Mitologi Yunani/Tifon yang Mengerikan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Mitologi Yunani(Dialihkan dari Tifon)
Lompat ke: navigasi, cari
Typhon
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Keputusan Zeus untuk memenjarakan para Titan di Tartarus ternyata membuat Gaia tersangat marah. Gaia pun berhubungan seksual dengan saudaranya, Tartarus dan selepas itu Gaia melahirkan suatu makhluk yang mempunyai sosok yang luar biasa, berbahaya dan mempunyai rupa yang sangat mengerikan, itulah Typhon.

Typhon atau Typhoeus adalah raksasa naga gergasi, mempunyai ukuran yang sangat besar malahan tingginya melebihi gunung tertinggi bahkan kepalanya mencapai bintang-bintang. Typhon berwujud setengah pria dan setengah raksasa. Di bawah lengannya terdapat beratus-ratus kepala naga yang siap menerkam mangsanya sedangkan di bawah pahanya terdapat beribu-beribu ular beracun yang bergulung-gulung. Bukan itu sahaja, makhluk ini juga boleh menyemburkan api. Sesungguhnya, dia merupakan raksasa paling mematikan yang pernah menghuni bumi.

Hubungan Gaia dan Tartarus juga melahirkan Echidna, raksasa naga perempuan yang menjadi isteri kepada Typhon. Bersama-sama, Typhon dan Echidna melakukan persetubuhan yang kemudian melahirkan berbagai raksasa mengerikan antaranya adalah Cerberus, Chimera, Orthros, Hydra, Singa Nemea, Sphinx, Helang Caucasia, Babi Crommion, dan burung hering.

Typhon, yang mengemban misi dari ibunya, menyerang kediaman Gunung Olympus. Oleh sebab Typhon terlalu kuat, para dewa hanya mampu lari selamatkan diri kerana tidak mampu melawan. Mereka berubah wujud menjadi hewan dan lari ke Mesir. Apollo menjadi gagak, Artemis menjadi kucing, Dionysus menjadi kambing, Hera menjadi sapi, Hermes menjadi burung ibis, Aphrodite dan anaknya Eros menjadi sepasang ikan (kelak diabadikan sebagai rasi bintang Pisces).

Tetapi di antara para dewa ternyata masih ada yang berani berdiri tegak menghadang sang monster. Dialah Zeus, sang pemimpin, yang berusaha mempertahankan Gunung Olympus daripada Typhon. Zeus menghunus petirnya dan Tyohon pun menerjang Zeus. Semasa Typhon semakin mendekat, Zeus tidak menyerang sang naga dengan petir tetapi dengan sabit batu peninggalan Kronos (yang digunakan oleh Cronos untuk memotong alat kelamin Ouranos). Terluka kerana senjata legenda tersebut, Typhon pun mundur dan terbang ke Suriah.

Typhon terluka parah akibat serangan Zeus. Hal ini menyebabkan Zeus terlalu percaya diri dan merasakan dia mampu mengalahkan Typhon. Hal itu merupakan bumerang bagi Zeus sehinggakan pada pertarungan berikutnya Typhon mampu membelit Zeus dengan menggunakan ular-ularnya. Typhon tidak berhenti di situ saja. Dia merampas sabit batu Cronos dari Zeus lalu dia memotong urat di tangan dan kaki sang dewa maka Zeus tidak mampu untuk menggunakan petirnya. Tifon membawa Zeus ke Kilikia lalu mengurung Zeus di sebuah gua dengan dijaga oleh naga Delphin.

Untuk seketika, tidak ada lagi harapan bagi para dewa. Namun begitu, ternyata masih ada dewa lagi yang berjuang. Hermes mengambil urat Zeus yang dipotong Tifon dan mendatangi gua tempat Zeus dikurung. Hermes memasuki gua secara senyap-senyap agar tidak diketahui Delfin itu karena jika Delfin dapat tahu maka akan sangat berbahaya baginya. Delfin terlalu kuat untuk dihadapi oleh seorang dewa muda seperti Hermes. Zeus, yang dikurung dan tak berdaya, terkejut ketika didatangi Hermes namun apabila dapat tahu bahwa Hermes membawa uratnya, keberaniannya muncul kembali. Hermes pun memasang semula urat itu pada tangan dan kaki Zeus. Zeus pun kembali pulih dan boleh menggunakan petirnya semula. Dia pun pergi berhadapan dan pada kali ini dia bertekad mahu mengalahkan sang raksasa.

Zeus mengejar Typhon hingga ke Sicilly dan di sana mereka bertarung lagi. Typhon mengangkat Gunung Etna dan hendak menjatuhkannya ke badan Zeus. Zeus dengan cepat menghujamkan petirnya dengan kekuatan penuh ke tubuh Typhon. Sang raksasa berasa kesakitan dan melepaskan gunung yang dipegangnya. Gunung tersebut jatuh dan menghempap tubuh Tyohon sendiri dan Typhon pun terperangkap selamanya di sana. Walaupun begitu, Typhon tetap hidup dan terkadang memberontak mahu keluar. Pergerakan Typhon menyebabkan gempa bumi di daerah itu manakala semburan apinya menyebabkan letusan Gunung Etna.

Zeus berjaya menyingkirkan salah satu ancaman terbesar untuk kekuasaan para dewa tetapi pertempuran masih belum selesai. Gaia semakin marah kepada Zeus kerana sang dewa mengalahkan dan mengurung anaknya. Gaia pun bersedia mengirimkan lagi gelombang serangan ke Gunung Olympus.