Mitologi Yunani/Perang Argos-Thebes/II/Pasca Perang

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Setelah menaklukan Thebes, Thersandros, putra Polineikes, menjadi raja baru di Thebes. Thersandros menikahi Demonassa, putra Amfiaraos. Mereka menjadi orang tua Tisamenos.

Thersandros iku serta dalam Perang Troya dan memimpin lima puluh kapal dari Thebes. Dia dibunuh oleh Telefos, putra Herakles, di Misia. Setelah dia mati, armada Thebes menjadi tak punya pemimpin. Akhirnya Peneleus, pemimpin dari Boiotia mengambil alih kepemimpinan armada Thebes di Troya.

Seusai Perang Troya, Tisamenos menggantikan ayahnya sebagai raja Thebes.


Dengan meninggalnya Adrastos dan putranya dalam Perang Argos-Thebes II, akhirnya Kianippos, cucu Adrastos, menajdi raja Argos. Diomedes, Sthenelos dan Eurialos, ikut serta dalam Perang Troya, dengan Diomedes menjadi pemimpin armada Argos dan Sthenelos serta Eurialos menjadi letnannya. Mereka membawa delapan puluh kapal dari Argos. Seusai Perang Troya, ketiganya berhasil pulang dengan selamat.

Setelah Kianippos meninggal tanpa anak, rakyat Argos kemudian memutuskan bahwa Sthenelos lebih berhak menjadi raja Argos dariapda Diomedes. Maka tahta kerajaan Argos diberikan pada Sthenelos atau putrnya, Kilarabes. Diomedes diusir dari Argos, karena istrinya berselinguh dengan Kometes. Diomedes lalu bermigrasi ke Italia selatan.


Alkmaion, yang memimpin Epigoni pada perang kedua, mengirim harta rampasan perangnyz ke Delfi. Dia menjzdikan Manto, putri Teiresias, sebagai selirnya. Dari hubungannyz dengan Manto, Alkmaion memiliki putra yang dia namai sesuai nama saudaranya, Amfilokhos. Amfilokhos putra Alkmaion menjadi peramal seperti kakeknya.

Sesuai amanat ayahnya, Alkmaion membunuh ibunya, Erifile. Karena telah membunuh anggota keluarganya, Alkmaion pun dikejar-kejar oleh para Erinya, dewi angkara murka. Alkmaioan ditimpa kegilaan oleh para Erinya dan harus mengemabra selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diseucikan di Psofis, Arkadia. Di sana dia juga menikahi Arsinoe, putri raja Psofis. Alkmaion menjadi ayah Klitios. Namun ternyata dia masih dikejar-kejar oleh para Erinya.

Dia kemudian disucikan oleh Akhelous sang dewa sungai dan dinikahkan dengan putri Akhelous, Kallirhoe. Mereka memiliki anak kembar, Akarnan dan Amfoteros. Para Erinya akhirnya berhenti menghukumnya. Akan tetapi setelah bebas dari para Erinya, Alkmaion malah dibunuh oleh kakak iparnya, atas suruhan mertuanya di Arkadia, Fegeus.

Ketika mengetahui bahwa suaminya telah dibunuh, Kallirhoe marah dan kemudian berdoa pada para dewa supaya kedua putranya tumbuh menjadi pria dewasa dalam satu malam. Doanya dikabulkan dan mereka bertiga pun pergi ke Arkadia untuk membalaskan kemtian Alkmaion. Mereka membunuh Fegeus dan semua putranya.