Mitologi Yunani/Hidra

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hidra.

Hidra atau Hidra Lerna merupakan monster berbentuk ular atau naga, yang memiliki sembilan buah kepala. Jika salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh/membentuk lagi dua buah kepala yang baru. Dia mengeluarkan racun yang mematikan dari nafasnya pada setiap kali melangkah.

Hidra dari Lerna dibunuh oleh Herakles sebagai tugas yang kedua dalam salah satu dari "Dua Belas Tugas" yang harus dijalaninya demi sebuah penebusan dosa. Dalam hal ini, Herakles menjadi kandidat dari Zeus, dan ia harus bersaing dengan Euristheus yang merupakan kandidat dari Hera.

Sarang Hidra adalah di rawa-rawa di danau Llerna, di Argolid, dan dia bertugas sebagai penjaga pintu masuk ke dunia bawah. Hidra ialah keturunan dari Tifon dan Ekhidna, dan keduanya merupakan keturunan yang mengerikan dari dewi bumi, Gaia.

Dikisahkan, setelah mencapai rawa dekat danau Lerna, tempat tinggal Hidra, Herakles menutupi mulut dan hidungnya dengan kain untuk melindungi dirinya dari asap beracun yang keluar dari nafas Hidra. Kemudian, dia menembakkan panah berapi ke sarangnya, mata air Amymone. Hidra sendiri hanya keluar dari guanya yang sangat dalam untuk meneror desa-desa tetangga. Lalu Herakles pun berhadapan dengan Hidra, dengan menghunus sebuah pedang, dia menebas kepala-kepalanya.

Setiap kepala Hidra yang dipotongnya, tumbuh kembali menjadi dua. Keputusasaan merasuki perjuangan yang dilakukannya. Kelemahan dari Hidra, adalah bahwa hanya satu dari kepalanya yang abadi. Menyadari hal tersebut, Herakles meminta bantuan kepada keponakannya Iolaos. Keponakannya itu datang memberi gagasan (mungkin diilhami oleh dewi Athena). Iolaos lalu menggunakan batu api untuk membakar tunggul-tunggul leher Hydra pada setiap kali kepalanya dipenggal.

Setelah itu, satu kepala Hidra yang abadi ditempatkan di bawah batu besar pada tempat ritual suci antara Lerna dan Elaius, dan mencelupkan anak panahnya di darah beracun Hidra, dan tugas kedua Herakles pun selesai.

Pada kisah yang lain dikatakan, bahwa setelah memotong satu kepala abadi Hidra, Herakles mencelupkan pedangnya di dalam darah Hidra dan menggunakan racunnya untuk membakar setiap kepala, sehingga kepala-kepala tersebut tidak bisa tumbuh kembali. Mengetahui Herakles dibantu oleh keponakannya, Iolaos, di dalam melaksanakan tugas kedua, Euristheus menyatakan bahwa tugas Herakles belum selesai karena dia tidak sendirian, dan Herakles harus menjalankan tugas tambahan.

Di dalam budaya populer, Hidra pun sering menjadi antagonis dalam permainan videro, diantaranya dalam God of War, Age of Mythology, Magic Carpet 2, dan lain-lain. Dia menjadi sosok monster yang mengerikan dengan sembilan kepalanya. Di dalam film-film yang menceritakan Herakles pun, Hidra sering tampil pada salah satu bagian cerita di dalamnya.