Mitologi Yunani/Perseus/Ramalan Terlaksana

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Perseus meratapi kematian Acrisius

Perseus memutuskan untuk pulang semula ke Argos setelah berada lama di Seriphos dan mahu bersemuka dengan Raja Acrisius, kakeknya. Sementara di Argos, sang raja menjadi sangat takut kerana mengetahui cucunya masih hidup dan ketakutannya bertambah apabila dia mendapat tahu cucunya sedang menuju ke Argos. Sebenarnya Perseus sama sekali tidak mempunyai niat untuk membunuh kakeknya itu namun kerena takut ramalan itu menjadi kenyataan, Acrisius pun melarikan diri ke Larissa di Thessaly. Perseus mengetahui yang Arcrisius ke sana maka dia pun mengikuti kakeknya ke sana.

Pada masa itu, Raja Teutamides, raja Larissa, sedang mengadakan acara olahraga untuk upacara pemakaman ayahnya, Amyntor. Perseus juga melibatkan diri dalam olahraga itu dengan menyertai acara lempar cakera. Ketika Perseus melempar cakeranya, cakera itu secara tidak sengaja menghentam kepala lelaki tua yang ternyata adalah Acrisius. Maka yang demikian, terlaksanalah ramalan sang Orakel. Perseus berasa sangat bersalah dan berduka kerana telah membunuh kakeknya sendiri.

Apabila Raja Acrisius mangkat, Perseus berhak mewarisi tahta Argos. Namun dia merasa malu terhadap pembunuhan yang dia telah lakukan. Akhirnya Perseus pun memberikan tahta kota Argos kepada bapa saudaranya, Megapenthes putra Proetus, yang juga merupakan raja kota Tiryns. Tampuk pemerintahan kota Tiryns pula diambil alih oleh Perseus. Maka Perseus diangkat menjadi raja Tiryns.

Pada masa pemerintahannya, Raja Perseus telah mendirikan kota baru yang dia namakan Mycenae. Lama-kelamaan Mycenae menjadi kota yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari kota Tiryns sendiri. Pada suatu hari, tercetus perang antara kota Argos dan Tiryns. Perang ini berakhir dengan kematian Perseus di tangan Raja Megapenthes. Para dewa menempatkan sang pahlawan di angkasa sebagai rasi bintang Perseus. Rasi bintang ini terletak berdekatan dengan rasi bintang Andromeda, Cepheus, Cossiopeia, Cetus dan Pegasus.

Perseus memiliki tujuh orang putra, Perses, Electryon, Sthenelus, Alcaeus, Mestor, Cynurus dan Heleus, dan dua orang putri iaitu Gorgophone dan Autochthe hasil pernikahannya dengan Andromeda. Perses yang ditinggalkan di Aethopia dan menjadi raja kerajaan itu telah menjadi nenek moyang orang Persia. Electryon menikahi Anaxo, putri Alcaeus, dan menjadi ayah kepada Alcmene yang seterusnya menjadi ibu kepada pahlawan yang terkenal iaitu Heracles melalui Zeus. Sthenelus yang menjadi raja kota Tyrins selepas kemangkatan saudaranya, Raja Electryon, menjadi ayah kepada Eurytheus, Alcyone dan Medusa hasil pernikahannya dengan Nicippe, putri Pelops.