Mitologi Yunani/Kisah Cinta/Afrodit

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Hefaistos-Afrodit-Ares[sunting]

Afrodit adalah dewi yang sangat mempesona dan diidamkan oleh semua dewa. Untuk mencegah peperangan antardewa, Zeus menikahkan Afrodit dengan Hefaistos, dewa api dan pandai besi. Mereka tidak memiliki anak dan Afrodit bukan merupakan istri yang setia, dia banyak berselingkuh, dan yang paling terkenal adalah perselingkuhannya dengan Ares,dewa perang.

Ketika Hefaistos tak ada di rumah, Ares sering mendatangi Afrodit dan bercinta dengan sang dewi cinta di kasur Afrodit. Dari hubungan itu lahirlah Eros (Cupid), Anteros, Fobos, Deimos, dan Harmonia.

Afrodit dan Ares terjebak dalam jaring Hefaistos.

Perselingkugan itu awalnya aman-aman saja sampai suatu ketika Helios ,dewa matahari, sedang mengendarai kereta mataharinya dan tiba-tiba melihat di bawahnya Ares sedang asyik mencumbui Afrodit. Helios segera memberitahu Hefaistos mengenai perselingkuhan itu. Sebenarnya Ares sudah menyuruh Alektrion untuk berjaga di depan pintu untuk memperingatkan Ares jika Helios lewat. Tetapi Alektryon tertidur dalam tugasnya sehingga Helios bisa memergoki Ares dan Afrodit.

Mengetahui perbuatan istrinya dan Ares, Hefaistos marah dan berencana membalas mereka. Dia lalu membuat sebuah jaring yang kuat dan tak terlihat, kemudian memasangnya di atas ranjangnya. Setelah memasangnya, Hefaistos memberitahu istrinya bahwa dia mau pergi ke bengkelnya di Pulau Lemnos. Afrodit melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk kembali bercinta dengan Ares

Setelah Hefaistos meninggalkan rumahnya, Ares langsung mengendap-endap ke dalam rumah Hefaistos. Ares lalu langsung memeluk Afrodit dan membawanya ke ranjang untuk langsung dinikmati tanpa menyadari bahwa ranjang itu telah diberi perangkap. Di tengah kenikmatan mereka, tiba-tiba sebuah jaring jatuh dan mengurung mereka. Saking kuatnya jaring itu, Afrodit dan Ares tak mampu melepaskan diri.

Hefaistos lalu kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan dewa. sementara para dewi tak mau datang karena tidak mau melihat hal memalukan itu. Afrodit dan Ares merasa sangat malu berada dalam keadaan seperti itu sambil dilihat oleh para dewa. Atas perselingkuhan ini, Hefaistos menuntut para dewa untuk mengganti hadiah perkawinan yang dulu dia berikan pada Zeus dan Hera.

Dua dewa muda, Apollo dan Hermes, tertawa melihat kejadian ini. Hermes bahkan berkata bahwa dia tidak akan keberatan berada dalam posisi Ares asalkan bisa bersama Afrodit. Poseidon lalu meminta Hefaistos melapaskan mereka dan berjanji bahwa dia akan membayar ganti rugi pada Hefaistos. Setelah mendapat jaminan dari Poseidon, Hefaistos pun melepaskan Afrodit dan Ares. Setelah bebas, Ares langsung kabur ke Trakia sedangkan Afrodit pergi ke Siprus,

Sementara Alektrion yang lalai dalam tugasnya, oleh Ares dihukum menjadi ayam jantan yang tak pernah lupa memberitahu datangnya matahari.

Afrodit sendiri berniat menghukum Helios yang telah membeberkan perselingkuhannya. Helios mencintai seroang nimfa bernama Klitia. Afrodit membuat Helios mencintai gadis lain yang bernama Leukothea.

Klitia jadi cemburu pada Leukothea sehingga dia menyebarkan gosip bahwa Leukothea disetubuhi oleh manusia biasa. Orkhamos, ayah Leukothea, teperdaya gosip ini dan mengubur Leukothea hidup-hidup.

Akibat perbuatannya, Klitia pun ditinggalkan oleh Helios. Klitia, yang sangat mencintai Helios, hanya bisa berbaring di tanah dan memandangi kereta Helios mengarungi langit siang. Selama sembilan hari Klitia memandangi Helios sebelum akhirnya mati. Tubuh Klitia kemudian diubah menjadi tanaman Heliotrope, yang bunganya selalu menghadap arah matahari.

Hermes dan Afrodit.

Poseidon-Afrodit-Hermes[sunting]

Sebenarnya Poseidon memberi ganti rugi pada Hefaistos dengan didasari motif khusus. Ketika Poseidon melihat tubuh telanjang Afrodit yang terperangkap jaring, Poseidon langsung bernafsu pada sang dewi. Dengan membantu membebaskan Afrodit, maka Afrodit menjadi berhutang pada Poseidon, dan Afrodit tahu bayaran apa yang paling diinginkan oleh sang dewa laut. Afrodit pun mendatangi Poseidon dan bersetubuh dengannya. Dari hubungan itu terlahir Erix, seorang Argonaut.

Selain Poseidon, Hermes juga ingin menikmati tubuh indah Afrodit. Hermes lalu meminta bantuan pada ayahnya, Zeus. Zeus mengirimkan elangnya untuk mencuri sandal Afrodit. Ketika Afrodit mencari sandalnya yang hilang, Hermes datang dan memberitahunya bahwa dia akan mengembalikan sandal Afrodit asalkan Afrodit mau tidur dengannya. Demi sandalnya, Afrodit pun merelakan tubuhnya dinikmati oleh Hermes. Dari hubungan Hermes dan Afrodit, terlahirlah Hermafroditos

Afrodit-Adonis-Persefone[sunting]

Adonis mati oleh babi hutan.

Menurut rujukan tertua mengenai Adonis dalam Katalog Para Wanita karya Hesiodos, serta dalam Bibliotheke karya Apollodoros, Adonis adalah putra Foiniks dan Alfesiboia. Namun Katalog Para Wanita tidak mengisahkan kehidupan maupun kematiannya.

Apollodoros juga menyebutkan kemungkunan orang tua lainnya untuk Adonis. Adonis bisa jadi adalah putra Kiniras, putra Megassares, dengan Metharme, putri Pigmalion. Adonis juga memiliki seorang saudara, bernama Oksiporos, serta tiga saudari - Orsedike, Laogore dan Braisia. Saudari-saudarinya menikah dengan orang asing dan tinggal di Mesir, sebagai hukuman dari Afrodit.

Akan tetapi Apollodoros berpendapat bahwa Theias, raja Assyria, adalah ayah Adonis, sedangkan ibunya adalah Smirna, anak perempuan Theias sendiri. Penyair Romawi, Ovidius, menyebut ayahnya Kiniras, dan ibunya Mirra, yang merupakan putri Kiniras. Nama Smirna dan Miraa nampaknya sama, dan bermakna "pohon myrrh". Siapapun orang tua Adonis, kisah dari Apollodoros dan Ovidius intinya sama; anak perempuan Kiniras bersetubuh dengan ayahnya sendiri, dan para dewa menyelamatkannya Mirra/Smirna dari ancaman pembunuhan oleh ayahnya dengan cara mengubahnya menjadi pohon myrrh.

Sepuluh bulan kemudian, pohon myrrh itu terbuka dan mengeluarkan seorang bayi. Dewi Afrodit, yang kemungkinan paling berperan dalam hubungan intim Mirra dengan ayahnya, menyukai sang bayi, yang ia namai Adonis. Dia diam-diam menyembunyikan bayi itu di sebuah peti dan memberikannya kepada Persefone untuk dirawat.

Akan tetapi, Persefone juga menyukai bayi itu begitu ia membuka petinya. Akibatnya ia tak mau mengembalikan sang bayi kepada Afrodit. Zeus, ayah Afrodit dan Persefone, akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan perseturuan di antara kedua dewi itu. Zeus memutuskan bahwa selama sepertiga hidupnya Adonis akan bersama Afrodit, sepertiga lainnya bersama Persefone, dan sepertiga tahun berikutnya terserah pada Adonis sendiri. Adonis tentu saja lebih memilih bersama Afrodit.

Menurut penulis Romwi, Hyginus, Zeus meminta Musai Kalliope menyelesaikan perseteruan antara Afrodit dan Persefone. Kalliope menyatakan bahwa Adonis harus menghabiskan setengah tahun bersama masing-masing dewi. Afrodit amat marah dengan keputusan itu sehingga ia memicu masalah di kalangan mainad, yang akhirnya membunuh penyayi asal Thrakia, Orfeus, putra Kalliope.

Adonis tumbuh menjadi seorang pemuda yang amat tampan. Ia menghabiskan banyak waktu untuk berburu di hutan bersama Afrodit. Apollodoros menyebut bahwa Artemis marah kepada Adonis sehingga sang dewi mengirim seekor babi hutan untuk membunuh Adonis. Ini kemungkinan karna Afrodit pernah menyebabkan Hippolitos, putra Theseus, mati.

Ovidius memberikan penjelasan yang lebih lengkap. Eros/Cupid secara tak sengaja menembak Afrodit dengan salah satu panahnya, yang membuat Afrodit jatuh cinta kepada Adonis. Afrodit selalu mengiringi Adonis ketika sedang berburu, seringkali melarangnya memburu hewan liar di hutan. Suatu hari Afrodit membiarkan Adonis berburu sendirian menggunakan kereta perang Afrodit yang ditarik oleh angsa, menuju ke arah Siprus. Afrodit memperingatkan Adonis untuk berhati-hati dan tidak mengganggu hewan buas. Akan tetapi Adonis tak mengindahkan peringatan Afrodit.

Adonis mengejar seekor babi hutan dan melukainya menggunakan tombak. Babi itu marah dan berbalik mengejar Adonis hingga berhasil menusuk paha Adonis dengan siungnya. Akibatnya Adonis terluka parah. Sebelum Afrodit meninggalkan pulau itu, ia tiba-tiba mendengar rintihan Adonis. Afrodit dengan cepat kembali namun tidak sempat menyelamatkan Adonis. Ia mendapati bahwa Adonis sedang terbaring berlumuran darah.

Untuk memastikan supaya Adonis tak terlupakan, Afrodit meenyelenggarakan festival untuknya yang disebut Adonia. Dari darah Adonis, Afrodit juga menumbuhkan bunga berwarna merah yang disebut anemone.

Ada dugaan bahwa babi hutan itu sebenarnya merupakan jelmaan suami Afrodit yang cemburu, Hefaistos, atau Ares.

Afrodit dan Zeus[sunting]

Suatu ketika Zeus juga bernafsu pada Afrodit dan berkeinginan untuk memperkosa sang dewi. Afrodit mencoba kabur dari ayahnya yang sudah penuh hasrat itu. Zeus terus mengejar namun Afrodit terbang secepat angin. Zeus terus berusaha namun Afrodit ternyata terlalu cepat baginya. Saking bernafsunya, air mani Zeus berceceran di Pulau Siprus. Air mani itu membuahi Gaia dan dari dalam tanah terlahirlah makhluk aneh bertanduk, yang disebut Kentaur dari Siprus. Karena tak kunjung berhasil, akhirnya Zeus menyerah dan menghentikan usahanya.

Di kemudian hari, Afrodit dengan sukarela berrsedia bersetubuh dengan Zeus. Dari hubungan itu, Afrodit hamil. Namun Hera marah dan meletakkan tangannya di perut Afrodit sambil mengutuk bayi yang dikandung Afrodit. Akibat kutukan itu Afrodit melahirkan bayi buruk rupa yang diberi nama Priapos. Afrodit lalu melemparkannya ke gunung. Di sana dia dibesarkan oleh seorang gembala. Priapos terkenal karena alat kelaminnya yang besar.