Mitologi Yunani/Dewa Olimpus vs Raksasa

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Para gergasi berperang melawan para Olympians

Gaia, yang sangat marah karena anak-anaknya (Titan) dikurung di Tartarus, menyuruh para Raksasa untuk bangkit melawan para Olympians dan mengakhiri pemerintahan mereka. Para Raksasa, dipimpin oleh Alcyoneus dan Porphyrion, berperang melawan para dewa. Peperangan antara gergasi dan dewa ini disebut Gigantomachy. Para Raksasa menyerang para dewa dengan melemparkan batu-batu besar. Terdapat juga beberapa gergasi yang memiliki kaki berupa ular.

Untuk menghadap para gergasi, para dewa berperang dengan bantuan Heracles setelah mendengar ramalan bahawa para gergasi hanya dapat dikalahkan dengan bantuan seorang manusia.

Heracles bertarung dengan Alcyoneus sang pemimpin Raksasa. Heracles terus menyerang Alcyoneus tetapi sang gergasi tetap tidak mati. Ternyata Alcyoneus merupakan gergasi yang abadi selama dia berada di tempat kelahirannya, Phlegra. Maka Heracles menyeret Alcyoeus keluar dari tempat tinggalnya lalu membunuhnya.

Para Olympians berperang melawan para gergasi dan raksasa, sekutu mereka

Sementara itu, pemimpin gergasi yang satu lagi, Porphyrion, mendatangi Hera, isteri Zeus lalu mengoyak pakaian Hera dan mencuba untuk memperkosanya. Hera menjerit meminta pertolongan. Zeus datang dan menyerang Porphyrion dengan petirnya, setelah itu Herakles memanah Porphyrion sampai mati.

Poseidon sang dewa laut bertarung dengan Gergasi Polybotes. Poseidon mengejar Polybotes di sepanjang lautan sampai pulau Kos. Poseidon kemudian merobek sebahagian pulau Kos dan melemparkannya pada Polybotes. Polybotes akhirnya kalah setelah tertindih pulau tersebut. Sementara itu, Athena, sang dewi perang dan kebijaksanaan, bertarung dengan Gergasi Enceladus. Dalam pertarungan itu Athena berhsil unggul setelah dia berjaya menusuk Enceladus dengan tombaknya. Athena juga membunuh Raksasa Pallas dan menggunakan kulitnya untuk membuat sebuah perisai yang sangat kuat.

Raksasa Aloadae (Otus dan Ephialtes) merupakan putra kembar Poseidon. Mereka sangat kuat sehinggakan tidak ada dewa yang mampu melukai mereka. Pada suatu malam, semsa mereka sedang tidur, Gaia membisikkan sesuatu pada mereka. Gaia memberitahu mereka bahwa merekalah yang sepatutnya berkuasa di Olympus. Sejak dari itu, mereka berusaha menyerang Gunung Olympus dengan cara menumpuk-numpuk gunung sampai setinggi Gunung Olympus, lalu menyuruh para dewa untuk menyerah. Mereka juga meminta Artemis dan Hera untuk menjadi isteri mereka. Para dewa cuba untuk melawan tetapi tiada siapa yang dapat mengalahkan mereka. Bahkan, Aloadae mampu menangkap Ares dan mengurungnya dalam kendi selama tiga belas bulan. Artemis lalu berubah wujud menjadi seekor rusa dan berlari di antara para Aoladae. Mereka saling melempar tombak yang kemudian mengenai badan masing-masing dan akhirnya saling membunuh.

Hermes yang mengenakan helm kegelapan berhasil membunuh Gergasi Hippolytus, Artemis memanah Gergasi Gration sampai mati. Raksasa Eurytus dibunuh oleh Dionysus dengan tongkatnya, sedangkan Gergasi grius dan Thoon dibunuh oleh para Moirai dengan tongkat gangsa. Hephaestus membunuh Raksasa Mimas dengan lelehan besi sementara Raksasa Clitius diserang dengan obor api oleh dewi Hecate.

Setelah semua Gergasi dan Raksasa berhasil dikalahkan, Heracles memanah semua Raksasa dengan panahnya. Para dewa lalu mengurung tubuh semua Raksasa di bawah bumi. Gempa bumi serta letusan gunung berapi terjadi akibat tubuh-tubuh mereka yang terus memberontak.