Jermanik Kuno/Lingkungan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Hutan Hitam di Jerman.

Iklim dan bentang alam di Eropa utara dan Skandinavia amat berbeda dari Asia Barat dan Mediterania, dan permasalahannya pun amat berbeda bagi orang-orang yang tinggal di sana. Perbedaan yang paling utama adalah bahwa di utara jauh lebih dingin daripada di selatan. Pada musim dingin di sana bersalju, dan pada musim gugur dan musim semi di sana turun hujan, sedangkan pada musim panas cuaca cukup baik, namun tidak sepanas di selatan.

Karena ada jauh lebih banyak sungai di utara, pepohonan di sana tumbuh lebih subur daripada di selatan. Pada Zaman Kuno dan Abad Pertengahan, sebuah hutan besar terbentang dari pesisir Atlantik di Prancis, melewati Jerman dan Polandia, hingga ke Rusia, dengan hanya sedikit pembukaan di beberapa tempat oleh sejumlah orang. Hutan Hitam di Jerman adalah sedikit bagian dari hutan besar tersebut yang masih tersisa hingga saat ini. Hutan itu disebut Hutan Hitam karena tempat itu dipenuhi pepohonan hingga menjadi gelap.

Tanah di utara secara umum lebih berupa tanah liat daripada di selatan, yang mana tanahnya cenderung lebih berpasir. Tanah di utara yang lebih padat dan lengket jauh lebih sulit untuk dibajak, dan karenanya orang Jermanik tidak melakukan banyak kegiatan pertanian.

Pohon zaitun tidak dapat tumbuh di tempat yang jauh di utara, dan karena minyak zaitun adalah salah satu bahan makanan terpenting di sekitar Mediterania, sedikitnya persediaan zaitun di utara membuat orang-orang Mediterania tidak banyak yang mau pergi jauh ke utara. Bangsa Kelt dan Jermanik, yang tinggal di utara, memperoleh lemak dari mentega dan bukan minyak zaitun. Ini artinya mereka harus memakan jenis makanan yang sangat berbeda, dimasak secara berbeda dari orang Yunani dan Romawi. Meskipun pada masa kini anggur tumbuh di Jerman, pada Zaman Kuno dan Abad Pertengahan, tidak banyak tanaman anggur yang tumbuh di sana, sehingga orang Jermanik kuno lebih suka meminum bir daripada anggur. Semua hal ini menciptakan perbedaan kultural yang besar antara orang Jermanik dan Romawi.

Perbedaan lainnya adalah bahwa Hutan Hitam memiliki banyak jenis hewan liar, di antaranya kelinci, rusa, dan babi hutan. Jadi, orang Jermanik kuno memakan lebih banyak daging daripada orang Romawi, dan mereka tidak beternak, melainkan berburu.