Jermanik Kuno/Agama/Odin

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Odin menunggangi Sliepnir, kuda berkaki delapan, dengan membawa tombak Gungir dan ditemani burung gagak.

Sekitar sebelum tahun 300 M, Odin (atau Wotan) menjadi pemimpin para dewa Jermanik, seperti halnya Zeus bagi orang Yunani dan Jupiter bagi orang Romawi. Odin menggantikan dewa pempimpin sebelumnya, Tyr. Odin memiliki dua orang saudara, dan bersama kedua saudaranya itu dia membunuh dewa pertama Ymir (seperti halnya Zeus membunuh Kronos, atau Indra membunuh Dyeus Pita). Odin dan saudara-saudaranya juga menciptakan pria dan wanita pertama.

Orang Jermanik kuno menganggap Odin sangat cerdas dan gaib. Odin seringkali menyamar (kelakukan yang mirip dengan Zeus). Dia hanya memiliki satu mata, karena dia menukarkan mata yang satunya dengan kebijaksanaan.

Odin juga adalah dewa ketidaksadaran, kesurupan, dan kerasukan. Seseorang dapat dirasuki oleh Odin ketika sedang mabuk, sedang sangat marah, sedang sakit jiwa, sedang amat jatuh cinta , atau sedang bertempur. Jika dirasuki Odin, seseorang bisa saja melakukan sesuatu yang normalnya tidak mungkin dia lakukan, misalnya membunuh musuh atau menerobos kebakaran untuk menyelamatkan seseorang, sehingga ini kadang dianggap sebagai tindakan heroik (dewa Yunani juga memiliki pengaruh serupa, seperti diceritakan dalam Iliad. Fenomena ini juga dapat dibandingkan dengan dewa anggur Yunani, Dyonisos, putra Zeus).

Odin menikah dengan dewi Frigg, dan mereka memiliki putra bernama Thor, yang bermakna petir (cocok bagi seorang dewa lngit). Dalam bahasa Inggris, hari Rabu ("Wednesday") berasal dari kata Wotan's day ("Hari Odin"). pada Abad Pertengahan Awal, bangsa Viking dan Lombard, selain juga beberapa suku lainnya, masing menyembah Odin, namun pada Abad Pertengahan Akhir semua orang, yang dulunya menyembah Odin, telah berpindah ke agama Kristen, dan hampir tak ada lagi yang menyembah Odin.