Bahasa Kenyah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Di Provinsi Kalimantan Timur[sunting]

Bahasa Kenyah dituturkan oleh masyarakat di Desa Inaran, Kecamatan Sambaliung dan Desa Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau; di Desa Datah Bilang Ulu, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Hulu. Bahasa Kenyah juga dituturkan di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek di daerah-daerah tersebut memiliki persentase berbedaan 53%--74%, pada kategori beda dialek, yaitu (1) dialek Inaran yang dituturkan di Desa Inaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau; (2) dialek Gunung Sari yang dituturkan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau; (3) dialek Datah Bilang Ulu yang dituturkan di Desa Datah Bilang Ulu, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Hulu.

Isolek Kenyah merupakan sebuah bahasa jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang terdapat di Provinsi Kalimantan Timur.

Persentase perbedaan dengan bahasa-bahasa lain berkisar 85%--94%, misalnyabahasa Kenyah dengan bahasa Bahau Ujoh Bilang sebesar 85%; dengan bahasa Tunjung sebesar 87%; dengan bahasa Dusun sebesar 86%; dengan bahasa Benuaq sebesar 89%; dan dengan bahasa Segaai sebesar 94%.

Di Provinsi Kalimantan Utara[sunting]

Bahasa Kenyah dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Tepatnya di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Desa Long Tungu, Kecamatan Peso Hilir, Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan dan di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Desa Long Kelawit, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek di daerah-daerah tersebut memilikipersentase berbedaan 53%--74%, pada kategori beda dialek, yaitu (1) dialek Uma Kulit yang dituturkan di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan; (2) dialek Long Nawang yang dituturkan di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau; (3) dialek Long Tungu yang dituturkan di Desa Long Tungu, Kecamatan Peso Hilir, Kabupaten Bulungan; (4) dialek Lepuk Maut yang dituturkan di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan; (5) dialek Long Kelawit (Long Sungai Anai) yang dituturkan di Desa Long Sungai Anai, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Kenyah merupakan sebuah bahasa jika dibandingkan dengan bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Utara dengan persentase perbedaan berkisar 90%--93%, misalnya dengan bahasa Bulungan, Tidung, Lundayeh, dan dengan bahasa Tenggalan.

Referensi dan pranala luar[sunting]

Wikipedia-logo.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: