Mitologi Yunani/Penciptaan Dunia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gaia

Pada awalnya, yang ada hanyalah Chaos, iaitu suatu sosok yang tidak berbentuk dan misterius. Dari Chaos ini muncullah Erebus, kegelapan tempat berdiamnya kematian, dan Nyx, sang dewi malam yang misterius. Selain mereka bertiga, yang ada hanyalah kesunyian, kekosongan, ketidakterbatasan. Selepas itu, terlahir Eros (cinta), Gaia (bumi), dan Tartarus. Adanya cinta menyebabkan terjadinya hubungan untuk melahirkan zuriat.

Erebus menghampiri Nyx, yang kemudian melahirkan Aether (atmosfera), dan Hemera (siang). Itu adalah hubungan seksual yang pertama berlaku di alam semesta. Nyx juga melahirkan Moros (murka), Moirai (takdir), Hypnos (tidur), Thanatos (maut), Oneiroi (mimpi), dan Nemesis (pembalasan) melalui proses partegonesis (tanpa hubungan seksual). Nyx memerintahkan semua anaknya untuk keluar dari kegelapan.

Sementara itu Gaia secara partenogenesis melahirkan Ouranos (langit), Urea (pegunungan), dan Pontus (laut). Ouranos menikahi ibunya sendiri dan menjadi penguasa alam semesta. Ouranos menutupi seluruh tubuh Gaia dan bersama-sama mereka melakukan hubungan seksual dan kemudiannya Gaia melahirkan tiga Cyclops, raksasa bermata satu, tiga Hecatoncheire, raksasa bertangan seratus, dan dua belas Titan. Gaia juga telah bersetubuh dengan Pontus dan melahirkan dewa laut (Nereus, Phorcys, dan Thaumas), dewi laut Eurybia, dan monster laut Ceto. Daripada hubungannya dengan Tartarus, Gaia melahirkan raksasa yang sangat ngeri iaitu Typhoeus, yang menjadi ayah kepada segala raksasa.

Para Cyclops (Arges, Brontes, dan Steropes) adalah raksasa bermata satu manakala para Hecatoncheire (Briareus, Cottus, dan Giges) merupakan raksasa bertangan seratus dan berkepala lima puluh. Ukuran mereka sangat besar dan mereka sangat kuat. Oleh sebab penampilan mereka yang mengerikan itu, Ouranos sangat membencikan mereka dan menyuruh mereka kembali ke Tartarus, rahim ibu mereka. Ouranos tidak sadar bahwa perbuatannya ini bakal memicu peperangan antara dewa selama berabad-abad berikutnya.