Lompat ke isi

Mitologi Yunani/Dewa Minor/Nemesis

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Nemesis

Nemesis adalah dewi pembalasan bagi perbuatan jahat atau nasib baik yang tak layak. Dia adalah putri Niks, dewi malam. Ada mitos aneh bahwa ada dua orang dewi bernama Nemesis dan keduanya adalah putri Niks.

Nemesis adalah dewi hukum dan keadilan, selain juga dewi pembalasan. Nemesis menghukum orang yang berbuat jahat atau yang memperoleh nasib baik yang tak layah. Jadi jika dewi Tikhe memberikan nasib baik bagi seseorang, Nemesis dapat dengan mudah menariknya jika dia merasa bawha orang tersebut tak pantas memperoleh nasib baik itu.

Beberapa mengatakan bahwa Nemesis adalah ibu Helene dari Troya, berdasarkan Bibliotheke karya Apollodoros, Poetica Astronomia karya Hyginus dan Kypria (Siklus Epik). Afrodit membuat Zeus jatuh cinta kepada Nemesis. Zeus berusaha memperkosanya namun Nemesis terus kabur dari Zeus. Nemesis mengubah wujudnya menjadi seekor ikan, kemudian menjadi seekor angsa betina. Zeus tak menyerah, dia pun ikut berubah menjadi seekor angsa jantan. Dalam wujud itu Zeus memperkosa Nemesis.

Dalam versi yang berbeda menutu Hyginus. Zeus berhasil memperkosa Nemesis melalui suatu tipuan. Afrodit menyamar sebagai seekor elang yang sedang berpura-pura memburu Zeus, yang menyamar sebagai seekor angsa. Dewi Nemesis merasa kasihan dan menolong angsa itu. Nemesis lalu tertidur sambil memeluk sang angsa. Pada saat itulah, Zeus dalam wujud angsa memperkosa Nemesis. Setelah puas, Zeus pun langsung pergi. Untuk mengenang peristiwa ini, Zeus mencitrakan satu rasi bintang di angkasa yang berbentuk seekor angsa, kini dikenal sebagai konstelasi Cygnus.

Dari perkosaan itu, Nemesis melahirkan telur berwarna biru dan perak, yang ditemukan oleh seorang gembala atau mungkin oleh Hermes. Telur itu diberikan kepada Leda. Dari telur itu menetaslah seorang perempuan yang diberi nama Helene. Leda membesarkan Helene seperti putrinya sendiri.

Dalam seni Yunani, Nemesis kadangkala digambarkan sebagai dewi bersayap, membawa dahan apel di satu tangan dan roda keberuntngan di tangan yang lain. Dia juga ditampilkan dalam kereta perang yang ditarik oleh griffin. Penulis dan seniman kuno awal menggambarkan Nemesis sebagai wanita muda dan cantik yang bersayap dan berpakaian putih, sedangkan generasi selanjutnya menampilkannya sebagai makhluk yang menyeramkan dan menakutkan.