Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu/Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu.jpeg
Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu
Oleh:
Tisa Nuraini
Daftar isi:


Sunting daftar isi

Neza sedang berada di ruang kerjanya. Ia mengangkat ponselnya yang berbunyi. Ternyata ada panggilan dari Akbar. Neza segera mengangkatnya.

“Assalamu alaikum??..” ucap Akbar dari seberang sana.

“Waalaikum salam…” jawab Neza lembut.

“Nez, malam ini ada acara gak?” tanya Akbar dari telefon.

“Hm.. kyaknya sih enggak.. ada apa gitu?” tanya Neza.

“Hm,.. aku mau ngajakin kamu dinner bareng, mau ga?” tanya Akbar.

“Oh, boleh-boleh.. dimana? Jam berapa?” tanya Neza.

“Ntar aku jemput kamu aja deh jam tujuh..” ucap Akbar.

“Okey deh.. ditunggu ya..” ucap Neza.

Neza pun menutup telefonnya. Hati Neza berdesir-desir. Neza jadi gak sabar pengen cepetan dinner dan bertemu dengan Akbar malam ini. Akbar pun sama. Ia tampak bahagia. Tampaknya Akbar telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Neza. Akbar jadi gak sabar menunggu malam.

[malamnya di rumah Neza]

Neza telah siap untuk dinner dengan Akbar. Neza tampak cantik menggunakan warna cokelat. Tak lama kemudian, Akbar pun datang menjemput Neza dengan mobilnya. Saat Akbar sampai di depan rumah Neza ia segera turun dari mobil dan menghampiri Neza.

“Hay Nez.. kamu cantik banget..” puji Akbar.

“Ah, kakak bisa aja..” Neza tersipu malu.

“Yuk berangkat..” ajak Akbar.

“Ayo..” ucap Neza.

Saat menuju mobil, Akbar membukakan pintu mobil untuk Neza. Mereka pun pergi ke restaurant yang telah Akbar pesan sebelumnya. Neza merasa senang bisa dinner dengan Akbar. Apalagi dengan suasana yang romantis seperti ini. Diiringi oleh lagu klasik dan cahaya lilin. Mereka berdua pun dinner dengan nikmat. Setelah selesai dinner, mereka berbincang-bincang tentang kegiatan yang mereka lakukan hari ini. Kemudian, Akbar memegang tangan Neza. Lalu Neza menarik tangannya, “maaf kak, kita bukan muhrim” ucap Neza lembut.

“Wah, ini dia perempuan idaman aku., gak salah aku milih dia..” ucap Akbar dalam hati.

“Maaf Nez,..” ucap Akbar. Lalu…

“Kamu tahu gak… selama ini….cewek yang aku idamkan yang seperti kamu..” ucap Akbar tiba-tiba.

Neza pun tersipu malu, “maksud kak Akbar??” tanya Neza polos.

“Selama ini yang aku cari bukanlah perempuan cantik, tapi perempuan yang baik dan sholeha. Dan saat aku bertemu dengan kamu, dan mengenal kamu lebih dalam sampai saat ini, ternyata kamu bukan hanya perempuan cantik, tetapi juga baik dan tentunya sholeha.” Kata Akbar panjang lebar.

“Asal kak Akbar tahu, aku ingin menjadi yang terbaik untukmu, bukan yang tercantik bagimu” ucap Neza.

Akbar terdiam sesaat, “Nez, aku ingin kamu tahu, aku gak ingin kehilangan kamu untuk yang ke dua kalinya.” ucap Akbar.

“Will you marry me??” ucap Akbar kemudian.

Neza terdiam, ia tak percaya akhirnya Akbar berkata itu padanya.

“Kak.. kayaknya Neza ga bisa deh...” ucap Neza.

Akbar pun tertunduk sedih, “Neza emang gak bisa… menolak kak Akbar untuk jadi pendamping hidup Neza..” lanjut Neza.

Akbar kemudian mengangkat wajahnya dan memandang mata Neza. Lalu Akbar pun berkata, “Aku tidak akan menyia-nyiakan kamu Nez..”. Mereka berdua pun tersenyum. Akhirnya Neza dan Akbar pun akan bersatu dalam ikatan pernikahan. Mereka sangat bahagia, karena kesabaran mereka selama ini tidak lah sia-sia. Mereka dapat menikmati indahnya bersama untuk selamanya. Mereka berdua pun kemudian melakukan acara lamaran. Setelah itu, mereka menentukan tanggal pernikahan mereka. Dan tibalah hari dimana Akbar dan Neza melakukan acara pernikahannya. Saat itu, teman-teman Neza dan Akbar pun datang. Ada Irvan, Deta, Tari dan juga April. Mereka semua memberikan ucapan kepada Akbar dan Neza. Karena akhirnya setelah hampir delapan tahun mereka Akbar dan Neza bisa bersatu. Jadilah Akbar dan Neza sebuah keluarga yang harmonis. Dan semua orang yang ada di sekitar mereka pastinya turut bahagia.

Mereka pun akhirnya dapat menikah dan hidup bahagia..

The End