Mitologi Yunani/Dewa Olimpus/Athena

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Mitologi Yunani‎ | Dewa Olimpus(Dialihkan dari Athena)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dewi Athena.

Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, seni dan kerajinan tangan. Dia adalah dewi perawan. Dikenal pula sebagai Athene, dia disamakan dengan dewi Minerva dari Romawi. Athena adalah putri Zeus dari istri pertamanya, Metis (kebijaksanaan), yang merupakan putri Okeanos dan Tethis.

Setelah Zeus mengalahkan ayahnya Kronos dan menjadi penguasa dunia, Gaia memperingatkannya bahwa jika Metis memiliki anak kedua, maka anak itu adalah laki-laki dan sang putra itu suatu hari akan mengalahkan Zeus, sepeti yang telah dilakukan Zeus kepada Kronos. Tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti ayahnya, Zeus pun menelan Metis ketika Metis sedang hamil.

Berbulan-bulan kemudian, Zeus merasakan sakit kepala yang amat sangat. Kemungkinan Ptometheus, atau Hefaistos, menggunakan kapak untuk membelah kepala Zeus. Tiba-tiba Athena keluar dari kepala Zeus dengan mengenakan baju zirah lengkap dan meneriakkan seruan perang. Para dewa merasa kaget dan takut melihat kejadian ini. Athena lalu melepas helmya supaya para dewa dapat melihat lebih jelas siapa dirinya. Athena pun diterima di antara para dewa. Di kemudian hari Athena bahkan menjadi anak kesayangan Zeus.

Triton, putra Poseidon, mengasuh Athena, barangkali inilah alasan mengapa Athena memiliki julukan Tritogeneia. Kemungkinan lainnya adalah karena Athena tumbuh di Danau Tritonis di Libya.

Athena dengan berbagai atributnya.

Triton memiliki seorang putri bernama Pallas, yang menjadi kawan bermain Athena. Ketika sedang bermain, secara tak sengaja Athena membunuh Pallas. Untuk mengenangnya, Athena menambahkan nama kawannya itu pada namanya sendiri. Maka, sejak itu Athena dipanggil juga dengan sebutan Pallas Athena. Athena juga pernah membuat suatu kayu untuk mengenang kawannya. Patung itu disebut Palladium, namun Zeus melempar patung itu dari langit hingga terjatuh di tenda Ilos, putra raja Tros dari Dardania.

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai asal usul nama Pallas. Pallas adalah nama yang bisa dipakai oleh pria maupun wanita. Dalam kasus Athena, ketika digunakan sebagai nama perempuan, maka Pallas kemungkinan bermakna "gadis" atau "cewek". Akan tetapi, beberapa sejarawan modern memperdebatkan makna ini, karena Pallas juga dapat bermakna "mengacungkan".

Untuk nama Athena sendiri, maknanya tidak diketahui. Athena bisa saja merupakan nama pra-Hellen (masa sebelum kedatangan suku Doria, Ionia, dan Aiolia), kemungkinan berasal dari maaa Minos atau Mykenai. Athena kemungkinan padanan dari dewi Atana Potnia (A-TA-NA PO-TI-NI-JA) dari Minos dan Mykenai.

Ada teori bahwa Athena merupakan dewi pra-Hellen, yang bermula sebagai dewi keahlian tangan, rumah, perapian, dan masyarakat dari Minos dan Mykenai. Ketika orang-orang Hellen bermigrasi ke Yunani, mereka membawa serta Pallas, dewi perang perawan. Dua dewi diperkirakan bercampur menjadi satu dewi, dikenal sebagai Pallas Athena, yang kita ketahui hingga saat ini. Dewi campuran ini memiliki atribut dari kedua dewa asalnya. Akan tetapi, ini lebih merupakan spekulasi daripada fakta.


Sebagai seorang dewi perawan, dia dikenal dengan julukannya, yaitu Parthenos. Orang Yunani menanggap Athena sebagai dewi yang luar biasa cantik, dengan mata yang sangat biru, kadang-kadang dengan mata yang berkilat abu-abu, yang memberinya julukan Glaukopis ("Mata Berkilat" atau "Mata Cerah").

Dalam seni dia biasanya digambarkan membawa Aigis yang menakutkan, melambangkan awan badai hitam, dan dia bersenjatakan tombak yang sangat berbahaya (gagang petir). Dalam sajak Tameng Herakles, diduga ditulis oleh Hesiodos, disebutkan:

Ia dipersenjatai seolah-olah dia akan pergi bertempur, dengan tombak di tangannya, dan helm emas, dan aigis di bahunya. Dan pergilah ia menuju perselisihan yang mengerikan.

Karena ibunya (Metis) adalah dewi kebijaksanaan, Athena mewarisi kemampuan intelektualnya, dan salah satu julukannya adalah Polymetis. Dia melambangkan udara atas yang bersih sebagai ketajaman dan kejernihan mental, perwujudan dari semangat kebenaran dan kebijaksanaan dewata.

Namun Athena juga merupakan dewi perang. Dia ikut serta dalam perang dengan kemampuan dan kebijaksanaannya untuk mempertahankan negara, namun dia tidak bertempur seperti Ares, dengan kekejaman tak terkendali, atau demi perselisihan cinta belaka dan pembantaian biadab. Athena berperang bukan karena senang membunuh, namun lebih karena dia ingin menggunakan perang sebagai cara untuk mengembalikan keteraturan, dan dengan demikian dia sejatinya adalah dewi perdamaian. Athena lebih banyak melambangkan aspek mulia dalam perang seperti misalnya keberanian dan pengendalian diri, sedangkan Ares melambangkan aspek brutal dalam perang.

Sebagai dewi perang, Athena juga menjadi dewi pelindung bagi para pahlawan, bertindak seperti seorang kakak perempuan yang ideal, memberikan bimbingan dan panduan. Dia membantu Bellerofon untuk menjinakkan kuda bersayap, Pegasus, dengan memberikan tali kekang. Menurut beberapa sumber, Athenalah, bukannya Poseidon, yang mengajari umat manusia cara menunggangi kuda, meskipun Poseidon adalah dewa kuda.

Dewi Athena dengan senjatanya.

Dalam perang antara Argos dan Thebes, Athena berniat untuk menyelamatkan prajurit kesukaannya, Tideus, dan mau menjadikannya abadi. Sayangnya Tideus ditipu oleh musuhnya dan malah memakan otak musuh. Perbuatan ini membuat Athena jijik sehingga sang dewi meninggalkannya dan membiarkan Tideus mati.

Athena juga membantu beberapa saudara tirinya, seperti Perseus dan Herakles. Dia memberi informasi kepada Perseus mengenai cara membunuh Gorgon Medusa. Athena menemani dan menasehati Herakles dalam berbagai petualangannya. Adalah Athena yang membawa Herakles untuk membantu para dewa dalam perang melawan para Raksasa (Gigant), yang dikenal sebagai Gigantomakhia. Dalam perang ini, Athena membunuh seorang raksasa bernama Pallas dengan cara menimpanya dengan sebongkah batu besar. Dia menguliti Pallas dan menggunakan kulit itu pada pakaiannya, menjadi aigis. Ada pula pendapat bahwa inilah alasan mengapa Athena menggunakan nama Pallas. Athena adalah dewi yang terkenal di antara para pahlawan, karena dia merupakan dewi kejayaan, dan salah satu julukannya adalah Athena Nike.

Athena adalah salah satu dewi yang menginginkan apel emas dalam peristiwa Keputusan Paris. Untuk membujuk Paris, Athena menawarkan kepada Paris untuk menjadikannya seorang jenderal besar yang memenangkan semua pertempuran. Karena itulah, Athena marah ketika Paris malah memberikan apel itu kepada Afrodit. Maka, dalam Perang Troya, Athena memihak pasukan Yunani, dan seringkali membantu para pahlawan kesayangannya, khususnya Akhilles, Diomedes, dan Odisseus. Dengan bantuan Athena, Diomedes berhasil melukai tidak hanya Aineias, pahlawan Troya, tetapi juga dua orang dewa yaitu Afrodit dan Ares.

Ketika Ares melawan Athena, dengan mudahnya Athena mengalahkannya. Ketika itu Ares maju ke arahnya dengan mengacungkan pedang. Athena dengan tennag melemparkan sebongkah batu besar pada Ares, membuat sang dewa terjatuh kesakitan. Athena juga menonjok payudara Afrodit, ketika sang dewi cinta berusaha menyelamatkan kekasihnya itu. Mungkin Athena melakukannya sebagai pembalasan karena Afrodit yang memperoleh apel emas dari Paris.

Itu bukan satu-satunya perkelahian antara Athena melawan Ares. Menurut Siklus Epik, Telegonia, Odisseus terlibat perang antara orang Thesprotis dan orang Brygi. Odosseus memihak Thesprotis karena dia menikahi Kallidike, Ratu Thesprotis. Ares memukul mundur pasukan Thesprotis, dan Athena pun turun untuk melawan Ares. Tidak ada rincian mengenai perkelahian ini, kecuali bahwa Apollo memisahkan mereka.

Athena ikut terlibat ketika membuat Hektor berkelahi melawan Akhilles tanpa bantuan dewata; Akhilles berhasil membunuh Hektor dalam duel itu. Athena juga pernah menimpakan kegilaan pada Aias, ketika dia hendak membunuh Odisseus akibat gagal memperoleh baju zirah Akhilles.

Adalah patung Athena yang dibuat untuk mengenag kawan masa kecilnya, yang disebut Palladium, yang membuat kota Troya tidak dapat dikalahkan dalam Perang Troya.

Athena turun ke Ithaka untuk membantu Telemakhos.

Pada awalnya, Palladium disimpan di Olimpus, namun ketika Pleiad Elektra meminta perlindungan dari Zeus yang ingin memperkosanya, Zeus dengan marahnya melempar patung itu dari langit. Palladium mendarat di tenda Ilos (jika legenda ini benar, maka Palladium butuh empat generasi untuk jatuh dari langit), karena Dardanos, putra Elektra, merupakan kakek buyut Ilos.

Berdasarkan nasehat seorang peramal Troya bernama Hellenos, Odisseus dan Diomedes mencuri Palaldium dari altarnya. Menurut Vergilius dalam Aeneid, Palladium yang dicuri oleh Diomedes dan Odisseus adalah palsu, dan Aineias membawa Palladium asli ke Italia. Adalah Athena yang memberi ide kepada Odisseus untuk membuat Kuda kayu (Kuda Troya) yang membuat Troya jatuh.

Namun, amarah Athena kemudian berbalik terhadap para pemimpin Yunani. Ini akibat salah satu pahlawan Yunani, Aias Kecil, memperkosa Kassandra di altar Athena dan para pemimpin Yunani lainnya tidak memapu mencegahnya. Athena lalu meminta Poseidon menghancurkan sebagian besar armada Yunani melalui badai di lautan.

Akan tetapi, Athena terus membantu Odisseus, dan menjadi pelindung uatama keluarganya selama ketidakhadiran Odisseus. Dia muncul dalam beragam penyamaran, menawarkan nasehat kepada Penelope dan Telemakhos. Dia bahkan menemani Telemakhos dalam perjalanan ke Pylos dan Sparta, dalam wujud Mentor, kawan lama Odisseus. Dia menyemangati Odisseus dan Telemakhos dalam pertempuran melawan para pelamar Penelope, dan memaksa keluarga para pelamar untuk berdamai dengan Odisseus.


Athena kemungkinan adalah dewi keadilan juga. Ketika Erinyes menyiksa Orestes dan menimpanya dengan kegilaan, Athena bertindak sebagai hakim dalam pengadilan Orestes di kota Athena. Ketika hasil suara para juri sama antara memutuskan Orestes bebas atau bersalah, Athena memberikan suara untuk membela Orestes. Dengan demikian, Orestes pun ditetapkan tak bersalah atas pembunuhan ibunya.

Athena dan Poseidon bersaing untuk menjadi dewa paling utama di kota Athena.

Kekrops adalah raja Attika (pada masa itu, daerah itu bernama Kekropia), ketika Athena dan pamannya Poseidon bersaing untuk menjadi dewa pelindung kota itu. Akhirnya rakyat kota memutuskan bahwa Athena berhak menjadi pemenangnya dan menjadi dewi pelindung kota itu, karena sang dewi menumbuhkan pohon zaitun yang bermanfaat dari batu di Akropolis. Kota itu pun diberi nama sesuai nama dewi Athena.

Suatu ketika Hefaistos berusaha memperkosa Athena. Sang dewi mampu menghindar, dan Hefaistos pun gagal melampiaskan nafsunya. Namun karena sudah amat bernafsu, ari mani Hefaistos keluar dan jatuh di tanh Akropolis. Air mani itu menghamili Gaia (bumi), dan terlahirlah Erikhthonios. Beberapa berpendapat bahwa Athena adalah ibu kandung Eirkhthonios tanpa kehilangan keperawanannya; air mani Hefaistos muncrat dan mengenai paha Athena, yang dibuang dan terjatuh ke tanah. Erikhthonios adalah seorang bayi yang memiliki ekor ular. Athena menyembunyikannya dalam sebuah peti. Dia lalu memberikan peti itu kepada Herse dan Agraulos, para putri Kekrops. Athena melarang mereka untuk membuka peti itu. Akan tetapi, kedua bersaudari itu sangat penasaran dan mengabaikan larangan Athena. Mereka nekat membuka peti itu. Setelah itu mereka menjadi gila dan melompat dari Akropolis hingga akhirnya mati. Mereka gila entah karena kaget melihat penampilan Erikhthonios atau karena ditimpa kegilaan oleh Athena.

Sebagai dewi keahlian tangan, Athena menciptakan suling, namun membuangnya ketika Hera dan Afrodit tertawa melihat wajah Athena ketika meniupnya. Athena marah dan mengutuk sipapaun yang mengambil alat musik yang telah ia buang. Seorang satir bernama Marsias mengambil suling itu dan menantang Apollo dalam suatu kontes musik. Marsias kalah dan dia dihukum dengan cara dikuliti oleh Apollo.

Athena pernah menolong Argos untuk membangun kapal Argo bagi Iason dan para krunya. Namun, Athena tidak banyak berperan dalam perjalan mereka.

Julukannya antara lain Mekhanitis ("Pelindung usaha"), Nike ("Kejayaan"), Pallas ("Gadis"), Parthenia, Parthenos ("Dewi perawan"), Polymetis ("Cerdas"), Promakhos ("Pelindung"), Soteira ("Penyelamat"), dan Tritogeneia ("Terlahir Triton").

Tempat pemujaan Athena tidak hanya di kota Athena, melainkan juga di Argos, Sparta, dan Troya. Pohon zaitun keramat untuknya, dan hewan keramatnya adalah kuda, elang laut, ayam jago, dan ular, sedangkan burung kesukaannya adalah burung hantu.