Mitologi Yunani/Perseus/Melawan Medusa

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Lama kelamaan, Raja Polydectes telah jatuh cinta dengan kecantikan Danaë dan berniat mahu menikahinya. Akan tetapi, Perseus sudah tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan berani dan selalu menjaga dan melindungi ibunya dari paksaan sang raja. Oleh itu, Polydectes merancang suatu rencana bagi menjauhkan si anak dengan ibunya.

Pada suatu hari Raja Polydectes menyatakan bahawa dia akan menikahi seorang gadis yang sangat meminati kuda. Sang raja memerintahkan supaya semua orang memberikan hadiah yang sesuai kepada mempelainya. Dia kemudiannya bertanya kepada Perseus, "Apakah yang engkau berikan sebagai hadiah? Sepasukan Kuda? Kereta kuda? ataupun sekotak perhiasan?"

Perseus pun menjawab bahwa dia tidak mempunyai apa-apa untuk diberikan. Maka Raja Polydectes pun mengejek bahawasanya Perseus adalah orang miskin yang malas. Marah karena dihina seperti itu, Perseus menyatakan bahwa dia bisa membawakan apapun yang diinginkan oleh sang raja yang bongkak itu.

"Baiklah!!" kata Raja Polydectes, "Bawakan kepadaku kepala Medusa!"

Perseus menyahut cabaran Polydectes dan segera memulakan perjalanan mencari Medusa.

Medusa merupakan salah satu dari tiga Gorgon dan dialah satu-satunya Gorgon yang tidak abadi. Ini kerana pada mulanya Medusa adalah seorang gadis cantik yang disumpah oleh Athena menjadi raksasa yang mengerikan. Medusa adalah raksasa yang memiliki rambut ular dan tatapan matanya akan mengubah mahkluk apapun menjadi batu.

Sebaik saja menyahut cabaran sang raja itu, Perseus berkelana tanpa hala tuju dan tanpa harapan untuk menemukan tempat tinggal para Gorgon. Dia berkelana untuk waktu yang lama dan tidak lama selepas itu dia rasa mahu mengalah. Tiba-tiba Athena muncul di hadapannya. Sang dewi memberitahu Perseus bahawa para Hesperides (nimfa senja) akan memberikan alat-alat dan senjata untuk membunuh Medusa dan hanya para Graaea saja yang mengetahui lokasi para nimfa.

Para Graeae terdiri dari tiga wanita tua yang berkongsi satu bola mata dan satu gigi. Perseus merampas satu-satunya mata mereka dan menanyakan di mana tempat tinggal para Hesperides. Apabila sudah diberitahu, Perseus pun mengembalikan bola mata itu kepada mereka semula.

Perseus merampas bola mata para Graeae

Perseus pun terus berangkat ke tempat yang dikatakan para Graeae tempat tinggal para Hesperides. Dari para Hesperides, Perseus menerima sebuah kantung kibisis untuk menyimpan kepala Medusa. Zeus menganugerahkan putranya itu sebilah pedang, Hermes meminjamkan talarianya (sandal bersayap) manakala Hades memberikan helm kegelapannya bagi digunakan oleh Perseus untuk menjadi tidak terlihat. Athena turut membantu Perseus dengan meminjamkan perisai berkilatnya kepada sang pahlawan. Setelah mendapat semua kelengkapan dengan memakai sandal bersayap, Perseus terbang menuju ke sarang para Gorgon.

Perseus memperoleh banyak perlengkapan dari para Hesperides

Apabila tiba di sana, dia melihat ketiga-tiga Gorgon (Stheno, Euryale dan Medusa) sedang tidur. Dengan melihat pantulan Medusa melalui perisai berkilatnya, Perseus perlahan-lahan mendekati Medusa lalu memenggal kepalanya. Dari leher sang Gorgon yang tidak berkepala terlahirlah Pegasus dan Chrysaor, hasil hubungan Medusa dengan Poseidon. Stheno dan Euryale terjaga apabila Pegasus dilahirkan. Apabila melihat Medusa tidak berkepala, mereka cuba mencari pembunuh saudari mereka. Namun Perseus yang mengenakan helm kegelapan lalu menjadi halimunan, berjaya meloloskan diri.

Perseus memenggal kepala Medusa