiwa yang berpendapat bahwa permasalahan kejiwaan disebabkan masalah kejiwaan juga) yang dikemukakan/dipraktekkan oleh Sigmund Freud (1856-1939), seorang dokter berkebangsaan Austria.

ganggu[sunting]

gangguan[sunting]

(disorder; medical condition; [mental] health problem)

kb. sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya permasalahan pada fungsi fisik, mental, atau sosial; sebuah kondisi abnormal; penyakit;[49] sindroma.

gangguan alam perasaan[sunting]

(mood disorder, affective disorder)

kb. gangguan mental yang terutama mempengaruhi alam perasaan seseorang.

gangguan bipolar[sunting]

atau gangguan dwikutub; kadang-kadang dieja sebagai gangguan bipoler /bipolér/

(bipolar disorder)

kb. gangguan jiwa yang dicirikan dengan gejala gembira berlebihan (mania) dan kemurungan yang dalam (depresi) secara berganti-ganti. Disebut juga manik depresi. Bandingkan dengan gangguan skizoafektif.

gangguan jiwa[sunting]

atau gangguan mental atau gangguan psikiatrik

(mental disorder)

kb. kondisi atau pola perilaku yang cukup besar dampaknya sehingga menimbulkan penderitaan (distress) dan keterbatasan dalam hal kemampuan (disabilitas) pada orang yang mengalaminya. Semula disebut dengan istilah penyakit kejiwaan.

  • Catatan: sebagian orang Indonesia mengartikan gangguan jiwa sebagai bentuk yang berat/parah/akut dari masalah kejiwaan. Sementara masalah kejiwaan itu sendiri dianggap sebagai kondisi atau pola perilaku yang hanya menimbulkan penderitaan dan keterbatasan kemampuan dalam kadar yang tidak berdampak begitu besar terhadap kegiatan sehari-hari mereka. Dengan kata lain, masalah kejiwaan hanyalah berupa masalah penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya saja.
gangguan jiwa berat[sunting]

(psychosis)

kb. gangguan penilaian realitas; gangguan dengan ciri ketidakmampuan dalam menilai realitas; psikosis.

gangguan kecemasan[sunting]

(anxiety, anxiety disorder)

atau cemas atau kecemasan; disebut juga ansietas

kb. khawatir yang berlebihan mengenai masa lalu, masa kini, atau masa depan, atau ketakutan yang tidak wajar terhadap objek atau situasi tertentu,[50] yang disertai dengan gejala-gejala badaniah seperti berdebar, berkeringat dingin, dan gemetar[1]; khawatir yang tidak wajar; khawatir berlebihan[50].

gangguan kekurangan pemusatan perhatian[sunting]

= ADHD

gangguan kepribadian[sunting]

(personality disorder)

kb. gangguan yang dicirikan dengan perilaku yang berbeda dengan sekitarnya, yang dapat menimbulkan permasalahan dalam ranah lainnya seperti dalam ranah sosial dan pekerjaan, yang dicirikan juga dengan adanya kemampuan yang buruk dalam hal koping (kemampuan menyelesaikan masalah) dan dalam hal pembentukan relasi dengan orang lain. Gangguan kepribadian tidak dirasakan sebagai beban yang tak dapat dikendalikan bagi orang yang mengalaminya (tidak seperti misalnya gangguan kecemasan), namun lebih dirasakan sebagai masalah yang kurang dirasakan kehadirannya dibandingkan jika yang dialaminya adalah gangguan/sindrom/penyakit.[51]

gangguan kepribadian ambang[sunting]

(borderline personality disorder)

kb.

  1. kondisi dengan ciri yang berada pada ambang batas antara neurosis dan psikosis.[52]
  2. gangguan kepribadian dengan ciri pemikiran yang hitam-putih serta ketidakstabilan dalam hal konsep-diri dan emosi.[52]
gangguan kepribadian antisosial[sunting]

atau sosiopati atau istilah stigmatif psikopati

(antisocial personality disorder)

kb. gangguan kepribadian dengan ciri suka melakukan pelanggaran hukum; gangguan kepribadian dengan ciri orang yang mengalaminya tidak memiliki kesadaran yang cukup bahwa perilakunya tidak bermoral (meskipun mampu membedakan antara benar dan salah), berperilaku agresif, merusak, dan tanpa pertimbangan yang matang, yang menyebabkannya melakukan pelanggaran terhadap norma/hukum yang berlaku.

gangguan kepribadian skizoid[sunting]

atau hanya skizoid

kb. penyendiri dan pendiam; gangguan kepribadian dengan ciri sosial yang terkesan berjarak, apatis, serta memiliki wicara dan ekpresi emosi yang terbatas, meski memiliki kinerja yang baik walau harus memilih pekerjaan yang membuatnya lebih banyak sendirian dalam hal sosial seperti penjaga keamanan pada saat malam hari atau pekerja di laboratorium.

gangguan kepribadian skizotipal[sunting]

atau hanya skizotipal atau skizotipi (schizotypy)

kb. hal eksentrik; gangguan kepribadian dengan pola pemikiran yang pencuriga (paranoid), memiliki emosi yang cenderung datar, hanya memiliki beberapa kawan, bersikap kaku dan canggung dalam situasi sosial (termasuk merasa tidak nyaman dengan keintiman/keakraban dalam situasi sosial), banyak berfantasi dan berkhayal, cenderung memiliki persepsi yang menyimpang atas realitas (misalnya menafsirkan derau [noises] sebagai suara-suara wicara manusia), serta percaya bahwa diri mereka adalah cenayang (orang yang memiliki kemampuan gaib yang tinggi).[53]

gangguan obsesif-kompulsif[sunting]

(obsesif-kompulsif)

kb. masalah kejiwaan berupa paduan dua hal yang saling berkaitan, yaitu pikiran yang terus-menerus muncul (obsesi) dan tindakan yang merasa wajib untuk dilakukan (kompulsi).

gangguan penggunaan zat[sunting]

(substance use disorder)

istilah lama gangguan penyalahgunaan zat (substance abuse disorder)

kb. penggunaan zat (misalnya minuman keras dan obat-obatan terlarang) yang berlebihan dan berulang-ulang sehingga menimbulkan ketergantungan, yang menimbulkan dampak buruk pada aspek sosial dan pekerjaan.

gangguan penyalahgunaan zat[sunting]

(substance abuse disorder)

istilah lama untuk gangguan penggunaan zat

gangguan penyesuaian[sunting]

(adjustment disorder)

kb. gangguan dengan ciri kehilangan minat, sedih, menangis, dan merasa khawatir, yang menghilang begitu orang yang mengalaminya terbiasa dengan gejala-gejala tersebut dan lingkungan di sekitarnya. Gangguan penyesuaian dapat dialami karena terjadinya perundungan (pelecehan), kecelakaan, kejadian traumatis, dsb.[54]

gangguan psikosomatik[sunting]

atau -tis

kb. masalah fisik (badaniah) yang timbul dan bersumberkan pada permasalahan psikis/emosional.[1]

gangguan psikotik[sunting]

= psikosis

gangguan psikotik singkat

kb. gangguan penilaian realitas (psikosis) dengan gejala-gejala yang dialami kurang dari satu bulan, dan setelah itu akan pulih sepenuhnya.[55]

gangguan skizoafektif[sunting]

(schizoaffective disorder)

kb. gangguan jiwa yang merupakan paduan antara skizofrenia dan gangguan bipolar.

gangguan skizofreniform[sunting]

(schizophreniform disorder)

kb. Kondisi mental dengan gejala-gejala yang selaras/bersesuaian dengan skizofrenia namun dialami dalam jangka waktu kurang dari enam bulan.

gangguan somatoform[sunting]

kb. gangguan dengan banyak keluhan fisik tapi pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan/penyakit, misalnya histeria.

gangguan stres pasca-trauma[sunting]

(post-traumatic stress disorder [PTSD])

kb. gangguan jiwa setelah stressor yang sangat berat yang tidak dapat diatasi, yang diikuti dengan hadirnya gejala-gejala lain sebagai responnya, seperti misalnya penghindaran tempat kejadian dan kewaspadaan berlebihan.[1]

ganja[sunting]

atau mariyuana

(marijuana, cannabis)

kb.

