Mitologi Yunani/Pembalasan Zeus

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Rhea memberi bungkusan berisi batu kepada Cronos

Cronos diangkat menjadi penguasa alam semesta dan merupakan raja para Titan. Dia mengambil kakaknya sendiri yakni Rhea menjadi isteri. Pada masa yang sama, saudara Cronos, Oceanus menjadi penguasa lautan manakala Hyperion sebagai dewa matahari. Semasa pemerintahan Cronos, manusia telah diciptakan dan mereka telah mengalami sebuah masa yang sangat membahagiakan iaitu Zaman Emas. Pada zaman itu, tiada penderitaan di dunia. Pada masa pemerintahan Cronos, manusia mengalami Zaman Emas, sebuah masa yang paling membahagiakan bagi manusia karena tidak ada penderitaan di atas dunia. Apabila menjadi penguasa alam semesta, Cronos tidak membebaskan para Cyclops dan Hecatoncheire yang dikurung di Tartarus oleh ayah mereka, Ouranos padahal mereka adalah alasan baginya untuk menggulingkan kekuasaan dari ayahnya. Cronos bukan sahaja tidak membebaskan para Cyclops dan Hecatoncheire malah dia memerintahkan naga Campe untuk menjaga mereka agar tidak terlepas. Hal ini membuatkan Gaia marah dan mengutuk bahwasanya Cronos akan dikalahkan oleh keturunannya. Ramalan ini turut memperkuatkan kutukan Ouranos.

Cronos memerintah alam semesta selama beratus-ratus tahun dan memiliki beberapa anak. Akan tetapi, Cronos takut suatu hari nanti kutukan Ouranos dan ramalan Gaia akan menjadi kenyataan sehinggakan dia menelan semua bayi yang dilahirkan oleh isterinya, Rhea. Rhea menjadi sangat marah kerana semua anaknya ditelan oleh suaminya dan akhirnya berusaha melakukan perlawanan. Apabila hendak melahirkan anaknya yang keenam, Rhea pergi ke sebuah gua di Pulau Crete dan melahirkan anaknya di sana. Rhea lalu membungkus sebongkah batu dengan kain dan memberikannya kepada Cronos. Cronos, yang tidak menyadari penipuan Rhea, terus menelan batu yang disangka anaknya itu, sementara bayi yang diberi nama Zeus itu diasuh oleh para nimfa di Pulau Crete.

Bayi Zeus beristirahat pada Amaltheia sementara para Kuretes berjaga

Bayi Zeus membesar dengan meminum susu Amaltheia, seekor kambing. Di kemudian hari, Zeus membalas kebaikan Amaltheia dengan menempatkannya di angkasa sebagai rasi bintang Capricorn. Selain itu, ada juga para Kuretes, mereka adalah sekumpulan prajurit penari yang ikut membantu menyembunyikan Zeus dari Cronos. Apabila Zeus sedang menangis, para Kuretes membuat bunyi bising dengan cara bernyanyi, menari, dan memukulkan tombak pada perisai mereka supaya Cronos tidak mendengar tangisan Zeus.

Setelah tumbuh dewasa, Zeus menikahi Metis, Titaness kebijaksanaan. Zeus juga berusaha mencari cara untuk membalas dendam terhadap perbuatan ayahnya. Dia pun berkonsultasi pada Metis. Metis membuat suatu minuman ajaib yang telah dicampurkan dengan ramuan daripada Gaia dan menyuruh Zeus untuk memberikannya kepada Cronos. Selepas itu, Rhea meyakinkan Cronos untuk menerima kembali Zeus sebagai pembawa minuman untuk Cronos. Cronos setuju dan Zeus pun akhirnya memperoleh kesempatannya. Zeus memberikan minuman buatan Metis kepada Cronos. Cronos meminumnya dan tiba-tiba dia mengalami sakit perut yang teramat. Lalu Cronos memuntahkan semua anaknya yang telah ditelan. Cronos memuntahkan Poseidon, Hades, Hera, Demeter, dan yang terakhir Hestia. Mereka semua adalah dewa yang tetap hidup walaupun sudah ditelan.

Zeus, bersama saudara-saudaranya, kemudian menyatakan perang ke atas Cronos dan para Titan. Maka tercetuslah peperangan yang disebut Titanomachy dan akan berlangsung selama sepuluh tahun lamanya.