Mitologi Yunani/Dewa Olimpus/Hestia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Dewi Hestia.

Hestia adalah dewi perapian dan rumah tangga. Dia adalah seorang dewi yang perawan. Dia merupakan putri sulung Titan Kronos dan Rea. Orang Romawi mengenalnya sebagai Vesta.

Hestia merupakan salah satu anak yang ditelan oleh ayahnya. Di kemudian hari, Kronos berhasil ditipu untuk meminum suatu ramuan, dan memuntahkan Hestia beserta semua saudara yang telah ditelannya. Hestua merupakan anak terakhir yang dimuntahkan Kronos. Jadi, bisa dibilang bahwa Hestia adalah anak sulung (dari Rea) sekaligus anak bungsu (dari Kronos).

Setelah perang melawan para Titan, Hestia menyatakan kepada semua saudara laki-lakinya, Poseidon dan Hades, serta keponakannya, Apollo, mengenai keinginannya untuk tetap menjadi perawan. Menurut Himne Afrodit, Hestia bersumpah di atas kepala Zeus bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan siapapun dab bahwa dia akan menjadi perawan selamanya dan melepaskan hasrat seksualnya. Dengan sumpah ini, bahkan para dewa semacam Poseidon dan Apollo pun tidak berani meniduri Hestia, karena ancamannya adalah hukuman dari Zeus sendiri.

Dalam Fasti karya penyair Romawi, Ovidius, diceritakan bahwa Priapos, putra Dionisos dan Afrodit, pernah nyaris memperkosa Hestia, ketika sang dewi dan para dewa lainnya sedang terlelap setelah makan bersama. Hestia terbangun ketika mendengar ringkikan keledai dan melihat bahwa Priapos hendak menindihnya. Seketika itu juga Hestia berteriak dan Priapos pun kabur terbirit-birit.

Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai Hestia dari mitos maupun literatur, meskipun demikian Hestia merupakan seorang dewi yang sangat penting dalam agama Yunani dan Romawi.

Dalam Himne Homeros untuk Hestia, sang dewi mendatangi kuil Apollo di Delphi. Dia amat dihormati di sana, baik oleh para dewa maupun manusia. Dia disembah di berbagai tempat. Dimana ada perapian, maka itulah tempat penyembahannya, dan memang di setiap rumah maupun kuil pasti ada perapian. Tiap kota juga memiliki perapian yang memiliki api suci yang dijaga untuk menyala terus-menerus di bangunan umum utama. Api dari perapian ini akan dibawa jika rakyat kota pergi untuk mendirikan kota baru.

Ketika mengadakan makan bersama, maka orang-orang akan menuangkan anggur dua kali sebagai persembahan bagi Hestia, yaitu sebelum dan sesudah makan. Kemungkinan ritual ini untuk memperingati status kelahiran Hestia yang merupakan anak sulung sekaligus bungsu. Setiap kali akan makan,di rumah, maka suatu persembahan kecil akan dilemparkan ke perapian. Selain itu, ada lagu yang dinyanyikan yang isinya menyambut kedatangan Hestia ke rumah mereka.

Jika seorang bayi yang lahir sudah diberi nama, maka sang bayi akan di bawa ke dekat perapian, dan seseorang akan mendoakan keberkahan untuk sang bayi.

Bagi orang Romawi, dia adalah dewi tungku, dewi api perapian, sekaligus dewi rumah tangga yang sangat penting. Kuilnya terletak di Palatine di kota Roma, dimana para perawan Vesta menjaga supaya api suci terus menyala.


Ilustrasi Hestia

Hestia tidak banyak muncul dalam cerita. Juga tidak terdapat banyak penggambaran dirinya. Hestia adalah salah satu putri Rhea dan Kronos, jadi ia adalah saudari Hera dan Demeter.

Hestia adalah dewi rumah dan perapian. Ia mengendalikan keamanan dan kenyamanan rumah. Meskipun tak muncul dalam banyak cerita, ia merupakan dewi yang cukup penting. Ia disembah di dalam rumah dalam ritual penyalaan api ketika orang pindah ke rumah baru atau ketika menikah.