  1. tanaman setahun, Cannabis sativa, yang mudah tumbuh, merupakan tumbuhan berumah dua (pohon yang satu berbunga jantan, yang satu berbunga betina), pada bunga betina terdapat tudung bulu-bulu runcing yang mengeluarkan sj damar.[56]
  2. zat atau bagian yang berasal dari tanaman tersebut, yang biasa dihisap sebagai rokok untuk efek rekreasionalnya.

gantung[sunting]

tergantung[sunting]

(dependent, substance dependent)

kk. mencandu; mengalami kecanduan; mengalami ketagihan; menyalahgunakan (zat) sehingga menggunakannya secara berlebihan, yang sebagai hasilnya berakibat buruk pada tubuh, hal-hal sosial, dan pekerjaan.[57]

ketergantungan[sunting]

(dependence, substance dependence)

kb. kecanduan; ketagihan (zat); penyalahgunaan yang mengakibatkan ketagihan suatu zat, misalnya minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang. Zat yang menimbulkan kecanduan dinamakan zat adiktif.[57]

gejala[sunting]

(symptom)

kb. perubahan dalam hal fungsi, ciri-ciri fisik, atau hal-hal lainnya yang diketahui dengan cara pengamatan atau dialog, sebagai pertanda hadirnya sebuah penyakit/gangguan.[58]

gejala negatif[sunting]

(negative symptoms)

kb. gejala yang kurang daripada semestinya. Contoh dari gejala negatif "yang merupakan pengurangan" dari hal-hal yang dialami seseorang termasuk penarikan diri dari pergaulan sosial, tiadanya kehendak, energi yang kurang, emosi yang datar, serta berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengingat. Bandingkan dengan gejala positif.

gejala positif[sunting]

(positive symptoms)

kb. gejala yang berlebihan dari semestinya. Contoh dari gejala positif "yang merupakan tambahan" terhadap pengalaman seseorang termasuk waham (keyakinan palsu; yakin bahwa sesuatu benar-benar nyata padahal tidak ada) dan halusinasi (melihat, mendengar, merasa, mencium aroma, atau mengecap rasa sesuatu yang tidak nyata) dan agitasi (perasaan terhasut; tersulut emosinya). Bandingkan dengan gejala negatif.

gelandangan psikotik[sunting]

(psychotic vagrant)

kb. orang dengan gangguan jiwa berat yang berkeliaran di pinggir jalan dengan penampilan yang tidak terurus dan menunjukkan ketidakmampuan dalam menilai realitas (psikotik).

gerak[sunting]

(move; motion)

beranjak atau memindahkan anggota tubuh sehingga tidak tetap seperti semula; berubah titik letaknya dalam suatu ruang[59]. [olahraga pada dasarnya adalah gerak secara fisik].

gerakan[sunting]

(movement)

trend dalam suatu bidang atau lapangan sosial, yang mencoba mencapai sesuatu tujuan sesuai dengan prinsip dasarnya.[60] [gerakan seni dan budaya pada Zaman Renaisans di Eropa Barat].

gerakan pasca-rawat[sunting]

(after-care movement)

[Bahasa Inggris]

kb. sebuah nama awal bagi gerakan para dokter yang menyediakan layanan pasca-rawat sehingga para pasien kejiwaan tidak kembali dirawat-inap ulang di rumah sakit. Gerakan ini dimulai pada tahun 1829 oleh seorang dokter bernama Lindpainter di Nassau, Jerman. Merupakan cikal-bakal dari gerakan yang kemudian bernama komunitas kesehatan jiwa.[5]

geriatri[sunting]

(geriatrics; geriatric medicine)

kb. cabang kedokteran yang mempelajari penyakit pada orang lanjut usia.

gerontologi[sunting]

(gerontology)

kb. ilmu yang mempelajari proses menjadi tua dan dampaknya pada semua aspek kehidupan manusia.[1]

GPPQ[sunting]

[General Purpose Psychiatric Questionnaire]

kb. sebuah istilah lama yang berarti daftar isian dari Direktorat Kesehatan Jiwa, Departemen Kesehatan RI untuk semua pasien jiwa yang dirawat-inap di rumah sakit - rumah sakit di seluruh Indonesia untuk kemudian diolah secara terkomputerisasi..

halusinasi[sunting]

(hallucination)

kb. penerimaan inderawiah yang palsu; penerimaan inderawiah yang tidak berlandaskan pada kenyataan; penerimaan yang seolah-olah diterima oleh panca-indera, seperti mendengar suara-suara (pada indera pendengaran), melihat sesuatu (pada penglihatan), merasakan sesuatu menjalar di kulit (pada perabaan), mencium aroma (pada organ hidung), atau mengecap rasa (pada organ lidah), yang sebenarnya tidak nyata.

  • Catatan: Waham adalah hal tidak nyata dalam bentuk "keyakinan" dalam pikiran, sedangkan halusinasi adalah hal tidak nyata yang lebih berada pada hal-hal yang (seolah-olah) "diterima oleh panca-indera", meskipun keduanya, pada kasus gangguan penilaian realitas (psikosis) dapat terjadi secara beriringan dan seolah-olah saling mendukung.

halusinasi penciuman[sunting]

(olfactory hallucination)

kb. hal mencium aroma tertentu yang sebenarnya tidak ada.

halusinasi pendengaran[sunting]

(auditory hallucination, auditoric hallucination)

kb. hal mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

halusinasi pengecapan[sunting]

(gustatory hallucination)

kb. hal mengecap sesuatu (di lidah) sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

halusinasi penglihatan[sunting]

atau halusinasi visual

(visual hallucination)

kb. hal melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

halusinasi perabaan[sunting]

(tactile hallucination)

kb. hal merasakan sesuatu merayap di kulit (atau di balik kulit) yang sebenarnya tidak ada.

halusinogen[sunting]

(hallucinogen)

kb. zat penimbul halusinasi; zat yang menyebabkan halusinasi.

halusinogenik[sunting]

(hallucinogenic)

kb. bersifat menimbulkan halusinasi.

hendaya[sunting]

(impairment; disability; dysfunction; handicapped)

kb. ketidakmampuan; ketidakberfungsian.

  • Catatan: sejumlah pihak menyarankan istilah pemayaran alih-alih hendaya untuk pengertian ini.

hendaya daya pikir[sunting]

(cognitive impairment)

kb. hal mengalami kesulitan dengan daya pikir/kemampuan berpikir. Contohnya, kesulitan untuk memfokuskan perhatian, kesulitan untuk berpikir secara jelas, atau kesulitan untuk mengingat informasi yang baru.

hiper-[sunting]

(hyper-)

bter. terlalu banyak; berlebihan. [hypersomnia = terlalu banyak tidur].

Lawan kata dari hipo-

hipersomnia[sunting]

(hypersomnia)

kb. terlalu banyak tidur; berlebihan tidur. Lawan kata dari insomnia

hipnosis[sunting]

(hypnosis)

kb. kondisi kesadaran yang menyempit sehingga mudah disugesti.[1]

hipnotik[sunting]

(hypnotic)

ks. (kata sifat) menimbulkan hipnosis; mengakibatkan terjadinya hipnosis.

[zat hipnotik = zat yang mengakibatkan terjadinya hipnosis]

hipo-[sunting]

(hypo-)

bter. kurang; kekurangan; berada di bawah

[hipotensi = tekanan darah rendah]

Lawan kata dari hiper-

histeria[sunting]

(hysteria)

kb. gangguan khas pada perempuan, yang pada konsep kesehatan jiwa di masa lalu dijelaskan sebagai sebuah gangguan karena bergesernya letak rahim (Latin: hysteria), yang ditandai dengan gejala melakukan sesuatu tapi apabila sudah sadar dia lupa terhadap apa yang dia lakukan, dan memiliki ciri teralihnya masalah mental menjadi gangguan fisik, seperti lumpuh, kejang, buta, dsb).[1]

holistik[sunting]

(holistic)

ks. mengutamakan keseluruhan alih-alih mengutamakan bagian-bagiannya secara terpisah-pisah.[61]

homeostasis[sunting]

(homeostasis)

kb. kecenderungan di dalam tubuh untuk mempertahankan kesetimbangan alamiahnya.

homoseksual[sunting]

(homosexual)

kb. ketertarikan seksual untuk menyenangi sesama dari golongan jenis kelamin yang sama; senang terhadap sesama jenis.

humanistik[sunting]

(humanistic)

ks. memandang manusia sebagai pusat segala sesuatu.

[psikologi humanistik = psikologi yang memandang manusia sebagai pusat kehidupan].

ICD[sunting]

[International Classification of Diseases]

kb. Pedoman Penggolongan penyakit dan gangguan secara internasional yang diterbitkan oleh WHO.

1ide[sunting]

(idea)

kb. konsep mengenai sesuatu yang berada dalam pikiran; pemikiran; gagasan.

2ide[sunting]

(idea)

kb. keyakinan yang tidak berlandaskan kenyataan namun dapat dibantah dengan bukti-bukti nyata; bukan waham. Bandingkan dengan waham.

-if[sunting]

(-ive)

(akhiran pembentuk kata sifat)[62]. tentang atau berkaitan dengan; memiliki sifat atau karakter; cenderung (ke)pada.[62]

[dari Bahasa Latin -ivus][63].

im-[sunting]

(im-)

varian bentuk ingkar dari 2in-

bter. tidak, bukan, tanpa.

[immobile = tidak bergerak, bukan perangkat bergerak] [immature = tidak dewasa].

impulsif[sunting]

(impulsive)

ks. (tentang tindakan) dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan yang matang.[1]

1in-[sunting]

(in-)

bter. di dalam.

[inpatient = pasien rawat-inap].

2in-[sunting]

(in-)

bter. (sebuah bentuk ingkar) tidak, bukan.

[inhumane = tidak manusiawi].

