Asia Tengah Pra-1500/Sejarah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pasukan Mongol

Kaum nomad berkelana di Asia Tengah kemungkinan sejak 50.000 SM. Pada 5000 SM, kaum-kaum nomad ini mulai terpceah setidaknya menjadi dua kelompok berbeda yang menuturkan bahasa berbeda. Kelompok pertama menuturkan bahasa proto-India-Eropa sedangkan kelompok lainnya menuturkan bahasa proto-Altai. Pada awalnya, bangsa India-Eropa tampaknya tinggai di selatan, di sekitar Laut Kaspia (Georgia dan Armenia modern), sedangkan penutur bahasa Altai tinggai lebih jauh di utara (Rusia dan Mongolia modern). Sekitar 3000 SM, bangsa India-Eropa menemukan cara menjinakkan dan menunggangi kuda. Kemampuan ini membuat bangsa India-Eropa menjadi lebih kuat dan lebih kaya. Mereka mampu mengurus lebih banyak ternak dan menaklukkan bangsa-bangsa lainnya dengan cara menembakkan panah dan melemparkan tombak dari atas kuda. Beberapa kelompok India-Eropa meninggalkan kediaman awal mereka dan menetap jauh di timur, di tempat yang kini menjadi Tiongkok barat. Beberapa lainnya berkelana ke barat dan menetap di Eropa, di mana keturunan mereka di kemudian hari dikenal sebagai bangsa Kelt. Sementara, penutur bahasa Altai juga mempelajari cara menunggangi kuda, dan memulai rangkaian penyerbuan ke Tiongkok di sebelah selatan mereka.

Sekitar 2000 SM, kelompok India-Eropa lainnya meninggalkan Asia Tengah. Beberapa pergi ke barat lagi, dan keturunan mereka dikenal sebagai bangsa Yunani, bangsa Romawi, dan bangsa Jermanik. Beberapa lainnya pergi ke selatan dan menjadi bangsa Het. Pada 1200 SM, beberapa kelompok India-Eropa bergerak ke selatan ke tempat yang kini menjadi Iran, di mana mereka kemudian dikenal sebagai bangsa Persia, dan sebagian lainnya pergi menuju India. Ada pula yang pergi ke timur dan menjadi orang Sogdiana.

Sekitar 500 SM, beberapa kelompok India-Eropa yang masih tinggal di Asia Tengah menyebut diri mereka sebagai bangsa Skythia. Kita mengetahui bangsa Skythia dari sejarawan Yunani, Herodotos. Ia menggambarkan bagaimana mereka menggunakan kuda untuk menggembalakan domba dan sapi di wilayah sebelah utara Laut Hitam (Ukraina dan Rusia modern).

Akan tetapi sekitar 300 M bangsa India-Eropa di Asia Tengah mulai terdesak oleh bangsa Altai. Bangsa Altai sendiri terbagi menjadi bangsa Mongol dan bangsa Turk, Satu kelompok campuran Mongol dan Turk, yaitu suku Rouran, mendirikan sebuah kekhaganan di sebelah utara dan barat Tiongkok (Mongolia dan Uzbekistan modern), meliputi satu kelompok Turk yang disebut suku Hun Putih (Heftalit). Sekitar 400 SM, suku Hun Putih meninggalkan Kekaisaran Rouran dan bergerak ke barat. Mereka berhasil menguasai Persia timur dan Sogdiana, bahkan hingga ke India utara, untuk waktu yang singkat.

Pada 550 M, suku Rouran ditaklukan oleh kelompok Turk lainnya, yaitu bangsa Gokturk, yang juga menaklukan Sogdiana serta melakukan perluasan hingga Rusia. Mereka juga menyerbu ke sebalah selatan dan timur, ke Tiongkok. Tiongkok berusaha melawan pada 700-an M dengan menyewa kelompok Turk lainnya, yakni suku Uighur.

Pda 800-an M, sebagian besar bangsa India-Eropa di Asia Tengah telah kehilangan kekuasaan akibat terdesak oleh kelompok-kelompok Turk yang datang dari utara serta oleh kelompok-kelompok Arab Semit yang datang dari barat daya. Orang Sogdiana memperoleh kemerdekaan dan mendirikan Dinasti Samaniyah, namun kemudian ditaklukan oleh Ghaznawiyah Turk. Seljuk Turk kemudian menaklukan Kekhalifahan Abbasiyah dan merebut wilayah Kekaisaran Bizantium di Asia barat. Pada 1100 M, bangsa-bangsa Turk bisa dbilang telah menguasai seluruh Asia Tengah dan Asia barat. Pada 1500 M, sebagian besar Eropa timur dan Afrika Utara juga berhasil dikuasai oleh bangsa Turk.

Bangsa Skythia ditaklukan oleh beberapa kelompok lainnya. Salah satunya oleh bangsa Sarmatia, yang terkait erat dengan bangsa Skythia, namun yang lainnya datang dari tempat yang jauh. Dari semua kelompok tersebut, suku Ostrogoth kemungkinan datang dari Polandia, namun bangsa Slav, bangsa Avar, dan suku Hun tampaknya datang dari timur. Suku Hun, atau Hsiung-Nu, melintasi Asia dari Tiongkok, di mana sebelumnya mereka terusir oleh Dinasti Han.

Kemudian, dimulai pada 700-an M, bangsa Viking mulai memanfaatkan sungai Dneiper dan Volga sebagai rute perdagangan ke selatan, dan secara berangsur-angsur bekerjsama dengan bangsa Slav untuk mendirikan negara Rusia

Pada 1200-an M, Jenghis Khan berhasil menyatukan seluruh bangsa Mongol. Dengan menggunakan pasukan berkudanya yang perkasa, bangsa Mongol berhasil menguasai wilayah yang amat luas di Asia Tengah, bahkan hingga daerah-daerah di skeitarnya, mulai dari Tiongkok hingga India, hingga Rusia, hingga Hongaria. Kekaisaran Mongol mendukung perdagangan, dan menciptakan perdamaian di seluruh Asia. Akan tetapi kekaisaran ini runtuh pada awal 1300-an M akibat wabah penyakit. Akibatnya Asia Tengah terpecah menjadi banyak kerajaan kecil.

Asia Tengah disatukan kembali untuk waktu yang singkat di bawah Timur Lenk pada akhir 1300-an M. Timur merupakan orang Mongol dari tempat yang kini menjadi Uzbekistan, namun keluarganya mengadopsi cara hidup Turk. Ibukotnya adalah Samarkand. Ia menguasai Turki, Rusia, hingga India. Ia meninggal pada 1405 M ketika berusaha menaklukkan Tiongkok. Taka lama kemudian, kekaisarannya runtuh.