Mitologi Yunani/Dewa Olimpus/Afrodit

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Mitologi Yunani‎ | Dewa Olimpus(Dialihkan dari Afrodit)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dewi Afrodit
Kelahiran Afrodit

Afrodit adalah dewi cinta dan kecantikan. Dia dikenal oleh bangsa Romawi sebagai dewi Venus.

Ada dua versi berbeda mengenai kelahirannya. Menurut Homeros, Afrodit adakah putri Zeus dan Dione. Dione kemungkinan adalah seorang Titan, putri Uranus dan Gaia, atau seorang Okeanid, putri Okeanos dan Tethis. Sementara menurut Hesiodos, Afrodit merupakan dewa yang lebih awal daripada dewa-dewa Olimpus.

Ketika Titan Kronos memotong alat kelamin ayahnya (Uranus) dan melemparkannya ke laut di dekat pulau Kythera, darah dan air maninya membuat buih laut berkumpul di sekeliling alat kelamin itu dan membuatnya mengapung melintasi laut hingga ke pulau Siprus. Karena itulah Afrodit kadang disebut Kythereia, dan Kyprian atau Kypris, dari nama dua pulau sucinya. Di sana, Afrodit muncul dari buih laut itu (namanya sendiri berasal dari kata aphros ("buih"). Dia tidak mengalami masa bayi maupun kanak-kanak. Dia terlahir sebagai wanita dewasa.

Afrodit berhubungan seksual dengan Ares

Afrodit dinikahkan dengan Hefaistos tapi dia banyak berselingkuh dengan dewa dan manusia. Perselingkuhannya yang paling terkenal adalah dengan Ares.

Bersama Ares, dia disebutkan memiliki beberapa anak, yaitu Anteros (Hasrat), Eros (Cinta), Deimos (Rasa Takut), Fobos (Panik), dan Harmonia, istri Kadmos dari Thebes. Hanya mitos dari masa akhir yang menyebutkan bahwa Eros adalah putranya. Menurut Hesiodos, Eros muncul, bersama Gaia dan Tartaros, dari kekosongan yang disebut Khaos.

Hefaistos mengetahui bahwa Afrodit berselingkuh dengan Ares, jadi dia menyusun rencana untuk menjebak mereka. Hefaistos berpura-pura pergi padahal sebelumnya dia telah memasang jaring emas di ranjangnya. Afrodit dan Ares, yang mengira bahwa Hefaistos telah pergi, langsung saja melakukan hubungan seksual di ranjang Hefaistos. Akibatnya mereka terperangkap jaring di sana dan tidak dapat bergerak. Hefaistos lalu mengajak para dewa Olimpus lainnya untuk melihat pasangan selingkuh itu. Melihat Afrodit dan Ares sedang telanjang berduaan, para dewa Olimpus menertawakan mereka. Afrodit dan Ares merasa sangat malu. Hefaistos awalnya tak mau membebaskan mereka namun akhirnya, berkat dibujuk oleh Poseidon, Hefaistos pun melepaskan mereka. Poseidon sendiri membujuk Hefaistos karena dia bernafsu untuk menyetubuhi Afrodit setelah melihat tubuh telanjangnya, karena itulah Poseidon berjanji akan membayarkan ganti rugi kepada Hefaistos. Afrodit kelak membalas kebaikan Poseidon dengan cara merelakan tubuhnya dinikmati oleh Poseidon. Dari Poseidon, Afrodit melahirkan Eriks.

Dalam Argonautika karya Apollonios dari Rodos, ayah Eryx adalah Butes. Butes sendiri adalah pahlawan yang melompat dari kapal Argo ketika mendengar nyanyian para Siren. Afrodit jatuh cinta kepadanya dan menyelematkannya. Sang dewi membawa Butes ke Sisilia, di sana Butes mendirikan kota Lilybaion di pesisir baratnya. Di sana pula Butes berhubungan seksual dengan Afrodit hingga Afrodit melahirkan Eryx. Eryx tumbuh menjadi petinju yang menantang orang yang lewat. Dia mati dibunuh oleh Herakles.

Hermes juga bernafsu pada Afrodit namun Afrodit tak mau berhubungan seksual dengannya. Hermes lalu meminta bantuan Zeus supaya dapat menikmati tubuh indah Afrodit. Zeus mengirim elangnya untuk mencuri sandal kesukaan Afrodit. Hermes lalu memberitahu Afrodit bahwa dia akan mengembalikan sandalnya asalkan Afrodit mau berhubungan seksual dengannya. Demi mendapatkan sandalnya lagi, Afrodit pun bersedia disetubuhi oleh Hermes. Dari hubungan itu Afrodit melahirkan Hermafroditos.

Afrodit juga pernah berhubungan seksual dengan dewa anggr Dionisos dan melahirkan Priapos, dewa kesuburan.


Afrodit mengendarai kereta perang dengan diiringi oleh putranya Eros

Afrodit memiliki beberapa kekasih manusia, yang paling terkenal adalah Adonis, putra dari Kiniras dan putrinya sendiri Mirra (Smirna), menurut Ovidius. Akan tetapi, menurut Apollodoros, Adonis adalah putra Raja Theias dari Assyria dengan putrinya sendiri Smirna. Terlepas dari siapa orangtua Adonis, yang pasti dia terlahir dari hubungan inces, yang disebabkan oleh Afrodit. Sementara itu Hesiodos menyebutkan bahwa Adonis adalah putra Foiniks dan Alfesiboia.

Menurut Apollodoros, Afrodit menghukum Simrna (Mirra) akibat tak mau menyembahnya. Sang dewi membuat Smirna jatuh cinta pada ayahnya sendiri. Smirna secara diam-diam tidur bersama ayahnya selama dua belas malam hingga akhirnya Theias mengetahui perbuatan putrinya.