  • Catatan mengenai bentuk kata: 2in-, il-, im-, ir-: Bentuk unsur katanya berubah menjadi il- di muka kata yang berawalan bunyi l [illogical = tidak logis], berubah menjadi im- di muka kata berawalan bunyi m [immature = tidak dewasa], berubah menjadi ir- di muka kata berawalan bunyi r [irrational = tidak rasional].

insidensi[sunting]

(incidence)

kb. jumlah kasus baru dalam kurun waktu tertentu pada suatu jumlah penduduk tertentu.[1]

insomnia[sunting]

(insomnia)

kb. sukar jatuh tertidur; sulit tidur; sukar tidur. Lawan kata dari hipersomnia

intervensi[sunting]

(intervention)

kb. ikut terlibat dalam penanganan sesuatu[64], misalnya dalam pemulihan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

intervensi dini[sunting]

(early intervention)

kb. tindakan keterlibatan dalam suatu pemulihan yang dilakukan di awal waktu atau dalam waktu sesegera mungkin.

intervensi psikososial[sunting]

(psychosocial intervention)

kb. terapi non-obat-obatan untuk orang dengan penyakit kejiwaan beserta keluarganya; termasuk psikoterapi (terapi wicara), koping (kemampuan untuk menangani masalah), pelatihan serta dukungan untuk pekerjaan dan layanan pendidikan.

intra-[sunting]

(intra-)

bter. di dalam, di antara

[intramural = di dalam suatu lingkungan (misalnya dalam lingkungan rumah sakit)].

intramural[sunting]

(intramural)

(sebuah frase kata depan yang berarti) di dalam tembok (dinding) rumah sakit, misalnya kegiatan-kegiatan kesehatan jiwa yang hanya dilakukan di dalam rumah sakit.[1] Lawan kata dari ekstramural

-isasi[sunting]

(-ization)

lihat -asi.

jangka waktu psikosis tidak terobati[sunting]

(duration of untreated psychosis [DUP])

kb. Lihat DUP

jiwa[sunting]

atau mental

(mental, psyche)

kb.

  1. aspek pada diri manusia yang mencakup pikiran, perasaan, dan perilaku.
  2. proses-proses abstrak pada diri manusia (seperti pikiran dan perasaan) yang menjadi latar dari terjadinya perilaku.
  • Catatan: beberapa pihak menjauhkan istilah jiwa dan lebih memilih istilah mental ketika memaksudkan kesehatan jiwa sebagai aspek pada diri manusia yang berlandaskan pada hal-hal biologis.

[berasal dari Bahasa Sansekerta jiva “nyawa; zat hidup, kehidupan, makhluk hidup",[65], serta "ruh manusia, ruh individual"[66][67]. Dari akar kata Sansekerta jiv "hidup, hidup kembali, hidup di samping seseorang"[68]]

kambuh[sunting]

atau relaps

(relapse)

kk, ks. kumat; gejala yang ada bertambah, atau gejala yang lama dialami kembali.

KDRT[sunting]

[Kekerasan Dalam Rumah Tangga]

kb. tindakan kejam secara fisik dan mental oleh seseorang terhadap orang lain di dalam lingkup keluarganya.[1]

kecacatan[sunting]

kb. lihat cacat

kelentingan[sunting]

kb.lenting (kelentingan)

kelompok[sunting]

(group)

kb. sejumlah orang yang memiliki tujuan atau mengalami hal yang sama.

kelompok swa-bantu[sunting]

(self-help group)

kb. kelompok bantu-diri; kelompok berbagi yang anggotanya adalah sesama orang yang mengalami yang memberikan masukan kepada kawan sebaya (peer)-nya.

kepribadian[sunting]

(personality)

kb.pribadi (kepribadian).

kerja[sunting]

(work)

kb.

pekerja[sunting]

(worker)

kb.

pekerja sosial[sunting]

(social worker)

kb. orang yang melakukan penilaian dan bimbingan di bidang sosial bagi orang yang mengalami masalah fisik, mental, dan/atau sosial, termasuk dalam hal kesejahteraan.[1]

kharisma[sunting]

(charm)

kb. bakat atau kemampuan luar biasa yang membangkitkan rasa kagum dari orang lain, terutama dalam kaitannya dengan kepemimpinan seseorang.

khawatir[sunting]

(worry)

kb. perasaan tidak tentram; rasa cemas biasa yang bukan merupakan gangguan.

klenik[sunting]

kb. kegiatan perdukunan yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak masuk akal, terutama dalam kaitannya dengan pengobatan atau penanganan sesuatu masalah.

kleptomania[sunting]

(cleptomania)

kb. gangguan jiwa dengan gejala dorongan untuk mencuri meskipun barang yang dicurinya tidak berharga.[1]

klinikal[sunting]

ks. = klinis.

klinik, -nis[sunting]

ks. = klinis

klinis[sunting]

atau klinik, klinikal

(clinical)

ks. bersifat medis; tentang atau berkaitan dengan medis.

kognisi[sunting]

(cognitive; cognition)

kb. = daya pikir.

kognitif[sunting]

(cognitive)

ks.

  1. (kata benda) kemampuan berpikir; daya pikir.
  2. (kata sifat dari kognisi) tentang atau berkaitan dengan daya pikir.

koloni[sunting]

(colony)

kb. tempat pengasingan pasien jiwa zaman dahulu yang jauh dari pemukiman penduduk.[1]

komorbid[sunting]

(comorbid)

ks. mengalami dua penyakit atau lebih dalam satu waktu.

komorbiditas[sunting]

(comorbidity)

kb. dialaminya dua atau lebih penyakit pada orang yang sama. Penyakitnya dapat berupa penyakit fisik atau gangguan mental. Disebut juga komplikasi.

komplikasi[sunting]

kb. lihat komorbiditas.

kompulsi[sunting]

(compulsion)

kb. perbuatan berulang-ulang yang tidak rasional yang jika ditahan tidak dilakukan akan menimbulkan kecemasan.[1]

konasi[sunting]

kb. upaya dasar seseorang yang diwujudkan dalam tindakan dan perilakunya.[1]

konflik[sunting]

(conflict)

kb. kondisi mental atau emosional yang timbul karena pada waktu yang sama terdapat impuls, dorongan, atau tuntutan yang bertentangan, baik di dalam atau di luar dirinya.[1]

konseling[sunting]

kb. bentuk bimbingan secara lisan untuk membantu pasien memahami dirinya secara lebih baik sehingga ia dapat mengoreksi dan mengatasi kesulitan dengan permasalahan kesehatan jiwanya.[1]

konsumen[sunting]

atau konsumen kesehatan jiwa

(consumer, mental health consumer)

kb. konsumen, pengalam, orang yang mengalami, pasien. Lihat catatan perbedaan makna pada lema pasien.

koping[sunting]

(coping)

kb. kemampuan untuk menangani masalah.

koro[sunting]

kb. sindrom terkait-budaya pada masyarakat Melayu dan wilayah selatan Tiongkok, dengan gejala-gejala berupa kecemasan akut karena alat kelamin akan mengkerut atau masuk ke dalam rongga perut, yang menurut keyakinannya akan menyebabkan kematian.[1]

Kraepelinian[sunting]

/kra pé li ni yan/

(Kraepelinian)

ks. tentang atau berkaitan dengan teori-teori kejiwaan yang digagas oleh Emil Kraepelin (1856-1926), seorang psikiater berkebangsaan Jerman, terutama mengenai penggolongan gangguan jiwa menjadi dua kelompok besar, yaitu dementia praecox (yang mewakili gangguan penilaian realitas atau psikosis) dan gangguan alam perasaan yang disebutnya dengan istilah manik-depresi.

  • Catatan: Dementia praecox kemudian menjadi konsep awal bagi skizofrenia, dan manik-depresi kemudian menjadi konsep awal bagi gangguan bipolar.

kraniata[sunting]

(craniata)

kb. hewan yang mempunyai tulang tempurung kepala (kranium). Setiap hewan yang mempunyai tulang tempurung kepala (kranium) mempunyai tulang belakang (vertebrae), sehingga kraniata (hewan dengan tempurung kepala) adalah sebutan lain untuk vertebrata (hewan bertulang belakang).

kranium[sunting]

(cranium)

kb. tulang tempurung kepala.

kronik[sunting]

atau kronis

(chronic)

ks. berlangsung dalam jangka waktu yang lama, atau terus-menerus berulang kembali.

kumat[sunting]

(relapse)

ks. = kambuh

kuratif[sunting]

(curative)

ks. bersifat menyembuhkan.

latah[sunting]

ks, kb. (sindrom terkait-budaya pada pada perempuan di masyarakat Melayu, dengan gejala) apabila dikejutkan akan timbul ekolalia (menirukan bicara), ekopraksia (menirukan gerakan), dan koprolalia (menyebutkan alat kelamin).[1]

lenting[sunting]

atau resilien

(resilient)

ks. mampu pulih seperti semula (seperti pegas yang ditarik dan dapat kembali ke posisi sebelumnya); mampu kembali ke kondisi seperti sebelum mengalami gangguan atau sebelum mengalami peristiwa traumatis.

kelentingan[sunting]

atau resiliensi

(resilience)

ks. kemampuan untuk pulih seperti semula (seperti pegas yang ditarik dan dapat kembali ke posisi sebelumnya); hal mampu kembali ke kondisi seperti sebelum mengalami gangguan atau sebelum mengalami peristiwa traumatis.

life skill[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = keterampilan hidup

lir-[sunting]

bter. seperti; mirip.

[gangguan lir-skizofrenia = gangguan jiwa yang mirip skizofrenia].

