Mitologi Yunani/Herakles/Kematian Ifitos

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search

Setelah melaksanakan dua belas tugas, Herakles kini bebas dari kewajibannya untuk mengabdi pada Euristheus. Dia kini bisa memutuskan sendiri akan melakukan apa. Eritos, raja Oikhalia, menawarkan putrinya, Iole, untuk dinikahi kepada siapa saja yang mampu mengalahkannya atau putranya dalam kontes memanah. Dulu ketika Herakles masih belajar, dia pernah diajari memanah oleh Euritos, yang kelak menyesali keputusannya itu.

Herakles memenangkan kompetisi memanag tersebut, namun Euritos menolak menyerahkan putrinya. Euritos takut Herakles akan ditimpa kegilaan lagi dan membunuh Iole seperti yang dulu pernah dilakukan Herakles pada anak dan istrinya. Masalah menjadi semakin buruk ketika ternak sang raja dicuri oleh Autolikos, raja pencuri, namun Herakles dituduh sebagai pelakunya.

Herakles pergi dari Oikhalia dalam keadaan marah. Sementara itu Ifitos, putra Euritos ,mencoba membujuk ayahnya dan mengatakan bahwa Herakles telah memenangkan Iole secara jujur. Ifitos lalu mendatangi Herakles, namun lagi-lagi Hera menimpakan kegilaan pada Herakles, sehingga Herakles membunuh Ifitos di Tyrins.

Herakles lalu mendatangi Neleus, raja Pylos, dan Hippokoon, raja Sparta. Herakles meminta mereka untuk menyucikannya dari dosa pembunuhan Ifitos. Mereka berdua menolak dan Herakels pun memusuhi mereka.

Herakles menjadi budak Omfale.

Penyakit yang mengerikan menimpa Herakles. Dia lalu meminta nasehat pada Xenokleia, orakel Delphi, supaya disembuhkan dari penyakitnya namun Xenokleia tidak memberinya nasehat. Akibatnya, Herakles pun marah. Dia mengambil tripod di situ dan berkata bahwa dia akan membuat orakelnya sendiri. Apollo lalu datang untuk membantu pendetanya dan hendak menyerang Herakles. Namun mereka tidak sempat berkelahi karena keburu dilerai oleh Zeus.

Herakles hanya ingin meminta nasehat dari orakel, bukan berkelahi dengan Apollo. Sang dewa kagum dengan keberanian Herakles dan menyuruh pendetanya untuk memberi nasehat pada Herakles. Sang orakel lalu memberitahu Herakles bahwa dia harus menjual dirinya dan menjadi budak, sebagai hukuman atas pembunuhan yang dilakukannya, dan juga sebagai penyembuh untuk penyakitnya.

Hermes lalu sepakat untuk menjual Herakles pada Omfale, putrai dari Iardanes dan ratu Lydia. Omfale menjadi ratu setelah suaminya, Tmolos, meninggal. Uang hasil penjualannya diberikan kepada Euritos sebagai kompensasi atas kematian putranya. Namun Euritos menolaknya. Omfale menyuruh Herakles mengenakan pakaian wanita dan melakukan pekerjaan wanita, misalnya menenun. Sementara pentung Herakles dipegang oleh Omfale. Setelah tiga tahun menjadi budak, Herakles pun dibebaskan oleh Omfale.

Di Aulis, Syleus dan putriya, Xenodike, selalu mencegat orang yang lewat dan menyuruh untuk mencangkul ladang anggur Syleus. Herakles dicegat oleh mereka, dan Herakles membunuh mereka berdua. Dia juga menyerang dan menaklukan kotanya, Itoni. Demi Omfale, Herakles juga membunuh seekor ular raksasa yang menghuni sungai Sagaris, yang telah menyerang orang-orang Lydia di dekat sungai itu.

Herakles dikatakan mengganti nama pulau Doliokhe menjadi Ikaria, karena dia menemukan jasad Ikaros di sana.

Ratu Omfale menikahi Herakles dan mereka memiliki seorang putra bernama Lamos. Tidak lama setelah itu, Herakels pergi dari Lydia dan dan meneruskan petualangannya.