Lompat ke isi

Mitologi Yunani/Theseus/Kehidupan Awal

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Theseus mengangkat batu untuk mengambil senjata peninggalan ayahnya
Theseus melawan Babi Krommion
Aigeus bertemu Theseus

Aigeus, raja Athena, belum memiliki seorang putra, oleh karena itu dia pun pergi ke orakel Delphi untuk berkonsultassi. Tapi Aigeus tidak memahami maksud perkataan sang orakel. Akhirnya Aigeus mendatangi Troezen dan menjumpai Pittheus, putra Pelops. Pittheus memahami maksud sang orakel, lalu dia membuat Aigeus mabuk dan membuatnya tidur dengan anak perempuannya, Aithra. Tapi pada malam itu juga Poseidon bersetubuh dengan Aithra sehingga lahirlah Theseus. Karena itulah Theseus disebut memiliki dua orang ayah, yaitu Aigeus dan Poseidon.

Aigeus harus kembali ke Athena, tapi sebelum dia pergi, dia menyimpan pedang dan sandalnya di bawah sebuah batu besar. Aigeus memberitahu Aithra bahwa nanti putra mereka harus terlebih dahulu mengambil pedang dan sandal itu sebelum pergi ke menemuinya di Athena.

Theseus tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat. Dia mengangkat batu besar itu dan mengambil pedang serta sandal peninggalan ayahnya. Kini dia dapat pergi ke Athena untuk menemui ayahnya. Ada dua jalan ke Athena, yang satu lewat laut dan lebih aman, sedangkan yang satu lewat darat dan penuh bahaya karena ada bandit. Menginginkan petualangan, Theseus memilih jalan darat. Dalam menghadapi para bandit, Theseus menggunakan kekuatan dan kecerdasan. Dia menghukum para bandit itu seperti yang mereka lakukan terhadap para korbannya.


Seorang bandit bernama Perifetes senang memukul kepala orang lain dengan gada. Theseus melucuti senjatanya, dan membunuh Perifetes dengan gadanya sendiri.

Bandit Skiron sering memaksa orang yang lewat untuk mencuci kakinya. Setelah itu Skiron akan menendang mereka dari atas tebing. Dia hendak melakukan hal yang sama pada Theseus, tapi Theseus terlebih dahulu melempar Skiron dari tebing sampai mati.

Ketika melewati Isthmos, Theseus bertemu dengan Sinis, putra Polipoimon dan Silea. Bandit ini dikenal sebagai pelengkung pinus, karena dia sering mengikatkan kaki korbannya pada pohon pinus yang dilengkungkan. Ketika Sinis melepaskannya pegangannya pada pohon pinus itu, maka korbannya akan terlempar sampai mati. Ketika Theseus datang, dia melakukan hal yang sama pada Sinis.

Sinis memiliki soerang putri cantik bernama Perigone. Ketika ayahnya dibunuh, Periogone bersembunyi di kasur yang ditutupi oleh tanaman gelagah dan asparagus. Dia berdoa suapaya dia tidak dapat ditemukan dan berjanji bahwa dia tidak akan mengganggau kedua jenis tanaman itu. Sesuai doanya, Theseus tidak dapat menemukannya. Tapi akhinya malah Perigone yang datang sendiri setelah Theseus berjanji tak akan melukainya. Setelah melihat kecantikan Perigone, Theseus menjadi bernafsu padanya. Mereka pun melakukan hubungan seksual, dan dari hubungan Perigone melahirkan seorang putra bernama Melanippos. Perigone dan keturunannya tetap memegang janjinya untuk tidak mengganggu tanaman gelagah dan asparagus.

Setelah menghamili Perigone, Theseus melanjutkan perjalanannya. Dia membunuh Babi Krommion, monster keturunan Ekhidna dan Tifon, yang merusak daerah pedesaan. Theseus juga membunuh Kerkion, raja Eleusis, yang sering mengajak bergulat dan membunuh orang-orang yang lewat. Theseus bergulat dengan Kerkion dan menghabisinya.

Bandit Prokrustes memiliki sebuah kasur. Jika ada orang yang lewat, dia akan menidurkan orang tersebut pada kasurnya, jika kaki atau tangan orang itu terlalu panjang, maka Prokrustes akan memotongnya, dan jika terlalu pendek maka Prokrustes akan menariknya sampai pas. Theseus mendatangi Prokrustes dan membunuhnya di ranjang mautnya sendiri.


Setelah mengalahkan semua bandit, Theseus akhirnya tiba di kota Athena. Ketika itu, Aigeus telah menikah dengan Medeia, penyihir yang kabur dari Korinthos setelah membunuh calon istri kedua suaminya, Iason, serta anak-anaknya. Dari Medeia, Aigeus memiliki lagi seorang putra bernama Medos. Ketika Theseus tiba di Athena, dia menjadi orang yang terkenal. Aigeus pun mengundangnya untuk makan di istana tanpa menyadari bahwa dia adalah putranya.

Medeia tahu siapa Theseus, dan berniat untuk meracuninya. Medeia ingin putranya mewarisi tahta kerajaan, sehingga Theseus harus disingkirkan. Tapi sebelum Theseus meminum racun, Aigeus mengenali pedang yang dibawanya. Akhirnya Aigeus sadar bahwa Theseus adalah putranya. Kini rencanan Medeia berantakan, dan dia pun kabur ke Asia bersama putranya. Sementara Aigeus menjadikan Theseus sebagai penerus tahta Athena.


Pemerintahan Aigeus dilanda pemberontakan, karena ia berkuasa setelah mengusir anak-anak Metions, dengan bantuan saudaranya, Pallas dan Likos. Pallas memiliki lima puluh putra yang disebut Pallantid. Dengan bantuan putranya, Aigeus mengusir saudaranya Likos ke Lykia di Asia Kecil. Dalam pertikaian itu, Theseus berhasil membunuh Pallas dan anak-anaknya.