  • Catatan: Meskipun bentuk terikat lir- memiliki kaitan makna dengan bentuk terikat oid-, namun kata turunannya dapat menurunkan peristilahan yang berlainan artinya, meskipun perbedaan maknanya saru [gangguan lir-skizofrenia tidak sama artinya dengan schizoid].

lir-skizofrenia[sunting]

(schizophrenia-like)

bter. gangguan-gangguan yang mirip dengan skizofrenia, contohnya di antaranya gangguan psikotik singkat, skizofreniform, skizoafektif, gangguan kepribadian skizotipal dan gangguan kepribadian skizoid.

madat[sunting]

bter. = candu

mania[sunting]

(mania)

kb.

  1. kondisi gembira berlebihan, sangat bersemangat, dengan arus wicara yang melompat-lompat (flight of ideas), akan tetapi mudah tersinggung. Merupakan salah satu dari gejala dari gangguan bipolar.
  2. sebuah istilah golongan gangguan jiwa pada masa kuna yang pengalamnya mengalami kondisi "tinggi"; sebuah istilah (selain melankolia, yang berada pada kutub sebaliknya), yang merupakan golongan gangguan jiwa pada Yunani Kuna, yang berarti sangat berenergi, sangat bersemangat, girang, berbicara banyak sekali, mudah tersinggung, berwaham kebesaran, serta mengalami halusinasi.
    • Catatan: Istilah penggolongan gangguan jiwa ini tidak ada kaitannya dengan istilah depresi dan mania (makna 1) yang dipergunakan sebagai peristilahan gejala gangguan alam perasaan pada masa kemudian, yang berdasarkan peristilahan oleh Emil Kraepelin manik-depresi.
  3. gangguan jiwa yang pengalamnya bersemangat akan sesuatu. [kleptomania].

[Bahasa Yunani Kuna mania "kegilaan"].

manik[sunting]

(manic)

(kata sifat dari mania): sangat gembira atau sangat bersemangat, akan tetapi mudah tersinggung.

[Bahasa Yunani Kuna mania "kegilaan" + Bahasa Inggris -ic akhiran pembentuk kata sifat].

manik-depresi[sunting]

(manic-depression)

kb. istilah lama untuk gangguan bipolar.

[golongan untuk gangguan alam perasaan sejak 1899, terutama oleh Emil Kraepelin (dengan istilah manik-depresi), Jean-Pierre Falret (circular insanity), Jules Baillarger (double formed insanity), & Karl Kahlbaum (cyclothymia)].

manusia[sunting]

(human)

kb.

  1. orang; primata dari jenis Homo sapiens.
  2. jenis makhluk lain dari marga Homo.

[dari Bahasa Sansekerta manuṣya; dari akar kata proto-Indo-Eropa *mon- "manusia, lelaki"].

mariyuana[sunting]

kb. = ganja.

M2M[sunting]

[Metode 2 Menit]

kb. Metode wawancara psikiatrik sederhana oleh dokter umum secara menyeluruh dalam waktu 2 menit untuk mendeteksi masalah kejiwaan pada pasien umum.

melankolia[sunting]

(melancholia)

kb. suatu kondisi kejiwaan yang ditandai dengan depresi.

melankolik[sunting]

atau -lis

(melancholic)

(kata sifat dari melankolia) memiliki karakter yang murung.

menopause[sunting]

(menopause)

ks. tidak mengalami haid lagi karena sudah lanjut usia.

mental[sunting]

(mental, psyche)

kb. jiwa; aspek kejiwaan yang terdiri atas pikiran, perasaan, dan perilaku. Karena sejarah katanya, yang berasal dari akar kata men- "berpikir" dalam keluarga bahasa Indo-Eropa, maka seringkali hanya diartikan sebagai "pikiran".

metabolik[sunting]

atau -lis

(metabolic)

ks. tentang atau berkaitan dengan metabolisme.

metabolisme[sunting]

(metabolism)

kb. rangkaian proses-proses biokimiawi di dalam tubuh untuk mempertahankan hidup yang terdiri atas proses pengubahan makanan menjadi energi, proses pengubahan makanan menjadi zat-zat penting seperti protein dan lemak, serta proses pembuangan sisa-sisa dari kedua proses tersebut.[69]

Minnesota Multiphasic Personality Inventory[sunting]

kb. [MMPI]

MMPI[sunting]

[Minnesota Multiphasic Personality Inventory]

kb. suatu daftar pertanyaan untuk mendeteksi profil kepribadian dan kecenderungan mengalami gangguan jiwa.[1]

mood[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. suasana hati seperti gembira atau sedih yang wajar, serta terlalu girang (mania) atau kemurungan yang dalam (depresi); perasaan; alam perasaan; afek; afeksi.

moody[sunting]

[Bahasa Inggris]

ks. memiliki suasana perasaan yang cenderung berubah-ubah.

NAMI[sunting]

[National Alliance on Mental Illness]

kb. Aliansi Nasional untuk Kesehatan Jiwa; kumpulan organisasi konsumen kesehatan jiwa yang sifatnya nasional di Amerika Serikat. Lihat juga NIMH.

narkoba[sunting]

[narkotika dan bahan adiktif lainnya]

kb. zat turunan madat (opioid) dan zat lainnya yang berpotensi menimbulkan kecanduan.

narkotik[sunting]

  1. ks. tentang atau berkaitan dengan narkotika.
  2. kb. = narkotika.

narkotika[sunting]

(drugs)

kb. semua zat turunan madat (opioid) yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.[1]

National Alliance On Mental Illness[sunting]

kb. lihat NAMI

National Institute Of Mental Health[sunting]

kb. lihat NIMH

negatif[sunting]

(negative)

ks. bersifat mengurangi.

[gejala negatif = gejala yang tidak ada pada diri orang yang sehat; gejala yang merupakan pengurangan jika dibandingkan dengan orang yang sehat].

neurofisiologi[sunting]

(neurophysiology)

kb. fungsi alat-alat tubuh (fisiologi) pada susunan saraf pusat dan saraf tepi.

neurofisiologik[sunting]

atau -logis

(neurophysiologic)

ks. tentang atau berkaitan dengan neurofisiologi.

1neuroleptik[sunting]

(neuroleptic)

ks. = antipsikotik

2neuroleptik[sunting]

atau -leptika

(neuroleptic)

kb. = antipsikotik

neuroleptika[sunting]

(neuroleptic)

kb. = 2neuroleptik, antipsikotik.

neuro-psikiater[sunting]

[Bahasa Jerman Neüro-Psikiater]

kb. dokter yang mempunyai speliasisasi ganda dalam bidang neurologi dan psikiatri: sebuah istilah yang tidak dipergunakan lagi karena luasnya bidang yang ditekuni.

neuro-psikiatri[sunting]

(neuro-psychiatry)

kb. cabang kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu kedokteran saraf (neurologi) dan kedokteran jiwa (psikiatri).

neuro-psikiatrik[sunting]

(neuro-psychiatric)

(kata sifat dari neuro-psikiatri) tentang atau berkaitan dengan neuro-psikiatri.

neurosis[sunting]

(neurosis)

kb. istilah lama untuk golongan masalah kejiwaan yang gejalanya terutama berupa kecemasan tanpa adanya gangguan penilaian realitas[1]; istilah lama untuk golongan masalah kejiwaan non-psikotik. Bandingkan dengan psikosis.

neurotik[sunting]

(neurotic)

(kata sifat dari neurosis)

  1. tentang atau berkaitan dengan neurosis.
  2. mengalami gangguan jiwa yang berada di luar ranah psikosis (gangguan penilaian realitas).

NIMH[sunting]

[National Institute Of Mental Health]

kb. Institut Nasional Kesehatan Jiwa; dinas federal yang memimpin penelitian mengenai gangguan kejiwaan di Amerika Serikat. NIMH adalah salah satu dari 27 institut dan lembaga pusat yang membentuk Institut Nasional Kesehatan (National Institutes of Health [NIH]), dinas penelitian medis di Amerika Serikat. NIH adalah bagian dari Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia, Pemerintah Amerika Serikat.

normal[sunting]

ks. sehat, wajar, tidak mengalami suatu kendala atau penyakit.

[berasal dari Bahasa Latin normālis "sesuai dengan kaidah/(per)aturan"].

obat[sunting]

(medication)

kb. zat kimiawi yang digunakan untuk memberikan khasiat kesembuhan.

obat suntik jangka panjang[sunting]

(long-acting injectable [drugs])

kb. suntikan obat medis yang dilakukan sekali atau dua kali dalam sebulan. Suntikan ini merupakan alternatif lain dari meminum obat medis yang dilakukan setiap hari. Lihat antipsikotik.

obsesi[sunting]

(obsession)

kb. isi pikiran yang berulang-ulang, mendesak, menetap, dan tidak dapat dihilangkan.[1]

obsesif[sunting]

(obsessive)

ks. (kata sifat dari obsesi) tentang atau berkaitan dengan obsesi.

obsesif-kompulsif[sunting]

(obsesif-kompulsif)

kb. Lihat gangguan obsesif-kompulsif.

opioid[sunting]

(opioid)

kata sifat yang berarti mirip opium. Seringkali diindonesiakan menjadi candu atau madat.

opium[sunting]

(opium)

kb. = candu, madat. Lihat candu (makna 1).

out-[sunting]

(out-)

bter. di luar.

