Romawi Kuno/Agama

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Altar Mars Venus Massimo.jpg

Dalam beberapa hal, agama Romawi sangat mirip dengan agama Yunani, namun dalam hal lain, keduanya juga cukup berbeda. Seperti orang Yunani, bangsa Romawi juga mempercayai banyak dewa, dan masing-masing dewa mengendalikan berbagai unsur dunia dan kehidupan, misalnya badai, samudra, pernikahan, pandai besi, dll. Namun bangsa Romawi lebih tertarik pada konsep kontrak, dibandingkan bangsa Yunani yang lebih menyukai konsep keseimbangan. Salah satu konsep agama Romawi adalah "do ut des" (aku beri maka kau akan balas memberi). Orang-orang memberi persembahan pada para dewa sehingga para dewa akan memberi mereka pertolongan sebagai balasannya.

Dewa utama Romawi adalah Jupiter. Namanya berkaitan dengan dewa utama Yunani, Zeus, dan mereka pun banyak memiliki kemiripan. Keduanya sama-sama dewa langit dan memiliki senjata berupa petir. Semntara itu, dewi Romawi Juno dan Minerva berkaitan dengan dewi Yunani Hera dan Athena.

Setelah ditaklukan oleh Romawi, bangsa Afrika (termasuk Mesir), Eropa, dan Asia Barat (termasuk Yahudi) tetap menyembah tuhan masing-masing sambil mengadopsi pemujaan dewa Romawi. Para pemimpin Romawi tidak keberatan dengan orang-orang yang menyembah banyak dewa, berapapun banyaknya. Namun mereka tidak suka jika orang Yahudi dan Nasrani menolak untuk menyembah dewa Romawi.

Pada awalnya, dewa Romawi dan dewa Yunani sangat berbeda walaupun sedikit berkaitan. Namun setelah bangsa Romawi mengenal agama Etruria dan Yunani, bangsa Romawi sangat mengagumi dewa-dewa mereka, dan bangsa Romawi pun mulai mengadopsi banyak dewa Yunani sambil tetap menyembah dewa Romawi, contoh dewa Yunani yang banyak disembah oleh Romawi adalah Kastor dan Pollux. Selain itu, bangsa Romawi juga menyerap dewi Isis dai Mesir dan dewa Mithra dari Suriah.

Bagi orang Romawi, kaisar mereka adalah dewa, atau orang yang dekat dengan dewa. Di bagian timur Kekaisaran Romawi, orang-orang memuja kaisar sebagai dewa, sementara di bagian barat kekaisaran, orang-orang lebih memuja dewa pelindung sang kaisar, alih-alih kaisar itu sendiri.


Sisa-sisa kuil Jupiter di Baalbek, Lebanon. Jupiter adalah dewa utama dalam agama Romawi kuno.

Romawi belum ada pada Zaman Perunggu, meskipun pada lokasi tersebut sudah bermunculan beberapa pemukiman manusia. Pemukiman tersebut berukuran kecil dan terletak di beberapa bukit. Tidak banyak diketahui mengenai pemukiman-pemukiman tersebut. Pada Zaman besi di Italia, tepatnya pada tahun 753 SM, kota Roma pun akhirnya didirikan.

Pada masa akhir Kerajaan Romawi, rajanya berasal dari bangsa Etruria. Etruria adalah suku bangsa di sebelah barat laut Roma. Mereka banyak mengajari rakyat Romawi dalam hal pengetahuan dan kemampuan. Bangsa Etruria mengajari bangsa Romawi menulis (misalnya alfabet Etruria), ilmu pasti dan seni, arsitektur dan perencanaan kota, kalender dan agama.

Sebelum menyerap mitologi Yunani, Romawi terlebih dahulu dipengaruhi oleh agama Etruria, terutama dalam hal praktik keagamaan, tradisi, dan ritual. Di Romawi, agama lebih banyak diurus oleh para pendeta, tidak seperti di Yunani. Jika di Yunani setiap orang bisa melakukan persembahan untuk para dewa, di Romawi persembahan hanya dilakukan oleh para pendeta.

Romawi sudah memilki dewa-dewa sejak masa kerajaan. Namun mitologi Romawi baru terbentuk setelah Romawi melakukan kontak dengan agama dan mitologi Yunani yang ada di Italia. Mitologi Romawi baru ditulis pada abad pertama SM.

Untuk orang Romawi awal, dewa-dewa mereka tidak lebih dari kekuatan alam yang hrus mereka sembah. Dalam agama Romawi, Mereka memberi persembahan dan melakukan pengorbanan. Dewa Romawi pada awalnya tidak terpersonalisasi. Baru setelah mengenal mitologi Yunani, dewa-dewa Romawi memiliki atribut dan keperibadian. Proses personalisasi dewa Romawi berjalan lambat. Karena mengadaptasi Yunani, pada akhirnya dewa Romawi memiliki perilaku dan atribut yang mirip dengan dewa Yunani. Seperti dewa Yunani, dewa Romawi juga abadi dan memiliki kekuasaan tertentu di bumi, namun mereka juga memiliki emosi manusia, misalnya marah, benci, cinta, nafsu, dan cemburu.

Dewa-Dewi[sunting]

Lain-lain[sunting]