Lompat ke isi

Mitologi Yunani/Dewa Olimpus/Apollo

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
(Dialihkan dari Apollo)
Dewa Apollo.

Apollo adalah dewa musik, ramalan, panahan, penyembuhan, dan masa muda. Dia adalah saudara kembar Artemis. Apollo merupakan putra Titan Leto, anak perempuan Titan Koios dan Foibe.

Ia terkenal dengan nama Foibos Apollo, dan dengan demikian dikenal pula sebagai dewa cahaya dan matahari. Apollo digambarkan dengan tubuh [pria yang sempurna; berotot namun muda. Patung Apollo tidak pernah digambarkan memiliki janggut.


Apollo adalah dewa panahan, dan dia membawa busur perak seperti Artemis. Apollo senang berburu bersama saudarinya itu, dan kadang-kadang bersama ibunya juga. Apollo juga memiliki sebilah pedang emas.

Apollo adalah dewa musik. Hermes memberinya alat musik lira yang telah dia ciptakan. Hermes membuatnya dari cangkang kura-kura dan senarnya dibuat dari bulu domba. Tidak ada manusia maupun dewa yang mampu memainkan lira sehebat Apollo.

Apollo menghukum Marsias dan Midas.

Beberapa berpendapat bahwa Apollo adalah ayah musisi manusia terhebat, yaitu Orfeus, dari hubungannya dengan Kalliope, salah seorang Musai. Sementara pendapat lainnya menyebutkan bahwa ayah Orfeus adalah raja Thrakia, Oiagros. Meskipun demikian, Orfeus juga piawai memainkan lira. Putra Apollo lainnya, yang bernama Linos, juga merupakan seorang musisi yang handal, namun dia dibunuh oleh muridnya, Herakles.

Beberapa kali manusia dan makhluk lainnya menantang Apollo dalam kontes musik, dan mereka dihukum karena kelancangan itu. Apollo kadang seringkali menghukum mereka yang berani bersaing melawannya. Seorang satir bernama Marsias, yang memainkan suling buatan dewi Athena, pernah menantang Apollo. Marsias kalah dan akibatnya dia dikuliti hidup-hidup oleh Apollo.

Apollo juga pernah bersaing melawan dewa Pan dalam sebuah kontes musik. Tiga juri bertugas menetapkan pemenangnya. Dua juri memilih Apollo, sedangkan Raja Midas merasa bahwa pipa gelagah Pan menghasilkan musik yang lebih indah. Apollo marah mendengar kata-kata Midas. Apollo pun menghukum sang raja dengan mengubah telinganya menjadi telinga keledai. Midas terpaksa menutupi telinganya dengan topi supaya tidak terkenal malu.


Apollo memegang liranya.

Apollo adalah dewa ramalan dan orakel. Orakel di Delphi adalah tempat ramalannya yang paling utama, meskipun tempat itu pada awalnya dimiliki oleh Gaia, lalu oleh Themis dan Foibe, sebelum akhirnya orakel itu diserahkan kepada Apollo. Delphi hanyalah pemukiman kecil pada periode Mykenai Baru pad abad ke-8 SM daerah itu dibangun dan menjadi pusat pemujaan Apollo.

Apollo juga merupakan dewa pengobatan dan penyembuhan. Meskipun, dalam sumber-sumbernya yang lebih awal, dewa pengobatan adalah Paeon, tapi nama itu bisa saja adalah salah satu julukan Apollo.

Barangkali anaknya yang paling terkenal adalah Asklepios, dari hubungannya dengan Koronis, putri Flegias. Ketika sedang hamil, Koronis berselingkuh dengan seorang manusia bernama Iskhis. Ketika Apollo mengetahui hal ini, dia marah dan membunuh Koronis, tapi dia sempat menyelamatkan bayinya dari rahim Koronis. Asklepios tumbuh menjadi seorang tabib yang luar biasa, bahkan dia mampu menghidupkan orang mati. Beberapa bahkan menyebut Asklepios sebagai dewa penyembuhan.

Akan tetapi, kemampuannya membangkitkan orang mati membawa kerugian bagi dirinya sendiri. Zeus membunuhnya dengan petir, karena dia takut tindakan Asklepios dapat mengubah takdir manusia. Marah karena putra kesayangannya dibunuh, Apollo membalas dengan membunuh seorang Kiklops yang membuatkan petir bagi Zeus. Atas tindakannya ini, Zeus amat murka. Zeus bahkan sempat akan membuang Apollo ke Tartaros. Untung saja Leto memohon putranya diampuni sehingga Apollo memperoleh hukuman yang lebih ringan.

