Mitologi Yunani/Perjalanan Pulang Odisseus/Kalipso

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Odisseus dan Kalipso.
Odisseus menebang pohon untuk membuat perahu
Odisseus menebang pohon untuk membuat perahu
Perahu Odisseus dihancurkan oleh Poseidon, dan dewi Leukotheia muncul menolongnya
Perahu Odisseus dihancurkan oleh Poseidon, dan dewi Leukotheia muncul menolongnya

Kalipso adalah dewi minor yang tinggal di pulau Ogygia. Dia adalah anak perempuan Titan Atlas. Odisseus terdampar di pulaunya dan terpaksa tinggal di sana. Kalipso jatuh cinta pada Odisseus. Mereka melakukan hubungan seksual hingga Kalipso melahirkan Nausinus dan Nausithus. Odisseus tinggal bersama Kalipso selama sekitar delapan tahun. Lama-kelamaan Odisseus pun rindu untuk pulang. Jika melihat laut, dia sering membayangkan keadaan rumah dan keluarganya di Ithaka.

Tepat sepuluh tahun sejak Odisseus meninggalkan Troya, dewi Athena pun bertindak. Kebetulan ketika itu Poseidon sedang ada urusan dan tidak berada di Olimpus, maka Athena memberitahu Zeus dan para dewa bahwa Odisseus sudah cukup menderita, dan bahwa dia harus dapat pulang ke rumahnya di Ithaka, tempat istrinya, Penelopeia, dan putranya, Telemakhos, menantinya. Apalagi Penelopeia memperoleh masalah karena dalam tiga tahun terakhir ini para pelamarnya ingin menikahinya. Zeus akhirnya setuju dan mengirim Hermes untuk memberitahu Kalipso mengenai keputusannya.

Kalipso, yang sangat mencintai Odisseus, berencana menjadikannya abadi dan tidak mengizinkan Odisseus pulang. Namun setelah tahu bahwa para dewa menghendaki Odisseus untuk pulang, Kalipso pun tak dapat lagi mengurung Odisseus di pulaunya. Namun Odisseus tak punya kapal lagi sehingga dia terpaksa harus menebang kayu dan membangun sebuah perahu. Setelah jadi, Odisseus meninggalkan Kalipso dan berlayar menuju Ithaka.

Setelah tujuh belas hari berlayar, Odisseus ditemukan oleh Poseidon, yang hendak menuju Olimpus setelah urusannya selesai. Poseidon masih marah pada Odisseus dan mengirim badai besar, yang menghancurkan perahu Odisseus.

Odisseus nyaris tenggelam, untungnya keburu diselamatkan oleh dewi laut bernama Leukotheia (dulunya bernama Ino). Sang dewi kasihan padanya dan memberinya kerudung ajaib yang membantunya tetap terapung. Odisseus lalu berenang selaam dua hari dan sampai di pulau Skherie.