Bahasa Bakatik

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Di Provinsi Kalimantan Barat[sunting]

Bahasa Bakatik dituturkan oleh masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Bengkayang, yang tersebar di wilayah Kecamatan Ledo, Sanggau Ledo, Teriak, dan Bengkayang; Kecamatan Subah, Kabupaten Subah. Menurut pengakuan penutur, wilayah tutur Bahasa Bakatik berbatasan dengan wilayah tutur Bahasa Melayu di sebelah utara, barat, dan selatan. Sementara itu, di sebelah timur laut berbatasan dengan wilayah tutur Bahasa Galik (Golik) dan Bahasa Ribun (Rihun).

Selain di Kabupaten Bengkayang, Bahasa Bakatik juga dituturkan di Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Landak, dan Kubu Raya yang ada di sekitar Kecamatan Ambawang serta di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek yang dipakai di lima daerah tersebut diidentifikasi menjadi satu kelompok bahasa karena memiliki persentase perbedaan antara 48%--80%. Isolek di daerah pengamatan Kecamatan Bengkayang dan Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang termasuk dalam satu kelompok subdialek dengan persentase perbedaan 48%.

Bahasa Bakatik terbagi atas empat dialek, yaitu

  1. dialek Moro Betung dengan daerah sebarannya di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak;
  2. dialek Ambawang Satu di Kabupaten Kubu Raya;
  3. dialek Sahan di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang;
  4. dialek Rodaya daerah sebarannya di Kecamatan Ledo dan Desa Bani Amas di Kabupaten Bengkayang.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Bakatik merupakan bahasa tersendiri karena memiliki perbedaan di atas 81% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain di Kalimantan Barat.

Referensi dan pranala luar[sunting]

Wikipedia-logo.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: