Lompat ke isi

Afrika/Sejarah/Angola

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Pada 1500-an M, sebagian orang yang tinggal di tempat yang kini menjadi Angola adalah suku Bantu, sedangkan sebagian lainnya adalah suku San. Kerajaan Ndongo didirikan di sana, kemungkinan oleh seorang pria Bantu dari Kongo bernama Kiluanje. Ndongo terkadang merdeka, tapi terkadang dipimpin oleh para penguasa dari Kongo. Ibukota Ndongo adalah Kabasa.

Seperti Mbanza Kongo, Kabasa merupakan kota yang cukup besar, kemungkinan 50.000 orang tinggal di sana. Sebagian orang Angola adalah orang bebas, sebagian lainnya adalah pekerja paksa yang harus bertani, dan sebagian lagi adalah budak. Di Angola utara, orang-orang bertani jawawut, sorgum, ubi dan kacang tanah. Lebih jauh ke selatan, misalnya di Botswana, di mana tidak ada cukup hujan untuk bertani, orang-orang beternak. Nelayan menangkap ikan memakai perahu kecil di Samudra Atlantik. Sedangkan pandai besi membuat peralatan dari tembaga dan besi.

Ilustrasi budak-budak dari beberapa wilayah di Afrika, termasuk Angola

Para saudagar Portugis membawa tanaman baru dari Brazil ke Angola dan berbagai koloni Afrika lainnya pada tahun 1500-an, yaitu jagung, kentang, singkong, ubi jalar dan kacang tanah. Pada 1576, para saudagar ini membangun kota di Luanda. Para saudagar menjual rum dan senjata api pada orang-orang Angola serta membeli gading dan memperbudak orang-orang. Para budak ini dikirimkan melalui kapal-kapal ke perkebunan gula di Brazil.

Kiluange, raja di Kerajaan Ndongo, menjalin persekutuan dengan negara-negara tetangganya di Afrika dan bersama-sama menentang Portugis, tetapi Portugis berhasil menangkapnya dan membunuhnya. Beberapa tahun kemudian, Jinga Mbandi membangun kembali persekutuan tersebut. Pada 1641, dia juga menjalin persekutuan dengan Belanda, yang merebut Lunda dan menghentikan perdagangan budak ke Brazil. Tetapi para pemukim Portugis di Brazil sungguh menginginkan para budak didatangkan lagi.

Jinga Mbandi

Pada 1661, Portugis mengirimkan pasukan dan mengalahkan Jinga Mbandi. Dua tahun kemudian, Jinga Mbandi meninggal. Beberapa tahun kemudian, Raja Kongo berjuang lagi demi mengusir Portugis dari Luanda, tetapi dia kalah, dan pada 1671 Portugis berhasil menjajah Kerajaan Ndongo (dan Kongo). Pada 1700-an, Portugis memaksa orang-orang Angola menghasilkan banyak barang untuk dijual, misalnya orang Angola diharuskan bertani karet, kapas dan coklat, yang diperoleh Portugis dari Amerika Selatan. Berkat keuntungan dari pertanian ini, Portugis menjadi semakin kaya sedangkan rakyat Angola menjadi semakin miskin.

Bangunan yang ditembaki pada Perang Saudara Angola

Selama 1800-an, Portugis terus berbuat buruk kepada orang-orang Angola, misalnya mereka tidak membangun infrastruktur. Mereka hanya terus mengeruk keuntungan dari hasil kerja orang-orang Angola. Pada 1950-an, rakyat Angola berjuang demi memperoleh perlakukan yang layak. Pada 1975, dengan bantuan Kuba, rakyat Angola memenangkan perang dan memperoleh kemerdekaan. Sayangnya sejak tahun 2002, Angola dilanda perang saudara yang menimbulkan kehancuran besar.