Mitologi Romawi/Mars

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Patung Mars

Mars adalah dewa perang Romawi. Dia adalah dewa terpenting dan terkuat kedua di Romawi, setelah Jupiter. Bersama Jupiter dan Quirinus, Mars menjadi bagian dari suatu triad dewa.

Pada awalnya, Mars adalah dewa agrikultur. Orang Romawi dan orang Italia lainnya percaya bahwa Mars melindungi tanaman dan hewan ternak mereka dari penyakit. Mars dikaitkan dengan dua festival agrikultur pada bulan Maret dan Oktober. Festivalnya, disebut Armilustrium, dirayakan pada 19 Oktober. Pada waktu tersebut, orang Romawi biasanya telah menyelesaikan kampanye militer pada tahun yang bersangkutan, karena musim dingin akan segera tiba. Upacaranya melibatkan penyucian persenjataan. Kuil utama Mars terletak di Campus Martius, yang merupakan tempat latihan pasukan Romawi.

Sebagai dewa perang, Mars disebut juga Gradivus dan Quirinus. Bangsa ROmawi meyakini Mars berkuasa atas masa awal perang, sedangkan Quirinus berkuasa atas mas akhir perang. Namun, orang Romawi telah lebih dulu menganggap Mars dan Quirinus sebagai dua dewa terpisah.

Para pendeta Mars dikenal sebagai Salii dan pertama kali ditunjuk pada masa pemerintahan raja Numa Pompilius. Mereka bertugas sebagai penjaga Ancile, perisai suci Mars.

Meskipun dia menyerap banyak atribut peperangan dari Ares, dewa perang Yunani, namun Mars dipandang sebagai dewa prajurit dan amat dihormati oleh para legiuner, tak seperti Ares yang dibenci oleh banyak orang Yunani.

Mars adalah putra Jupiter dan Juno. Mars merupakan ayah Romulus dan Remus dari hubungannya dengan Rea Silvia, anak perempuan Numitor, raja Alba Longus. Romulus kemudian menjadi pendiri kota Roma.

Mars mengendarai kereta perangnya bersama para pengawalnya, yaitu Bellona (dewi perang), dan Discordia (dewi pertikaian). Rombongannya meliputi pula Metus ("rasa takut"), Demios ("kengerian"), Fobus ("ketakutan" atau "kepanikah") dan Pallor ("teror").

Hewan kesukaannya adalah burung pelatuk dan serigala(dan anjing). Bulan Maret dinamai dari namanya. Selain itu, orang Romawi menyebut hari selasa sebagai dies Martis (hari Mars). Acara Equiria digelar untuk memuja Mars, dengan cara mengadakakan balapan kereta perang, pada 27 Februari atau 14 Maret.

Dalam astronomi, Mars merupakan planet keempat di tata surya. Planet ini lebih kecil daripada bumi dan atmosfernya yang tipis banyak menganudng karbondioksia, sehingga menghasilkan warna kemerahan. Mars memiliki dua satelit, yaitu Deimos dan Phobos, yang namanya berasal dari nama anak-anak Mars dan Venus.