Abad Pertengahan/Sejarah/Tinggi

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari
<< Abad Pertengahan Awal Sejarah Tinggi - Abad Pertengahan Abad Pertengahan Akhir >>
Eropa dan Mediterania pada 1190 M

Pada 1071 M, Kekaisaran Bizantium kehilangan sebagian besar Anatolia (Turki modern), yang direbut oleh Turk Seljuk pada Pertempuran Manzikert. Sekitaran masa yang sama, Abbasiyah juga kehilangan sebagian wilayah, yang juga direbut oleh bangsa Turk di Timur serta oleh para penguasa lokal di Mesir, Spanyol, dan di beberapa tempat lainnya. Kemunduran dua negara besar ini membuat sejumlah negara di Eropa menjadi merdeka, dan sekaligus membuat Eropa menjadi lebih kuat.

Tanda awal kekuatan Eropa baru, muncul ketika orang Kristen di Spanyol mulai mengusir para penguasa Islam dari sana. Kemudian pada 962 M, Otto Agung mulai membangun kembali Kekaisaran Romawi Suci. Pada 1066 M, William Sang Penakluk memperluas kerajaannya untuk mulai mendirikan sebuah kekaisaran yang meliputi Inggris dan sebagian Prancis. Sepuluh tahun kemudian, Perang Salib Pertama sukses merebut Yerusalem dari Fatimiyah. Italia masih berjuang antara menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci atau terbagi-bagi menjadi banyak kota merdeka, namun jauh di timur, di Polandia dan Rusia, kerajaan-kerajaan lain mulai terbentuk.

Pada 1100-an M, para raja Prancis berhasil menguasai sebagian besar Prancis utara. Kota-kota di Eropa menjadi cukup kaya untuk membangun katedral-katedral besar pada Abad Pertengahan. Akan tetapi pada awal 1200-an M, Abad Pertengahan Tinggi pun berakhir dan diteruskan oleh Abad Pertengahan Akhir, yang ditandai oleh kebangkitan Kekaisaran Mongol, yang amat mempengaruh politik Eurasia.