[outpatient = pasien rawat-jalan]

panasea[sunting]

(panacea)

kb. obat untuk semua penyakit/kesulitan; obat yang dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan dapat memanjangkan usia. Pada mulanya merupakan obat seperti itu yang dicari oleh para alkimiawan pada zaman dahulu.[70]

parameter[sunting]

kb. ukuran yang digunakan dalam sebuah penelitian; skala.

paranoia[sunting]

(paranoia)

kb. = paranoid (makna 1)

paranoid[sunting]

(paranoid)

  1. kb. (atau paranoia) kb. kecurigaan; kondisi rasa takut yang tidak rasional dan karena itu menjadi sangat tidak percaya kepada orang lain.
  2. ks. pencuriga; takut dan menjadi sangat tidak percaya terhadap orang lain.

pasien[sunting]

atau konsumen atau klien

(patient; consumer; client)

kb. pengguna layanan kesehatan/kesehatan jiwa.

  • Catatan: Konsumen adalah istilah yang digunakan oleh komunitas kesehatan jiwa. Klien adalah istilah yang digunakan dalam layanan konseling yang sifatnya lebih merupakan terapi wicara alih-alih konsultasi klinis.

pasien rawat-inap[sunting]

(inpatient)

kb. perawatan kesehatan untuk seseorang yang disetujui untuk masuk ke ruangan inap sebuah rumah sakit. Bandingkan dengan pasien rawat-jalan.

pasien rawat-jalan[sunting]

(outpatient)

kb. perawatan kesehatan yang diberikan kepada seseorang yang tidak menginap di ruangan di rumah sakit. Bandingkan dengan pasien rawat-inap.

pasung[sunting]

(confinement, shackle)

kb. pembelengguan pasien jiwa, biasanya dengan menggunakan balok kayu, kekang berupa rantai, atau pengurungan dalam kerangkeng atau sebuah ruangan, sehingga membatasi pergerakan dari pasien tersebut.

PDSKJI[sunting]

[Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia]

kb. perhimpunan profesi psikiater di bawah Ikatan Dokter Indonesia [IDI].

pecandu[sunting]

(addicts, junkie)

kb.candu (pecandu).

pedofilia[sunting]

(pedophilia, paedophilia)

kb. orang dewasa yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak.

pedofilik[sunting]

kadang-kadang paedo-

(pedophilic, paedophilic)

(kata sifat dari pedofilia) (tentang orang dewasa) memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak.

pekerja sosial[sunting]

kb.kerja (pekerja sosial).

pemayaran[sunting]

(dysfunction)

kb. ketidakberfungsian, misalnya ketidakberfungsian bagian tertentu pada otak. Lihat catatan pada lema hendaya

pemulihan[sunting]

(recovery)

kb.pulih (pemulihan).

penanganan[sunting]

(intervention)

kb. tindak keterlibatan atau tindak pengelolaan untuk membantu mengobati atau menyembuhkan suatu gejala/gangguan.

penanganan dini[sunting]

atau intervensi dini

(early intervention)

kb. hal mendiagnosa dan mengobati penyakit kejiwaan ketika baru pertama kali berkembang.

penyalahgunaan zat[sunting]

(substance abuse)

kb. penggunaan zat atau obat tanpa indikasi medis dan telah terdapat hendaya dalam fungsi sosial dan pekerjaan.[1]

perasaan[sunting]

kb.rasa (perasaan).

persepsi[sunting]

(perception)

kb. penerimaan yang diterima oleh (panca-)indera, yaitu mendengar, melihat, mencium aroma, merasakan perabaan, dan mengecap rasa (di lidah); penerimaan inderawiah.

petirahan[sunting]

kb. tempat penyembuhan/pemulihan; pondok pengobatan.

pikun[sunting]

(dementia)

kb. gangguan jiwa kronis dengan gejala utama penurunan daya ingat dan kecerdasan pada orang yang berusia lanjut yang disebabkan oleh kerusakan otak.[1]

piramida kebutuhan Maslow[sunting]

piramida kebutuhan Maslow.

(Maslow's hierarchy of needs)

kb. piramida kebutuhan manusia, semakin ke bawah kebutuhannya semakin dasariah, semakin ke atas semakin tinggi kedudukannya.

PNPNCh[sunting]

[Perhimpunan Neurologi, Psikiatri, dan Neuro-Chirurugie Indonesia]

kb. perhimpunan yang didirikan di Semarang pada tanggal 16 September 1970.[1]

prevalensi[sunting]

(prevalence)

kb. jumlah total kasus dalam suatu penyakit pada suatu populasi dalam waktu satu tahun.

prevensi[sunting]

(prevention)

kb. pencegahan terhadap penyakit/gangguan.

preventif[sunting]

(preventive)

ks. bersifat mencegah.

pribadi[sunting]

kb. individu yang merujuk pada diri sendiri; diri personal.

kepribadian[sunting]

(personality)

kb. pola perilaku yang cenderung menetap yang menjadi ciri khas seseorang ketika bereaksi terhadap sekitarnya.

prognosis[sunting]

(prognosis)

kb. ramalan terhadap suatu penyakit/gangguan setelah dikaji secara mendalam berdasarkan pengetahuan medis.[71]

prognostik[sunting]

(prognostic)

(kata sifat dari prognosis)

  1. tentang atau berkaitan dengan prognosis.
  2. bersifat meramalkan perjalanan suatu penyakit/gangguan, setelah dikaji secara mendalam berdasarkan pengetahuan medis.

promosi[sunting]

(promotion)

kb. proses atau perbuatan memajukan atau meningkatkan, misalnya meningkatkan derajat kesehatan dari sakit menjadi sehat dan dari sehat menjadi bugar.

promotif[sunting]

(promotive)

ks. bersifat memajukan atau meningkatkan, misalnya meningkatkan derajat kesehatan dari sakit menjadi sehat dan dari sehat menjadi bugar.

psikiatri[sunting]

atau kedokteran jiwa

(psychiatry)

kb. cabang ilmu kedokteran yang mempelajari perilaku serta proses-proses mental yang melatarinya; cabang ilmu kedokteran yang mempelajari pikiran, perasaan, dan perilaku.

psikiatrik[sunting]

atau -tris

(psychiatric)

ks. tentang atau berkaitan dengan kedokteran jiwa (psikiatri).

psiko-[sunting]

(psycho-)

bter. jiwa; mental; pikiran; sekumpulan aspek kejiwaan yang terdiri atas pikiran, perasaan, dan perilaku.

[psikologi = ilmu jiwa, ilmu tentang perilaku] [psikiatri = kedokteran jiwa] [psikooanalisis = analisa jiwa]

psikoanalisis[sunting]

atau -analisa

(psychoanalisis)

kb. analisa jiwa; suatu mazhab dalam ilmu jiwa yang didirikan oleh Sigmund Freud (1856-1939) yang berpendapat bahwa permasalahan kejiwaan disebabkan masalah kejiwaan juga. Lihat juga Freudian.

psikoanalitik[sunting]

atau psikoanalitis

(psychoanalytic)

(kata sifat dari psikoanalisis) tentang atau berkaitan dengan psikoanalisis.

psikoedukasi[sunting]

(psychoeducation)

kb. pendidikan kejiwaan; edukasi kejiwaan; mempelajari tentang kesehatan jiwa dan cara-cara untuk berkomunikasi, memecahkan serta menangani permasalahan.

psikoedukatif[sunting]

(kata sifat dari psikoedukasi) bersifat mendidik melalui cara/metode edukasi kejiwaan.

psikofarmaka[sunting]

(Bahasa Jerman Psychopharmakon)

kb. obat-obat yang bekerja pada susunan saraf pusat dan memiliki khasiat terhadap emosi dan perilaku[1]; obat-obatan kesehatan jiwa[72]

psikogeriatri[sunting]

(psychogeriatrics)

kb. cabang kedokteran jiwa (psikiatri) yang mempelajari kesehatan jiwa pada orang-orang dengan usia lanjut.

psikogeriatrik[sunting]

(psychogeriatric)

ks. tentang atau berkaitan dengan psikogeriatri.

psikologi[sunting]

(psychology)

kb. ilmu yang mempelajari perilaku termasuk proses-proses mental yang melatarinya.

psikologi humanistik

(humanistic psychology)

kb. aliran ilmu psikologi yang memandang manusia sebagai pusat kehidupan.

psikologis[sunting]

atau -logik

(psychological)

ks. berkaitan dengan psikis alih-alih fisik; bersifat kejiwaan yang abstrak alih-alih badaniah.

psikometri[sunting]

kb. alat pengukuran fungsi dan kemampuan mental.

psikometrik[sunting]

atau psikometris

ks. tentang atau berkaitan dengan psikometri (alat ukur/pengukuran fungsi dan kemampuan mental).

psikopat[sunting]

(psychopath)

ks. istilah stigmatif untuk orang dengan gangguan kepribadian antisosial.

psikopati[sunting]

(psychopathy)

kb.

