Afrika/Sejarah/Afrika Tengah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Danau-Danau Besar Afrika

Selain Afrika Selatan, Afrika tengah merupakan bagian paling terisolasi di Afrika. Selama bertahun-tahun, para penduduknya hampir tidak pernah berinteraksi dengan orang dari kawasan lainnya, jadi butuh waktu yang lebih lama bagi penduduk Afrika untuk mengetahui penemuan teknologi baru. Walaupun begitu, sebagian sejarawan menduga para penduduk Afrika Tengah sudah mulai mengolah besi di kawasan Danau-Danau Besar (Uganda dan Rwanda modern) sekitar 500 SM, lebih dulu sebelum teknologi pengolahan besi tiba di Afrika Barat.

Sungai Limpopo

Sekitar 800 M, penduduk Afrika Tengah yang tinggal di sepanjang Sungai Limpopo (Zimbabwe modern) mulai beternak domba dan sapi. Tetapi doma maupun sapi bukan berasal Zimbabwe, jadi orang-orang Afrika Tengah barangkali memperoleh domba dan sapi dari suku Bantu di sebelah utara mereka. Kemungkinan pada masa yang sama, para penduduk Zimbabwe, yaitu suku Karangga atau Syona juga mulai berbicara bahasa Bantu.

Sekitar masa yang sama, suku Karangga di Zimbabwe sepertinya mulai menjual kulit hewan dan gading. Kemungkinan mereka mengangkut barang-barang ini melalui Sungai Limpopo menuju pemukiman Afrika Timur di pesisir Mozambik. Mereka juga tampaknya menambang dan mengangkut emas dari Zimbabwe melalui sungai Limpopo. Melalui perdagangan ini, mereka memperoleh manik-manik kaca, kemungkinan dari India, serta kain katun, pisau besi dan mungkin obat-obatan India. Barangkali periode penghangatan Abad Pertengahan meningkatkan iklim yang membuat Zimbabwe lebih kaya daripada sebelumnya.

Menara di Zimbabwe Agung

Setelah 1000 M, penduduk Zimbabwe mulai membangun istana batu besar. Istana yang paling besar disebut Zimbabwe Agung dan dibangun sekitar 1250 M. Para musisi yang tinggal di lembah Zimbabwe menciptakan alat musik baru yang disebut mbira. Tetapi sejak sekitar 1450 M, perdagangan dengan Afrika Timur semakin menurun, dan Zimbabwe Agung mulai ditinggalkan.

Perubahan iklim mungkin memberi peran bagi peradaban Afrika, karena Zaman Es Kecil membuat Afrika selatan lebih dingin dibanding sebelumnya. Selain itu kemungkinan banyak orang meninggal akibat Maut Hitam, yaitu wabah penyakit pes. Nyatsimba Mutota mendirikan sebuah kerajaan baru bernama Mutapa sedikit lebih jauh ke selatan, meliputi apa yang sekarang menjadi Zimbabwe. Para penduduknya menjual gading, tembaga dan garam. Penguasa berikutnya, Matope Nyanhehwe Nebedza, memperluas wilayah kekuasaan ke pesisir untuk mengendalikan pelabuhan, jadi pada 1480 M, dia menguasai sebagian besar Mozambik juga.