Jermanik Kuno/Pakaian

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Pakaian Jermanik pada awal era Kristen.
Pakaian Jermanik abad ke-3 dan ke-4 M.

Pakaian Jermanik mirip dengan pakaian Asia Tengah, yaitu bahwa pria Jermanik, dan kadang wanitanya juga, memakai celaan panjang di balik tunik mereka supaya tetap hangat. Ini berbeda dari pakaian di Mediterania dan Asia Barat, dimana pria dan wanita hanya memakai tunik tanpa pakaian lain di baliknya. Baik orang Jermanik maupun Romawi menganggap ini sebagai perbedaan penting di antara mereka.

Perbedaan lainnya antara orang Jermanik dan Romawi adalah pada gaya rambut. Lelaki Jermanik biasanya memanjangkan rambutnya, sedangkan pria Yunani dan Romawi lebih suka memiliki rambut pendek. Selain itu, sebagian besar pria Romawi mencukur habis kumis dan janggut mereka, sedangkan kebanyakan pria Jermanik menumbuhkan kumis, janggut, dan juga jambang. Perempuan Jermanik biasanya mengepang rambut mereka, sedangkan perempuan Romawi lebih suka menata rambut mereka dalam bentuk sanggul.

Selain dari hal di atas, pakaian Jermanik dan Romawi cukup mirip. Baik pria dan wanita Jermanik maupun Romawi sama-sama memakai tunik, dan perempuan memakai tunik yang lebih panjang daripada lelaki. Mereka juga sama-sama mengenakan jubah atau mantel di luar tunik untuk tetap hangat. Karena cuaca di Jermanik lebih dingin, orang Jermanik lebih suka mengenakan wol daripada linen, dan banyak dari mereka memakai jubah bulu atau celana bulu.

Orang Jermanik membuat pakaian dengan cara memintal wol, sama seperti orang Yunani dan Romawi.