Tahu Sama Tahu/Lalu Lintas/Kendaraan Umum/Angkot Mikrolet Metro

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam aturan tertulis, kendaraan umum diharuskan berhenti di halte yang sudah disediakan. Namun, pada prakteknya hal ini tidak dilakukan. Berikut aturan-aturan tak tertulis mengenai mengendarai kendaraan umum.

Naik Angkot[sunting]

- Ketika menghentikan angkot, mata sambil memperhatikan kursi penumpang yang kosong. Apabila penuh semua, anda bisa menunggu angkot yang selanjutnya, atau memilih untuk tetap naik (berdiri, jongkok, atau bergelantungan di pintu) - Jangan lupa perhatikan nomor angkot yang akan anda naiki, bisa-bisa anda naik angkot jurusan yang salah - Tunggu angkot agak pelan dahulu sebelum naik, kalau tidak bisa jatuh

Turun Angkot[sunting]

  • Sebutkan "Kiri" kepada supir / kenek, sekitar 50 meter sebelum tujuan berhenti. Di Kota Medan sebutkan "Pinggir" kepada supir atau tekan bel yang ada di langit-langit angkot (kalo bel rusak sambungkan kabel bel tersebut langsung atau gedor kaca dibelakang supir)
  • Turunlah dari angkot, kaki kiri duluan. Kalau turun kaki kanan duluan anda bisa jatuh
  • hati hati banyak copet dan penodong di angkot, posisikan tas di depan tubuh (khusus cewek)

Turun Metro Mini[sunting]

  • Ketukkan uang logam ke jendela kaca sebanyak tiga kali, sekitar 50 meter sebelum tujuan berhenti
  • Tariklah perhatian kenek bahwa anda minta berhenti
  • Kenek akan berteriak pada supir untuk menghentikan kendaraan
  • Jangan lupa tengok ke belakang agar anda tidak terlibas motor yang senang menyalib dari sisi kiri
  • loncat dari kendaraan kaki kiri yang pertama menyentuh tanah kalau tidak bisa jatuh saat mendarat