Bahasa Tidung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Di Provinsi Kalimantan Utara[sunting]

Bahasa Tidung dituturkan di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Di Kabupaten Bulungan, wilayah tutur Bahasa Tidung antara lain di Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak; Desa Limbu Sedulun dan Desa Kujau, Kecamatan Sesayap; Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Lia; Desa Pulau Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu; Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah; Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir.

Di Kabupaten Malinau, Bahasa Tidung dituturkan oleh masyarakat di Desa Sesua, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Di Kabupaten Nunukan, Bahasa Tidung dituturkan di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik; Desa Pembeliangan, Kecamatan Nunukan; dan di Desa Tagul, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Di Kabupaten Tarakan Bahasa Tidung dituturkan di Desa Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kabupaten Tarakan.

Berdasarkan pengakuan penduduk, Desa Kujau dikelilingi oleh penutur Bahasa Melayu. Desa Sesua, di sebelah timur dan barat merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung, di sebelah utara merupakan wilayah tutur Bahasa Tagel, dan di sebelah selatan merupakan wilayah tutur Bahasa Punan. Desa Juata Laut dan Desa Bunyu juga dikelilingi oleh desa-desa yang merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung.

Desa Setabu, di sebelah timurnya merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung, di sebelah barat merupakan wilayah tutur Bahasa Indonesia; di sebelah utara merupakan wilayah tutur bahasa (dari) Malaysia. Desa Pembeliangan, di sebelah timur merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung; di sebelah barat merupakan wilayah tutur Bahasa Tenggalan; di sebelah selatan berbatasan dengan hutan. Desa Sesayap, di sebelah timur, barat, dan selatan juga merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung. Desa Tagul di sebelah barat juga merupakan wilayah tutur Bahasa Tidung, sedangkan di sebelah timur, utara, dan selatan desa berbatasan dengan hutan.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, Bahasa Tidung dikelompokkan atas tiga dialek dengan persentase perbedaan berkisar 52%--61%. Ketiga dialek Bahasa Tidung tersebut yaitu

  1. dialek Berusu yang dituturkan di Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak; Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap; Desa Kujau, Kecamatan Betayau, Kabupaten Bulungan; Desa Sesua, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau;
  2. dialek Sesayap yang dituturkan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Lia; Desa Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu; Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah; Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung; Desa Setabu, Kecamatan Sebatik; Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan; Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kabupaten Tarakan;
  3. dialek Tagul yang dituturkan di Desa Tagul, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan.

Penutur Bahasa Tidung dialek Limbu Sedulun, Kujau, dan Sesua menyebut bahasanya sebagai Bahasa Berusu atau Belusu. Namun, berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Berusu atau Belusu tersebut jika dibandingkan dengan isolek-isolek Tidung lainnya adalah bahasa yang sama dengan persentase perbedaan 67%--68% (beda dialek).

Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Tidung merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 90%--92% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Utara, misalnya persentase perbedaan antara Bahasa Tidung dengan Bahasa Long Pulung sebesar 90%; Bahasa Lundayeh sebesar 91%; Bahasa Tenggalan sebesar 92%.

Referensi dan pranala luar[sunting]

Wikipedia-logo.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: