Yunani Kuno/Pengetahuan/Kedokteran

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kedokteran - Yunani Kuno Kedokteran - Romawi Kuno→
Hippokrates

Penyakit adalah permasalahan yang sangat serius bagi bangsa Yunani. Satu dari tiga bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Separuh jumlah anak-anak meninggal sebelum mencapai usia sepuluh tahun, dan bahkan sebagian besar orang dewasa meninggal pada usai empat puluhan atau lima puluhan tahun.

Maka dari itu, orang Yunai amat tertarik pada pengamatan ilmiah dan logika untuk menemukan penyebab penyakit dan juga cara menyembuhkannya. Sejak tahun 300-an SM, pada periode Hellenistik, para dokter Yunani mengerjakan sistem logika untuk memahami penyakit. Kumpulan tulisan utama mengenai kedokteran Yunani adalah Tulisan Hippokrate. Hippokrates sendiri adalah salah satu dokter Yunani yang paling awal dan paling terkenal.

Sistem logika ini dimulai dengan gagasan yang cukup unik, yang terkenal di Yunani, India, dan juga Tiongkok pada masa itu. Para dokter percaya bahwa manusia terbuat dari empat bahan utama, yaitu darah, empedu hitam, empedu kuning, dan dahak. Jika keempat bahan ini seimbang, maka seseorang akan tetap sehat, namun jika tidak seimbang, maka orang tersebut akan sakit. Misalnya, jika darah menjadi terlalu banyak, maka orang akan menderita demam, dan untuk menyembuhkannya, jumlah darah pada orang tersebut harus dikurangi. Para dokter Yunani pernah melakukan cara pengobatan berupa memotong lengan supaya darah dapat keluar. Cara lainnya adalah dengan menaruh lintah pada badan orang yang sakit. Gagasan untuk mengeluarkan darah ini bahkan bertahan selama sekitar 150 tahun.

Para dokter Yunani juga percaya bahwa iklim tertentu cenderung meningkatkan bahan tertentu dalam tubuh. Misalnya, iklim yang dingin dan basah akan meningkatkan jumlah dahak. Jika sakit karena iklim semacam ini, penyembuhannya adalah dengan mindahkan pasien ke tempat dengan iklim yang hangat dan kering untuk kembali menyeimbangkan semua bahan dalam tubuh.

Pada akhirnya, para dokter Muslim Abad Pertenghan, terutama Al Rza sekitar 900 M, membuktikan bahwa semua gagasan tersebut salah. Meskipun demikian, gagasan bahwa penyakit dapat dipahami dan disembuhkan melalui pengamatan dan pemikiran yang logis, amat penting bagi perkembangan kedokteran.