Mitologi Yunani/Dewa Olimpus/Dionisos

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Mitologi Yunani‎ | Dewa Olimpus(Dialihkan dari Dionisos)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dewa Dionisos
Silenos mengasuh bayi Dionisos

Dionisos adalah dewa anggur dan pesta. Dia adalah putra Zeus dan Semele, anak perempuan Kadmos dan Harmonia. Dia dikenal pula sebagai Bakkhos dan oleh bangsa Romawi disebut Liber.

Semele masih dalam keadaan hamil ketika tewas. Zeus lalu menyelamatkan bayi Dionisos yang belum lahir dari rahim Semele dan memasukkanya ke dalam pahanya, hingga sang bayi siap untuk dilahirkan.

Beberapa mengatakan bahwa bibi Dionisos, Ino, membesarkannya di Orkhomenos, bersama suaminya, Athamas. Ino mendandani Dionisos seperti anak perempuan supaya tidak dikenali oleh Hera. Akan tetapi Hera tetap mengenali Dionisos dan menghukum Ino dan Athamas dengan membuat mereka menjadi gila. Mereka bahkan membunuh anak-anak mereka sendiri. Untuk menyembunyikan Dionisos, Zeus mengubahnya menjadi seekor anak kambing dan memerintahkan Hermes untuk menitipkannya pada Nisa, seorang nimfa. Silenos mengajari Dionisos rahasia-rahasia alam dan bersama-sama mereka menciptakan minuman anggur.

Adegan kisah Dionisos dan para bajak laut
Dionisos membawa wadah minum
Dionisos berhubungan seksual dengan Ariadne
Dionisos bersama Silenos
Dionisos memegang thirsos
Dionisos bersama Silenos

Setelah Dionisos tumbuh dewasa, Hera mengenalinya dan menimpakannya dengan kegilaan. Dionisos berkeliling dunia, hingga sejauh India. Ketika dia tiba di sebauh sungai, Zeus mengirim seekor singa, dan dengan menunggangi singa itulah Dionisos menyeberangi sungai itu, sehingga sungai itu dinamai sungai Tigris, satu dari dua sungai utama di mesopotamia. Dalam perjalananya, Dionisos mengajari manusia cara membudidayakan anggur serta cara membuat minuman anggur. Dia ditemani oleh para satir dan nimfa. Para pengikutnya dikenal sebagai Bakhhant. Wanita yeng mengikutinya disebut Mainad.


Suatu ketika sekelompok bajak laut menangkap Dionisos dan berniat menjualnya sebagai budak. Hanya juru mudi yang mengakui Dionisos sebagai dewa setelah menyadari bahwa Dionisos tak dapat diikat. Sementara bajak laut lainnya tak percaya dan mengejek sang juru mudi ketika dia memeperingatkan mereka bahayanya menganggu dewa.

Akhirnya Dionisos menunjukkan kekuatannya. Tanaman anggur muncul begitu saja di sana dan menyelimuti kapal, sedangkan geladak kapal dipenuhi oleh air anggur. Dionisos membuat para bajak laut itu menjadi gila sehingga mereka mulai berkhayal. Para bajak laut mengira bahwa mereka melihat hewa liar di kapal. Mereka melompat supaya tidak diserang oleh hewan-hewn itu. Begitu mereka masuk ke air, para bajak laut berubah menjadi lumba-lumba. Hanya juru mudi yang selamat.

Dionisos turun dari kapal di pulau Naxos. Dia sana dia menemukan Ariadne, putri Minos dan Pasifae, dan jatuh inta padanya. Ariadne sendiri ditinggilkan di sana oleh Theseus.

Dionisos menikah dengan Ariadne, dan, menurut Hesiodos, Zeus membuat Ariadne abadi supaya dapat hidup selamanya bersama Dionisos.

