Mitologi Yunani/Titan/Leto

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Leto bersama kedua-dua anaknya, Artemis dan Apollo yang baru dilahirkan.

Leto adalah puteri Titan Coeus dan Phoebe. Dia mempunyai saudari yang bernama Asteria. Leto merupakan dewi keibuan dan kesuburan.

Leto telah diperkosa oleh Zeus lalu melahirkan dua dewa-dewi yang sangat penting di Olympus yakni Artemis dan Apollo.

Daripada kesemua dewi yang menderita akibat rasa cemburu Hera, Letolah yang sangat terseksa. Apabila Leto menghamili anak Zeus, dia terus-menerus dianiaya oleh Hera.

Hera melarang bumi untuk memberi tempat bagi Leto untuk bersalin, akibatnya Leto kebingungan hendak mencari tempat melahirkan anaknya. Dia pun terpaksa berjalan tidakk tentu arah sehingga akhirnya tiba di pulau Ortygia, pulau yang terapung dan tidak tersambung dengan bumi. Oleh kerana itu, Leto dapat bersalin di atas pulau itu.

Hera masih belum berpuas hati. Dia melarang pula Eileithyia, dewi kelahiran, untuk membantu Leto untuk bersalin. Akibatnya Leto mengalami penderitaan yang amat sangat ketika sedang bersalin. Disebutkan bahwa Leto melahirkan Apollo dan Artemis dengan berpegangan pada sebuah pohon zaitun di pulau Ortygia. Sumber lain menyebut bahwa Leto melahirkan Artemis terlebih dahulu di Ortygia. Selepas itu, bayi Artemis membantu ibunya melahirkan Apollo di pulau Delos.

Setelah bertenaga semula, Leto membawa kedua-dua anaknya pergi ke Lykia untuk meminum air di sebuah kolam di sana. Akan tetapi rakyat Lykia tidak mahu Leto meminum air kolam mereka. Mereka mencampurkan lumpur dengan air kolam sehingga airnya menjadi berlumpur. Leto murka dengan tindakan mereka itu. Dia menyumpah mereka itu menjadi katak yang harus menghabiskan hidup mereka di kolam air atau sungai.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai cerita Niobe, lihat Hukuman Niobe.
Leto mengubah para penduduk desa menjadi katak.

Apollo dan Artemis selalu membantu ibunya ketika dia sedang dilanda masalah. Di Delphi, Leto dikejar-kejar oleh raksasa Titios, yang bernafsu padanya.

Titios adalah putera Zeus dan Elare, putri Orchomenus. Untuk menyelamatkan Elare dari kemurkaan Hera, Zeus menyembunyikan Elare di bawah tanah. Pada masa itulah Titios tumbuh dengan sangat cepat.

Leto ingin pergi mengunjungi puteranya, Apollo, di Pythos (Delphi). Ketika Titios melihatnya, dia bernafsu dan mahu memperkosanya. Titios mengejar Leto sehingga anak-anak Leto akhirnya tiba dan membunuh raksasa itu. Titios kemudian dicampak oleh Apollo dan Artemis ke Tartarus. Di sana, hati (atau jantung) Titios dimakan oleh burung hering selamanya.

Pada suatu hari, ratu Niobe menyombong diri bahwa dia lebih hebat daripada Leto karena dia memiliki tujuh pasang putera dan puteri yang kuat dan cantik, dan dengan demikian lebih banyak daripada anak-anak Leto. Niobe dengan bongkaknya melarang rakyat Thebes menyembah Leto dan menyembah dirinya.

Apollo dan Artemis tersinggung dan murka akan kesombongan Niobe. Akhirnya, mereka berdua membunuh semua putera dan puteri Niobe.

Leto sering keluar memburu di hutan, bersama puterinya Artemis, dan kadang-kadang bersama dengan puteranya Apollo juga. Leto sering memburu dengan menggunakan panah.