Zeus memerintahkan Apollo untuk mengabdi selama sembilan tahun kepada seorang manusia yang bernama Admetos, raja Ferai. Selama masa pengabdian Apollo, Admetos bersikap sebagai seorang pria yang baik dan sangat menghormati para dewa. Apollo membalas kebaikan Admetos dengan memperingatkannya mengenai takdirnya. Admetos dapat menghindari kematian jika ada orang lain yang mau mati menggantikannya. Tapi tidak ada yang mau sampai akhirnya istri Admetos sendiri, yaitu Alkestis. Admetos tetap hidup namun dia menyesal ketika mengetahui bahwa istrinya telah mati. Untunglah Herakles membantu Admetos. Sang pahlawan pergi ke dunia bawah dan bertarung dengan Thanatos, dewa kematian. Herakles menang dan berhasil membawa Alkestis kembali dari kematian.

Apollo memanahkan wabah ke perkemahan Yunani.

Apollo dan Poseidon juga pernah dihukum oleh Zeus untuk mengabdi kepada Laomedon, raja Troya, selama setahun. Dengan bantuan seorang manusia bernama Aiakos, raja Aigina, mereka membangun dinding pertahanan Troya. Setelah dinding itu selesai, kedua dewa itu meminta imbalan yang dulu pernah dijanjikan oleh Laomedon. Akan tetapi, Laomedon mengingkari janjinya dan tak mau memberi mereka imbalan. Kedua dewa itu pun menghukum sang raja. Poseidon mengirim seekor monster laut untuk meneror rakyat Troya, sedangkan Apollo menimpakan wabah penyakit ke kota Troya.

Meskipun begitu, selama Perang Troya, Apollo membantu orang Troya, khususnya pahlawan Troya, Hektor dan Aineias. Dalam perang ini, lagi-lagi Apollo mengirim wabah penyakit, kali ini kepada pasukan Yunani, karena Agamemnon tak mau membebaskan tawanan sekaligus gundik, Khriseis, kepada ayahnya, Khrises, yang merupakan pendeta Apollo. Apollo menghukum Agamemnon dengan menghujani perkemahan Yunani dengan panah dewata berisi penyakit mematikan dari langit, memicu epidemik dalam perkemahan Yunani.

Dalam mitos mengenai Niobe, Apollo membunuh semua anak lelaki Niobe sedangkan Artemis membunuh semua anak perempuannya dengan panah. Niobe sebelumnya menyombong bahwa dia lebih hebat dari Leto, ibu Apollo dan Artemis, karena dia melahirkan tujuh pasang anak sedangkan Leto hanya sepasang. Ini membuat Apollo dan Artemis marah.

Apollo memanah Akhilles.

Dalam perjalanan ke Troya, Akhilles membuuh Tenes, raja Tenedos, yang merupakan putra Apollo. Akibatnya, Apollo ikut terlibat dalam kematian Akhilles pada tahun terakhir perang. Ketika itu Akhilles sedang mengejar para prajurit Troya yang sedang kabur, dan Paris menembakkan panahnya pada Akhilles. Apollo mengarahkan panah itu kepada pada titik kelemahan Akhilles, yaitu tumitnya.


Seperti banyak dewa muda lainnya, Apollo tak pernah menikah, tapi dia memperkosa banyak perempuan. Salah satu gadis yang diperkosanya adalah Kreusa, putri Erekhteus, yang menjadi ibu bagi Ion. Apollo dan Hermes jatuh cinta pada Khiones, putri Daidalion. Suatu ketika, Hermes memperkosa Khione pada siang hari, sedangkan pada malam harinya giliran Apollo yang memperkosa Khione. Khione melahirkan sepasang anak kembar, yaitu Autolikos (pencuri) putra Hermes dan Filamon (penyair) putra Apollo.

Kisah cinta Apollo yang paling terkenal justru adalah hubungan yang gagal. Apollo mengejek Eros (Cupid) dan mengatakan bahwa dia lebih hebat dalam memanah. Marah atas ejekan ini, Eros menggunakan satu panah emasnya dan membuat Apollo jatuh cinta pada seorang nimfa bernama Dafne, putri dewa sungai Peneios. Eros lalu menembak Dafne dengan panahnya juga, tapi Dafne diberi panah timah, yang membuatnya tidak dapat mencintai orang lain. Apollo berusaha mengejar Dafne tapi sang nimfa terus-menerus kabur. Supaya dapat lolos, Dafne berdoa kepada ayahnya, atau mungkin kepada Gaia dewi bumi, supaya wujudnya diubah. Doanya dikabulkan dan dia diubah menjadi pohon salam. Apollo bersedih karena gadis pujaannya sudah berubah menjadi sebatang pohon. Untuk mengenang Dafne, Apollo mematahkan satu ranting pohon salam itu dan memakainya di kepalanya. Apollo juga menjadikan pohon salam sebagai pohon keramatnya. Tidak hanya itu, Setiap sembilan tahun, di Thebes dilaksanakan suatu festival untuk mengenang kejadian ini. Dalam gelaran tersebut, ada suatu proses yang mana seorang bocah lelaki berjalan bersama seorang pendeta dan salah seorang kerabat terdekatnya, yang membawa batang zaitun. Sang bocah membawa bunga salam dan bole perunggu.

