Abad Pertengahan/Sejarah/Akhir/Rusia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
<< Rusia - Abad Pertengahan Tinggi Rusia - Abad Pertengahan Rusia Pasca-1500 M >>
Proses perluasan Rusia pada 1390 M hingga 1525 M
Patung Ivan Agung

Pada 1200-an M Rusia menjadi lemah akibat perang saudara, dan Mongol menyerang Rusia serta berhasil menaklukan bagian timurnya. Sementara Polandia dan Lithuania merebut bagian baratnya. Selain itu, para kesatria dari Kekaisaran Romawi Suci juga ikut menyerbu Rusia.

Kekaisaran Mongol mempermudah perdagangan melintasi Asia, dan Rusia menjadi kaya dari perdagangan ini. Namun pada awal 1300-an, perdagangan juga membawa wabah ke Rusia, dan Maut Hitam, yang menewaskan banyak orang, menyebar ke Eropa. Selain itu, Zaman Es Kecil membuat Asia Tengah menjadi lebih dingin dari sebelumnya, sehingga sulit melakukan pertanian. Ini melemahkan Kekaisaran Mongol hingga akhirnya Mongol runtuh. Rusia pun secara perlahan-lahan kembali merdeka.

Pada 1462 M Ivan Agung menjadi Adipati Agung Rusia. Ivan memerangi Mongol dan memerdekakan Rusia dari penjajahan Mongol. Pada 1478 M, Ivan juga menaklukan kerajaan tetangganya, Novgorod, dan tak lama setelah itu ia menaklukan beberapa kerajaan kecil lainnya di dekat Rusia.

Beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada 1453 M, Utsmaniyah menaklukan Konstantinopel. Sejak itu para sultan Utsmaniyah menganggap diri mereka sebagai Kaisar Romawi, namun para uskup Rusia menganggap bahwa itu salah karena Kaisar Romawi haruslah orang Kristen. Oleh karena itu Ivan memutuskan bahwa layak menjadi Kaisar Romawi Kristen yang baru. Ia menikahi putri Bizantium, Sophia Palailogia, yang membawa tradisi Konstantinopel ke Moskow. Ivan mulai menyebut dirinya Caesar, seperti para Kaisar Romawi terdahulu. Dalam bahasa Rusia, Caesar menjadi Czar atau Tzar. Untuk menunjukkan hubungannya ke Italia dan Romawi, Ivan membawa seorang arsitek Italia ke Moskow untuk membangun menara lonceng dan sejumlah gereja.

Sebagai Tsar, Ivan merasa bahwa ia memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada seorang Adipati. Ia pun mulai berhenti menuruti para boyar (tuan tanah), dan ia menulis kode hukum baru. Ivan juga mulai menjalin hubungan dengan para penguasa Hongaria, Kekaisaran Romawi Suci, Kesultanan Utsmaniyah, dan negara-negara lainnya. Setelah Adipati Casimir dari Lithuania meninggal pada 1492 M, Ivan berhasil menguasai sebagian besar Lithuania sebelum akhirnya ia meninggal pada 1505 M.