Mitologi Yunani/Dewa Awal/Eros

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Mitologi Yunani‎ | Dewa Awal(Dialihkan dari Eros)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Eros.

Eros adalah dewa cinta. Mitos Yunani awal menyebutkan Eros sebagai dewa awal. Menurut Hesiodos, Eros lahir dari Khaos bersama dengan Niks, Erebos, Gaia, dan Tartaros. Eros, Gaia dan Tartaros nampaknya tercipta sendiri. Hesiodos tidak banyak menulis tentang Eros kecuali bahwa dia adalah "yang terindah di antara semua dewa abadi."

Eros adalah kekuatan seksual yang memungkinkan terjadinya proses penciptaan untuk berlanjut. Eros memungkinkan personifikasi abstrak, semacam Niks dan Erebos, untuk bercinta dan menghasilkan keturunan, selain juga memungkinkan Gaia untuk melahirkan keturunan tanpa harus memiliki pasangan, yaitu Uranus, Ourea, dan Pontos. Eros tidak muncul dalam karya Homeros.

Menurut mitos pra-Homeros, Eros adalah putra Aither (udara atas) dan Hemera (siang). Dalam mitos Orfik, Eros identik dengan dewa bersayap emas, Fanes atau Protogonos, yang lahir dari Telur Dunia.

Bahwa Fanes atau Eros terlahir dari Telur Semesta memiliki kemiripan dengan sebuah drama komedi gubahan Aristophanes, seorang penulis drama asal Athena dari abad ke-5 SM. Aristophanes menulis bahwa Niks (malam) bercinta dengan Badai dan melahirkan telur perak besar. Ketika Telur Dunia itu menetas, Eros terlahir membawa cahaya. Eros di sini ditampilkan bersayap emas.

Eros lebih terkenal sebagai dewa muda putra dari Afrodit dan Ares dalam karya-karya dari masa selanjutnya, yaitu pada masa Hellenistik dan periode Romawi. Ini menjadikannya sebagai saudara Fobos (panik), Deimos (teror), dan Harmonia, istri Kadmos dari Thebes.

Seorang penyair bersama Olen menyebut bahwa Eros adalah putra Eileithyia, dewi kelahiran.

Dalam tradisi pada masa selanjutnya, Eros digambarkan sebagai bocah lelaki yang mirip malaikat dan membawa busur dan panah. Panah bermata emasnya dapat menjadikan dewa atau manusia jatuh cinta, sedangkan panah bermata timahnya akan menjadikan makhluk apapun menjadi tidak mencintai.

Eros dikenal oleh orang Romawi sebagai Kupido (Cupid), yang juga disebut Amor. Menurut kisah Keledai Emas karya penulis Romawi Lucius Apuleius, Cupid (Eros) menikahi Psikhe. Anak mereka adalah seorang gadis bernama Volupta (kesenangan).