Mitologi Yunani/Titan/Iapetos

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Jump to navigation Jump to search
Iapetos dalam komik Saint Seiya Episode G.

Iapetos adalah salah seorang Titan putra Uranus dan Gaia. Dia menikah dengan salah seorang anak perempuan Okeanos dan Tethis, kemungkinan Klimene atau Asia. Iapetos memiliki anak beberapa Titan, antara lain Atlas, Menoitios, Prometheus dan Epimetheus. Menurut pendapat lainnya Iapetos menikahi saudarinya sendiri, Themis, dan menjadi ayah dari Prometheus.

Iapetos adalah Titan Kehidupan Fana, dan anaknya, Prometheus, merupakan pencipta manusia dan makhluk fana lainnya.

Ketika Kronos menyerang Uranus, Iapetos bersama tiga Titan lainnya (Koios, Krios dan Hiperion) ikut memegangi Uranus. Karena itu mereka berempat disebut sebagai empat pilar dunia, dan Hiperion melambangkan pilar barat.

Dalam perang Titanomakhia, putranya, Prometheus, membujuknya untuk berpindah pihak pada Zeus daripada berperang melawan Zeus. Iapetos tidak menghiraukan nasehatnya, jadi ketika Zeus mengalahkan para Titan, Iapetos ikut dikurung di Tartaros.

Putra-putra Iapetos juga terkena hukuman Zeus. Atlas dihukum karena ikut membantu para Titan dalam perang melawan dewa Olimpus. Atlas diharuskan memikul langit di pundaknya. Atlas harus menjalani hukumannya memikul langit di ujung barat dunia. Ini sesuai dengan Iapetos, yang melambangkan pilar barat dunia. Sementara Menoitios dihukum dengan cara dihantam oleh petir Zeus sebelum kemudian dilempar ke Erebos (Dunia Bawah).

Dua putra Iapetos lainnya, Prometheus dan Epimetheus, mendukung Zeus dalam perang, sehingga mereka tidak ikut dihukum bersama ayah dan saudara-saudara mereka. Namun tetap saja pada akhirnya mereka memperoleh nasib buruk. Epimetheus menikahi Pandora, manusia perempuan pertama, yang kemudian melepaskan segala bentuk penderitaan pada umat manusia. Sementara Prometheus dihukum dirantai di puncak Gunung Kaukasus karena telah membantu manusia menipu Zeus dan mencuri api dari Olimpus untuk diberikan pada manusia. Setiap hari liver Prometheus dimakan oleh seekor elang, dan kemudian secara otomatis tumbuh lagi, untuk kemudian dimakan lagi.