Mitologi Yunani/Perburuan Babi Kalidon/Kematian Meleagros

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kematian Meleagros

Ketika perburuan berakhir, Meleagros menghadiahkan kulit babi kepada Atalanta. Ini membuat marah para paman Meleagros, yang merasa lebih berhak memperoleh hadiah itu jika Meleagros memilih untuk tak menerimanya sebagai pembunuh babi itu. Mereka menuduh Meleagros telah diperdaya oleh Atalanta.

Mereka pun merampas kulit babi itu dari Atalanta. Menurut Diodoros Sikolos, mereka menyergap dan merampok Atalanta ketika ia sedang pulang ke rumahnya di Arkadia. Meleagros amat murka atas tindakan para pamannya itu, dan terjadilah perselisihan antara mereka. Dalam pertikaian itu, Melegaros membunuh paman-pamannya. Ia menusuk jantung Pleksippos menggunakan pedangnya, dan membunuh Tokseus yang berusaha kabur.

Kabart pembunuhan itu pun sampai ke istana. Mengetahui bahwa saudara-saudaranya telah dibunuh oleh putranya sendiri, Althaia pun marah. Ia lalu mengambil batang kayu yang telah lama ia sembunyikan, dan melemparkannya ke api. Setelah batang kayu itu terbakar habis, Meleagros meninggal.

Tertekan akibat membunuh putranya sendiri, Althaia lalu gantung diri.


Ada bebrapa versi berbeda mengenai kematian Meleagros.

Mitografer Apollodoros menceritakan versi seperti di atas, serta versi yang lain dalam peperangan antara Kalidon melawan Kurets. Ini juga terdapat dalam Iliad karya Homeros.

Perang terjadi terkait perburuan ini, karena anak-anak Thestios mengkalim bahwa Ifiklos adalah yang pertama melukai babi itu (Atalanta bahkan tak disebutkan sama sekali dalam epos ini). Meleagros membunuh beberapa saudara Althaia dalam bentrokan. Akibatnya Althaia pun mengutuk Meleagros, yang kemudian menjadi marah dan menarik diri dari pertempuran. Ia lalu mengunci dirinya sendirin di dalam kamar. Ketika Kuretes mulai berada di atas angin, istri Meleagros, Kelopatra, memanggilnya untuk mempertahankan negaranya. Meleagros kemudian terlibat kembali dalam perang dan membunuh anak-anak Thestios lainnya. Akan tetapi, Meleagros sendiri akhirnya tewas dalam pertempuran. Ibunya Althaia dan istrinya Klepatra begitu berduka atas kematian Meleagros hingga mereka pun gantung diri. Saudari-saudarinya, terkecuali Gorge dan Deianeira, yang berduka untuknya, diubah menjadi burung.

Dalam Katalog Para Wanita, Meleagros dibunuh oleh dewa Apollo ketika sedang bertempur melawan Kuretes.

Kelak, ketika Herakles pergi ke Dunia Bawah untuk menangkap Kerberos dalam rangka menjalankan tugas kedua belasnya, ia bertemu dengan arwah Meleagros. Semua arwah di Dunia Bawah melarikan diri ketika berjumpa Herakles, terkecuali arwah Meleagros dan Gorgon Medusa. Herakles lalu berjanji kepada arwah Meleagros bahwa jika sempat, ia akan melamar dan menikahi adik perempuan Meleagros, Deianeira.