Dionisos sering menghukum orang yang tak mau menyembahnya. Bibinya, Agave, Autonoe dan ino menyebarkan berita bahwa ayah Dionisos hanyalah manusia biasa. Dionisos menghukum mereka dengan cara membuat mereka menjadi gila sehingga mereka menjadi pengikut Dionisos. Mereka pun ikut serta bersama para Bakkhant dalam ritus mereka, yang berupa pesta pora dan pesta seks. Ketika sepupunya, Pentheus, raja Thebes, menolak mendirikan penyembahannya di kota, Dionisos mejadikan tubuhnya dikoyak-koyak oleh ibu dan bibinya sendiri dengan cara membuat mereka melihat Pentheus sebagai singa atau babi hutan.


Di Thrakia, Dionisos menghukum Orfeus, seorang musisi mistis dan salah satu Argonaut. Orfeus dikoyak-koyak oleh para pengikut Dionisos. Akan tetapi, dalam mitos Orfik, Orfeus sebenarnya merupakan pendeta utama Dionisos.

Likurgos, raja Thrakia, mengejar-ngejar Dionisos dengan galah lembu dan mengurung para pengikut Dionisos. Ayah Dionisos, Zeus menghukum sang raja dengan cara membuatnya gila sehingga membunuh anaknya sendiri, Diras. Likurgos sendiri kemudian dikoyak-koyak oleh kuda-kudanya sendiri, yang biasanya digunakan olehya untuk balapan kereta perang.

Raja Midas pernah menyelamatkan Silenos, kawan Dionisos, dari Likurgos. Atas kebaikannya, Dionisos memberi Midas kemampuan untuk mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas. Namun hadiah ini ternyata menjadi sebuah kutukan ketika Midas tak dapat makan dan minum akibat makanan dan minumannya berubah menjadi emas. Midas mungkin akan mati kelaparan kalau saja Dionisos tidak muncul dan memberitahu cara menghilangkan kekuatannya.

Dionisos pernah berselingkuh dengan Afrodit, yang memberinya putra bernama Pirapos, dewa kesuburan. Priapos sendiri selalu digambarkan sebagai dewa mirip satir yang buruk rupa dengan ukuran alat kelamin yang sangat besar.

Dionisos merupakan salah satu dewa yang bertempur bersama Herakles melawan para Gigant. Dia melawan raksasa Euritos dan membunuhnya menggunakan thirsos, tongkatnya.

Dionisos turun ke Dunia Bawah, membebaskan ibunya, Semele. Setelah itu Dionisos atau mungkin Zeus mengubahnya menjadi dewi abadi, dan namanya diganti menjadi Thione. Thione atau Semele menjadi dewi ibu. Dionisos naik ke Olimpus dan diterima oleh para dewa di sana, dengan membawa serta ibunya. Beberapa percaya bahwa Dionisos merupakan salah satu dewa Olimpus.

Hera pada awalnya enggan menerima Dionisos sebagai dewa Olimpus, namun semua itu berbah setelah Dionisos menolong Hera. Suatu ketika Hefaistos menjebak Hera pada suatu tahta emas. Adalah Dionisos yang berhasil membujuk Hefaistos untuk membebaskan Hera. Dia melakukannya dengan cara membuat Hefaistos mabuk.

Tanaman anggur dan ivy adalah kesukaan Dionisos. Hewan kesukaannya adalah lumba-lumba, ikan, dan kambing (karena dulu ia pernah diubah menjadi anak kambing). Dionisos biasanya digambarkan tanpa janggut, meskipun ada pula penggambarannya dengan janggut. Dalam seni, Dionisos terkadang digambarkan sebagai pemuda mirip perempuan, karena dia pernah menyamar sebagai perempuan ketika bersembunyi dari Hera, tapi kemudian dia dibuat gila setelah Hera berhasil menemukannya. Ini terjadi ketika Dionisos dewasa, dan dia pun memulai perjalanannya ke timur. Dia dikenali, mengenakan lingkaran ivy di kepalanya dan memakai kulit hewan. Biasanya dia ditampilkan membawa wadah minum, namun dia terkadang membawa pula tongkat thirsos.