  1. = gangguan kepribadian antisosial.
  2. proses, cara, atau perbuatan dalam ranah gangguan kepribadian antisosial.

psikosis[sunting]

atau gangguan penilaian realitas

(psychosis)

kb. kondisi kejiwaan dengan ciri tidak mampu membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang tidak; ketidakmampuan menilai realitas[1]; kondisi hilang kontak dengan kenyataan/realitas.

psikosomatik[sunting]

atau -tis

(psychosomatic)

ks.

  1. (kata sifat dan kata benda) (tentang atau berkaitan dengan) penyakit fisik yang disebabkan dan bersumberkan masalah kejiwaan.
  2. (kata sifat) (tentang penyakit fisik) disebabkan dan bersumberkan masalah kejiwaan.

psikososial[sunting]

(psychosocial)

ks.

  1. mencakup ranah psikologis dan sosial.
  2. (tentang perilaku) memiliki aspek baik psikologis maupun sosial.[73]
  3. masalah sosial yang berdampak psikologis dan sebaliknya.[1]

psikoterapeutik[sunting]

ks. bersifat memulihkan dengan cara psikoterapi.

psikoterapi[sunting]

atau terapi wicara

(psychotherapy)

kb. pengobatan orang yang mengalami gangguan kejiwaan dan masalah emosional lainnya dengan menggunakan wicara serta dialog.

psikoterapi kelompok[sunting]

kb. psikoterapi yang diberikan kepada sekelompok pasien yang mempunyai penyakit atau gangguan yang hampir sama dan terdiri atas 8 hingga 10 orang.[1]

psikoterapis[sunting]

atau terapis wicara

(psychotherapist)

kb. orang yang memberikan atau membimbing jalannya psikoterapi.

psikotik[sunting]

(psychotic)

ks. mengalami psikosis; mengalami gangguan penilaian realitas; berada dalam kondisi tidak mampu untuk membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang tidak.

pulau-pulau Langerhans[sunting]

atau pulau-pulau pankreas

(islets of Langerhans, pancreatic islets)

kb. bagian dari pankreas yang melepaskan hormon, di antaranya hormon insulin.

pulih[sunting]

(recovered)

ks, kk. telah mulai bekerja, belajar, dan berpartisipasi dalam masyarakatnya, dengan atau tanpa menghilangnya seluruh gejala.

pemulihan[sunting]

(recovery)

kb. proses di mana orang dengan penyakit kejiwaan kembali atau memulai bekerja, belajar, dan berpartisipasi dalam masyarakat mereka. Bagi beberapa individu dan keluarganya, pemulihan berarti kemampuan untuk menjalani kehidupan secara memuaskan dan produktif.

rasa[sunting]

perasaan[sunting]

(affection, mood, feeling)

kb. emosi; rasa yang berupa gembira, sedih, cemas, atau marah.

rawat[sunting]

rawat inap[sunting]

kb. pengobatan dan perawatan di dalam rumah sakit dengan cara menginap.

rawat jalan[sunting]

kb. perawatan dan pengobatan pasien tanpa menginap.

realitas[sunting]

(reality)

kb. kenyataan; hal riil; bukan-delusional; bukan-khayali; sesuatu hal yang berlandaskan pada sesuatu yang sebenarnya.

rehabilitasi[sunting]

(rehabilitation)

kb. program yang berfungsi mengembalikan pasien ke taraf optimal[1]; program pemulihan agar pasien mencapai taraf fisik, mental, dan sosial yang terbaik.

relaps[sunting]

(relapse)

kk, ks. = kambuh

remediasi kognitif[sunting]

atau perbaikan daya pikir

(cognitive remediation)

kb. latihan yang menggunakan beragam teknik termasuk pelatihan komputer dan strategi yang disesuaikan dengan keadaan untuk meningkatkan daya pikir/kemampuan berpikir. Terapi ini dirancang untuk memperkuat fungsi yang menjadi landasan bagi otak untuk membantu dan mendukung keterampilan dalam hal kemampuan berpikir; seperti daya ingat, pemusatan perhatian, dan pemecahan masalah.

resilien[sunting]

(resilient)

ks. = lenting

resiliensi[sunting]

(resilience)

kb. = kelentingan

riil[sunting]

(real)

ks. nyata; bukan-delusional; bukan-khayali; objek atau peristiwa yang berlandaskan pada sesuatu yang sebenarnya.

rujukan[sunting]

kb. proses pengiriman pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan sebaliknya.[1]

sadis[sunting]

ks.sadistik

sadisme[sunting]

(sadism)

kb.

  1. perbuatan kejam yang dilakukan untuk memperoleh kepuasan[1].
  2. dalam arti yang lebih spesifik merupakan gangguan berbentuk perbuatan kejam untuk menimbulkan kepuasan seksual.

[diambil dari nama Marquis de Sade (1740-1814), penulis kumpulan karya yang menggambarkan penyiksaan untuk menimbulkan kepuasan dalam kaitannya dengan gangguan seksualnya].

sadistik[sunting]

atau -tis; atau hanya sadis

(sadistic)

ks.

  1. tentang atau berkaitan dengan sadisme.
  2. bersifat buas, kejam, yang dilakukan untuk memperoleh kepuasan.

sehat[sunting]

(healthy)

ks. sebuah kondisi baik yang terbebas dari penyakit.[74]

sehat jiwa[sunting]

ks. suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu sejalan dan selaras dengan keadaan orang lain.[1]

self-esteem[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. harga diri; harkat; martabat.

self-help group[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. = kelompok swa-bantu.

shabu-shabu[sunting]

kb. zat turunan amfetamin yang digunakan dengan cara dihisap, yang dapat mengakibatkan gembira yang berlebihan dan munculnya gejala-gejala paranoid.

siklotimia[sunting]

(cyclothymia)

kb. gangguan bipolar ringan; gangguan bipolar dengan ayunan alam perasaan yang tidak terlalu tajam.

sindrom[sunting]

atau -droma

(syndrome)

kb. sekumpulan ciri, gejala, atau perilaku yang khas sehingga merupakan suatu pola[75]; penyakit; gangguan.

[sindrom Tourette = penyakit kerejut pada tubuh] [sindrom Down = gangguan kecerdasan karena permasalahan pada gen].

sindrom Asperger[sunting]

(Asperger syndrome, Asperger's syndrome)

kb. gangguan perkembangan yang termasuk dalam ranah gangguan spektrum autisme, dengan ciri kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi non-wicara, serta memiliki minat dan rutinitas yang terbatas.[76]

[diambil dari nama dokter anak Austria, Hans Asperger (1906–1980)].[76]

sindrom Down[sunting]

(Down syndrome, Down's syndrome, trisomy 21, istilah lama mongoloid idiocy)

kb. kondisi karena kerumpangan pada kromosom ke-21, dengan ciri fisik memiliki mata yang sipit dan kepala yang kecil (seperti orang Mongol), serta memiliki gangguan kecerdasan. Disebut juga mongolisme.[77]

[diambil dari nama John L.H. Langdon-Down (1828–1896), seorang dokter Inggris yang mendeskripsikannya pada akhir tahun 1800-an. Istilah sindrom Down digunakan sejak 1961].[77]

sindrom pasca-kuasa[sunting]

(post-power syndrome)

kb. sindroma pada orang yang pernah berkuasa atau terkenal yang merasa masih hidup dalam bayangan-bayangan masa lampau dengan gejala mudah tersinggung, pendiam, dan penyendiri.

sindrom terkait-budaya[sunting]

(cultural-bound syndrome)

kb. sindroma yang terikat atau atau dipengaruhi budaya setempat, misalnya latah dan amok pada masyarakat Melayu.

skala[sunting]

(scale)

kb. instrumen yang dijadikan pengukur; ukuran.

skijo[sunting]

(non-formal)

= skizofrenia.

skizo[sunting]

(stigmatif dalam Bahasa Inggris namun tidak dalam Bahasa Indonesia)

kb.

  1. = skizofrenia.
  2. mengalami skizofrenia.

skizo-[sunting]

atau skiz-

(schizo-)

bter. belah, pisah.

[skizofrenia = gangguan integratif, gangguan di mana proses-proses antara pikiran, perasaan, dan perilaku terpisah-pisah] [skizofreniform = gangguan yang bentuknya mirip dengan skizofrenia].

skizoafektif[sunting]

atau gangguan skizoafektif.

(schizoaffective)

ks, kb. (tentang atau berkaitan dengan) paduan antara skizofrenia (gangguan berupa waham dan halusinasi) dan gangguan bipolar (gangguan alam perasaan dengan gembira dan murung berlebihan yang berganti-ganti).

skizofrenia[sunting]

(schizophrenia)

kb.

