Lompat ke isi

Makhluk Legenda Yunani-Romawi/Unikorn

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Unikorn

Unikorn (Hippos Monokeras) adalah makhluk mirip kuda yang memiliki tanduk.

Plinius Tua menceritakan bahwa Unikorn memiliki badan kuda, kepala rusa, kaki gajah, dan ekor babi hutan. Badan makhluk ini berwarna putih, kepalanya merah tua (menurut Aelianus berwarna ungu),[1] dan matanya kebiruan.[2] Di dahinya terdapat tanduk hitam sepanjang tiga kaki (menurut Photius panjangnya satu cubit dan menurut Aelianus satu setengah cubit).[1][3] Bagian bawah tanduknya berwana putih, bagian tengahnya hitam, dan bagian atasnya merah menyala. Mereka sering menggunakan tanduknya untuk saling beradu dengan sesamanya.[4]

Unikorn merupakan hewan yang buas dan memiliki suara menggeram. Ukurannya sama seperti kuda atau bahkan lebih besar.[3] Unikorn hidup di India, tepatnya di rawa-rawa di Sungai Hydroates.[4]

Hewan ini sering diburu untuk diambil tanduknya, yang kemudian dijadikan tempat minum karena memiliki khasiat kesehatan yang amat baik.[5] Dikisahkan bahwa seseorang tidak akan terkena penyakit apapun pada hari ia minum dari tanduk unikorn. Selain itu, orang tersebut juga tidak dapat terluka dan menjadi tahan api dan racun, bahkan jika orang meminum racun dari tanduk unikorn, maka racun tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa. Sementara Photius mengatakan bahwa racun yang diminum dari tanduk unikorn tidak akan bekerja hanya jika orang yang meminumnya juga meminum air atau anggur dari tanduk unikorn sebelum atau setelah meminum racun.[3] Aelianus menjelaskan bahwa jika orang minum dari tanduk unikorn setelah minum racun maka ia akan memuntahkan racun yang telah diminumnya.[1] Karena semua khasiat itulah gelas dari tanduk unikorn sering dicari oleh para raja.[4] Tanduk unikorn juga biasanya diberi hiasan berupa cincin-cincin emas.[1]

Unikorn memiliki tulang pinggul yang amat indah dengan bentuk dan ukuran yang mirip tulang pinggul lembu. Tulang tersebut seberat timah dan memiliki warna seperti cinnabar (menurut Aelianus warnanya hitam).[1] Selain tanduknya, tulang ini juga menjadi incaran orang-orang.[3]

Unikorn amat kuat dan cepat. Tak ada hewan yang dapat menyaingi kecepatan unikorn. Satu-satunya cara untuk menangkap unikorn adalah dengan mengepungnya ketika hewan ini sedang memberi makan anaknya. Unikorn tak akan meninggalkan anaknya sehingga mereka akan melawan para penyerang dengan segala cara, biasanya hingga mati.[3] Oleh karena itu, tak pernah ada unikorn yang ditangkap hidup-hidup.[2] Walau bagaimanapun, melawan unikorn bukanlah pekerjaan yang mudah. Tanduk unikorn merupakan senjata yang mematikan dan tusukannya dapat mengoyak-ngoyak daging. Selain itu, hewan ini juga memiliki tendangan yang amat keras dan gigitan yang amat kuat. Oleh karena itu, para penyerang selalu menjaga jarak jika mengepung unikorn. Mereka melumpuhkan unikorn dengan senjata jarak jauh seperti lembing dan panah, dan tidak pernah melakukan serangan jarak dekat.[1] Unikorn yang mati biasanya hanya diambil tanduk dan tulang pinggulnya, sementara dagingnya tidak dapat dimanfaatkan karena rasanya sangat pahit.[3]

Catatan kaki[sunting]

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 Aelianus, Mengenai Hewan 4. 52
  2. 2,0 2,1 Plinus Tua, Sejarah Alam 8. 31
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 Ktesias, Indika, dalam Photius, Myriobiblon 72
  4. 4,0 4,1 4,2 Philostratos, Kehidupan Apollonios dari Tyana 3. 2
  5. Aelianus, Mengenai Hewan 3. 41