Julukannya antara lain Bakkhos, Bromios (pemetir), Dendriltes (dia pemilik pepohonan), Iakkhos (di Eleusis, kemungkinan identik dengan Bakkhos), Lenaios (dia pemilik anggur), dan Likaios (dia yang membebaskan).


Ada banyak kultus dan festival Dionisos yang diselenggarakan di seluruh Yunani, serta di Rmawi. Festival-festival ini disebut Bakkhanalia atau Dionisia dan digelar pada beberapa waktu berbeda. Ada beberapa jenis festival Dionisos berbeda, misalnya Dionisia Besar, Dionisia Kecil, Anthesteria dan Oskhoforia. Banyak dari festival dan kultus ini melibatkan kegiatan minum anggur, pesta pora dan pesta seks.

Di Romawi, dia dikenal dengan nama Liber atau Bacchus, dan festivalnya digelar pada tanggal 17 Maret.

Beberapa penulis menyebutkan bahwa ada lebih dari satu Dionisos. Sejarawan Sisilia Diodoros (abad ke-1 SM) menuturkan bahwa ada tiga dewa bernama Dionisos. Dionisos tertua berasal dari India, Dionisos kedua merupakan putra Zeus dan Persefone (Dionisos yang ini jelas berasal dari mitos Orfik, yang mana Dionisos dikenal pula dengan nama Zagreus, sedangkan Dionisos ketiga adalah Dionisos yang paling terkenal, dan merupakan dewa anggur dengan nama Bakkhos, yang merupakan putra Zeus dan Semele.

Para pengikut Dionisos dalam ritual mereka
Dionisos bersama panther

Bakkhos Dionisos harus dipisahkan dari Dionisos putra Zeus dan Persefone. Dalam mitos Orfik, Dionisos atau Zagreus, putra Persefone, dibunuh dan dimakan oleh para Titan ketika masih bayi, namun jantungnya berhasil diselamatkan. Zeus menelan jantungnya dan Dionisos dilahirkan kembali sebagai putra Semele, yang mana dia kemudian dikenal sebagai Bakkhos Dionisos. Bakkhos dengan demikian merupakan reinkarnasi dari Dionisos-Zagreus.

Agaam misteri Orfik cukup keras dibanding kultus Dionisos lainnya, yang biasanya melibatkan mabuk-mabukkan dan pesta seks. Dalam kultus Orfik, pantangan lebih ditekankan. Musisi dan penyair mitos Orfeus, dikatakan sebagai pendiri gerakan Orfik ini. Orfeus disebutkan menulis sejumlah sajak dan lagu yang menjadi dasar agama Orfik. Akan tetapi, sebagian besar dari karya awal ini sudah hilang, dan yang masih tersisa pun hanya ada dalam bentuk fragmen-fragmen. Mitos Penciptaan Orfik sendiri ditulis agak terlambat, pada masa para penulis Neoplatonisme.

Inti kepercayaan dalam gerakan Orfik adalah untuk mencapai Elision, Pulau Keberkahan. Ketika seseorang mati, hanya orang yang banyak berbuat baik yang berhak masuk ke Elision dan menjalani kebahagiaan di sana. Mungkin butuh beberapa kali kehidupan bagi seseorang untuk dapat mencapai Elision. Agama Orfik juga mengadopsi kepercayaan pada reinkarnasi. Mitos Orfik dengan jelas menunjukkan bahwa Dionisos bereinkarnasi sebelum menjadi dewa. Bagi orang biasa, Elision hanya dapat dicapai melalui inisiasi ke dalam misteri Orfik dan dengan menjalani kehidupan yang keras, tidak memakan daging atau meminum anggur, serta menghindari hubungan seksual. Orang yang menjalani hidup penuh dosa akan dihukum di neraka atau Tartaros, atau akan terus mengalami reinkarnasi.

Bagi para penganut misteri Orfik, Dionisos bukan hanya dewa anggur dan kegembiraan, melainkan pula dewa khthonik kesuburan, dan selain itu, dewa reinkarnasi dan penguasa tertinggi dunia, setelah Zeus.