  1. gangguan jiwa jangka panjang yang muncul pada masa remaja akhir dan dewasa awal. Orang dengan skizofrenia mungkin mengalami halusinasi (penerimaan inderawiah palsu), waham (keyakinan yang tidak berlandaskan kenyataan), tidak utuhnya lagi kepribadian (loss of personality), kebingungan, agitasi (mudah tersulut emosinya), penarikan diri dari pergaulan sosial, psikosis (tidak mampu menilai apakah sesuatu itu nyata atau tidak), dan/atau perilaku yang sangat aneh.
  2. secara salah diartikan sebagai kepribadian ganda; kepribadian terbelah; kepribadian yang pecah/retak.[78][79]

skizofrenian[sunting]

(schizophrenian)

kb. orang dengan skizofrenia [ODS], pengalam skizofrenia, orang yang mengalami skizofrenia; skizofrenik (makna 3).

skizofrenik[sunting]

(schizophrenic)

  1. ks. tentang atau berkaitan dengan skizofrenia.
  2. ks. mengalami skizofrenia, memiliki karakter/atau sifat (sebagai pengalam) skizofrenia.
  3. kb. orang dengan skizofrenia [ODS], pengalam skizofrenia, orang yang mengalami skizofrenia.

skizofreniform[sunting]

(schizophreniform, schizophreniform disorder)

kb. Kondisi mental dengan gejala-gejala yang selaras/bersesuaian dengan skizofrenia namun dialami dalam jangka waktu kurang dari enam bulan.

skizoid[sunting]

(schizoid)

  1. ks. mirip skizofrenia.
  2. ks. tentang atau berkaitan dengan skizofrenia; skizofrenik (makna 1).
  3. ks. tentang atau berkaitan dengan gangguan kepribadian skizoid.
  4. kb. = gangguan kepribadian skizoid.
    • Catatan: Memiliki perbedaan makna dengan istilah lir-skizofrenia. Istilah skizoid ini merujuk pada gangguan kepribadian yang tunggal (hanya merujuk pada gangguan kepribadian skizoid) dibandingkan dengan istilah lir-skizofrenia yang majemuk yang mencakup beberapa gangguan, termasuk gangguan kepribadian skizoid itu sendiri.

skizotipal[sunting]

(skizotypal)

  1. ks. (atau skizotipik) tentang atau berkaitan dengan skizotipi; tentang atau berkaitan dengan gangguan kepribadian skizotipal.
  2. kb. orang yang mengalami gangguan kepribadian skizotipal.

skizotipi[sunting]

(schizotypy)

kb. = gangguan kepribadian skizotipal.

skizotipik[sunting]

(schizotypic)

(kata sifat dari skizotipi) tentang atau berkaitan dengan gangguan kepribadian skizotipal.

somnabulisme[sunting]

kb. hal berjalan dalam tidur, yang seringkali disertai kepanikan dan mengompol.[1]

sosiopat[sunting]

(sociopath)

kb. orang yang memiliki kebiasaan yang tidak wajar untuk melanggar norma di masyarakat; orang yang mengalami sosiopati; orang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial.

sosiopati[sunting]

(sociopathy)

kb.

  1. = gangguan kepribadian antisosial.
  2. proses, cara, atau perbuatan dalam ranah gangguan kepribadian antisosial.

stigma[sunting]

(stigma)

kb. pandangan yang tidak baik yang melekat pada sesuatu[1]; cap buruk; label negatif.

stigmatif[sunting]

(stigmative)

ks. bersifat melabel, bersifat memberikan cap buruk.

stres[sunting]

kb. respon seseorang terhadap tekanan dari luar atau dari dalam dirinya berupa gejala badaniah, mental, dan perilaku.

stresor[sunting]

(stressor)

kb. faktor di luar diri (tekanan kehidupan) dan faktor di dalam diri seseorang yang dapat mengakibatkan stres.

supernatural[sunting]

(supernatural)

ks.supranatural.

supranatural[sunting]

atau supernatural

(supranatural, supernatural)

ks. tentang atau berkaitan dengan kekuatan di luar hukum alam yang wajar; tentang atau berkaitan dengan kepercayaan bahwa sumbernya berasal dari alam yang lebih tinggi dibandingkan dengan alam yang didiami oleh manusia.

terampil[sunting]

(skillful)

ks. memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu secara baik, yang terutama diperoleh dengan cara mempelajarinya alih-alih merupakan sesuatu yang sifatnya bawaan lahir (innate, congenital).

keterampilan[sunting]

(skill)

kb. kemampuan untuk melakukan sesuatu secara baik, yang didapatkan dengan cara mempelajari hal tersebut.[80]

keterampilan hidup[sunting]

(life skill)

kb. kemampuan yang membuat seseorang dapat menghadapi kebutuhan/tantangan kehidupan sehari-hari secara baik[1], yang diperoleh dengan cara mempelajarinya dan bukan merupakan bawaan lahir[81].

terapi[sunting]

(therapy)

kb. upaya penyembuhan dengan menggunakan cara-cara yang bersifat fisik, psikis, sosial, maupun yang berupa pembekalan keterampilan (misalnya keterampilan bekerja).

terapi kejut-listrik[sunting]

atau terapi kejang-listrik

(electro-convulsive therapy [ECT])

kb. jenis terapi yang dilakukan dengan cara mengalirkan listrik arus lemah ke kepala pasien sehingga menimbulkan kejang disusul dengan tidur dan amnesia.[1].

Catatan: terapi kejut-listrik pada masa yang lebih mutakhir menggunakan obat pelemas otot (muscle relaxant) sehingga tidak menimbulkan kejang pada pasien yang diberikan terapi jenis ini.

terapi musik[sunting]

(music therapy)

kb. bentuk terapi dengan menggunakan musik.

terapi okupasi[sunting]

(occupational therapy)

kb. bentuk terapi dengan melatih pasien bekerja atau mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat.

terapi psikomotor[sunting]

kb. bentuk terapi gerak yang memusatkan perhatian pada perilaku pasien.

terapi rekreasi[sunting]

kb. bentuk terapi dengan memberikan hiburan kepada pasien.

terapi tidur[sunting]

kb. suatu bentuk terapi dengan menginduksi tidur kepada pasien dengan tujuan tertentu.

terapis[sunting]

(therapist)

kb. orang yang melakukan terapi; penyembuh, pengobat.

teror tidur[sunting]

kb. gangguan jiwa pada anak dengan gejala bangun dari tidur dengan berteriak ketakutan, kesadaran sedikit menurun, berkeringat, dan setelah itu timbul amnesia.

tetirah[sunting]

[Bahasa Jawa]

kk.

  1. berupaya menyembuhkan/memulihkan diri; berobat.
  2. pergi ke tempat lain dan tinggal sementara waktu untuk memulihkan kesehatan.[82]

Lihat juga petirahan.

Tim Pembina, Pengarah, dan Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat[sunting]

kb. [TPKJM]

TPKJM[sunting]

[Tim Pembina, Pengarah, dan Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat]

kb. organisasi lintas kedinasan yang diketuai oleh seorang kepala daerah dalam rangka meningkatkan kesehatan jiwa di wilyahnya.

tradisional[sunting]

atau -sionil

(traditional)

ks. merujuk pada cara-cara yang diwariskan oleh budaya leluhur alih-alih menggunakan pendekatan yang berlandaskan rasionalitas.

pengobatan tradisional[sunting]

(traditional healing)

kb. pengobatan yang tidak berdasarkan medis modern, namun menggunakan warisan budaya sebagai cara penyembuhannya.

tranquilizer[sunting]

[Bahasa Inggris]

kb. istilah lama yang berarti obat antipsikotik (major tranquilizer) dan anti-kecemasan (minor tranquilizer). Biasanya diindonesiakan menjadi obat penenang, karena berasal dari kata dasar tranquil yang artinya "tenang".

transien[sunting]

(transient)

ks. hanya berlangsung sementara; hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas. [psikotik transien = gangguan penilaian realitas yang hanya berlangsung sementara saja].

trauma[sunting]

(trauma)

kb.

  1. luka fisik pada badan.[83]
  2. pengalaman di masa lalu yang menakutkan atau menimbulkan gangguan di masa kini.[83]

uji[sunting]

(test)

kb. sebuah percobaan di mana sesuatu diperlakukan di bawah beberapa kondisi untuk dinilai ketahanannya, khasiatnya, dsb.

uji klinis[sunting]

(clinical trial)

kb. penelitian ilmiah dengan menggunakan relawan manusia (yang disebut juga "partisipan" atau "peserta") untuk menemukan cara baru untuk mencegah, mendeteksi, atau mengobati suatu penyakit. Hasilnya mungkin obat medis yang baru atau kombinasi baru dari beberapa obat, metode atau alat pembedahan baru, atau merupakan cara baru dengan menggunakan pengobatan yang telah ada sebelumnya.

vertebra[sunting]

jamak vertebrae

(vertebra)

kb. ruas tulang belakang.

vertebrata[sunting]

(vertebrata)

kb. hewan bertulang belakang.

visum et repertum[sunting]

[Bahasa Latin]

kb. keterangan ahli setelah dilakukan pemeriksaan yang lengkap untuk kasus penyakit, gangguan, atau kondisi tubuh, yang digunakan sebagai bahan bukti di pengadilan.

waham[sunting]

atau delusi

(delusion)

kb. keyakinan yang tidak nyata; keyakinan yang tidak punya landasan dalam kenyataan. Bandingkan dengan halusinasi.

WHO[sunting]

[World Health Organization]

kb. Organisasi Kesehatan Dunia; Organisasi PBB yang mengurus bertugas mengurus kesehatan dan aspek-aspek yang bekaitan dengannya.

