Mesir Kuno/Sosial/Keluarga

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Nefertiti, Akhenaten, dan anak-anak mereka

Orang Mesir biasanya hidup dalam keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga di Mesir seringkali memiliki banyak anak, karena cukup banyak anak yang meninggal sebelum beranjak dewasa.

Anak perempuan tinggal di rumah orang tua hingga mereka menikah pada usia 15-19 tahun. Anak lelaki tetap tinggal di rumah orang tua bahkan setelah menikah, dengan membawa serta istri mereka.

Orang miskin di Mesir tinggal di rumah susun, dimana satu ruangan biasanya dihuni oleh satu keluarga.

Sejak masa firaun hingga akhir Kekaisaran Romawi, orang Mesir sering melakukan pernikahan sesama saudara. Ini dilakukan supaya keluarga bisa tetap memiliki harta warisan. Kebiasaan ini dilakukan baik oleh orang miskin maupun orang kaya, termasuk para raja dan ratu, misalnya adalah Kelopatra yang menikahi adiknya Ptolemaios. Orang Yunani dan Romawi menganggap kebiasaan ini aneh. Ketika bangsa Mesir menerima agama Kristen pada 300-an M, mereka berhenti melakukan pernikahan antar saudara.

Pada periode Islam, pria diperbolehkan menikahi hingga empat perempuan. Di Mesir, pada umumnya hanya orang kaya yang dapat melakukan poligami karena orang miskin tidak sanggup membiayai lebih dari satu istri.