Sementara itu dalam versi Ovidius, adalah Kiniras yang tak mau menyembah Afrodit sehingga sang dewi membuat putrinya jatuh cinta kepadanya. Mirra (Smirna) membuat ayahnya mabuk selama dua belas malam dan berhubungan seksual dengannya. Ketika mengetahui bahwa Mirra sedang mengandung anaknya, Kiniras murka dan berusaha membunuhnya.

Dalam kedua versi tersebut, sang ayah mengejar putrinya dengan pedang. Sang putri berdoa kepada para dewa supaya diselamatkan. Para dewa lalu mengubahnya menjadi pohon myrrha (smyrna). Sementara sang ayah bunuh diri karena malu.

Beberapa bulan kemudian, Adonis terlahir ketika pohon itu membuka. Afrodit mendapati bahwa bayi itu amat tampan hingga akhirnya dia meminta Persefone merawat bayi itu untuknya. Sang bayi tumbuh menjadi pemuda yang amat tampan sehingga kedua dewi jatuh cinta kepadanya. Afrodit terpaksa berbagi cinta Adonis dengan Persefone. Jadi selama sepertiga tahun Adonis bersama Afrodit di dunia atas dan sepertiga lainnya dihabiskan bersama Persefone di Dunia Bawah. Selama sepertiga lagi Adonis bebas memilih.

Afrodit bersama putranya Eros

Adonis menjadi pemburu yang hebat dan sering menghabiskan waktu luangnya dengan berburu bersama Afrodit. Namun suatu hari Adonis terbunuh oleh seekor babi hutan ketika sedang berburu. Menurut Apollodoros, babi hutan itu kiriman Artemis. Beberapa pendapat lainnya mengatakan bahwa babi hutan itu adalah Ares yang sedang menyamar, karena Ares cemburu dengan hubungan Afrodit dan Adonis. Afrodit amat berduka dengan meninggalnya Adonis sehingga dia membuat bunga tumbuh dari darah Adonis.

Salah satu anak manusianya adalah pahlawan Dardania Aineias, putra dari kekaishnya Ankhises, raja Dardania. Hubungannya dengan Ankhises diceritakan dalam salah satu sajak Homeros. Ankhises sendiri menjadi pincang akibat terkena petir Zeus, karena dia menyombongkan diri telah berhubungan seksual dengan Afrodit. Afrodit memihak Troya dalam Perang Troya, bukan hanya karena Paris memberikan apel emas kepadanya sebagai tanda bahwa Afrodit adalah dewi tercantik, melainkan pula karena Aineias adalah sekutu Troya. Ketika Afrodit berusaha menyelamatkan Aineias yang terluka, Diomedes melukai Afrodit dan mengusirnya dari medan perang. Diomedes mengatakan kepada Afrodit bahwa medan perang bukanlah tempat baginya. Aneias sendiri pada akhirnya diselamatkan oleh Apollo. Kelak Afrodit menghukum Diomedes setelah perang usai. Diomedes berhasil tiba di rumahnya namun ternyata istrinya berselingkuh dan bahkan selingkuhannya itu kemudian mengusir Diomedes dari Argos.

Pigmalion dan Galateia

Afrodit tak segan-segan menghukum siapa saja yang menghina atau menolak menyembahnya. Hippolitos, putra pahlawan Theseus, menyembah Artemis tapi tak mau menyembah Afrodit. Akibatnya Afrodit membuat ibu tirinya, Faidra, putri raja Minos, jatuh cinta kepadanya. Faidra ingin bercinta dengan Hippolitos namun ditolak, sehingga Faidra pun bunuh diri setelah menulis sepucuk surat yang menyebutkan bahwa Hippolitos telah memperkosanya. Theseus membaca surat itu dan mempercayai isinya. Dia menjadi marah dan mengutuk serta mengusir Hipplitos. Akibat kutukan itu, Hippolitos tewas ketika sedang mengendarai kereta perangnya. Athena lalu mengungkapkan kepada Theseus bahwa Hippolitos tidak bersalah, namun semua sudah terlambat.

Afrodit juga cemburu pada orang yang lebih cantik daripada dirinya. Dalam suatu kisah Romawi, ada seorang wanita bernama Psikhe yang lebih cantik daripada Afrodit. Akibatnya Afrodit ingin membuat Psikhe menikah dengan monster. Akan tetapi, putranya sendiri, Eros (Cupid), malah jatuh cinta kepada Psikhe.

Meskipun demikian Afrodit juga dapat bersikap baik. Dia memberikan hadiah bagi penyembahnya yang setia, Pigmalion. Pigmalion adalah seorang pematung yang jatuh cinta kepada salah satu patung sendiri. Afrodit lalu membuat patung itu hidup sehingga Pigmalion dalam hidup bahagia bersama wania itu yang diberi nama Galateia.


Julukan Afrodit antara lain Akidalia, Anadiomene ("terlahir ke laut"), Kiprian, Kipris, Kithereia, Eriboia (Periboia), Erikina, Euploios ("perjalanan indah"), Pafia ("cinta seksual"), Pelagia, dan Pontia.

Tempat kesukaannya adalah Siprus dan Kythera. Hewan kesukaannya adalah merpati, burung gereja, walet, angsa, dan kura-kura. Pengawalnya adalah Eros, Kharites, dan Peitho, dewi rayuan.

Orang Yunani mengidentikkan Afrodit dengan dewi Astarte dari Timur Tengah dan dewi Hathor dari Mesir. Afrodit juga diidentikkan dengan dewi Inana dari Sumeria dan dewi Ishtar dari Babilonia.