CATATAN AKHIR (ENDNOTE)[sunting]


  1. 1,00 1,01 1,02 1,03 1,04 1,05 1,06 1,07 1,08 1,09 1,10 1,11 1,12 1,13 1,14 1,15 1,16 1,17 1,18 1,19 1,20 1,21 1,22 1,23 1,24 1,25 1,26 1,27 1,28 1,29 1,30 1,31 1,32 1,33 1,34 1,35 1,36 1,37 1,38 1,39 1,40 1,41 1,42 1,43 1,44 1,45 1,46 1,47 1,48 1,49 1,50 "Kośa" dan "kosha". Monier Williams. A Sanskrit-English Dictionary: Etymologically and Philologically Arranged with Special Reference to Greek, Latin, Gothic, German, Anglo-Saxon, and Other Cognate Indo-European Languages. Oxford at The Clarendon Pers. London: 1872. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  2. "Amarakosha". Wikipedia Bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Amarakosha. Diakses pada tanggal 23 September 2020 pukul 00.37 WIB.
  3. "Amarakosha". Hassan Shadily. Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-van Hoeve. Jakarta: 1990.
  4. https://www.etymonline.com/search?q=a-.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 Richard Noll. The Encyclopedia of Schizophrenia and Other Psychotic Disorders. Edisi ke-3. The Facts of File. New York: 2007.
  6. 6,00 6,01 6,02 6,03 6,04 6,05 6,06 6,07 6,08 6,09 6,10 Russel Jones (general editor). Loan-words in Indonesian and Malay. KITLV & Yayasan Obor Indonesia. Jakarta: 2008.
  7. https://en.wiktionary.org/wiki/ad-#Etymology.
  8. https://en.wiktionary.org/wiki/adaptation#Etymology.
  9. https://en.wiktionary.org/wiki/adaptive#Etymology.
  10. https://en.wiktionary.org/wiki/addiction#Etymology.
  11. https://en.wiktionary.org/wiki/addictive#Etymology.
  12. Adlerian - definition of Adlerian by The Free Dictionary. https://www.thefreedictionary.com/Adlerian.
  13. https://en.wiktionary.org/wiki/affective#Etymology.
  14. Agitation - definition of agitation by The Free Dictionary. https://www.thefreedictionary.com/agitation.
  15. Agitasi - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan | HonestDocs.https://www.honestdocs.id/agitasi
  16. https://en.wiktionary.org/wiki/agoraphobia.
  17. https://en.wiktionary.org/wiki/acro-#Etymology.
  18. https://en.wiktionary.org/wiki/allele.
  19. 19,0 19,1 19,2 Alcohol - Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Alcohol.
  20. https://en.wiktionary.org/wiki/alogia#Etymology.
  21. https://en.wiktionary.org/wiki/Alzheimer%27s_disease#Etymology.
  22. https://en.wiktionary.org/wiki/ambivalence#Etymology.
  23. https://en.wiktionary.org/wiki/amygdala#Etymology.
  24. https://en.wiktionary.org/wiki/amnesia#Etymology.
  25. https://en.wiktionary.org/wiki/amnesic#Etymology.
  26. https://en.wiktionary.org/wiki/ana-#English.
  27. https://en.wiktionary.org/wiki/anorexia#Etymology.
  28. https://simple.wikipedia.org/wiki/Anorexia_nervosa
  29. https://en.wiktionary.org/wiki/anorexia_nervosa#Etymology.
  30. https://en.wiktionary.org/wiki/anxiety#Etymology.
  31. https://en.wiktionary.org/wiki/inter-#Prefix.
  32. https://en.wiktionary.org/wiki/ante-#Etymology.
  33. https://en.wiktionary.org/wiki/anti-#Etymology.
  34. https://en.wiktionary.org/wiki/antidepressant#Etymology.
  35. https://en.wiktionary.org/wiki/antipsychotic#Etymology.
  36. https://en.wiktionary.org/wiki/anthropology#Etymology.
  37. https://en.wiktionary.org/wiki/apo-#Etymology.
  38. 38,0 38,1 38,2 https://en.wiktionary.org/wiki/-ation#Suffix.
  39. https://en.wiktionary.org/wiki/-ation#Etymology.
  40. https://en.wiktionary.org/wiki/-ative#English.
  41. https://en.wiktionary.org/wiki/avoidant_personality_disorder.
  42. Alan M. Stevens and A. Ed. Schmidgall-Tellings. A Comprehensive Indonesian-English Dictionary, Second Edition. Ohio University Press. 2010.
  43. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/amandel.
  44. https://simple.wikipedia.org/wiki/Bibliomania.
  45. Ritti, A. “Circular Insanity.” A Dictionary of Psychological Medicine, 2 vols. P. Blakiston & Son. Philadelphia: 1892.
  46. https://en.wiktionary.org/wiki/dissociative_identity_disorder#English.
  47. Google Definition: "eclectic".
  48. https://en.wiktionary.org/wiki/empathy.
  49. https://www.google.com/search?q=define+disorder&oq=define+disorder&aqs=chrome..69i57j0l7.2352j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8.
  50. 50,0 50,1 https://simple.wikipedia.org/wiki/Anxiety_disorder
  51. https://www.webmd.com/mental-health/schizotypal-personality-disorder#1-1.
  52. 52,0 52,1 https://en.wiktionary.org/wiki/borderline_personality_disorder.
  53. https://www.webmd.com/mental-health/schizotypal-personality-disorder#1-1.
  54. https://simple.wikipedia.org/wiki/Adjustment_disorder.
  55. https://www.webmd.com/schizophrenia/guide/mental-health-brief-psychotic-disorder#1.
  56. https://id.wiktionary.org/wiki/ganja.
  57. 57,0 57,1 https://simple.wikipedia.org/wiki/Alcoholism.
  58. https://en.wiktionary.org/wiki/symptom
  59. https://en.wiktionary.org/wiki/move.
  60. https://en.wiktionary.org/wiki/movement
  61. https://duckduckgo.com/?q=define+holistic&t=newext&atb=v238-7&ia=definition
  62. 62,0 62,1 https://en.wiktionary.org/wiki/-ive#Suffix.
  63. https://en.wiktionary.org/wiki/-ive#Etymology.
  64. https://en.wiktionary.org/wiki/intervene.
  65. Monier-Williams dalam A Sanskrit-English Dictionary mengartikannya sebagai living, existing, a living being; causing to live, vivifying; the principle of life, the vital breath, the living or personal soul incorporated in the body and imparting to it life, motion, and sensation. (Monier Williams. A Sanskrit-English Dictionary: Etymologically and Philologically Arranged with Special Reference to Greek, Latin, Gothic, German, Anglo-Saxon, and Other Cognate Indo-European Languages. Oxford at The Clarendon Pers. London: 1872, halaman 348). Lihat juga "Jiva". Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/jiva. Diakses pada tanggal 14 September 2020 pukul 03.15 WIB. Lihat keterangan pada artikelnya yang mengatakan salah satu artinya, bahwa kata jiva "hidup" adalah lawan kata dari ajiva yang artinya "tidak hidup".
  66. Dalam pembacaan yang dilakukan oleh penulis, adalah umum kamus-kamus dan ensiklopedi yang menerangkan kata jiva tersebut mengartikannya sebagai "ruh/batin manusia" atau "ruh/batin personal/individual". Sebagai contoh lihat A Practical Sanskrit Dictionary untuk kata ini di https://dsal.uchicago.edu/cgi-bin/app/macdonell_query.py?qs=jiva&matchtype=default dan Michael Pye, Macmillan Dictionary of Religion, The Macmillan Press, Ltd. London and Basingstoke: 1994, halaman 130. Lihat juga https://www.wisdomlib.org/definition/jiva .
  67. Masih dalam halaman yang sama, Monier Williams mengungkapkan bahwa akar kata dari kata Sansekerta jiva itu adalah jiv yang berarti to live, be alive; to revive, return to life; to make a livelihood, to live by.
  68. Masih dalam halaman yang sama, Monier Williams mengungkapkan bahwa akar kata dari kata Sansekerta jiva itu adalah jiv yang berarti to live, be alive; to revive, return to life; to make a livelihood, to live by.
  69. https://en.wikipedia.org/wiki/Metabolism.
  70. https://en.wiktionary.org/wiki/panacea
  71. https://en.wiktionary.org/wiki/prognosis.
  72. https://en.wiktionary.org/wiki/Psychopharmakon
  73. https://en.wiktionary.org/wiki/psychosocial
  74. https://www.google.com/search?q=define+healthy&oq=define+&aqs=chrome.0.69i59l5j69i57j0l2.1889j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8.
  75. https://en.wiktionary.org/wiki/syndrome
  76. 76,0 76,1 https://en.wiktionary.org/wiki/Asperger%27s_syndrome
  77. 77,0 77,1 https://en.wiktionary.org/wiki/Down%27s_syndrome
  78. Kieran McNally. A Critical History of Schizophrenia. Palgrave-Macmillan. London: 2016.
  79. Richard Noll. American Madness: The Rise and Fall of Dementia Praecox. Harvard University Press. 2011.
  80. https://en.wiktionary.org/wiki/skill.
  81. https://en.wiktionary.org/wiki/skill.
  82. https://id.wiktionary.org/wiki/tetirah.
  83. 83,0 83,1 https://simple.wiktionary.org/wiki/trauma.