Gadis lainnya yang gagal didapatkan oleh Apollo adalah Marpessa. Seorang manusia bernama Idas sudah hendak menikahi Marpessa, namun Apollo menculik sang gadis. Idas tidak gentar terhadap Apollo dan berusaha mengejar sang dewa untuk mendapatkan kembali pasangannya. Zeus mencegah kedua saingan itu bentrok, dan meminta sang gadis untuk memilih satu di antara mereka. Marpess memilih Idas.

Di Troya, Apollo memberikan kemampuan meramal kepada Kassandra, putri Priamos dan Hekabe, supaya sang gadis mau bercinta dengannya. Sayangnya Kassandra menolak Apollo. Penolakan ini membuat Apollo marah sehingga Kassandra dikutuk bahwa ramalannya tidak akan pernah dipercayai oleh orang lain.

Apollo tidak hanya tertarik pada perempuan, namun juga pada lelaki muda. Dia pernah menjadi kekasih seorang pangeran Sparta bernama Hiakinthos, putra Amikles dan Diomedes. Apollo secara tak sengaja membunuhnya dengan sebuah cakram. Bunga Hyacinth tumbuh di tempatnya meninggal. Untuk mengenang Hiakinthos sekaligus memuja Apollo, setiap tahun digelar festival Hyakinthia di Amykles.

Dalam Perang Troya Diomedes, dengan disemangati oleh Athena, berusaha bentrok dengan Apollo. Diomedes sebelumnya telah berhasil melukai Afrodit dan Ares. Ketika Diomedes hendak menghabisi Aineias, Apollo datang menyelamatkan Aineias. Diomedes tidak gentar melihat sang dewa. Tiga kali dia berusaha melancarkan serangan dan tiga kali pula Apollo melindungi Aineias. Diomedes baru mundur setelah Apollo menghalaunya dengan kekuatan dewanya, dan memperingatkan Diomedes untuk tidak melawan seorang dewa.

Dewa Apollo.

Ketika Herakles datang ke orakel Delphi untuk mencari tahu cara mengobati penyakit kulitnya, peramal di sana tidak bersedia memberitahunya. Herakles marah dan merebut tripod tempat sang peramal duduk. Dia lalu memberitahu para peramal di sana bahwa dia akan mendirikan orakelnya sendiri. Apollo marah dan sudah mau melawan Herakles, tapi Zeus ikut campur dan mencegah mereka bertarung. Dia memisahkan kedua putranya itu dengan petirnya. Herakles sebenarnya tidak mau bertarung melawan Apollo, dia hanya ingin obat untuk penyakitnya. Apollo kagum atas keberanian Herakles, dan menyuruh peramalnya untuk memberitahu obat untuk Herakles.

Ketika Herakles ikut serta dalam Olimpiade dan memenangkan semua canag olahraga, semua dewa memberikan hadiah kepadanya. Apollo memberinya busur panah, namun Herakles lebih suka menggunakan busurnya, yang ia buat sendiri.

Dalam suatu cerita, Olimpiade pada awalnya dilaksanakan di Olimpus. Ketika Apollo ikut serta dalam gelaran ini, dia mengalahkan Hermes dalam balap lari dan mengalahkan Ares dalam tinju.


Apollo diperkenalkan ke Romawi melalui kota-kota Yunani di Italia tengah dan selatan, selain juga oleh bangsa Etruria, yang mengenalnya sebagai Apulu. Apollo pada awalnya mungkin adalah dewa pengobatan, namun seiring waktu, dia memperoleh banyak atribut dewa-dewa Yunani, seperti misalnya sebagai dewa orakel dan ramalan, dewa cahaya dan matahari. Apollo muncul dalam banyak kisah yang kemungkinan berasal dari sumber-sumber Yunani. Kuilnya di kota Roma pertama kali didirikan pada tahun 432 SM.

Apollo memiliki banyak julukan, di antaranya Akersekomes (tidak terpotong) Akesios (penyembuh), Kynthios, Delios, Loxias, Lykios (dewa serigala), Moiragetes (pembimbing Moirai), Musagetes (pelindung Musai), Paean (dewa penyembuh), Phoibos (bersinar), Smintheus (dewa tikus).

Tempat pemujaannya adalah di Delphi, Delos, dan Tenedos. Pohon keramatnya adalah pohon salam, sedangkan hewan kesukaannya adalah serigala, gagak, angsa, elang, ular, tikus, dan belalang.