Mitologi Romawi/Janus

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Patung Janus

Janus adalah dewa jalan, gerbang, dan pintu Romawi. Janus juga adalah dewa pertanian, khususnya saat masa tanam. Janus adalah salah satu dewa terawal yang disembah sejak masa Romulus.

Janus digambarkan sebagai dewa dengan dua wajah, menghadap dua arah berbeda. Disebutkan bahwa satu wwajah memandang masa lalu, sedangkan wajah lainnya memandang masa depan, jadi Janus juga adalah dewa waktu, atau mungkin dewa ramalan.

Janus digambatkan membawa sebuah kunci di tangan kanannya dan tongkat di tangan kirinya.

Meskipun tak ada padanan Yunani untuk Janus, dia barnagkali dikaitkan dengan Ani, dewa langit Etruria, yang juga memiliki dua wajah.

Dalam Aeneid, ada gerbang khusus di dalam kuil Janus, di kota Laurentium. Jika gerbang itu dibuka, maka akan dilakukan perang. Latinus raja Latin, menolak membuka gerbang itu dan terseret ke dalam perang sia-sia melawan Aineas dan orang Troya. Juno yang akhirnya membuka gerbang itu.

Di Roma, gerbang perang suci disebut Ianus geminus, berdiri di Forum. Gerbang ini dibuka pada masa perang. Gerbang ini hanya tertutup dalam waktu lama pada masa pemerintahan raja Numa Pompilius dan kaisar Augustus.

Dalam mitos selanjutnya, Janus dikatakan sebagai putra Apollo dan Kreus, yang lahir di Thessalia. Janus lalu pindah ke Italia, di sana ia mendirikan kota Janiculum di tepi sungai Tiber. Janus menjad raja kuno Italia dan menikahi seorang wanita bernama Jana. Janus juga memiliki beberapa anak dari beberapa istri lainnya, antara lain Tiberinus (dari Camasena), Fontus (dari Juturna), dan Canens (dari Venilia).

Bulan Januari berasal dari namanya, dan festivalnya, disebut Agonium, digelar pada tanggal 9 Januari.