Mitologi Yunani/Dunia Bawah/Geografi

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dunia bawah

Konsep alam kematian dalam mitologi Yunani berbeda dengan yang ada dalam agama-agama tertentu. Dalam agama Islam dan Nasrani, misalnya, manusia nantinya akan pergi ke surga atau neraka. Sementara untuk orang Yunani kuno, tempat yang dituju oleh roh manusia adalah dunia bawah.

Penguasa dunia bawah adalah Hades dan Persefon. Karena dipimpin oleh Hades, maka dunia bawah juga populer dengan sebutan Hades. Hades sendiri adalah putra Kronos dan Rea, dan merupakan saudara Zeus, Poseidon, Hera, Demeter dan Hestia. Setelah Titanomakhia, Hades memperoleh daerah keuasaan berupa dunia bawah.

Dunia bawah atau dunia kematian biasanya dianggap, oleh agama kuno, sebagai tempat yang berada jauh di bawah tanah. Hampir semua roh manusia pergi ke dunia bawah setelah mati. Ada juga beberapa manusia yang setelah kematiannya menjadi dewa di Olimpus. Dunia bawah adalah tempat yang tak tersinari oleh cahaya matahari sehingga di sana udaranya dingin. Dunia bawah dibagi menjadi beberapa daerah.

Nama Hades (dunia bawah) dapat juga merujuk pada istana Hades, yang juga disebut Rumah Hades, tempat dia bersama Persefone tinggal. istananya tampaknya terpisah dari bagian lainnya di dunia bawah.

Ada lima sungai bawah tanah yang mengalir di dunia bawah. Sungai-sungai tersebut yaitu Akheiron ("kesengsaraan"), Kokitos ("ratapan"), Lethe ("kelalaian"), Flegethon atau Piriflegethon ("nyala api"), dan Stiks ("kengerian"). Para roh harus menyeberangi sungai-sungai tersebut untuk bisa sampai di tempat penghakiman dan selanjutnya dikirim menuju tempat peristirahatan terakhir masing-masing.

Sungai Stiks dinamai sesuai dewi sungai, Stiks. Dia putri sulung Okeanos dan Tethis. Kharon, dengan perahunya, menyeberangkan para roh melewati sungai Akheiron atau Stiks. Dia menetapkan ongkos satu koin obolos. Semua yang hendak menyeberang harus membayar satu obolos pada Kharon. Di Yunani kuno, dalam proses pemakaman, biasanya ditaruh satu koin obolos pada mulut jenazah oleh kerabat atau kawan. Obolos inilah yang dibawa oleh para roh ke dunia bawah dan digunakan untuk membayar Kharon. Oleh karena itu, untuk orang yang tak dimakamkan secara layak dan jasadnya tak diberi obolos, maka rohnya tak dapat menyeberang dan harus luntang-lantung di pinggiran sungai selama ratusan tahun. Dalam beberapa kisah, orang dapat menumpang perahu Kharon tanpa menggunakan obolos. Orfeus tidak membayar karena dia berhasil memesonakan Kharon dengan musiknya. Aineias dan Sybil juga tidak membayar pada Kharon karena mereka menunjukkan Dahan Emas padanya

Sungai Stiks nampaknya mengalir dari Gunung Aroanios di Arkadia. Sumpah yang dilakukan dengan nama Stiks merupakan sumpah yang paling keramat dan tidak bisa dilanggar.

Dunia bawah dibagi menjadi dua atau lebih daerah utama. Erebos adala daerah di bagian atas, sedangkan Tartaros adalah daerah bagian bawahnya dan merupakan tempat para Titan dikurung.

Ada tiga dewa minor di dunia bawah. Mereka bertindak seabagi hakim dan bertuags menghakimi para roh. Mereka adalah Minos dan Radamanthis, putra Europe, dan Aiakos, putra Aigina.

Sebagian besar roh akan berdiam di Daratan Asphodel, yang merupakan bagian dari Erebos. Roh yang tinggal di sini akan melupakan semua ingatan mengenai kehidupan mereka di dunia manusia. Tempat ini kelabu dan suram. Roh yang menghuni tempat ini tidak mengalami kegembiraan maupun kesengsaraan. Sementara itu beberapa roh berhak memasuki Padang Elisian, yang juga merupakan bagian dari Erebos.

Roh-roh yang jahat dan berdosa akan dikirim ke Tartaros dan dihukum selamanya di sana. Beberapa roh di Tartaros yang terkenal adalah Titios, Iksion, Sisifos dan Tantalos.

Baik Erebos maupun Tartaros juga disebut sebagai dewa awal, yang kemudian menjadi personifikasi dari dua daerah tersebut. Erebos (kegelapan) adalah putra Niks (malam) dan kemungkinan Khaos. Sementara Tartaros lahir dari Khaos pada waktu yang sama dengan Gaia (bumi) dan Eros (cinta).

Selain Hades dan Persefone, ada banyak dewa yang tinggal di dunia bawah, di antanya adalah Stiks, Hekate, dan si kembar Hipnos (tidur) dan Thanatos (kematian).

Hanya ada sedikit orang yang berani memasuki dunia bawah ketika masih hidup.

Theseus dan sahabatnya Peirithous memasuki dunia bawah dengan tujuan menculik Persefone. Herakles masuk ke sana untuk menangkap Kerberos. Tugas tersebut merupakan tugas kedua belasnya. Dalam prosesnya, Herakles sempat membebaskan Theseus dari kursi kelalaian. Herakles masuk ke dunia bawah melalui Danau Alkion, dekat Lerna, Argolis, seperti halnya Dionisos.

Orfeus menuntun Euridike di dunia bawah.

Sementara itu Orfeus masuk ke dunia bawah melalui Tanjung Tainaron, di Peloponnesos bagian selatam. Orfeus, sang musisi terkenal, datang ke sana untuk mendapatkan kembali istrinya, Euridike. Namun Orfeus gagal karena melanggar perjanjian yang telah disepakatinya dengan Hades.

Psikhe masuk ke dunia bawah dalam rangka menjalankan tugas dari Afrodit, yaitu meminta kotak kecantikan dari Persefone. Psikhe hampir mati dalam tugas ini.

Odisseus masuk ke dunia bawah untuk meminta nasehat pada roh Teiresias sang peramal. Dalam perjalanannya, dia berjumpa dengan banyak roh teman-temannya. Aineias juga mendatangi dunai bawah untuk meminta dasehat pada roh Ankhises, ayahnya. Baik Odisseus maupun Aineias tidak memasuki dunia bawah hingga terlalu dalam. Aineias memasuki dunia bawah bersama Sybil sang peramal. Mereka masuk lewat Avernus, sebuah danau di dekat Naples. Sebelumnya Sibyl terlebih dahulu menyuruh Aineias untuk mencari Dahan Emas, yang akan berguna dalam perjalanan mereka karena dahan tersebut keramat untuk Persefone.

Adonis sang pemuda tampan menghabiskan sepertiga waktunya dalam setahun di dunia bawah, sementara dua pertiga lainnya dihabiskan bersama Afrodit. Setelah Adonis mati, dia harus berada di dunia bawah selamanya.

Sisifos pernah meninggal dan berada di dunia bawah. Namun dia sukse menipu Hades dan hidup kembali. Pada akhinya Sisifos meninggal dan dia dihukum di Tartaros akibat perbuatannya. Hukumannya adalah memikul batu besar ke atas bukit. Setelah sampai, battu tersebut akan menggelinding kembali ke bawah.