Bahasa Madura

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Di Provinsi Jawa Timur[sunting]

Bahasa Madura merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Madura. Bahasa ini tersebar di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, bahasa Madura juga tersebar di Kabupaten Malang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, dan Pulau Bawean (Kabupaten Gresik). Kantong-kantong bahasa Madura yang lain juga ditemukan di pulau-pulau di luar Pulau Jawa, misalnya Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan Barat.

Bahasa Madura di Jawa Timur terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Pulau Madura dan (2) dialek Pulau Bawean dengan persentase perbedaan sebesar 53%.

Daerah sebaran geografis penutur dialek Pulau Madura tersebar di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Malang, Jember, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, dan Banyuwangi, sedangkan dialek Bawean hanya dituturkan di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Masyarakat Madura yang berada di Nusa Tenggara Barat tersebar di Kelurahan Brang Bara, Bugis, dan Desa Luar. Di Pulau Bali, komunitas penutur bahasa Madura ada di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Selain itu, masyarakat Madura juga terdapat di Desa Rasau, Kecamatan Sui Pinyuh, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Bahasa Madura bukan dialek dari bahasa lain di Indonesia. Hal ini telah dibuktikan melalui penghitungan dialektometri, bahasa Madura di Jawa Timur memiliki persentase perbedaan di atas 90% jika dibandingkan dengan bahasa Jawa, Bajo, dan Bali yang juga terdapat di Provinsi Jawa Timur.

Di Provinsi Bali[sunting]

Bahasa Madura merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Madura. Bahasa ini tersebar di Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan Barat. Bahasa Madura di Pulau Bali dituturkan oleh masyarakat di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, bahasa Madura merupakan bahasa dengan persentase perbedaan di atas 90% jika dibandingkan dengan bahasa Bali, Melayu, Madura, dan Sasak Bali yang terdapat di Provinsi Bali. Hal itu membuktikan bahwa Bahasa Bali merupakan bahasa dan bukan dialek dari bahasa lain di Indonesia.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat[sunting]

Bahasa Madura merupakan bahasa yang bertanah asal di Pulau Madura. Di Provinsi NTB, bahasa Madura dituturkan di Pulau Sumbawa. Penutur bahasa itu tersebar di tiga wilayah Kabupaten Sumbawa, yaitu Kelurahan Brang Bara, Kelurahan Bugis, dan Desa Luar. Secara umum daerah-daerah tersebut terletak di wilayah perkotaan dengan topografi dataran. Jumlah etnik Madura yang berada di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2007 sebanyak 227 kepala keluarga (KK). Bahasa Madura yang dituturkan di Sumbawa berasal dari Dusun Cokolan, Desa Gigir, Kecamatan Belega, Bangkalan, Pulau Madura, dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Madura di NTB terdiri atas tiga dialek, yaitu dialek Brang Bara yang dituturkan di Kelurahan Brang Bara, dialek Bugis yang dituturkan di Kelurahan Bugis, dan dialek Luar yang dituturkan di Desa Luar.

Persentase perbedaan antardialek tersebut berkisar antara 67,79%--80%. Sementara itu, bahasa Madura di NTB merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 81%--100% jika dibandingkan dengan bahasa di sekitarnya, misalnya dibandingkan dengan bahasa Sasak, bahasa Sumbawa (Samawa), dan bahasa Bima (Mbojo).

Referensi dan pranala luar[sunting]

Wikipedia-logo.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: