Lompat ke isi

Mitologi Yunani/Kisah Hukuman/Midas

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Midas adalah seorang raja terkenal dengan sentuhan emas. Midas kemungkinan adalah tokoh sejarah atau semisejarah, yang muncul dalam naskah Historia karya Herodotos. Midas disebutkan meninggal pada 718 SM. Nama Midas juga terdapat dalam arsip Assyria sebagai Mita.

Midas adalah putra raja Goorgos di Frigia dan dewi ibu Kibele. Menurut Herodotos dan Pausanias, Midas mendirikan Ankyra, kota di lembah atas di Sungai Sangarius. Menurut epitaf untuk Homeros, disebutkan bahwa Midas adalah ayah Gorgos.

Sentuhan Emas

[sunting]

Suatu hari, Midas menyelamatkan Silenos, yang sebelumnya ditangkap oleh raja Likurgos. Dalam versi lainnya, Dionisos menyadari bahwa gurunya, Silenos, telah menghilang. Silenos sedang mabuk dan berjalan-jalan dalam keadaan mabuk. Silenos ditemukan oleh beberapa petani dan dibawa pada raja Midas.

Midas meratapi putrinya yang berubah menjadi emas.
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Midas tahu siapa Silenos dan memerlakukannya dengan sangat baik. Setelah menjamu Silenos selama sepuluh hari, Midas mengembalikan Silenos pada Dionisos. Atas kebaikannya, Midas dihadiahi satu permintaan. Midas meminta supaya apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Dionisos mengabulkannya meskipun dia menyayangkan mengapa Midas tidak meminta sesuatu yang lebih baik. Midas sangat senang, dia menyentuh pohon dan batu yang kemudian berubah menjadi emas. Midas merasa bahwa kini dia bisa menjadi raja paling kaya di dunia. Midas lalu pulang dan menyuruh pelayannya menyiapkan makanan. Tetapi dia segera menyadari bahwa dia tak bisa menikmatinya karena makanan dan air pun berubah menjadi emas. Bahkan dia membuat putrinya sendiri menjadi emas.

Menyesal atas keputusannya, Midas berdoa pada Dionisos agar bisa lepas dari sentuhan emasnya. Dionisos mendengar doa Midas dan menyuruhnya mencuci tangannya di sungai Paktolos. Midas mengikuti anjuran Dionisos dan ketika dia menyentuhkan tangannya ke air sungai, kekuatan sentuhan emas tersebut terbawa oleh air sungai. Akhirnya Midas kembali seperti semula sedangkan pasir sungai tersebut berubah menjadi berwarna emas.

Telinga Keledai

[sunting]

Suatu hari Apollo bertanding melawan Pan dalam kontes musik. Apollo memainkan lira sedangkan Pan memainkan pipa. Raja Midas adalah salah satu dari tiga jurinya. Dua juri lainnya memenangkan Apollo sedangkan Midas menyatakan Pan sebagai pemenang.

Apollo menjadi marah pada Midas dan mengubah telinga sang raja menjadi telinga keledai.

Midas merasa sangat malu sehingga dia menutupi telinganya dengan topi besar. Suatu hari Midas menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambutnya. Saat itulah tukang cukur tersebut melihat telinga Midas yang berbentuk telinga keledai. Tukang cukur sangat terkejut. Midas lalu mengancamnya dengan hukuman mati jika berani membocorkan rahasia mengenai telinga keledainya. Takut pada ancaman Midas, sang tukang cukur berusaha sebisa mungkin menjaga rahasia itu.

Suatu hari tukang cukur itu merasa tak kuat lagi menjaga rahasia, maka dia pergi ke pedesaan dan menggali sebuah lubang. Ke dalam lubang itu, dia membisikkan, "Raja Midas memiliki telinga keledai." Setelah itu dia menutup lubang tersebut.

Setahun kemudian, sejenis tanaman tumbuh di atas lubang buatan sang tukang cukur. Setiap orang yang melewati tanaman itu bisa mendengar kata-kata, "Raja Midas memiliki telinga keledai." Dalam waktu singkat, semua orang di kerajaan telah mengetahui telinga keledai Midas.