Mitologi Yunani/Theseus/Penculikan Berujung Bencana

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Theseus dan Peirithous menculik Helene

Usianya yang semakin menua, ditambah dengan tragedi meninggalnya anak dan istrinya, membuat Theseus mulai kehilangan kebijaksanaannya. Selain itu ia juga terpengaruh dari sifat kawannya, Peirithous, yang gegabah. Ketika istri Peirithous meninggal, ia mengajak Theseus untuk menculik dan menikahi anak perempuan Zeus.

Theseus memilih Helene muda dari Sparta, saudari pahlawan kembar Kastor dan Polideukes, yang dikenal sebagai Dioskuri. Sedangkan Peirithous memilih Persefone, Ratu Dunia Bawah sekaligus istri Hades. Keduanya memutuskan untuk saling membantu dalam menculik sasaran masing-masing.

Ketika mereka menculik Helene, sang gadis baru berusia dua belas tahun. Mereka berhasil membawa Helene dari Sparta dan kemudian menitipkannya kepada ibu Theseus, Aithra, di salah satu kota di Attika. Beberapa mengatakan bahwa Helene adalah ibu Ifigeneia dari hubungannya dengan Theseus, namun Klitaimnestra, saudari tiri Helene, membesarkan Ifigeneia sebagai anaknya sendiri (biasanya Ifigeneia dianggap sebagai putri Agamemnon dan Klitaimnestra).

Untuk menyelamatkan saudari mereka, Dioskuri membawa pasukan Sparta ke Attika. Ketika mereka tiba, Theseus dan Peirithous telah berangkat ke Dunia Bawah untuk menculik Persefone, sehingga Dioskuri pun dapat dengan mudah mengalahkan pasukan Athena. Dioskuri menaklukkan kota itu, membawa kembali Helene sekaligus menawan Aithra. Sebelum pulang ke Sparta, mereka juga menempatkan seorang Athena bernama Menestheus sebagai raja Athena.

Persefone adalah istri Hades, Penguasa Dunia Bawah. Hades sendiri amat mengetahui niatan Theseus dan Peirithous yang ingin menculik istrinya. Hades pun menyiapkan perangkap untuk mereka.

Ketika Theseus dan Peirithous tiba di Dunia Bawah, Hades menyambut mereka dan mengajak mereka masuk ke istananya. Ia lalu meminta mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Tiba-tiba, kursi itu membuat keduanya tak dapat bergerak. Setelah itu, kursi itu membuat mereka kehilangan ingatan mereka. Theseus dan Peirithous tak ingat mengapa mereka berada di sana, atau bahkan siapa diri mereka. Kursi itu ternyata merupakan Kursi Keterlupaan. Sejak itu, mereka berdua terperangkap di Dunia Bawah.

Bertahun-tahun kemudian, Theseus diselamatkan oleh Herakles yang sedang menjalankan tugas terakhirnya untuk sepupunya Euristheus, yaitu menangkap Kerberos dari Dunia Bawah. Ketika berada di sana, Herakles mendapati Theseus sedang terjebak di suatu kursi. Dengan kekuatannya yang luar biasa, ia mempu membebaskan Theseus dan kursi itu, meski kehilangan sedikit kulitnya dalam prosesnya.

Ketika Herakles berusaha menarik Peirithous dari kursinya, tiba-tiba terjadi gempa. Mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat membebaskan Peirithous karena itu dapat membuat Dunia Bawah runtuh. Selain itu, Hades mengetahui bahwa Peirithouslah yang berencana menculik istrinya.

Akhirnya Theseus bersama Herakles kembali ke dunia atas. Theseus kembali ke Athena dan mendapati kenyataan yang amat pahit. Tahtanya telah direbut oleh Menestheus, dan ibunya telah diculik serta dijadikan budak oleh Dioskuri. Tak hanya itu, rakyat Athena pun memutuskan untuk mengusirnya dari kota. Akhirnya Theseus mengungsi ke tempat lain, sementara kedua anaknya yang masih hidup, Akamas dan Demofon, dikirimkan ke Euboia.