Profil Becak di Indonesia/Becak dayung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Becak dayung di kota Medan
Becak yang sedang mengangkut penumpang

Becak dayung adalah becak tidak bermotor dikawasan Sumatera bagian utara yang didayung oleh pengemudi becak untuk mengantar penumpang ataupun barang. Berbeda dengan becak di Jawa, dan pulau-pulau lain di Indonesia karena pengemudinya berada disamping becak bukan dibelakang seperti yang umum dilihat di Indonesia. Becak seperti ini juga ditemukan di Singapura dan Semenanjung Malaysia.

Desain Becak dayung[sunting]

Becak dayung biasanya dibuat di bengkel sederhana sebagai industri perumahan perumahan. Beberapa aspek desain becak dayung adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan sepeda laki ukuran dewasa dengan diberi perkuatan pada pada kemudi yang dihungkan dengan roda depan sepeda.
  2. Menggunakan rangka baja yang dihubungkan dengan roda ketiga pada sisi kiri serta mendukung kabin penumpang
  3. Kabin penumpang dibuat dari kayu dan tempat duduk dilapisi dengan jok busa. Untuk memperindah kabin, biasanya di cat dengan cat duko dan terkadang diberi gambar-gambar pada bagian belakang becak.
  4. Dilengkapi dengan kanopi lipat, yang dilipat pada saat cuaca cerah dan ditutup pada saat matahari terik dan atau hujan.

Pergantian becak dayung ke becak mesin[sunting]

Becak dayung secara perlahan digantikan oleh becak mesin karena beberapa alasan:

  • Jarak tempuh yang relatif tidak jauh, sehingga lebih cocok untuk perjalanan dilingkungan perumahan, pemukiman,
  • Tidak dapat digunakan dimedan yang ada tanjakannya, sehingga banyak berkembang didaerah perkotaan di dataran rendah, tidak cocok di daerah pegunungan
  • Dianggap sebagai angkutan yang tidak manusiawi,
  • Mengganggu kelancaran lalu lintas karena kecepatannya yang rendah sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas terutama dikawasan yang padat dan pada jalan-jalan sempit yang padat.

Keunggulan becak[sunting]

Tapi disamping itu hal yang positif dari becak dayung adalah:

  • Berwawasan lingkungan karena merupakan angkutan yang tidak menimbulkan polusi emisi gas buang, sehingga didorong pengembangannya dikota-kota modern seperti di Berlin Jerman,
  • Menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tidak terlatih. Didaerah pesisir pada musim angin para nelayan yang tidak melaut mereka menarik becak, hal yang sama juga terjadi didaerah pertanian pada saat kegiatan pertanian sedang tidak ada banyak petani yang menggunakan waktu luangnya untuk menarik becak.