Jermanik Kuno/Arsitektur

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search

Di Jermanik kuno, banyak terdapat pohon ek, walnut, dan mapel, sehingga mudah memperoleh kayu. Ini membuat orang Jermanik kuno banyak menggunakan kayu untuk mendirikan bangunan. Namun bangunan kayu tidak bertahan lama, sehingga bangunan dari masa Jermanik kuno awal yang masih tersisa hingga saat ini hanyalah makam orang-orang penting yang dibuat dari batu. Makam-makam ini dibangun antara tahun 3000 dan 1500 SM. Ini adalah waktu yang sama ketika Piramida dibangun di Mesir, dan istana-istana Zaman Perunggu dibangun di Yunani. Seperti orang Yunani, orang Jermanik pada masa ini seringkali tinggal di desa-desa di puncak bukti, dikelilingi oleh parit yang dalam dan pagar kayu untuk melindungi dari musuh. Seringkali ada lebih dari satu rangkaian parit dan dinding. Rumah mereka kecil dan bundar dengan rangka kayu yang diisi anyaman kayu dan daub, kadangkala dimasukkan sebagian ke dalam tanah.

Rumah Jermanik kuno yang berbentuk bundar.

Pada masa Kekaisaran Romawi, sekitar tahun 1 M, banyak orang di Jerman yang berada di bawah kekuasaan Romawi, dan bangunan mereka pun mulai mirip dengan bangunan Romawi. Di kota Trier, misalnya, pasukan Romawi membangun sebuah jembatan di atas sungai Mosel, pemandian umum besar, benteng, dan basilika. Bahkan di luar wilayah Romawi, orang-orang mulai membangun bangunan dari batu dengan gaya Romawi.

Porta Nigra, gerbang kota buatan Romawi di kota Trier.

Akan tetapi sebagian besar orang masih tinggal di rumah kayu. Kali ini mereka membangun rumah mereka dengan bentuk segi empat. Rumah orang Saxon di Tofting di Laut Utara sejak sekitar tahun 300 M biasanya memiliki dua baris tiang kayu di bagian tengah rumah untuk menopang atap. Tembok luarnya masih berupa anyaman kayu dan daub. Salah satu ujung rumah itu adalah tempat untuk manusia, dan ujung lainnya tempat bagi hewan ternak seperti sapi, domba, dan babi.

Rumah Jermanik kuno yang berbentuk segi empat.